<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397</id><updated>2012-01-29T14:31:39.953-08:00</updated><category term='karir'/><category term='inovasi'/><category term='Open Standard'/><category term='lqypax'/><category term='event'/><category term='Memulai Bisnis'/><category term='Indonesia Jaya'/><category term='Kepemimpinan'/><category term='plan'/><category term='anti-corruption'/><category term='financial'/><title type='text'>Betti Alisjahbana's Journal</title><subtitle type='html'>Visi dan idealisme seseorang dapat dikenal melalui tulisannya.  Anda dapat mengenal lebih jauh tentang seorang Betti Alisjahbana melalui blog ini. Tulisan lebih lengkap dapat dilihat di http://leadershipQB.com/</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>123</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-8416938219432472675</id><published>2011-02-07T07:43:00.003-08:00</published><updated>2011-02-07T07:43:08.703-08:00</updated><title type='text'>Tiga Tantangan Profesi Teknologi Informasi</title><content type='html'>Jumat, 4 Februari 2011, saya diminta  memberikan Graduation Speech dalam acara Syukuran dan Pelepasan  Wisudawan program Sarjana dan Paska Sarjana Fakultas Ilmu Komputer  Universitas Indonesia. Tema sambutan saya adalah “Tiga Tantangan Profesi  Teknologi Informasi”. Berikut adalah transkrip sambutan saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Selanjutnya Apa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok  Anda akan memasuki bab baru dalam hidup Anda. Dan kesempatannya sangat  luas. Sebagian dari Anda ada yang akan bekerja pada suatu organisasi,  sebagian lagi mungkin akan memulai bisnis sendiri. Satu hal yang pasti,  Anda telah memilih bidang yang sangat menarik dan strategis. Begitu  strategisnya bidang ini, sehingga saya yang dulu kuliah di bidang  Arsitektur pun berpindah rel untuk berkarir di bidang Teknologi  Informasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru saja membaca prediksi dari IDC, sebuah  lembaga riset yang fokus pada Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).  IDC menyatakan bahwa negara-negara di Asia akan menikmati pertumbuhan  TIK yang luar biasa, yang dimotori oleh China, India, Indonesia,  Vietnam, dan Filipina. Kesempatan kerja dan berkarir terbuka lebar bagi  Anda semua. Bahkan perebutan dan saling bajak tenaga kerja dibidang TIK  sangat terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, saya sudah berkecimpung di dunia TIK  selama lebih dari 25 tahun. Beberapa pelajaran telah saya petik dan  ingin saya bagikan kepada Anda semua. Namun demikian, sebelumnya saya  ingin menyampaikan beberapa hal di dunia TIK, dan tantangan saya bagi  Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TIK dan Karya Anak Bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK  berkembang sangat pesat dan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan  dari hidup kita. Pengguna Internet di Indonesia telah mencapai 45 juta  tahun lalu, berdasarkan data dari Kementrian Kominfo, sementara telepon  selular pun tumbuh sangat pesat dan saat ini mencapai 180 juta pelanggan  atau 80% penduduk Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang social media, pengguna  Facebook di Indonesia mencapai 33 juta, dan menempati peringkat nomor 2  di dunia setelah Amerika. Sementara itu, pengguna Twitter di Indonesia  sebanyak 6,24 juta, berdasarkan data pada September 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan  yang harus kita jawab adalah, apakah kita telah memanfaatkan teknologi  tersebut untuk hal-hal yang produktif, yang memajukan dan  mensejahterakan bangsa kita? Ataukah teknologi itu hanya menjadi sarana  hiburan dan menjalin silaturahmi online saja? Lalu, apakah kita hanya  bertindak sebagai pengguna saja, atau ikut memproduksi—baik itu  perangkat keras, perangkat lunak, serta kontennya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering  dibuat sedih karena sementara pertumbuhan makro ekonomi di Indonesia  baik, tetapi pertumbuhan tersebut lebih didorong oleh konsumsi saja. Hal  ini membuat kita lebih menjadi penikmat keringat orang luar negeri.  Akibatnya, penciptaan lapangan kerja di Indonesia masih terbatas dan  angka kemiskinan pun masih tinggi. Di bidang TIK pun, hal ini  terjadi—produk yang kita nikmati kebanyakan adalah produk impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar  baiknya, kini lebih banyak kesempatan bagi kita untuk tidak sekadar  menjadi pengguna tetapi juga menjadi pencipta. Di bidang konten  misalnya, Fahma Waluya Rosmansyah adalah pembuat aplikasi Nokia Ovi  Store yang termuda. Berusia 12 tahun, Fahma berhasil menjuarai APICTA  (Asia Pacific ICT Award) untuk kategori Secondary Student Project.  Karyanya yang berupa game edukasi kini dipasarkan di seluruh dunia  melalui Nokia Ovi Store. Kalau anak berumur 12 tahun saja bisa, masa  Anda tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tantangan pertama yang saya berikan kepada Anda  para wisudawan adalah untuk bersama-sama membangun kemampuan menjadi  produsen TIK. Anda bisa berperan sebagai produsen itu sendiri, maupun  sebagai fasilitator bagi tumbuh dan berkembangnya karya-karya anak  bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara menjadi fasilitator? Caranya adalah dengan  menggunakan produk karya Indonesia bila ada. Jadi, setiap kali akan  membeli produk TIK, kita perlu bertanya, apakah sudah ada produk serupa  yang merupakan karya anak bangsa? Jika ada, coba kita pertimbangkan  untuk menggunakannya. Dan bila tidak ada, itu adalah peluang bagi kita  untuk membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin kesempatannya banyak. Pada jaman di  mana perubahan terjadi dengan sangat cepat seperti sekarang ini, yang  dibutuhkan adalah keinginan untuk mencari peluang untuk melakukan  inovasi. Selagi Anda masih muda, cobalah hal-hal baru yang berbeda, yang  inovatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi tantangan pertama. Gunakan produk Indonesia kalau sudah ada. Kalau belum ada, Anda bisa membuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TIK sebagai Katalisator Kemajuan Bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK  telah dan akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan  produktivitas, kreativitas, serta daya saing individu, organisasi, dan  bangsa. Penelitian Bank Dunia atas 120 negaradengan basis data tahun  1980-2006, yang disajikan dalam laporan InfoDev 2009, menunjukkan bahwa  penetrasi broadband sebesar 10% di negara sedang berkembang akan  meningkatkan GDP sebesar 1,38%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai praktisi TIK, kita wajib  mendorong pemanfaatan TIK untuk memecahkan berbagai masalah bangsa.  Salah satu masalah terbesar yang dihadapi bangsa kita adalah maraknya  korupsi. Dibutuhkan peran serta berbagai pihak untuk memecahkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem  informasi yang baik dapat mendukung transparansi dan tata kelola yang  baik (good governance). Ketika e-government diterapkan dengan baik, bagi  masyarakat ini berarti layanan yang lebih mudah diakses. Bagi komunitas  bisnis, hal itu akan mengurangi beban pengurusan administrasi dengan  memanfaatkan internet. Sementara bagi kantor-kantor pemerintah, itu  berarti efisiensi dan efektivitas kerja yang menurunkan biaya, pelaporan  yang lebih mudah, dan pengukuran kinerja yang lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya  saja, 77% kasus korupsi yang ditangani KPK adalah menyangkut pengadaan.  Daerah-daerah yang telah berhasil menerapkan e-procurement dapat  mencegah korupsi karena adanya peluang kontak langsung antara penyedia  jasa dengan petugas pengadaan menjadi lebih kecil. Proses pun menjadi  lebih transparan dan lebih mudah diaudit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang dilakukan  oleh KPK menunjukan penerapan e-procurement telah menghasilkan  penghematan anggaran sebesar 23.5% dan penghematan HPS (Harga Penetapan  Sendiri) sebesar 20%. Penghematan waktu pelaksanaan pun terjadi, dari  rata-rata 36 hari menjadi 20 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tantangan kedua adalah,  sebagai praktisi dan calon praktisi TIK, kita semua harus mendorong  penerapan TIK untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola yang baik.  Dengan demikian kita berharap korupsi dapat ditekan. Jadi kita tidak  lagi disuguhi tontonan Gayus di televisi setiap hari, tetapi melihat  tokoh-tokoh TIK menjadi pejuang antikorupsi melalui penerapan TIK yang  baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kuasai Softskills&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang lebih  dari 25 tahun berkecimpung di bidang TIK, saya telah merekrut ratusan  praktisi TIK. Dari situ saya menemukan pola bahwa mereka yang sukses  adalah mereka yang tidak saja mahir berbicara dengan komputer, tetapi  juga mahir berkomunikasi dan berkolaborasi dengan bahasa manusia.  Implementasi TIK hanya bisa berhasil bila kita bisa membuatnya  dimengerti oleh orang awam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan berusaha untuk terlihat  pandai dengan menggunakan bahasa-bahasa yang memusingkan, tetapi  kuasailah seni berkomunikasi yang mampu membuat orang tertarik untuk  memanfaatkan TIK secara maksimal. Demikian pula perkembangan TIK yang  demikian cepat telah membuat kolaborasi antarnegara dan antarorganisasi  yang difasilitasi oleh internet dan TIK&amp;nbsp; menjadi bagian dari kegiatan  sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan kini bisa menjalankan operasinya secara  terintegrasi di berbagai negara. Misalnya tim TIK ada di India dan  Indonesia, pengadaan dilakukan China, call center di Filipina, sementara  pusat administrasi pelanggan dilakukan di Malaysia. Tenaga kerja masa  kini harus mampu bekerja dalam TEAM dan menyelesaikan suatu pekerjaan  dengan kolaborasi antarorganisasi dan antarnegara. Syaratnya, selain  hard skills, kita pun perlu menguasai softskills. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang  termasuk softskills? Di antaranya kemampuan untuk berkomunikasi,  beradaptasi pada situasi yang berbeda-beda, bernegosiasi, mengatur  waktu, memecahkan masalah, bekerja dalam tim dan memimpin suatu tim.  Gaya kepemimpinan masa kini adalah gaya kepemimpinan yang memberdayakan,  membangun kolaborasi, dan memupuk segenap potensi yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana mengasah softskills? Pelajari teorinya lalu praktekan. Niscaya, semakin lama kita akan semakin mahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi tiga tantangan saya untuk para wisudawan, yakni: &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bersama-sama membangun kemampuan menjadi produsen TIK,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadikan TIK sebagai katalisator kemajuan bangsa,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menguasai softskills.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;strong&gt;Lima Ide untuk Mencapai Lebih dalam Hidup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya  akan menutup sambutan saya dengan menyampaikan lima&amp;nbsp; kiat untuk membuat  Anda lebih sukses dalam hidup. Jadi bagi Anda yang tadi belum menyimak,  sekarang waktunya untuk menyimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;#1 Ciptakan Mimpi Besarmu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita memberikan arah dan momentum dalam hidup. Sukses dalam  kehidupan dibangun dari capaian demi capaian menuju suatu cita-cita.  Ketika kita dihadapkan pada situasi sulit, cita-cita kitalah yang  membuat kita terus bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;#2 5..4..3..2..1 ACTION!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Banyak orang punya ide yang hebat, tetapi ide itu tidak kunjung  dilaksanakan. Padahal ide saja tidak akan membawa kita kemana-mana.”  Katanya, kata Motivation berasal dari kata motive dan action. Dengan  kata lain motivation hanya ada bila kita punya tujuan (motive) dan ada  tindakan. Jadi, bila kita merasa kehilangan motivasi dalam hidup ini,  kemungkinan besar kita tidak punya motive dan kurang action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  orang memiliki ide, tetapi tidak dilaksanakan hanya karena takut  membuat kesalahan. Hal ini sebenarnya bisa diatasi jika kita dapat  melihat kesalahan sebagai hal yang positif. Kita belajar ketika kita  membuat kesalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita belajar paling banyak ketika  kita membuat kesalahan? Berapa banyak kesalahan dibuat oleh seorang anak  ketika mereka pertama belajar merangkak, lalu berjalan, hingga akhirnya  berlari? Mereka belajar sambil berbuat dan memperbaiki apa yang salah.  Mereka belajar secara alamiah. Tetapi, ketika menjadi dewasa, kita  seringkali lupa bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.  Kesalahan hanya terjadi ketika kita mengambil tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan  adalah dasar dari keberhasilan dalam hidup. Jadi sederhananya, pertama  kita punya tujuan, lalu ambil tindakan, barulah keberhasilan akan  datang. Ingatlah, “a journey of a thousand miles begin with a simple  step”. What will your first step be?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;#3 Semuanya Tergantung Saya, Bukan Orang Lain:&amp;nbsp; If it is to be, it’s up to me&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu tantangan terbesar yang kita hadapi dalam hidup adalah berani  menerima kenyataan bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita alami  dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya kecenderungan untuk menyalahkan  semua orang kecuali diri kita sendiri dari waktu ke waktu. Kenyataannya,  dengan menyalahkan orang lain, kita sebetulnya telah menyerahkan  kontrol terhadap hidup kita dan menghilangkan kesempatan untuk belajar  dari kesalahan yang kita buat. Saat di mana kita berhenti mencari-cari  kesalahan orang lain atas kesalahan yang kita buat, adalah saat di mana  kita mulai menemukan kekuatan untuk berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;#4 Ciptakan Peluang Kita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peluang tidak datang begitu saja, peluang kita ciptakan. Kita tidak  begitu saja bertemu dengan peluang, melainkan kita mempersiapkan diri  kita dengan pertama-tama membuka wawasan bagi munculnya ide baru dan  masukan-masukan. Semuanya berawal dari keputusan untuk ingin membawa hal  baru dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah untuk bertanya. Apa yang saya  ingin lakukan dalam hidup saya? Apa yang saya bisa lakukan untuk  mengubah hidup saya? Atau, di mana saya bisa mendapat informasi yang  akan membantu saya untuk mencapai tujuan saya dengan lebih cepat?  Belajarlah untuk menentukan tujuan dan mengambil tindakan. Karena  tindakanlah yang akan mempersiapkan diri kita untuk bisa mengenali dan  memanfaatkan peluang-peluang dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak peluang  di sekitar kita. Bila kita mencarinya, kita akan menemukannya. Ingatlah  bahwa peluang jarang mengetuk pintu. Kitalah yang harus mengetuk pintu  peluang, bila kita ingin masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;#5 Investasi Pada Diri Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  tidak perlu kaya dulu untuk menjadi seorang investor. Tetapi  sebaliknya, kita harus menjadi investor bila kita ingin kaya. Dan  ingatlah bahwa dari semua investasi yang bisa kita buat, investasi pada  diri sendiri adalah investasi yang akan memberikan hasil yang terbesar  dan paling penting yang bisa kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari  berinvestasi pada diri sendiri adalah secara sadar mengontrol hidup kita  dan memutuskan untuk mengalokasikan sebagian dari sumber daya yang  terbatas yang kita miliki untuk pengembangan diri. Suatu pengembangan  keterampilan dari dalam keluar. Keterampilan hidup yang akan  mempengaruhi semangat, sikap, kebiasaan, dan tingkah laku—yang pada  akhirnya akan membuat membentuk nasib kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinvestasi pada  diri sendiri berarti bukan hanya belajar ,tetapi juga melatih  ketrampilan-keterampilan baru. Itu berarti mengalokasikan sebagian waktu  kita, uang kita, dan energi kita. Itu berarti berkorban sekarang untuk  sesuatu yang penting di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi adalah lima kiat agar kita bisa mencapai lebih banyak dan lebih baik dalam hidup kita:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ciptakan mimpimu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5..4..3..2..1 ACTION&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semuanya terserah kita&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ciptakan kesempatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Investasi pada diri sendiri&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sekali lagi, selamat atas wisuda ini dan selamat atas semua yang  telah Anda capai. Saya berdoa agar Anda mencapai yang terbaik di  tahun-tahun mendatang. Anda telah dibekali pendidikan terbaik dari salah  satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini. Dan saya berharap, Anda  akan membawa nama harum UI dan Indonesia di kancah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;span class="article_separator"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;  &lt;h4&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-8416938219432472675?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/8416938219432472675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=8416938219432472675&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8416938219432472675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8416938219432472675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2011/02/tiga-tantangan-profesi-teknologi.html' title='Tiga Tantangan Profesi Teknologi Informasi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-1470371813030962387</id><published>2011-02-07T07:41:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T07:41:05.099-08:00</updated><title type='text'>Karakter Terpenting Seorang Pemimpin</title><content type='html'>Tahun 2010 sebentar lagi berlalu dan tahun 2011 sudah di ambang pintu.  Meskipun tahun 2014 masih tiga tahun lagi, tetapi rupanya  gerakan-gerakan persiapan Pemilu sudah mulai terasa. Kekuasaan memang  sangat menggiurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya memahami aspirasi pembacanya, QB  Leadership Center melakukan polling online di LeadershipQB.com. Dua  pertanyaan kami ajukan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa pemimpin negara terbaik pilihan Anda?&lt;br /&gt;2. Karakter pemimpin yang terpenting bagi Anda adalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seratus  satu respons kami terima untuk pertanyaan pertama, dan 40.6% memilih  Soekarno sebagai pemimpin negara terbaik. B. J. Habibie yang menjadi  Presiden Republik Indonesia dalam waktu yang sangat singkat menduduki  urutan kedua dengan&amp;nbsp; raihan suara 20.8%. Posisi ketiga dan keempat  diduduki oleh Susilo Bambang Yudhoyono dengan 13.9% suara, dan Soeharto  dengan 12.9% suara. Di kelompok paling bawah adalah Megawati dengan 1%  suara dan Abdurrahman Wahid dengan 8.9% suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua,  tentang karakter terpenting seorang pemimpin, mendapatkan 91 respons.  Tiga karakter pemimpin yang terpenting berdasarkan respons yang masuk  adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jujur dan bersih dari korupsi, serta membangun sistem yang mencegah korupsi.&lt;br /&gt;2. Punya integritas, tegas, dan berani mengambil sikap.&lt;br /&gt;3. Visoner: Punya visi jangka panjang dan mengambil langkah untuk merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  tidak heran bahwa responden menempatkan “Jujur dan bersih dari korupsi,  serta membangun sistem yang mencegah korupsi” di urutan teratas.  Praktik korupsi di Indonesia memang sangat parah dan terjadi di berbagai  tingkatan—mulai dari urusan kecil yang menyangkut pelayanan masyarakat  di tingkat kelurahan, hingga rekayasa penggunaan anggaran di  lembaga-lembaga pemerintahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik korupsi sedemikian  parahnya, hingga kita masuk peringkat ke-110 dalam indeks persepsi  korupsi dari 200 negara di dunia berdasarkan data dari lembaga  Transparency International Indonesia (TII). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam survei yang  dilakukan TII di berbagai kota terhadap 9.327 responden, disimpulkan  bahwa suap biasanya dilakukan dalam mempercepat izin usaha, mempercepat  instalasi utilitas publik, keringanan pembayaran pajak daerah,  mendapatkan kontrak publik, mendapat keputusan menguntungkan dalam  selisih usaha, dan mempengaruhi pembuatan kebijakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajang  Pemilu dan Pilkada pun, praktik politik uang begitu sering terjadi.  Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan, berdasarkan hasil  pemantauan selama tahun 2010, pelaksanaan pemilihan kepala daerah  dinilai koruptif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal ini terlihat dari adanya politik uang,  pembagian sembako, pupuk, jilbab, tabung gas, dan lainnya dalam  pelaksanaan Pilkada 2010, sehingga memengaruhi pemilih,” kata peneliti  ICW, Apung Widadi, Senin (20/12) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apung menyebutkan, selama  pelaksanaan Pilkada 2010 di 244 daerah, terdapat sebanyak 1.053 kasus  pembagian uang secara langsung, pembagian sembako sebanyak 326 kasus,  pembagian tabung gas sebanyak 47 kasus, pembagian kerudung sebanyak 39  kasus, dan pembagian pupuk sebanyak 39 kasus yang dilakukan oleh tim  pemenangan pasangan calon Pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak kasus, korupsi di  Indonesia bukan hanya didorong oleh motif pribadi pelakunya, tetapi  juga karena terpaksa harus beradaptasi pada lingkungan atau sistem yang  korup. Lambat laun, mereka yang hidup dalam lingkungan yang korup ini  menjadi sulit untuk membedakan mana tindakan yang korupsi dan mana yang  tidak, karena hal-hal yang sebetulnya korupsi sudah menjadi sesuatu yang  wajar dilakukan oleh semua orang. Apalagi bila ditambah dengan  kenyataan bahwa sebagian dari pegawai negeri tidak bisa mencukupi biaya  hidupnya dengan hanya mengandalkan gaji saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya tingkat  kesejahteraan pegawai pemerintah, sikap permisif dan kompromis, lemahnya  perangkat hukum, hingga lemahnya komitmen para penegak hukum, menjadi  faktor dominan mengapa korupsi tumbuh subur di masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik-praktik  korupsi ini menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas.  Proses pembangunan tidak berjalan dengan semestinya karena uang yang  seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat malah masuk ke kantong-kantong  pribadi. Apalagi di saat negara tengah menghadapi persoalan berat,  seperti pengangguran, kemiskinan, dan berbagai bencana alam. Praktik  korupsi dipastikan akan semakin menambah beban negara dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga  karakter yang dipilih oleh para responden polling LeadershipQB.com  memang adalah karakter yang sangat penting yang perlu dimiliki oleh  seorang pemimpin untuk berhasil. Dan saya pun yakin, bahwa di antara  ratusan juta penduduk Indonesia tentunya ada&amp;nbsp; pemimpin-pemimpin yang  memiliki ketiga karakter tersebut. Apalagi, sebagai Ketua Dewan Juri  Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA), saya menyaksikan sendiri,  dalam empat kali penyelenggaraannya, BHACA berhasil menemukan  pemimpin-pemimpin yang tidak saja bersih dari korupsi, tetapi juga  melakukan langkah-langkah nyata untuk membangun lingkungan di mana  korupsi bisa ditekan. Sebut saja pemenang BHACA 2010, Walikota Solo Joko  Widodo dan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto yang telah berhasil  membuat kota yang mereka pimpin masuk dalam daftar lima kota paling  bersih di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, ada pertanyaan yang sering  kali merisaukan saya. Dengan sistem pemilihan yang kita miliki  sekarang, dan dengan dinamika dan sepak terjang partai-partai politik  yang ada kini, akankah pemimpin-pemimpin yang akan maju dan nantinya  terpilih memiliki ketiga karakter terpenting di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pada  2014 nanti, sistem demokrasi kita sudah semakin matang sehingga tidak  memberikan ruang bagi terjadinya politik uang. Semoga, para pemimpin  yang maju bertarung dalam ajang pemilihan pemimpin Indonesia di tahun  2014 adalah orang-orang yang memiliki karakter terpuji yang sangat  dibutuhkan untuk memimpin Indonesia. Dan,&amp;nbsp; semoga rakyat Indonesia pun  menjadi lebih dewasa dalam memanfaatkan hak pilihnya untuk memilih  pemimpin terbaik yang mampu membawa Indonesia keluar dari rimba korupsi  dan mampu membangun Indonesia menuju masyarakat bersih dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;28 Deseber 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-1470371813030962387?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/1470371813030962387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=1470371813030962387&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1470371813030962387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1470371813030962387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2011/02/karakter-terpenting-seorang-pemimpin.html' title='Karakter Terpenting Seorang Pemimpin'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-7899905010769283104</id><published>2010-11-18T19:54:00.001-08:00</published><updated>2010-11-18T19:54:40.316-08:00</updated><title type='text'>Pemimpin, Komunikasi dan Harapan</title><content type='html'>Kepemimpinan secara sederhana didefinisikan sebagai seseorang  mempengaruhi sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Sementara  komunikasi adalah instrumen yang sangat penting&amp;nbsp; dalam kepemimpinan.  Suatu kepemimpinan bisa sukses atau gagal karena komunikasi. Ada tiga  hal yang penting dalam berkomunikasi, yakni konsistensi, kejelasan, dan  kesopanan.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Konsistensi.&lt;/strong&gt; Tim akan frustasi jika kata-kata  pemimpinnya tidak bisa dipegang. Demikian pula bila tidak ada kesesuaian  antara perbuatan dan tindakan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kejelasan.&lt;/strong&gt; Tim tidak bisa melaksanakan rencana bila  tidak mengerti apa yang diinginkan oleh pemimpinnya. Tidak ada gunanya  mencoba membuat tim kagum akan intelektualitas kita dengan mengunakan  istilah-istilah yang rumit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kesopanan.&lt;/strong&gt; Setiap orang ingin diperlakukan dengan sopan dan hormat, siapapun mereka.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;Komunikasi Ala Obama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadir di kuliah umum  Obama minggu lalu, saya semakin disadarkan betapa kepiawaian&amp;nbsp;  berkomunikasi memainkan peranan yang sangat penting dalam kepemimpinan.  Berbicara di depan sekitar 7.500 hadirin, Obama menyampaikan pesannya  dengan sangat menggugah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama—yang memilih topik tentang  pembangunan, demokrasi, dan kerukunan beragama—membuka pidatonya dengan  nostalgia masa kecilnya di Indonesia. Ia bercerita bahwa tinggal di  negeri yang sangat beragam seperti Indonesia, dengan ribuan pulau,  ratusan bahasa dan etnis, serta sejumlah agama, membantunya menjadi  lebih humanis. Dua kali ia menekankan, asas Indonesia, Bhineka Tunggal  Ika, menjadi contoh bagi dunia dan membuat Indonesia akan memainkan  peranan penting pada abad ke-21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang demokrasi, Obama  menyampaikan kekaguman dunia melihat Indonesia yang berhasil melakukan  peralihan kepemimpinan dengan damai, dan menerapkan sistem demokrasi di  mana rakyat memilih langsung para pemimpinnya. Obama pun menyampaikan,  “Ketika kita banyak mendengar bahwa demokrasi menghalangi kemajuan  ekonomi, apa yang dicapai oleh India dan Indonesia menunjukkan bahwa  demokrasi dan pembangunan ekonomi saling memperkuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti  negara demokrasi lainnya, ada masalah-masalah yang timbul sepanjang  jalan. Amerika pun demikian. Indonesia mengalami pasang surut dalam  menjalankan demokrasi. Perjalanan itu sangat berharga. Dibutuhkan  insitusi yang kuat untuk mengawasi konsentrasi kekuatan, dibutuhkan  pasar yang terbuka yang memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk  sukses, dibutuhkan kebebasan pers dan sistem hukum yang independen  untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan untuk mendorong  akuntabilitas. Dibutuhkan masyarakat yang terbuka dan warga yang aktif  untuk menolak ketimpangan dan ketidakadilan. Kekuatan-kekuatan ini yang  akan membuat Indonesia sukses di masa depan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang agama,  Obama menyampaikan bahwa Indonesia adalah tempat di mana masyarakat  mengagungkan Tuhan dengan cara yang beragam. Ia lalu bercerita tentang  kunjungannya ke Masjid Istiqlal, tempat beribadah ribuan kaum muslim  yang dirancang oleh arsitek beragama kristen yang menggambarkan &lt;em&gt;spirit&lt;/em&gt; Indonesia yang inklusif, yakni Pancasila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam  tumbuh berkembang di Indonesia, demikian juga agama-agama lainnya.  Obama lalu bercerita tentang ketegangan antara Amerika dan komunitas  Islam serta upaya-upayanya untuk memperbaiki hubungan ini, yang  dikatakannya tidak mudah dan penuh tantangan. Namun, Amerika akan terus  berusaha untuk mewujudkan perdamaian dan toleransi antaragama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi Obama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya  30 menit Obama berbicara, tetapi begitu dalam maknanya. Yang istimewa  dari Obama adalah kemampuannya menggugah semangat. Dia menggambarkan  tantangan-tantangan yang ada, mengakui secara jujur dan terbuka  situasinya, termasuk apa yang salah sebelumnya. Namun dia juga  mengingatkan, termasuk memberikan alasan yang kuat kenapa kita pantas  optimis terhadap masa depan. Misalnya, saat membahas tantangan-tantangan  yang dihadapi Amerika dalam memperbaiki dan membangun kembali  hubungannya dengan masyarakat Islam yang sempat rusak, Obama mengakui  kesalahan pendekatan pada masa lalu. Ia pun menunjukkan apa yang sudah  dia lakukan dan apa yang akan terus dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama membuat  rakyat Indonesia merasa bangga bahwa negara kita dibangun dengan prinsip  Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila yang sangat modern dan berpandangan  jauh ke depan. Kita pun dibuat besar hati bahwa, meskipun kita melihat  masih banyak masalah dalam penerapan demokrasi di Indonesia, tetapi  sebenarnya banyak kemajuan yang telah dicapai yang membuat Indonesia  berdiri lebih kokoh menyongsong masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian,  kita sadar betapa keberagaman dan toleransi yang dipuji oleh Obama  akhir-akhir ini terancam. Muncul kelompok-kelompok agama yang semakin  militan. Penghancuran rumah ibadah, penganiayaan penganut aliran  keagamaan, dan perusakan tempat hiburan begitu sering terjadi. Di  Yogyakarta, hanya sehari sebelum Obama datang, sekelompok orang tega  mengusir pengungsi Merapi dari tempat penampungan di sebuah gereja.  Alasannya sungguh aneh: gereja bisa digunakan untuk mengkristenkan para  pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya bila Presiden kita pun mengakui  secara jujur dan terbuka tentang masalah-masalah yang kita hadapi saat  ini, serta menyampaikan niatnya yang kuat untuk mengatasi radikalisme,  mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam upaya mengatasi  radikalisme tersebut, dan mengambil langkah-langkah nyata dan konsisten  betapapun sulitnya. Karena hanya dengan mengakui masalah yang ada dan  mengambil langkah-langkah yang konsisten, kita bisa mengatasi masalah  radikalisme itu dan menguatkan prinsip Bhineka Tunggal Ika, Pancasila,  dan demokrasi yang menjadi pondasi kokohnya negara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga  inspirasi Obama membuat kita semakin sadar betapa berharganya Bhineka  Tunggal Ika, Pancasila, dan demokrasi; serta membuat kita bersatu untuk  melindungi ketiganya dari usaha-usaha sekelompok orang yang ingin  menodainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua bisa belajar dari Obama mengenai  komunikasi yang jernih, jujur, dan menggugah semangat persatuan di dalam  memecahkan masalah-masalah yang ada dan menanamkan optimisme akan masa  depan yang cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-7899905010769283104?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/7899905010769283104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=7899905010769283104&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7899905010769283104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7899905010769283104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/11/pemimpin-komunikasi-dan-harapan.html' title='Pemimpin, Komunikasi dan Harapan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-1516604782126531728</id><published>2010-11-11T01:27:00.000-08:00</published><updated>2010-11-11T01:27:31.644-08:00</updated><title type='text'>Memimpin untuk Dilayani, Atau Melayani untuk Memimpin ?</title><content type='html'>Banyak orang mengasosiasikan kepemimpinan dengan kekuasaan. Mereka  berlomba-lomba untuk mencapai puncak kepemimpinan agar bisa mendapatkan  kekuasaan. Lalu, kekuasaan dan wewenang itulah yang dijadikan alat untuk  memimpin, untuk mencapai tujuan-tujuan kepemimpinannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin-pemimpin terbaik justru bekerja dengan melayani. Sebagai  pemimpin, mereka melihat perannya adalah melayani timnya, agar  potensi-potensi terbaik dari timnya ini dapat dimunculkan. Mereka meng-&lt;em&gt;coach&lt;/em&gt;, membimbing, mementori, dan memberikan dorongan. Itulah sejatinya yang dilakukan seorang pemimpin: melayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan  lalu, sebagai ketua Dewan Juri Bung Hatta Anti Corruption Award  (BHACA), saya mendapat kehormatan untuk menghayati apa arti kepemimpinan  yang sejati. Dua pemenang BHACA 2010 adalah Walikota Solo, Joko Widodo,  dan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto. Keduanya sungguh merupakan  contoh ideal pemimpin yang sukses karena melayani rakyat yang  dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mendengarkan Sambil Mentraktir Makan Ala Jokowi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  di banyak tempat kekerasan menjadi alat yang diandalkan untuk  memaksakan relokasi PKL (pedagang kaki lima), di Solo Jokowi menggunakan  cara yang jauh berbeda. Para pedagang ini dia ajak berdialog sambil  makan. Ketika kenyang, seseorang akan lebih mudah diajak berbicara,  dalihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para PKL ini diyakinkan bahwa relokasi adalah jalan  yang jauh lebih baik. Kepada mereka diberikan kios di tempat yang baru,  SIUP, dan TDP gratis agar mereka dapat menjadi pedagang formal yang bisa  memimjam uang dari Bank. Tidak jarang dialog sambil makan itu harus  dilakukan berkali-kali oleh Jokowi, sebelum mereka akhirnya berhasil  diyakinkan. Jokowi mendengarkan keluh kesah mereka dan mencarikan jalan  keluar bagi mereka. Alhasil, ribuan PKL itu dengan suka rela bersedia  direlokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibatnya, Solo pun menjadi kota yang tertata  apik, dengan jalur hijau dan jalur pejalan kaki yang nyaman. Bukan  hanya itu, Pendapatan Asli Daerah Solo yang didapatkan dari pasar juga  mencapai Rp19,2 miliar, lebih tinggi ketimbang pendapatan yang berasal  dari hotel sebesar Rp7 miliar, parkir Rp1,8 miliar, atau papan reklame  Rp4 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 40 tahun periode sebelum Jokowi memimpin, tak  satu pasar pun dibangun di Solo. Dalam 5 tahun kepemimpinannya, ada 15  pasar dibangunnya. Daerah-daerah lain mengeluhkan anggaran yang tidak  mencukupi. Namun, Jokowi punya pendekatan yang berbeda dalam menyiasati  anggaran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, anggaran yang terbatas disebarkan  merata sehingga masing-masing daerah mendapatkan porsi anggaran yang  kecil, sehingga hasilnya menjadi serba tanggung. Jokowi lalu memilih  fokus kepada satu bidang saja setiap tahun, namun konsepnya dibuat  secara matang, dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, serta diawasi  dengan betul sehingga hasilnya menjadi signifikan, bagus, dan tidak ada  kebocoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya, ia memfokuskan anggaran untuk  bidang yang lainnya. Semua dilaksanakan dengan kualitas yang baik,  sehingga penggunaan anggarannya menjadi sangat efisien. Banyak yang  berhasil dicapai oleh Jokowi. Selain 15 pasar yang berhasil dibangunnya,  pembangunan taman kota, trotoar bagi pejalan kaki, perbaikan  administrasi pelayanan, pengembangan &lt;em&gt;green belt&lt;/em&gt; di tepi sungai&amp;nbsp; Bengawan Solo sepanjang 7 kilometer pun telah membuat Solo menjadi kota yang nyaman dihuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Melayani Ala Herry Zudianto&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herry yang berlatar belakang &lt;em&gt;entrepreneur &lt;/em&gt;sudah  biasa melayani pelanggan. Saat menjadi walikota, paradigmanya pun tetap  sama: melayani. Kepada jajaran Pemkot Yogya, dia menanamkan sikap “&lt;em&gt;saiyeg sak eko kapti&lt;/em&gt;” (bersatu dalam cita), “&lt;em&gt;saiyeg sak eko proyo&lt;/em&gt;” (bersatu dalam karya) dalam melakukan reformasi birokrasi dan mewujudkan pemerintah sebagai pelayan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kepemimpinannya, Herry berhasil mengembangkan berbagai inovasi layanan  publik, khususnya di sektor investasi, pendidikan, kesehatan, perumahan,  dan lingkungan hidup. Dinas perijinan satu pintu dibangunnya untuk  memangkas proses perijinan yang berbelit-belit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat untuk  mendengarkan dan melibatkan masyarakat diwujudkannya dalam pembuatan  APBD yang transparan dan partisipatif. Saluran untuk menyampaikan  masukan pun dibuat melalui mekanisme komplain elektronik yang dikenal  sebagai UPIK (Unit Pelayanan Informasi keluhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan yang  memberdayakan, yang dilakukan oleh Herry, telah membuat masyarakat Yogya  sangat terlibat dalam memecahkan berbagai masalah publik—sesuatu yang  sangat disyukuri oleh Herry. Terbukti, indeks persepsi korupsi dan  indeks good governance Kota Yogyakarta sangat bagus, yakni peringkat  pertama untuk indeks persepsi korupsi pada tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  pemimpin pemerintah maupun swasta mencapai tujuannya dengan menggunakan  kekuasaan dan wewenang yang dia miliki. Namun, pemimpin yang paling  efektif adalah ketika mereka dapat mempengarui orang lain dengan cara  yang menyentuh hati dan merebut respek, karena mereka mau mendengar,  menghayati, dan mencari jalan keluar bagi masalah-masalah yang dihadapi  oleh orang-orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Jokowi dan Herry bisa, tentu kita pun bisa menjadi pemimpin yang melayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-1516604782126531728?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/1516604782126531728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=1516604782126531728&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1516604782126531728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1516604782126531728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/11/memimpin-untuk-dilayani-atau-melayani.html' title='Memimpin untuk Dilayani, Atau Melayani untuk Memimpin ?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3574896763585295325</id><published>2010-11-09T01:12:00.000-08:00</published><updated>2010-11-09T01:12:03.709-08:00</updated><title type='text'>Entrepreneurial Leadership, Andalan Sukses di Era Perubahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Ketika  perubahan terjadi semakin cepat dan persaingan semakin dahsyat seperti  saat ini, kepemimpinan yang bersifat entrepreneurial, tidak sekadar  managerial, sangat dibutuhkan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kepemimpinan entrepreneurial mempunyai ciri-ciri:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Tidak   menunggu atau menyerahkan nasib kepada orang lain, melainkan   mengambil inisiatif dan menganggap dirinya memiliki peran kunci  dalam  organisasi. Dia membangkitkan energi timnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Menunjukkan  kreativitas yang entrepreneurial, selalu mencari peluang-peluang  baru dan merealisasikannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Berani  mengambil risiko, mencoba hal-hal baru, memberikan arahan strategis,  dan menginspirasi timnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Bertanggung   jawab atas kegagalan dari timnya, belajar dari kegagalan tersebut,   dan menggunakannya untuk mencapai tujuan organisasi yang  menguntungkan  semua pemangku kepentingan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Di  era perubahan yang cepat, para manajer dituntut untuk lebih  entrepreneurial. Kepemimpinan adalah kekuatan utama yang dibutuhkan  untuk melakukan perubahan yang berhasil. Pemimpin harus memberdayakan  pegawainya untuk merealisasikan visi. Mereka menjalankan misinya dengan  menginspirasi dan membangun kemampuan melalui berbagai sinergi dengan  mitra usaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kita  sering kali melihat perusahaan yang dibangun dengan semangat  entrepreneurial, ketika menjadi besar malah menjadi birokratis dan  lamban, sehingga pada titik tertentu kehilangan daya saingnya dan  terpuruk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Karenanya,  menjadi menarik untuk mempelajari bagaimana Chairul Tanjung berhasil  membangun kerajaan bisnisnya selama 30 tahun dari bisnis informal sampai  menjadi bisnis besar dan melaju menjadi grup bisnis yang beragam;  keuangan, media, retail, life style, hiburan, serta bisnis berbasis  sumber daya alam. Kerajaan bisnisnya kini telah memperkerjakan lebih  dari 60.000 pegawai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan Bisnis CT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kiprah  Chairul Tanjung (CT) sebagai pengusaha dimulai pada tahun 1981, ketika  dia masih menjadi mahasiswa kedokteran gigi di Universitas Indonesia.  Lahir dari keluarga yang tidak berada memaksa CT untuk membiayai  kuliahnya dengan berdagang di kampus—mulai dari menyediakan jasa foto  copy, mensuplai perlengkapan kedokteran gigi, sampai melakoni usaha jual  beli mobil bekas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Tahun  1987—1996, CT memasuki bidang manufacturing sandal/sepatu dan atap  baja. Pada periode ini pula, dia mulai mendirikan Para Multi Finance.  Dengan pegawai mencapai 500 orang, kini CT mulai merekrut  pemimpin-pemimpin berpengalaman untuk duduk di manajemen puncak. Bila  sebelumnya CT mengerjakan langsung berbagai pekerjaan, kini perannya  lebih kepada memberikan arahan bagi para manajemen puncak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Sejak  1996, perusahaannya tumbuh menjadi perusahaan besar. Merasa sulit  bersaing dengan China di bidang manufacturing, CT mengalihkan fokusnya  pada jasa keuangan, yakni melalui Bank Mega dan Para Multifinance.  Ketika banyak perusahaan mengalami kesulitan di masa krisis keuangan  tahun 1998, Bank Mega dan Para Multifinance yang telah menerapkan tata  kelola yang baik pada waktu itu, justru melebarkan sayapnya. Dengan  pegawai mendekati 5000 orang pada akhir tahun 2000, peran CT menjadi  lebih banyak dalam hal coaching, delegating, dan membangun tata kelola  perusahaan. Proses membangun kepemimpinan dari dalam pun dia lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Pada  tahun 2000 sampai sekarang adalah periode di mana CT Group telah tumbuh  menjadi konglomerasi bisnis dengan fokus konsumer. TransTV, Trans|7,  Metro Department Store, Carrefour, dan CT Agro adalah bisnis-bisnis  besar yang berhasil dia  bangun dan akuisisi dalam periode ini. Dengan  jumlah pegawai lebih dari 60.000 orang, kini peran CT lebih pada  membangun visi, nilai-nilai, dan tata kelola perusahaan. Ia tidak lagi  terlibat dalam hal operasional perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Pelajaran yang Bisa Dipetik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Ketika  banyak perusahaan besar dan pemimpinnya menjadi birokratis dan lamban,  CT Group tidak demikian. CT berhasil melakukan transformasi gaya dan  pendekatan kemimpinan—mulai dari mengerjakan sendiri, lalu memberikan  pengarahan, kemudian melakukan coaching, delegating, dan membangun tata  kelola perusahaan. Setelah mencapai posisi puncak, kini fokusnya ada  pada visi, nilai-nilai, dan governance. CT juga berhasil merekrut dan  menarik pemimpin-pemimpin terbaik di berbagai bidang untuk bergabung  dengan perusahaannya. Mereka juga mengembangkan kepemimpinan dari dalam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kepemimpinan  entrepreneurial sangat menonjol dan terlihat dari peralihan fokus  bisnis CT yang sejalan dengan peluang-peluang yang dilihatnya. Dimulai  dari sekadar berdagang, lalu merambah bidang manufacturing, layanan  keuangan, hingga kini fokus di bidang konsumer. CT sunguh jeli melihat  peluang dan piawai dalam merealisasikan peluang tersebut. Perjalanan  bisnisnya menggambarkan kegigihan dan keuletannya sebagai pengusaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Hal-hal  menarik yang terungkap dari diskusi dengan CT di antaranya adalah  sikapnya yang sangat positif dalam menghadapi kegagalan. Baginya,  kegagalan adalah teman yang menemaninya dan menghantarnya pada  keberhasilan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;CT  juga selalu menekankan pentingnya inovasi. Ia selalu ingin membuat  bisnis yang belum terpikirkan oleh orang lain, sehingga tidak menjadi  korban perang harga. Dia pun sangat optimis dengan pertumbuhan ekonomi  di Indonesia 10 tahun ke depan. Baginya, peluang bisnis di Indonesia  sangat besar dan tumbuh cepat. Karena itu pula, untuk sementara ini CT  memilih untuk fokus pada pasar dalam negeri selagi booming.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;CT  juga menekankan pentingnya berbisnis dengan integritas dan pemikiran  jangka panjang. Dengan demikian, kredibilitas akan terbangun dan mitra  bisnis pun percaya kepadanya. Bisnisnya tidak ada yang berhubungan  dengan pemerintah. Dia memang tak ingin menggantungkan bisnisnya kepada  pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Kepemimpinan  entrepreneurial adalah proses, bukan posisi. Pemimpin yang  entrepreneurial mengambil tanggung jawab untuk membantu organisasi  menciptakan kondisi di mana perusahaan tidak dikontrol, melainkan  menentukan sikapnya sendiri dan merespons situasi secara kreatif.  Kepemimpinan seperti ini membuat organisasi menjadi lebih produktif dan  mampu memunculkan potensi-potensi kreatif organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,sans-serif;"&gt;Artikel  ini adalah rangkuman dari Seminar Leadership Series 2010 yang  diselenggarakan oleh QB Leadership Center dan Majalah Warta Ekonomi pada  20 Oktober 2010. Materi seminar dapat diunduh di &lt;a href="http://leadershipqb.com/index.php?option=com_eventlist&amp;amp;view=eventlist&amp;amp;Itemid=29" target="_blank"&gt;http://leadershipqb.com/index.php?option=com_eventlist&amp;amp;view=eventlist&amp;amp;Itemid=29&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3574896763585295325?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3574896763585295325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3574896763585295325&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3574896763585295325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3574896763585295325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/11/entrepreneurial-leadership-andalan.html' title='Entrepreneurial Leadership, Andalan Sukses di Era Perubahan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-6842278251737490520</id><published>2010-11-09T01:07:00.000-08:00</published><updated>2010-11-09T01:07:18.315-08:00</updated><title type='text'>Tim yang Tangguh Pondasi Kepemimpinan yang Berhasil</title><content type='html'>Mengikuti berita di berbagai media—baik cetak, online, maupun social  media—belakangan ini, memang porsi berita buruk sangat dominan.  Banyaknya berita-berita buruk ini kemudian membuat Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya, di sela pencanangan  gerakan Indonesia Bebas Pemadaman Bergilir di Mataram, pada 27 Juli  2010. Beliau mengungkapkan bahwa ada gerakan politik yang berkampanye  keliling Indonesia dan menjelek-jelekkan pemerintahan. Beliau  mengharapkan pemberitaan hendaknya lebih seimbang dan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  dalam berbagai kesempatan, saya sempat ngobrol dengan orang-orang yang  dekat dengan SBY. Mereka menyampaikan betapa SBY bekerja sangat keras  untuk menjalankan pemerintahan yang baik. Beliau pun berkomitmen sangat  tinggi pada reformasi birokrasi. Bila presiden sudah bekerja sangat  keras, lalu kenapa masyarakat luas belum merasakan kemajuan yang  berarti? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganalisa situasi ini, saya jadi teringat buku&lt;em&gt; Good to Great &lt;/em&gt;yang  ditulis oleh Jim Collins. Buku yang ditulis berdasarkan hasil  penelitian mengenai apa yang membuat organisasi-organisasi hebat  berkinerja prima untuk jangka waktu yang panjang itu, antara lain  berkesimpulan bahwa perusahaan-perusahaan yang hebat memulai  kepemimpinannya dengan menempatkan orang-orang yang tepat di  organisasinya dan melepaskan orang-orang yang tidak tepat. Mereka sangat  teliti dalam memilih orang. Prinsip mereka yang pertama adalah,  "Siapa". Mereka pada tahap pertama memfokuskan perhatian dan waktunya  guna mendapatkan orang-orang terbaik untuk membangun tim eksekutif yang  tangguh. Setelah mendapatkan orang-orang yang&amp;nbsp; tangguh dan terbaik,  barulah mereka merumuskan langkah-langkah menuju pencapaian yang luar  biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim yang tangguh tidak perlu diawasi. Mereka akan  menggunakan segenap kemampuannya untuk membangun organisasi yang sukses.  Ketika kita merasakan bahwa kita perlu mengawasi seseorang dengan  ketat, itu adalah pertanda bahwa kita telah menempatkan orang yang  salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak situasi, kenyataan ini ditanggapi dengan  menunda tindakan tegas untuk mengganti orang-orang yang tidak tepat.  Kita mencoba berbagai alternatif untuk memperbaiki kinerja, memberikan  kesempatan ketiga dan keempat dengan harapan situasi akan membaik. Kita  menginvestasikan banyak waktu untuk mengelola orang itu dengan baik,  membuat sistem untuk mengkompensasi kekurangannya dengan harapan  kinerjanya akan membaik. Begitu banyak energi dikeluarkan untuk  mengelola orang yang tidak tepat itu, sehingga mengambil alih perhatian  yang seharusnya diberikan untuk mengembangkan dan bekerja sama dengan  orang-orang yang baik. Sebagai akibatnya, kita merasakan bahwa sementara  kita bekerja keras luar biasa, hasil yang kita capai tidak  merepresentasikan kerja keras tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi dengan pemerintahan SBY jilid dua ini mengingatkan saya pada apa yang saya baca di buku &lt;em&gt;Good to Great&lt;/em&gt;.  Ketika Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan, begitu banyak orang  ternganga dengan beberapa orang pilihan Pak SBY kali ini. Dibentuknya  Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)  yang dipimpin oleh orang sekaliber Kuntoro Mangkusubroto, yang bertugas  memonitor kinerja para menteri ini seakan menunjukkan kenyataan bahwa  SBY menyadari bahwa pilihan kabinetnya "terpaksa" dikompromikan dengan  kepentingan-kepentingan politik, sehingga perlu dibentuk suatu lembaga  (UKP4) untuk mengkompensasi kekurangan-kekurangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang juga terjadi pada contoh-contoh yang diulas dalam buku&lt;em&gt; Good to Great&lt;/em&gt;,  menempatkan orang yang tidak tepat membawa konsekuensi yang signifikan.  Kita melihat struktur pemerintahan yang gemuk karena selain adanya UKP4  yang bertugas mengawasi para menteri ini, kini ada pula wakil menteri  dan banyak staff ahli yang mengelilingi para menteri. Harapannya,  kehadiran mereka akan mengkompensasi kekurangan-kekurangan para menteri  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah strategi itu berhasil? Berbagai berita negatif yang  dimuat di berbagai media cetak, online, dan social media adalah salah  satu indikator yang patut disimak. Mereka tidak bisa dibungkam dengan  ungkapan keprihatinan Presiden, melainkan dengan tindakan tegas untuk  membangun tim eksekutif yang tangguh, yang sanggup membangun  pemerintahan yang kredibel dan membawa kemajuan yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan  ini tidak dimaksudkan untuk mengkritik pemerintah kita, melainkan untuk  mengingatkan kita semua, para pemimpin organisasi, bahwa memilih dan  menempatkan tim yang tangguh adalah pondasi bagi kepemimpinan yang  berhasil. Bila kita ingin organisasi kita sukses, tumbuh, dan  berkembang, bukan hanya kini tetapi juga secara berkesinambungan,  mulailah dengan memilih dan membentuk tim yang tangguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-6842278251737490520?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/6842278251737490520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=6842278251737490520&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6842278251737490520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6842278251737490520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/11/tim-yang-tangguh-pondasi-kepemimpinan.html' title='Tim yang Tangguh Pondasi Kepemimpinan yang Berhasil'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-776823662734227928</id><published>2010-05-10T00:41:00.001-07:00</published><updated>2010-05-10T00:41:21.281-07:00</updated><title type='text'>Pesan Dibalik Tindakan Seorang Pemimpin</title><content type='html'>&lt;div class="ls_cont_ebook"&gt; Minggu lalu adalah minggu yang sangat dramatis bagi Indonesia. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II yang dikenal cerdas, berintegritas tinggi, tegas, berani dan gigih, akhirnya menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatannya, untuk menjadi Managing Director World Bank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sesudah itu, diumumkan bahwa partai koalisi kini memiliki sekretariat bersama dengan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai ketuanya, Aburizal Bakrie sebagai Ketua Hariannya dan Syarief Hasan sebagai sekretarisnya. Tidak hanya itu, bila sebelumnya peran koalisi adalah mengamankan kebijakan pemerintah, kini, dengan adanya sekretariat bersama dan Aburizal sebagai ketua hariannya, partai koalisi ini justru berperan merumuskan kebijakan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar pun bereaksi, bila pada pembukaan perdagangan di awal minggu IHSG ada pada posisi 2.971, yaitu posisi tertinggi dalam sejarah bursa saham Indonesia, setelah pengunduran diri Sri Mulyani, index turun terus hingga di akhir minggu ada pada 2.739 atau turun sebesar 8.4 %. Rupiah pun melemah terhadap USD ke level 9216 dari semula 9012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba teringat pada ucapan Albert Einstein: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Setting an example is not the main means of influencing others, it is the only means&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Bila kita menganalisa peristiwa minggu lalu dalam konteks kepemimpinan negara ini kita, contoh apa sebetulnya yang sedang di pertontonkan pada kita semua, rakyat yang dipimpinnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang lebih buruk bagi moral suatu organisasi dari ketika pemimpinnya menerapkan prinsip: “Lakukan seperti yang saya katakan, bukan seperti yang saya lakukan”. Ketika ini terjadi, maka dapat dipastikan antusiasme dan dukungan akan hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita ada di posisi pimpinan, kita mestinya tahu bahwa kita bertanggung jawab atas segenap orang yang kita pimpin. Orang-orang yang kita pimpin akan melihat kita untuk mendapatkan petunjuk dan kekuatan. Adalah tanggung jawab seorang pemimpin, untuk membangkitkan inspirasi orang-orang disekelilingnya sehingga mereka akan mendorong dirinya sendiri yang kemudian akan mendorong keseluruhan organisasi untuk mencapai cita-citanya. Untuk menginspirasi ini, kita harus menunjukan arah melalui tindakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahatma Gandhi adalah contoh pemimpin yang selaras antara perbuatan dan perkataannya. Dia berkomitmen untuk memprotes ketidak adilan melalui jalan tanpa kekerasan dan secara konsisten menjalankan prinsip itu, betapa beratpun tantangannya. Dia memimpin pengikutnya melalui tindakan dan pengikutnya melakukan hal yang sama. Gandhi akhirnya berhasil memimpin mereka, dan India, mencapai kemerdekaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Gandhi sekali saja melakukan perkelahian fisik pada lawannya, tentu pesan pentingnya tentang protes tanpa kekerasan akan jauh lebih sulit dipercaya sesudah itu. Pengikutnya akan melihat dia dengan penuh curiga dan tidak percaya. Kemungkinan para pengikutnya untuk terlibat dalam perdebatan fisik dan tindak kekerasan akan meningkat secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan orang-orang yang kita pimpin. Bila kita berkata satu hal dan melakukan hal yang lain, kemungkinan besar orang-orang yang kita pimpin tidak akan mengikuti kita dengan antusias. Apapun yang kita katakan akan di pandang dengan penuh kecurigaan dan keraguan. Orang-orang yang kita pimpin tidak akan percaya bahwa hal yang kita lakukan adalah yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik, mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk maju dengan penuh gairah, inspirasi, keterpercayaan dan visi. Ketika kita memimpin orang yang tidak mempercayai kita, produktivitas akan turun dan antusiasme akan hilang. Visi yang dengan susah payah ingin kita realisasikan akan kehilangan daya tariknya, semua hanya karena orang-orang yang kita pimpin tidak mempercayai pemimpinnya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke awal, sudah menjadi rahasia umum bahwa Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie berseberangan dalam banyak hal. Sikap yang dipilih pemimpin negara ini untuk melepas Sri Mulyani pergi dan memberikan kekuasaan yang begitu besar kepada Aburizal Bakrie mengirimkan pesan yang gamblang pada kita semua. Lalu akankah rakyat Indonesia percaya bahwa SBY-Boediono akan menjalankan pemerintahan yang bersih, melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi sesuai dengan janji kampanyenya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang punya keselarasan antara perbuatan dengan perkataan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-776823662734227928?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/776823662734227928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=776823662734227928&amp;isPopup=true' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/776823662734227928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/776823662734227928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/05/pesan-dibalik-tindakan-seorang-pemimpin.html' title='Pesan Dibalik Tindakan Seorang Pemimpin'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3086935436270027301</id><published>2010-05-10T00:34:00.001-07:00</published><updated>2010-05-10T00:34:43.176-07:00</updated><title type='text'>Apakah Kita Pemimpin yang Dipercaya ?</title><content type='html'>&lt;div class="ls_cont_ebook"&gt; &lt;strong&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If leaders are careless about basic things—telling the truth, respecting moral codes, proper professional conduct—who can believe them on other issues?&lt;/em&gt; ~ James L Hayes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia baru saja kehilangan seorang pemimpin panutan di dunia bisnis. William Soerjadjaja meninggal di usia 88 tahun pada tanggal 2 April 2010. Pendiri Astra International, yaitu perusahaan yang menaungi 300 perusahaan, itu dikenal memegang standar etika bisnis yang tinggi, sangat peduli pada pengembangan sumber daya manusia, dan berjiwa sosial. Sebagai pemimpin, ia sangat dipercaya karena karakter, kemampuan, serta rekam jejaknya sangat istimewa. Kepergiaannya meninggalkan duka yang dalam bagi orang-orang yang pernah merasakan kepemimpinan dan bimbingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, kita sering membaca berita para pemimpin yang bahkan tidak dapat melakukan hal-hal yang paling sederhana sekalipun, seperti menyampaikan hal yang sebenarnya, atau menghargai nilai-nilai moral dan berperilaku profesional. Siapa yang akan percaya pada pemimpin yang seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul &lt;em&gt;The Speed of Trust&lt;/em&gt;, Stephen M.R. Covey menyampaikan bahwa ketika orang tidak percaya, maka segala hal akan berjalan lambat karena perlu pemeriksaan, pengecekan, diyakinkan berkali-kali, sehingga bukan saja perkerjaan berjalan lambat tetapi biayanya pun menjadi tinggi. Sebaliknya bila orang percaya, maka semuanya akan berjalan lebih lancar dan cepat, serta biaya pun dapat dihemat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dicontohkan dalam salah satu cerita mengenai Jim, seorang penjual donat dan kopi di jalanan di New York City. Selama waktu sarapan dan makan siang, tokonya selalu dipenuhi antrian orang yang ingin membeli donat dan kopinya. Meskipun hal ini pertanda bagus, tetapi Jim juga melihat bahwa banyak orang merasa bosan mengantri, lalu pergi begitu saja dan tidak jadi membeli. Jim sadar, bahwa karena dia harus melayani semua pelanggan, dia menjadi penghambat terbesar bagi dirinya sendiri untuk menjual lebih banyak donat.&lt;br /&gt;Jim kemudian memutuskan untuk menaruh satu keranjang yang berisi uang pecahan kecil untuk kembalian. Dia mempercayakan pelanggannya untuk membayar dan mengambil sendiri kembaliannya di dalam keranjang itu, tanpa perlu harus melalui Jim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih uangnya dicuri, Jim malah menemukan bahwa banyak pelanggan justru memberi tip dalam jumlah besar. Ini juga mempercepat antrian orang yang akan membeli donatnya, sehingga dia bisa menjual lebih banyak donat. Jim menemukan bahwa pelanggannya senang merasa dipercaya. Tidakkah demikian juga dengan rekan kerja, bawahan, dan atasan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin yang Dipercaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pertama seorang pemimpin adalah membangun rasa percaya. Ada dua faktor yang mempengaruhi rasa percaya masyarakat terhadap pemimpinnya: karakter dan kompetensi. Karakter mencakup integritas dan niat baik. Sementara kompetensi mencakup kemampuan, ketrampilan, kinerja, dan rekam jejak. Ketika seorang pemimpin mempunyai semuanya—integritas, niat baik, kemampuan, kinerja, dan rekam jejak—maka ia akan dipercaya oleh orang-orang yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin juga harus mempercayai timnya—bukan percaya buta tanpa ekspektasi dan akuntabilitas, melainkan percaya yang cerdas, yaitu dengan ekspektasi yang jelas dan sistem akuntabilitas yang&amp;nbsp; dibangun terintegrasi ke dalam sistem organisasi. Pemimpin terbaik umumya memimpin dengan kecenderungan untuk mempercayai timnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik sadar bahwa suasana saling percaya harus dibangun dan akan berpengaruh besar pada setiap hubungan, setiap komunikasi, setiap proyek, dan setiap kerja sama bisnis. Ketika saling percaya hadir, maka segalanya akan berjalan lebih cepat dan biaya pun akan lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana saling percaya perlu secara khusus dibangun, dimulai dari membuat diri kita sendiri bisa dipercaya. Sifat-sifat baik seorang pemimpin yang akan membuatnya dipercaya antara lain adalah berbicara jujur, menghargai orang lain, membangun transparansi, memperbaiki hal-hal yang tidak benar, menghasilkan kinerja yang baik, bertanggung jawab, mendengarkan, menjaga komitmen, dan&amp;nbsp; mempercai tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saling percaya dalam organisasi bisa dibangun melalui struktur, sistem kerja, sistem akuntabilitas, serta insentif yang mendorong terbangunnya saling percaya. Ketika organisasi bekerja dengan kompak dan secara konsisten membangun reputasi yang baik, maka pasar pun akan percaya dan brand yang kuat pun akan terbangun. Ketika di samping mempunyai reputasi usaha yang baik, organisasi kita pun memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan turut memecahkan dan menjadi solusi bagi masalah-masalah nyata di masyarakat, maka organisasi kita tidak hanya dipercaya oleh para pegawai dan pasar, tetapi juga masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era persaingan bebas kini, di mana persaingan terjadi semakin ketat, kecepatan dan kelincahan organisasi menjadi sangat penting. Untuk itu keterpercayaan perlu dibangun, ditumbuhkan, dan dijaga. Hanya pemimpin yang dipercaya yang bisa membangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3086935436270027301?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3086935436270027301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3086935436270027301&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3086935436270027301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3086935436270027301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/05/apakah-kita-pemimpin-yang-dipercaya.html' title='Apakah Kita Pemimpin yang Dipercaya ?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3420546387290151965</id><published>2010-03-08T10:16:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T10:16:59.938-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kepemimpinan'/><title type='text'>Pemimpin dan Tanggung Jawab</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Banyak orang berusaha menghindari tanggung jawab ketika ada masalah. Padahal justru ketika ada masalah, pemimpin paling dibutuhkan. Pemimpin dan tanggung jawab adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sifat tidak bertanggung jawab dan mengalihkan kesalahan kepada orang lain hanya akan membuat seorang pemimpin tidak lagi efektif sebagai pemimpin, karena timnya tidak akan percaya dan menghargainya lagi."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis malam, saya sungguh gembira menyaksikan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai respon atas hasil Sidang Pleno DPR tentang kasus Century. Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya penghargaan, dukungan, dan perlindungan terhadap dua orang terbaiknya, Sri Mulyani Indrawati dan Boediono, keluar dari mulut SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kasus Century ini muncul ke permukaan, saya mengikutinya dengan gemas—bagaimana Sri Mulyani dan Boediono dihujat, didemo, diserang habis-habisan, baik di jalan maupun di ruangan pansus DPR. Padahal, bila kita ikuti dengan seksama penjelasan mereka, baik dalam pemeriksaan pansus DPR maupun dalam buku putih yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan, keputusan bailout sungguh masuk akal pada waktu itu, apa lagi ditunjang dengan rekam jejak dan integritas keduanya. Saya percaya, keputusan bailout diambil semata-mata demi mencegah krisis yang lebih dalam. Gemas saya bertambah ketika melihat pak SBY tampak membiarkan kedua pembantunya itu seakan berjuang sendiri. Karena itu, saya sungguh gembira ketika—meskipun agak terlambat—SBY mengambil tanggung jawab atas kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berusaha menghindari tanggung jawab ketika ada masalah. Padahal justru ketika ada masalah, sosok pemimpin paling dibutuhkan. Pemimpin dan tanggung jawab adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sifat tidak bertanggung jawab dan mengalihkan kesalahan kepada orang lain hanya akan membuat seorang pemimpin tidak lagi efektif sebagai pemimpin, karena timnya tidak akan percaya dan menghargainya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah beberapa pokok pikiran mengenai pemimpin dan tanggung jawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pemimpin bertanggung jawab atas semua yang dilihatnya. Itu berarti, dia juga bertanggung jawab atas apa yang dilihat oleh organisasinya serta tim yang dipimpinnya. Dia bertanggung jawab atas hasil-hasil yang dicapainya, baik hasil yang baik maupun hasil yang buruk. Ada pepatah yang mengatakan “&lt;em&gt;Success has many fathers, while failure is an orphan&lt;/em&gt;”, tetapi bagi pemimpin yang baik, hal yang berlaku adalah sebaliknya. "&lt;em&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Leadership means you don't duck when things go wrong&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/em&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pemimpin bertanggung jawab untuk memulai komunikasi secara proaktif. Ketika kesalahpahaman terjadi dan gosip timbul, pemimpin bertanggung jawab untuk meluruskan dan membangun komunikasi agar kesalahpahaman tidak muncul lagi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pemimpin bertanggung jawab untuk memberi contoh yang baik dan menjadi agen perubahan. Pemimpin mengerti bahwa apa yang dilakukannya akan ditiru dan diperbesar oleh timnya, dan karenanya mereka harus mengenakan standar yang tinggi pada dirinya. Menjadi pemimpin adalah menjadi orang yang bisa jadi panutan—baik dalam kinerja maupun integritas. Ia harus hidup sesuai dengan nilai-nilai yang baik yang dianutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pemimpin bertanggung jawab atas kinerja organisasinya. Kemampuan kepemimpinan seorang pemimpin dinilai dari kinerjanya. Pemimpin tidak bisa menyalahkan siapapun kecuali dirinya untuk kinerja yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pemimpin bertanggung jawab agar organisasinya memiliki prioritas dan fokus. Pemimpin membuat tim dan organisasinya fokus pada hal-hal yang penting. Dia menjaga fokus dan prioritas itu, membuat keputusan-keputusan, dan menghilangkan hambatan-hambatan agar organisasi tetap dapat fokus pada hal-hal yang penting dan menghasilkan kinerja prima.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab seorang pemimpin memang sangat besar. Demikian pula pemimpin harus menerapkan standar yang tinggi bagi dirinya karena keputusan-keputusan yang diambil olehnya akan mempengaruhi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan tanggung jawab ini, ada dua quote dari Collin Powell yang ingin saya kutip:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;As a leader, you set the tone for your entire team. If you have a positive attitude, your team will achieve much more. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;The essence of leadership is the willingness to make the tough decisions. Prepared to be lonely. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Siapkah kita menjadi pemimpin yang bertanggung jawab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;http://QBleadershipCenter/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3420546387290151965?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3420546387290151965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3420546387290151965&amp;isPopup=true' title='48 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3420546387290151965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3420546387290151965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/03/pemimpin-dan-tanggung-jawab.html' title='Pemimpin dan Tanggung Jawab'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3301925370554941505</id><published>2010-01-08T09:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:52:15.571-08:00</updated><title type='text'>Akuntabilitas Pribadi</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;QBHeadlines.Com&lt;/strong&gt; - Salah satu klien saya menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar di perusahaannya adalah kurangnya akuntabilitas pribadi di kalangan para manajer. Ketika ada masalah, seringkali yang terjadi bukannya berpikir apa yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah, malah menyalahkan orang lain. Sebagai akibatnya banyak waktu dan energi yang terbuang dan potensi maksimum perusahaan belum dapat direalisasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masalah yang dikeluhkan klien saya ini terjadi di banyak perusahaan. Banyak manajer masih menempatkan dirinya sebagai pegawai gajian saja, tidak lebih. Jadi bila ada masalah, sepanjang dia merasa bahwa dia sudah melaksanakan kewajibannya, maka dia tidak peduli lagi. Padahal perusahaan dan sang manajer akan jauh lebih sukses bila manajer menempatkan dirinya sebagai orang yang berkepentingan terhadap suksesnya perusahaan, sehingga bila ada masalah, dia akan secara aktif mencari penyebabnya dan dilanjutkan dengan mengambil langkah-langkah pemecahan. Dia juga tidak hanya peduli untuk memecahkan masalah yang disebabkan oleh dirinya atau timnya, melainkan pada semua masalah yang penting yang mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Dia bahkan secara proaktif melakukan langkah-langkah agar masalah-masalah bisa dicegah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan Siapa, Mengapa dan Bila&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kita bisa jadi termasuk dalam orang-orang yang punya masalah akuntabilitas pribadi bila ketika ada masalah, kita malah mengeluh dan memposisikan diri kita sebagai korban dengan pertanyaan “mengapa”  sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa orang-orang lain tidak ikut terlibat memecahkan masalah ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa sih, orang-orang di sini selalu menunggu ada yang terluka dulu sebelum sesuatu diperbaiki?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa saya tidak mendapatkan hak saya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang ada juga yang punya kecenderungan untuk menunda, dengan pertanyaan “kapan” seperti :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan tim maintenance akan memecahkan masalah ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan orang akan mulai melihat masalah keamanan ini dengan serius?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan saya akan mendapatkan pelatihan agar saya bisa sukses?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Gejala masalah akuntabilitas juga bisa terlihat dari kecenderungan untuk mencari kambing hitam yang bisa dipersalahkan, melalui pertanyaan “siapa” seperti :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siapa penyebab masalah ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Siapa yang bertanggung jawab atas masalah kualitas ini dan siapa yang akan memperbaikinya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Ketika Akuntabilitas Pribadi Beraksi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akuntabilitas pribadi kita beraksi ketika kita mengubah pertanyaan-pertanyaan yang memberikan kesan lepas tangan di atas menjadi pertanyaan yang lebih bertanggun jawab seperti :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa kita harus menjadi korban perubahan-perubahan ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjadi: Apa yang bisa saya lakukan agar saya bisa beradaptasi pada perubahan-perubahan yang terjadi pada pekerjaan saya? Bagaimana saya bisa berubah agar saya bisa memberikan nilai tambah yang lebih besar?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan kita akan mempekerjakan pegawai yang lebih bagus yang lebih becus bekerja?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjadi : Apa yang bisa saya lakukan agar saya bisa menjadi mentor yang baik bagi orang-orang yang bekerja dengan saya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kapan orang akan melatih dan membantu saya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjadi: Apa yang bisa saya lakukan sekarang untuk mengembangkan diri saya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengapa sih, orang-orang itu tidak memperbaiki keadaan disini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="font-family: arial;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menjadi: Apa yang bisa saya lakukan hari ini untuk membuat organisasi ini lebih baik? Bagaimana saya bisa jadi contoh bagi orang lain?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita semua bisa menjadi orang yang punya akuntabilitas pribadi tinggi bila kita mulai mengganti pertanyaan yang bernada lepas tanggung jawab, mengharapkan orang lain yang bertindak, menjadi pertanyaan yang meletakkan diri kita sebagai orang yang bisa melakukan sesuatu dan merubah keadaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yuk, kita meningkatkan akuntabilitas pribadi ! Semoga kita semua semakin sukses.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Salam hangat penuh semangat!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Betti Alisjahbana&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3301925370554941505?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3301925370554941505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3301925370554941505&amp;isPopup=true' title='37 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3301925370554941505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3301925370554941505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/akuntabilitas-pribadi.html' title='Akuntabilitas Pribadi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>37</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-1465071345352190687</id><published>2010-01-08T09:47:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:49:37.470-08:00</updated><title type='text'>Mengambil Keputusan yang Sulit</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sebagai bagian dari drama cicak lawan buaya, sangat menarik untuk mengamati bagaimana tokoh-tokoh pemimpin di negeri ini mengambil keputusan yang sulit. Dua tokoh penting yang sangat kontras gaya kepemimpinan dan pengambilan keputusannya  ingin saya tampilkan di sini.  Pertama adalah Ketua Mahkamah Konstitusi, Mohammad Mahfud M.D. dan yang kedua adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya pun menyertakan pendekatan praktis yang bisa di ambil untuk membantu proses pengambilan keputusan agar bisa cepat dan akurat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mahfud memimpin sidang-sidang uji materi Undang-Undang KPK yang di ajukan oleh Bibit dan Chandra dengan gaya yang santai dan sangat transparan. MK memutuskan  untuk memperdengarkan rekaman penyadapan KPK terhadap Anggodo Widjojo, adik bos PT Massaro Radiokom Anggoro Widjojo, kepada publik. Rekaman yang  berisi percakapan Anggodo dengan sejumlah petinggi penegak hukum diantaranya, Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga dan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto, menguak tingkah Anggodo yang bersekongkol dengan sejumlah penyidik untuk merekayasa kasus dua pimpinan KPK Chandra Marta Hamzah dengan Bibit Samad Riyanto.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam menyidangkan persoalan yang pelik itu, Mahfud tidak terkesan tegang. Dia justru tampak santai. Bahkan, berkali-kali Mahfud mengeluarkan celetukan yang membuat pengunjung sidang tersenyum. MK kemudian secara  resmi  pada haru Rabu (25/11) mengabulkan permohonan Bibit dan Chandra atas judicial review UU KPK pasal 32 ayat 1 huruf c soal pemberhentian tetap pimpinan KPK. Mahfud mengatakan pasal 32 inkonstitusional, harus dimaknai pimpinan KPK berhenti secara tetap setelah dijatuhi hukuman oleh pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Keseluruhan proses pengambilan keputusan terlihat cepat, transparan, tidak berbelit-belit dan jelas tanpa menimbulkan potensi interpetasi yang berbeda-beda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai gaya yang berbeda di dalam mengambil keputusan. Ia tampak sangat hati-hati, tidak ingin terburu-buru. Menanggapi semakin menajamnya polemik KPK dengan Polri, setelah Polri menetapkan dan menahan dua pimpinan KPK (nonaktif) Bibit dan Chandra atas dugaan penyalahgunaan wewenang, SBY membentuk  Tim 8 pada 2 November lalu  dan  memberi waktu selama dua minggu bagi Tim 8 untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi atas kasus Bibit dan Chandra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah mendapatkan rekomendasi dari tim 8, SBY pun dalam menentukan sikap masih meminta  masukan dari berbagai puhak termasuk Kejaksaaan, Kepolisian, MA, MK dan beberapa hakim independen. Selama seminggu SBY merumuskan sikapnya yang kemudian di bacakan pada tanggal 23 November 2009 malam. Pidato presiden yang sudah sangat ditungu-tunggu masyarakat itu disampaikan dengan sangat hati-hati. Sebagian pengamat menilai pernyataan tentang kasus Bibit-Chandra yang tidak akan dibawa ke pengadilan merupakan kemajuan. Namun pernyataan itu masih mengambang, karena masih tergantung Kapolri dan Jaksa Agung. Sejumlah pengamat lain menilai maksud Presiden untuk mendorong penghentian kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sudah jelas. Presiden ingin kasus ini bukan selesai di pengadilan. Bisa melalui pendeponiran untuk kepentingan umum. Kejaksaan dan Polri diprediksi bisa langsung menangkap maksud Presiden itu. Selain itu, disampaikan pula  keinginan besar Presiden SBY dalam mendorong terjadinya reformasi hukum dalam tubuh institusi penegak hukum. Tak hanya kepolisian dan kejaksaan, tetapi juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengambil Keputusan Sulit dengan Cepat dan Akurat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membuat keputusan yang sulit ditengah situasi yang serba tidak pasti sangat penting bagi kepemimpinan yang sukses. Keputusan perlu diambil dengan cepat dan akurat agar tidak kehilangan momentum. Sering kali ada saat-saat kritis dimana pengambilan keputusan sangat sulit dan menegangkan. Meskipun demikian, keputusan yang berani biasanya malah lebih aman. Di artikel ini saya ingin menuliskan beberapa petunjuk praktis untuk mengambil keputusan, baik keputusan publik maupun pribadi terutama ketika situasinya kompleks dan penuh ketidak pastian. Tips ini saya sarikan dari tulisan Dave Jensen, seorang pengajar senior di  Emory University’s School of Business.  Ada empat pertanyaan yang perlu dijawab untuk sampai pada keputusan terbaik&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/picture.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-31287" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/picture-300x184.jpg" alt="" height="184" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;1.Pertanyaan VISIONARY : “Apa hasil terbaik yang bisa dicapai dari keputusan ini ?” Pertanyaan ini menggali perspektif yang lebih luas, implikasi strategis dan pertimbangan jangka panjang. Ketika dihadapkan pada tantangan yang sulit, gali lebih dalam dengan menjawab pertanyaan  pertanyaan strategis seperti :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana hubungan antara tantangan ini dengan arah organisasi ?&lt;br /&gt;Apakah problem ini penting untuk  dipecahkan ?&lt;br /&gt;Apa konsekuensi negatif dan positifnya ?&lt;br /&gt;Kapan saya harus memutuskan ?&lt;br /&gt;Apakah saya punya kecenderungan untuk status quo ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.Pertanyaan RASIONAL : Pelajari bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui. Apa fakta-faktanya, dan apa yang diharapkan oleh mereka yang terkena dampaknya. Pemikiran rasional membantu kita memonitor  keadaan sekitar kita dan mengenali fakta-fakta yang ada.  Kita juga perlu tau hubungan antara fakta-fakta itu, mana sebab dan mana akibat. Didalam memutuskan bagaimana mengatasi tantangan yang kompleks, kita harus tau konteks internal dan external dengan bertanya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apakah saya sudah mendapatkan informasi yang betul  untuk mengambil keputusan ?&lt;br /&gt;Apa rencana cadangannya  (Back up plan) ?&lt;br /&gt;Asumsi-asumsi apa yang saya buat ?&lt;br /&gt;Bagaimana saya memonitor pelaksanaan keputusan yang akan saya ambil ?&lt;br /&gt;Proses transparan apa yang perlu saya gunakan ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3.Pertanyaan ETIKA, berhubungan dengan nilai-nilai moral yang kita gunakan. Kita memulainya dengan bertanya, “Langkah yang mana yang benar, terutama untuk kepentingan orang banyak ?” Pertanyaan ini memberikan fokus perhatian kita pada orang-orang yang kita pimpin.  Ketika berhadapan dengan masalah yang penuh resiko, pertanyaan pertanyaan di bawah ini bisa menjadi pembimbing :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila setiap orang di organisasi ini harus melakukan persis seperti apa yang sedang saya pertimbangkan akan saya lakukan, akan seperti apa organisasi ini jadinya ?&lt;br /&gt;Tindakan apa yang terbaik bagi bagian terbesar organisasi  tanpa melanggar hak individu ?&lt;br /&gt;Tindakan apa yang paling jujur dan paling adil untuk dilakukan ?&lt;br /&gt;Apakah apa  yang akan saya putuskan sejalan dengan nilai-nilai yang  saya pegang ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4.Pertanyaan KONSEKUENSI — Mengingatkan bahwa kita adalah mahluk yang bebas menentukan pilihan dan karenanya bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan kita.  Hal ini membawa kita pada pertanyaan : “ Apa konsekuensi dari pilihan-pilihan kita ?” Pada akhirnya kita harus menentukan apa yang akan dilakukan dan apa yang tidak akan dilakukan.  Berikui ini adalah pertanyaan yang bisa membimbing dalam menentukan pilihan :&lt;br /&gt;Apakah saya sudah minta pendapat orang yang sering kali berbeda pendapat dengan saya agar saya bila melihat kasus ini dari sudut pandang yang berbeda ?&lt;br /&gt;Seberapa besar resiko masing-masing alternatif yang akan saya ambil ?&lt;br /&gt;Apakah saya bisa men tes alternatif-alternatif ini pada skala kecil sebelum keputusan diambil ?&lt;br /&gt;Pilihan mana yang terbaik berdasarkan jawaban-jawaban semua pertanyaan ini ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap hari, para pemimpin membuat keputusan yang memberikan pengharuh pada sangat banyak orang. Meskipun tampaknya begitu sulit, pemimpin yang bagus membuatnya kelihatan mudah. Para pemimpin ini  bisa membuat keputusan penting berdasarkan informasi  yang di berikan kepadanya dikombinasikan dengan intuisinya.  Dibalik pengambilan keputusan yang tampaknya mudah ini adalah disiplin untuk selalu meneliti keputusan-keputusan dan komitmen untuk selalu membuat keputusan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Para pemimpin ini, melalui latihan, memiliki kejernihan berpikir  yang memungkinkan mereka mengambil keputusan besar dengan mudah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/11/picture.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-1465071345352190687?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/1465071345352190687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=1465071345352190687&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1465071345352190687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1465071345352190687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/mengambil-keputusan-yang-sulit.html' title='Mengambil Keputusan yang Sulit'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3537739929233697942</id><published>2010-01-08T09:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:47:04.831-08:00</updated><title type='text'>Perempuan Cicak dan Buaya</title><content type='html'>&lt;div class="pl15 w620"&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;/div&gt;      &lt;!-- end kepala artikel --&gt;                                          &lt;div class="w642 mt15"&gt;                                    &lt;!-- urutan berita --&gt;      &lt;div class="pl15 pr15"&gt;                                            &lt;!-- isi artikel --&gt;                         &lt;div class="fsize12 lh20"&gt;              &lt;div id="attachment_19903" class="wp-caption alignright" style="width: 287px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/10/cicak.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-19903" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/10/cicak-277x300.jpg" alt="simbol cicak versus buaya ini beredar di mana-mana" height="300" width="277" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;QBHeadlines.com - Perkembangan perseteruan antara Cicak dan Buaya semakin lama semakin ruwet, beberapa orang malah   mengatakan kisah ini sudah sekelas kisah misterinya  Agatha Christie. Di akhir pekan ini saya ingin mengarahkan spotlight pada kesetiaan dan dukungan yang luar biasa yang ditunjukkan oleh para perempuan, persisnya para istri dari para tokoh di perseteruan antara Cicak dan Buaya ini. Juga pada dua perempuan kontroversial yang tampil di pangung permainan kelas tinggi ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perempuan pertama yang menarik perhatian saya adalah Ida Laksmiwati, istri Mantan Ketua KPK, Antasari Ashar. Ida Laksmiwati tampak begitu tegar ketika mendampingi suaminya di acara temu wartawan pertama sejak Antasari dituduh melakukan perselingkuhan dan pembunuhan, pada tanggal 3 Mei 2009. Dia begitu tegar, tersenyum dan melambaikan tangan, seakan ia ingin mengatakan :”Saya sudah mengenal betul dan telah mendampingi  suami saya puluhan tahun. Tidak mungkin suami saya melakukan apa yang dituduhkan kepadanya” . Walau suaminya dituduh melakukan perselingkuhan dan pembunuhan, Ida begitu tekun mengunjungi  suaminya  di tahanan, mengantarkan semua keperluan sehari-hari Antasari. Ia juga hadir di persidangan dengan sabar dan tegar. Di setiap wawancara media, baik televisi maupun cetak, dia tampak konsisten menyampaikan pesan, tidak mungkin suaminya melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Luar biasa ibu Ida ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perempuan kedua yang menarik perhatian saya adalah Isma Mustika, istri Chandra M Hamzah. Perempuan cantik ini tampak cerah ketika di interviu oleh Metro TV di rumahnya bersama anak nya Zihan dan suaminya, tidak lama setelah Chandra M Hamsah diberikan penangguhan penahanan. Ia menceritakan pertemuan pertamanya dengan Chandra, kesibukan suaminya di KPK yang ternyata jauh lebih sibuk dibandingkan dengan ketika masih jadi pengacara, juga keyakinannya bahwa suaminya tidak bersalah. Isma bahkan sambil berseloroh menanyakan mana uang suap  1 milyar yang ditudingkan diterima Chandra. Jelas terpacar secara natural dari bahasa tubuhnya, bahwa iya yakin suaminya tidak bersalah dan suaminya tidak akan ditahan. Sepanjang interviu itu, Chandra memandangi istri dan anaknya dengan bangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perempuan ketiga yang juga fenomenal adalah Novarina, istri tersangka kasus pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, Kombes Wiliardi Wizard. Begitu suaminya keluar dari ruang sidang, sesusai memberikan kesaksian   dalam persidangan bahwa dia dipaksa pimpinan Polri untuk menjerat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, Novarina langsung memburu suaminya untuk memberikan dukungan. Dan ketika di wawancarai para wartawan, dengan penuh semangat Novarina menyampaikan bahwa dia sangat lega suaminya akhirnya menyampaikan fakta yang sebenarnya dan bahwa selama ini suami begitu tertekan, dan bahwa Novarina terus menerus meyakinkan suaminya untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. Novarina pun pasang badan dan menyampaikan bahwa dia mendengar sendiri ketika penyidik meminta suaminya menandatangani BAP yang telah disamakan dengan BAP Sigid Haryo Wibisono. Kontan, keesokan harinya Rabu 11November sore ia pun diminta menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik dari Bareskrim  Polri , dengan materi pertanyaan terkait pengakuan suaminya tentang pengkondisian pembuatan BAPnya. Sepanjang berbagai interview di Metro TV, perempuan ini tampak tegar memperjuangkan keadilan bagi suaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ida Laksmiwati, Isma Mustika dan Novarina mengingatkan saya pada pepatah “Behind every successful man there is a wise woman”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disisi yang lain kita melihat dua perempuan kontroversial, Rani Juliani dan Ong Yuliana Gunawan. Rani Juliani, mantan caddy golf, istri ketiga korban pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen, yang pada hari Kamis 12 November memberikan wawancara ekslusif di Metro TV, juga merupakan sosok yang unik. Perempuan belia ini tampil tenang dan percaya diri dalam wawancara dan konperensi pers yang disiarkan langsung.  Dia, yang kelihatannya di umpankan oleh suaminya pada Antasari untuk mempercepat turunnya SK pengangkatan direksi RNI, dengan penuh percaya diri menyatakan keyakinannya bahwa Antasari lah dalang pembunuhan suaminya. Kesimpulan itu di ambilnya dari sms-sms teror yang dikirim kepadanya dan kepada suaminya. Juga pesan yang disampaikan oleh suaminya ketika masih hidup, bahwa bila dia terbunuh, maka Antasari lah pelakunya. Penampilannya yang jauh dari kesan seorang perempuan nakal memang membuat kesaksiannya patut diperhitungkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ong Yuliana Gunawan, perempuan rupawan  yang sudah tiga kali terjerat kasus narkoba ini terekam pembicaraan telponnya dengan Anggodo. Kesan yang timbul dari pembicaraan itu, pemijat saraf ini rupanya mempunyai akses ke banyak petinggi negara, terutama petinggi penegak hukum. Dengan yakinnya di menyebutkan bahwa KPK akan ditutup dan SBY sudah mendukung. Nama-nama petinggi negara seperti Ritonga dan Susno disebutkan seakan-akan mereka adalah kawan baiknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membaca cerita Rani Juliani dan Ong Yuliana Gunawan, saya jadi teringat sebuah lagu berjudul Sabda Alam karya Ismail Marzuki yang liriknya sbb :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;diciptakan alam pria dan wanita&lt;br /&gt;dua makhluk dalam asuhan dewata&lt;br /&gt;ditakdirkan bahwa pria berkuasa&lt;br /&gt;adapun wanita lemah lembut manja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;wanita dijajah pria sejak dulu&lt;br /&gt;dijadikan perhiasan sangkar madu&lt;br /&gt;namun ada kala pria tak berdaya&lt;br /&gt;tekuk lutut di kerling wanita&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah bagaimana akhir dari cerita perseteruan antara cicak dan buaya ini. Yang jelas, banyak korban sudah berjatuhan, termasuk. menurut hasil riset LSI, persepsi negatif terhadap SBY yang minggu lalu hanya mencapai 53.85%, kini meningkat mencapai 64%, sementara persepsi negatif terhadap DPR  mencapai angka 58%. Penyebab utamanya adalah masih berlarutnya isu KPK-Polri-Century.&lt;/p&gt;              &lt;br /&gt;                                     &lt;/div&gt;                       &lt;!-- end isi artikel --&gt;                                              &lt;/div&gt;                 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3537739929233697942?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3537739929233697942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3537739929233697942&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3537739929233697942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3537739929233697942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/perempuan-cicak-dan-buaya.html' title='Perempuan Cicak dan Buaya'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3821797947737853900</id><published>2010-01-08T09:41:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:42:46.742-08:00</updated><title type='text'>Mau Pintar Sendiri ?</title><content type='html'>&lt;div id="title_top"&gt;&lt;strong&gt;QBHeadlines.com&lt;/strong&gt; - Seorang teman mengeluhkan bahwa di organisasinya, semua orang sangat individualis, maunya pintar sendiri dan tidak mau berbagi pengetahuan. Kelihatannya, masing-masing merasa terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berbagai pengetahuan dan pengalaman, juga beberapa merasa kuatir, yang bersangkutan kurang berharga bagi organisasinya bila orang lain pun menguasai ilmunya.&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Di era knowledge based economy dimana knowledge adalah faktor penentu di dalam menghasilkan manfaat ekonomi, kemampuan organisasi untuk bisa menghasilkan produk/jasa/solusi berbasis pengetahuan yang menjawab kebutuhan pelanggannya menjadi kunci suksesnya. Untuk itu penting sekali para pegawai berkolaborasi dalam mengembangkan pengetahuan dan berbagi pengetahuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak kalah penting membuat organisasi menjadi organisasi pembelajar, dimana secara sadar dikembangkan kolaborasi dan partnership untuk percepatan pembelajaran, mengembangkan berbagai metode, perangkat dan teknik pembelajaran, mengubah pengetahuan individu (tacit knowledge) menjadi pengetahuan organisasi (explicit knowledge), mengembangkan communities of practice, learning by doing, coaching &amp;amp; mentoring, serta mengembangkan infrastruktur organisasi pembelajar, misalnya intranet untuk pertukaran pengalaman belajar baik internal maupun eksternal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar ini bisa berjalan tentunya semua staf perlu dirangsang untuk aktif berpartisipasi dalam organisasi pembelajar ini, baik dalam membagi ilmu maupun dalam menimba ilmu. Rangsangan bisa berupa penghargaan baik yang formal maupun yang informal, juga diadakan forum berlajar berkala, dimana sebuah forum disediakan untuk berbagi dan menimba ilmu. Beberapa kali penulis diundang untuk berbagi pengetahuan dalam forum seperti ini, misalnya di forum Knowledge Cafe di Indosat baru-baru ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu komponen penting dalam membangun organisasi pembelajar ini adalah kemampuan kita dalam mengubah pengetahuan individu (tacit knowledge) menjadi pengetahuan organisasi (explicit knowledge). Tacit knowledge adalah pengetahuan lapangan yang dibangun dari pengalaman dan tindakan langsung, sehingga sangat pragmatis dan situasional. Umumnya pengetahuan ini tanpa disadari dimengerti dan diterapkan meskipun sulit di artikulasikan. Pengetahuan tacit ini di tularkan melalui pembicaraan yang interaktif dan kesempatan tukar pengalaman. Sementara pengetahuan eksplisit dapat secara formal di artikulasi kan dan di dokumentasikan, sehingga dapat dengan mudah di transfer dan disebarkan. Pengetahuan eksplisit bukan merupakan pengalaman langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di kebanyakan perusahaan, pengetahuan mereka ada pada pegawai-pegawai yang ada di organisasi itu. Pengetahuan itu sering kali sifatnya intuitif, tacit, tidak explicit, dan biasanya tidak cukup detail. Pengetahuan seperti ini seringkali hilang ketika pegawai itu keluar dari perusahaan. Seringkali juga pengetahuan ini ada dalam sudut pandang yang berbeda-beda, belum dalam bentuk pemikiran kolektif terbaik. Pemikiran ini belum menjadi bagian yang integral dari bisnis, dan lebih penting lagi, pengetahuan ini ada dalam organisasi tetapi tidak banyak digunakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proses Konversi Pengetahuan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut teori Nonaka, konversi pengetahuan berjalan melalui 4 cara, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;div class="ls_cont_ebook"&gt; &lt;ul&gt;&lt;li class="ls_cont_ebook"&gt;Externalization (tacit to explicit) adalah proses konversi dari pengetahuan tacit ke pengetahuan eksplisit, contohnya percobaan klinis diterjemahkan ke rekomendasi untuk standar praktik klinis.&lt;/li&gt;&lt;li class="ls_cont_ebook"&gt;Combination (explicit to explicit) adalah proses memperkaya pengetahuan eksplisit yang ada untuk menghasilkan pengetahuan yang lebih komprehensif, misalnya mengkombinasikan pengetahuan medis dan pengetahuan organisasi menjadi sebuah sistem pendukung pengambilan keputusan.&lt;/li&gt;&lt;li class="ls_cont_ebook"&gt;Internalization (explicit to tacit) adalah proses pembelajaran individual dengan berulang-ulang menjalankan aktivitas penerapan suatu jenis pengetahuan eksplisit.&lt;/li&gt;&lt;li class="ls_cont_ebook"&gt;Socialization (tacit to tacit) adalah proses belajar dengan berbagi pengalaman yang menghasilkan pengetahuan tacit sebagai keterampilan profesional bersama. Proses ini bisa juga terjadi melalui observasi pada perilaku orang lain. Misalnya saja coaching, mentoring dan magang, yang menularkan pengetahuan melalui pengamatan, peniruan dan praktik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.qbheadlines.com/img/uploaded/thumbs/4223knowledge_management.jpg" alt="" width="50%" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengetahuan dalam organisasi adalah modal utama yang bila digunakan dengan baik akan menjadi kunci kemenangan kompetitif yang berkelanjutan. Karenanya, organisasi perlu menempuh cara agar pengetahuan organisasi berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan sehingga meningkatkan nilai organisasi bagi pemegang sahamnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3821797947737853900?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3821797947737853900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3821797947737853900&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3821797947737853900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3821797947737853900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/mau-pintar-sendiri.html' title='Mau Pintar Sendiri ?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-2572072509945897681</id><published>2010-01-08T09:39:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:40:45.609-08:00</updated><title type='text'>Tiap Detik Bermakna</title><content type='html'>&lt;!-- end kepala artikel --&gt;                                                                              &lt;!-- urutan berita --&gt;                                                  &lt;!-- isi artikel --&gt;                                       &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div class="photo photo_left"&gt; &lt;div class="clear_left"&gt; &lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div class="photo photo_left"&gt; &lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30908290&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=169380698558&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=169380698558&amp;amp;id=1111480694"&gt;&lt;img class="alignleft" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs055.snc3/14243_1266871547845_1111480694_30908290_1072429_a.jpg" alt="" height="271" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="clear_left"&gt;Kiat-kiat Mencapai Puncak Karir dan Membuat Hidup Lebih Berarti &lt;p&gt;Rekan-rekan,&lt;br /&gt;Menulis kini menjadi kegiatan yang saya gemari. Alhamdulillah, buku perdana saya berjudul “Tiap Detik Bermakna” kini telah beredar di berbagai toko buku di Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbagai aspek penunjang sukses di dunia kerja, mulai dari persiapan ketika masih mahasiswa, membangun jejaring, memilih tim pemenang, mengarungi persaingan di dunia kerja dan berbagai topik-topik kepemimpinan di bahas di buku ini dalam bentuk artikel-artikel singkat, praktis dan enak di baca.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup tak hanya tentang bekerja, karenanya buku ini juga membahas cara mengelola keuangan dan berinvestasi agar bisa mencapai kebebasan finansial. Dibahas juga cara mencapai hidup yang seimbang, sesuai nilai-nilai terpenting dalam hidup kita, hingga hidup menjadi lebih bermakna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua orang punya waktu yang sama 24 jam sehari. Bagaimana menggunakan waktu ini menentukan kualitas hidup kita. Buku ini membahas cara-cara mengunakan waktu agar tiap detik lebih bermakna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dunia ini penuh dengan peluang, dan kita punya bakat-bakat yang bisa diasah dan dikembangkan. Mereka yang mengasah bakat-bakat nya dan menggunakannya untuk meraih kesempatan, akan mendapatkan manfaat yang luar biasa, baik bagi dirinya maupun bagi orang-orang di sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Buku ini diperkuat dengan ilustrasi kartun karya kartunis Tita Larasati.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-2572072509945897681?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/2572072509945897681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=2572072509945897681&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2572072509945897681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2572072509945897681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/tiap-detik-bermakna.html' title='Tiap Detik Bermakna'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-5526918248585807447</id><published>2010-01-08T09:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:37:42.713-08:00</updated><title type='text'>Perubahan adalah Peluang Bisnis</title><content type='html'>&lt;p&gt;Wirausaha yang sukses umumnya tajam melihat peluang usaha. Pada artikel sebelumnya, penulis sudah membahas 3  cara menciptakan peluang bisnis. Kali ini penulis akan membahas menciptakan peluang bisnis dari suatu perubahan.&lt;/p&gt; Kondisi yang stabil biasanya sangat disukai oleh perusahaan mapan. Mereka telah memiliki produk, jasa, dan operasi yang bagus yang cocok untuk kondisi ini. Model bisnisnya pun sudah terbukti berjalan dengan baik, punya pelanggan yang setia dan tim yang berpengalaman.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perubahan, baik itu perubahan demografi, ekonomi, politik, sosial budaya, teknologi, atau peraturan, bisa mengakibatkan pergeseran selera, struktur biaya, model bisnis, tenaga ahli yang dibutuhkan maupun cara menjual. Seringkali perusahaan baru bisa lebih lincah di dalam mengambil kesempatan pada perubahan ini. Karenanya perubahan memberikan kesempatan bagi pendatang  baru untuk bisa bersaing dengan lebih seimbang dengan pemain mapan. &lt;p&gt;Contoh pendatang baru yang memanfaatkan perubahan ekonomi sebagai peluang adalah pabrik mobil di Jepang. Krisis minyak di tahun 1973 menciptakan kebutuhan mobil hemat bahan bakar di seluruh dunia. Mobil-mobil Amerika yang ketika itu merajai pasar, bertahun-tahun berfokus pada mobil-mobil bertenaga tinggi dan mesin besar. Jepang ada di posisi yang lebih baik untuk  memanfaatkan perubahan ini dan bisa masuk ke pasar global, terutama Amerika Serikat, karena memiliki mesin-mesin yang lebih kecil yang didesain untuk menggunakan bahan bakar dengan lebih efisien. Karena mobil-mobil Jepang sudah ringan, mereka adalah yang pertama yang bisa menggunakan material  yang inovatif, seperti plastik dan lempeng baja tegangan (tarik)  tinggi, untuk mengurangi berat lebih jauh lagi. Sejak itu mobil-mobil Jepang mendominasi dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Amazon.com adalah pendatang baru yang menjadi besar dengan memanfaatkan perubahan di bidang teknologi. Didirikan di tahun 1994, Jeff Bezos memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan  peningkatan jumlah pengguna internet untuk menjual buku secara online. Kini tidak hanya buku yang dijual di sana, melainkan juga CD, Firm, perangkat lunak, peralatan elektronik, video games, mainan anak dll. Lebih jauh lagi, Amazon.com lalu menarik perusahaan lain untuk memasarkan produknya secara online di Amazon.com. Perusahaan seperti Target, Toys R Us,  Old Navy dan masih banyak lagi menjual produknya di sana. Kini Amazon.com adalah salah satu retailer terbesar di Amerika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perubahan lain yang bisa menjadi peluang di antaranya adalah perubahan demografi, seperti median umur, rasio laki-laki dan perempuan, jumlah yang bekerja dibanding total penduduk, dan lain-lain. Kini, semakin banyak perempuan yang mempunyai karir yang menyebabkan waktu yang tersedia untuk memasak menjadi lebih singkat. Beberapa perusahaan memanfaatkan perubahan ini dengan menawarkan berbagai masakan instan, yang kini menjadi sahabat para perempuan sibuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artikel ini sudah memberikan contoh perusahaan yang memanfaatkan perubahan ekonomi, teknologi dan demografi sebagai peluang. Bila mereka bisa, tentu kita pun bisa. Mari kita mulai mengamati perubahan yang terjadi disekitar kita dan melihat apakah ada peluang bisnis yang bisa kita manfaatkan di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat menciptakan peluang dari perubahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;/p&gt; Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;http://www.qbheadlines.com/  A Leadership &amp;amp; Entrepreneurship Portal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-5526918248585807447?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/5526918248585807447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=5526918248585807447&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5526918248585807447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5526918248585807447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/perubahan-adalah-peluang-bisnis.html' title='Perubahan adalah Peluang Bisnis'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-2534520481475614901</id><published>2010-01-08T09:07:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:26:11.935-08:00</updated><title type='text'>Memanfaatkan TIK Untuk Pembangunan Ekonomi</title><content type='html'>Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan semakin penting peranannya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Meskipun biaya yang dibutuhkan untuk membangun Infrastruktur Nasional TIK besar, tetapi kerugian bila tidak melakukannya akan jauh lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu menentukan prioritas penerapan TIK agar memberikan hasil yang maksimal. Kita juga perlu membangun kemampuan untuk mengadaptasi, memelihara, melakukan penyesuaian dan mengkonfigurasi ulang solusi TIK yang ada agar menjawab kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem terbesar di negara ini adalah masalah korupsi. Praktik korupsi di Indonesia terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari urusan kecil yang menyangkut pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan, hingga rekayasa penggunaan anggaran di lembaga-lembaga pemerintah.  Korupsi terjadi karena ada niat dan ada kesempatan. Governance yang lemah membuka kesempatan korupsi. Itu sebabnya penerapan Good Governance menjadi sangat penting sebagai langkah pencegahan.&lt;br /&gt;Sistem Informasi dapat memainkan peranan yang besar di dalam  mendukung good governance melalui transparansi dan partisipasi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini terdiri 5 bagian sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.    Area pemanfaatan TIK&lt;br /&gt;   2.    Membangun  Infrastruktur&lt;br /&gt;   3.    Menjawab Isu Tata Kelola (Kebijakan)&lt;br /&gt;   4.    Memformulasikan Strategi TIK&lt;br /&gt;   5.    Memanfaatkan TIK untuk Pembangunan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Area pemanfaatan TIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.qbheadlines.com/img/uploaded/thumbs/manfaat_tik.JPG" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum pemanfaatan TIK di pemerintahan bisa di bagi dalam empat kategori, yaitu sistem informasi di dalam lembaga pemerintahan, sistem informasi antar lembaga pemerintah untuk memudahkan koordinasi, sistem informasi antara pemerintah dan kalangan bisnis, dan sistem informasi untuk warga masyarakat umum guna meningkatkan layanan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah membutuhkan akses pada informasi yang lebih baik dan juga membutuhkan cara agar bisa menyampaikan informasi pada warga usaha dan warga masyarakat yang terkena dampak dari keputusan dan kebijakan yang diambilnya. TIK membuka kemungkinan-kemungkinan yang sangat luas untuk meningkatkan dialog antara pemerintah dan masyarakat yang di layaninya dan membentuk pemerintahan yang lebih transparan. TIK menawarkan potensi partisipasi masyarakat yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77% kasus korupsi yang ditangani KPK menyangkut pengadaan. Penerapan e-procurement dapat membantu mencegah terjadinya korupsi karena keperluan kontak langsung antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan menjadi kecil, prosesnya menjadi lebih transparan dan mudah di audit. Sebuah studi yang dilakukan oleh KPK terhadap beberapa instansi yang telah menerapkan e-procurement menunjukkan bahwa penerapan e-procurement dapat menghemat anggaran rata-rata 23,5%, menurunkan Harga Penetapan Sendiri (HPS) rata-rata 20% dan menghemat waktu penyelenggaraan pembelian dari rata-rata 36 hari menjadi berkisar pada 20 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK dapat digunakan untuk mendukung administrasi organisiasi agar lebih rapi dan hemat  biaya. Fasilitas database, dukungan grafis, alat pendukung simulasi dan modeling adalah dukungan integral bagi pengambilan keputusan dalam perencanaan, manajemen dan pembangunan. Di beberapa pemerintah daerah TIK sudah digunakan untuk mendukung  Pelayanan Satu Loket. Adanya Pelayanan Satu loket ini, mengurangi kontak langsung antara Masyarakat Pemohon Ijin dengan Petugas Pelayanan. Tujuan dari dilaksanakan Pelayanan Satu Loket ini adalah untuk memberikan layanan masyarakat yang lebih baik dan untuk mengurangi KKN. di Kabupaten Jembrana misalnya, layanan perijinan satu loket ini mencakup 54 jenis layanan perijinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan TIK dapat memperbaiki kualitas kehidupan penduduk. Di bidang kesehatan, TIK mendukung pertukaran informasi yang lebih efisien antar petugas kesehatan sehingga menghemat waktu dan uang. TIK memungkinkan transfer catatan medis pasien antar lokasi dan membantu mempercepat respon staf medis. TIK juga bisa digunakan untuk mendidik para pekerja kesehatan dan pemerintah. Bagi mereka yang bertugas di pedesaan fasilitas ini membuat mereka tidak terisolasi. TIK  juga bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. TIK dapat memandirikan mereka yang berkebutuhan khusus seperti kaum tunanetra, tunarungu, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK juga dapat memfasilitasi akses atas berbagai informasi bagi warga masyarakat. Informasi ini mencakup informasi data-data sosial ekonomi dan berbagai statistik. Di bidang pertanian dan agribisnis data-data ini mencakup data tanah, hidrologi,  curah hujan dan informasi lingkungan lainnya. Tidak kalah penting adalah informasi tentang dokumentasi, peraturan-peraturan dan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi TIK menyediakan alat untuk memperbaiki akses pada informasi dan untuk berbagi pengetahuan. Daya saing sektor industri sangat tergantung pada kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), riset dan kemampuan organisasi mereka untuk mentransformasikan hasil risetnya menjadi produk yang bisa dijual. Para periset membutuhan cara yang lebih mudah untuk mendapatkan akses terkini tentang iptek, riset-riset yang pernah dilakukan dan abstrak hasilnya, juga kesempatan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan periset lainnya. Fasilitas jejaring seperti email, multimedia conferencing sangat dibutuhkan oleh para periset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia industri TIK umumnya diterapkan untuk perencanaan dan kontrol, otomatisasi pabrik dan manajemen umum. TIK memungkinkan para pabrikan untuk mempercepat keseluruhan proses. Selain otomatisasi proses manufakturing, TIK dapat memfasilitasi pengambilan informasi di setiap tahapan desain dan pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu yang baru lalu ditandai dengan kisruh DPT.Hal ini bisa dihindari apabila kita telah menerapkan identitas tunggal bagi setiap warganegara. Nomor Induk Kependudukan (NIK) bersifat unik atau khas dan tunggal serta melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup. NIK yang tercantum di setiap KTP akan menjadi acuan kepentingan administrasi seperti pembuatan akte, pengurusan kerja dan usaha, paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen indentitas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat  inovatif berbasis pengetahuan sangat ditentukan oleh  pendidikan  dan adanya  basis populasi tenaga ahli Iptek. Tersedianya tenaga ahli yang mempunyai kemampuan untuk memproduksi, memelihara dan menggunakan suatu sistem TIK sangat menentukan. Untuk ini kebijakan yang tepat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK dapat memfasilitasi transformasi ekonomi dan sosial. Di negara-negara yang lebih maju transformasi ini dibuktikan dengan penerapan pelatihan dan pertukaran pengetahuan dengan memanfaatkan TIK. Jumlah jejaring pengetahuan, konten dan pertukaran informasi meningkat dengan sangat signifikan. Meskipun TIK memungkinkan teknik baru untuk mendapatkan informasi digital, informasi ini akan sedikit gunanya bila tidak ditransformasikan ke pengetahuan yang relevan untuk pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda baru dalam menghasilkan dan menyebarkan  pengetahuan, dimana pengetahuan itu dihasilkan dalam konteks penggunaannya,  akan memberikan pengaruh yang luar biasa bagi negara berkembang. Cara baru ini menciptakan potensi masalah bagi institusi pendidikan dan lembaga riset yang ada. Bila institusi-institusi ini tidak diubah, negara berkembang mempunyai risiko terkunci dalam cara menghasilkan pengetahuan yang semakin tidak relevan bagi kebutuhan spesifik mereka baik secara teknis, ilmiah dan ekonomis. Penulis melihat belum ada komunikasi dan sinergi yang baik antara kalangan akademisi dan pusat-pusat litbang iptek dengan dunia industri dan pengguna akhir. Komunikasi dan sinergi ini perlu dibangun. Demikian juga keberpihakan terhadap produk TIK dalam negeri diharapkan dapat menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa negara di Asia telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang mengagumkan selama sepuluh tahun terakhir. Beberapa faktor penyebabnya adalah liberisasi pasar, orientasi ekspor dan investasi yang tinggi di pendidikan. Yang juga cukup signifikan adalah akumulasi pengetahuan sebagai akibat dari fokus  dan promosi industri TIK, yang saat ini sebesar 25 % dari keseluruhan ekpor negara-negara di Asia Tenggara. Di Indonesia, kebutuhan TIK domestik sebagian besar masih dipenuhi oleh produk-produk  impor. Produk-produk dalam negeri selain belum banyak, yang ada pun seringkali masih dianggap tidak sebagus produk-produk impor. Diperlukan langkah-langkah percepatan penguasaan teknologi bagi kelompok TIK yang strategis seperti :UKM, pertanian, kesehatan, transportasi, pertahanan dan telekomunikasi. Pada saat yang sama diperlukan kebijakan yang memihak produk-produk dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan di kalangan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas untuk belajar di masyarakat dipengaruhi akses ke berbagai  informasi digital. TIK bisa melengkapi dan meningkatkan kapasitas belajar. Di ekonomi berbasis pegetahuan, individu, organisasi, dan negara bisa menghasilkan kekayaan and mendapatkan akses kepada kekayaan sebanding dengan kapasitas belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi eletronik, diskusi kelompok kecil dan berselancar di internet mempersiapkan pelajar pada masyarakat pengetahuan masa depan dimana para ilmuwan dan tim korporasi di berbagai belahan dunia akan bekerjasama menjawab berbagai permasalahan.  Tantangannya adalah terbatasnya dana untuk mendukung pemanfaatan TIK dalam pendidikan massal. TIK dapat membantu banyak hal di dunia pendidikan. TIK bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan guru, juga dapat digunakan untuk meningkatkan ketrampilan guru dalam mengajar. Komunikasi elektronik antar guru memungkinkan guru bertukar pengalaman dan materi mengajar. TIK dapat digunakan untuk membuat  repositori dari materi pengajaran yang dapat diakses, diedarkan dan diproduksi dengan biaya rendah apabila fasilitasnya memadai. Ironisnya kelompok guru di Indonesia  ini sebagian besar belum mempunyai akses TIK, sebuah masalah yang harus segera dicari jalan keluarnya agar kualitas guru dan materi mengajar bisa membaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang harus di atasi dalam mebuat strategi TIK adalah membuat sumber daya ini tersedia juga bagi mereka yang tidak mampu, agar merekapun mendapatkan kesempatan untuk belajar seumur hidup. Dalam kaitan dengan hal ini, penulis ingin memberikan penekanan bahwa ada banyak sekali sekolah-sekolah tertinggal yang belum mempunyai akses TIK yang perlu segera mendapat perhatian. Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) mencoba menjawab tantangan ini dengan menjalin kerja sama dengan bank dan perusahaan minyak untuk memanfaatkan ribuan PC yang sudah tidak digunakan lagi untuk disalurkan ke sekolah-sekolah tertinggal. PC ini dilengkapi dengan perangkat lunak open source  dan pelatihan. Untuk melaksanakan program ini AOSI mendapatkan dukungan dari Kementrian Negara Riset dan Teknologi. Program seperti ini harus ditingkatkan kapasitasnya untuk dapat memberikan arti yang signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Membangun Infrastruktur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemampuan kita untuk memanfaatkan TIK, berbagai aplikasi seperti e-government, e-learning, e-commerce dan konten sangat bergantung pada penetrasi akses ke internet di masyarakat. Akses ke internet mencerminkan infrastruktur telekomunikasi dunia yang tidak merata dan sangat berkaitan dengan tingkat pendapatan perkapita nasional. Akan tetapi, beberapa negara melakukan investasi besar-besaran dalam membangun infrastruktur telekomunikasi. Negara-negara di Asia mengalami pertumbuhan pengguna internet yang tertinggi di dunia. Di Indonesia pengguna internet telah mencapai 30 juta orang dengan laju pertumbuhan pelanggan pertahun mencapai 26 % dan pertumbuhan pengguna mencapai 40 %.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.qbheadlines.com/img/Picture1.jpg" alt="" align="center" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peningkatan jumlah pengguna di Indonesia memang luar biasa, namun demikan peningkatan akses ini belum secara merata menjangkau daerah-daerah di Indonesia. Untuk memperkuat akses, terutama di Indonesia bagian timur, pemerintah telah menggagas pembangunan Palapa Ring. Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer. Palapa ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin yang mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan. Investasi pembangunan Palapa Ring sepenuhnya berasal dari operator telekomunikasi anggota konsorsium. Namun demikian proyek ini tidak berjalan mulus, selain pembangunannya akan mundur dari jadwal, juga anggota konsorsium yang semula tujuh tinggal tiga yaitu Telkom, Indosat dan Bakrie Telecom. Jumlah investasi pun menyusut, sehingga target jumlah propinsi/kota yang akan tersambung harus dikurangi. Semoga pemerintah melalui depkominfo bekerjasama dengan konsorsium akan berhasil merealisasikan pembangunan palapa ring ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img src="http://www.qbheadlines.com/img/picture2.jpg" alt="" align="center" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Beberapa negara di Asia telah berhasil membangun produk TIK lokal. Korea selatan memproduksi memory chips. Malaysia, Singapura, Taiwan dan Thailand telah menjadi pemasok berbagai produk elektronik, seperti telepon genggam, komputer pribadi, disk drive, dan monitor komputer. Indonesia perlu membangun kapasitas untuk memproduksi TIK. Kapasitas riset yang ada di berbagai lembaga riset pemerintah perlu disinergikan dengan pihak swasta agar bisa membangun industri TIK nasional.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu proyek mercu suar yang bisa digunakan untuk membangun kemampuan produksi dalam negeri adalah proyek penerapan NIK (Nomor Identitas Tunggal). NIK bersifat unik atau khas dan tunggal serta melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup. NIK yang tercantum di setiap KTP akan menjadi acuan kepentingan administrasi seperti pembuatan akte, pengurusan kerja dan usaha, paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen indentitas lainnya. KTP berbasis NIK yang disebut dengan KTP elektronik akan memuat kode keamanan dan rekaman elektronik ( biodata, pasfoto, sidik jari) sebagai alat verifikasi jati diri dalam pelayanan publik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proyek seperti ini diperkirakan akan menelan ratusan milyar rupiah, penulis berharap industri dalam negeri, terutama industri manufaktur elektronika akan dilibatkan dalam sebagian besar pengerjaannya, misalnya dalam desain chip, perancangan sistem operasi, pembuatan kartu, pembuatan mesin pembaca dll. Resiko bisa dikurangi dengan penerapan pilot project untuk membuktikan bahwa produk lokal tersebut memang layak pakai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akan kah kita mengambil langkah yang diperlukan di dalam membangun kemampuan industri TIK nasional ?&lt;/p&gt; &lt;strong&gt;Menjawab Isu Tata Kelola (Kebijakan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan di bidang TIK sangat berpengaruh pada peluang untuk membangun kemampuan teknologi dan sosial. Masalah kebijakan ini perlu di tangani dengan efektif bila kita ingin mendapatkan manfaat TIK yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejaring internet telah memungkinkan kita untuk memasarkan informasi dan perangkat lunak ke seluruh dunia. Pembuat produk informasi sangat aktif untuk memperjuangkan perlindungan hak atas kekayaan intelektual yang sangat kuat. Mereka melobi pemerintah di berbagai negara untuk menerapkan konvensi internasional dalam undang-undang nasionalnya. Kebanyakan produk ini diproduksi di negara maju, meskipun beberapa negara berkembang tertarik untuk meningkatkan perlindungan atas HaKI bagi perusahaan lokalnya, mayoritas produk-produk ini diproduksi oleh negara maju. Pemerintah perlu membangun kerangka kebijakan yang merangsang, mendukung dan memunculkan kapasitas untuk bisa memproduksi  teknologi baru  dan konten informasi digital agar dapat menumbuhkan TIK sebagai suatu industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negosiasi dalam berbagai forum internasional dan konsorsium swasta telah menghasilkan tekanan baru agar pasar di buka untuk persaingan global dan adanya perlindungan terhadap HaKI bagi penghasil perangkat dan informasi. Risiko yang harus ditanggung oleh negara berkembang seperti Indonesia adalah inisiatif lokal untuk membangun pondasi bagi masyarakat pengetahuan yang inovatif menjadi lebih sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan yang tepat antara membangun lingkungan yang kondusif bagi investasi asing dan meyakinkan bahwa industri TIK lokal bisa berkembang dan manfaat TIK  bisa dinikmati oleh semua perlu dicapai. Investasi baru harus menjangkau daerah remote dan yang membutuhkan biaya tinggi, sehingga tanpa bantuan menjadi tidak terjangkau bagi komunitas bisnis lokal untuk membangunnya. Dalam hal ini pelaksanaan pembangunan Palapa Ring dan implementasi USO (Universal Service Obligation) yang akan menyediakan akses telekomunikasi ke desa-desa harus segera dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan sosial dan budaya sangat penting dalam membahas tantangan dan implikasi  akses masyarakat pada internet , penggunaan bisnis e-commerce dan jumlah informasi elektronik yang semakin banyak. Kebijakan  penting yang harus ada  mencakup perlindungan privasi individu dan keamanan informasi komersial. Undang-undang ITE yang telah sekian lama ditunggu akhirnya selesai sambil menyisakan beberapa pasal karet yang harus disempurnakan, misalnya pasal pencemaran nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memformulasikan Strategi TIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi dan kebijakan TIK akan sangat menentukan apakah peningkatan ketersediaan TIK dan aplikasinya akan membawa perbaikan ekonomi dan sosial atau malah membawa kita pada bentuk lain dari eksklusivitas. Prioritas harus diberikan pada kebijakan, peraturan, pendidikan, pelatihan dan program yang akan meningkatkan kapasitas untuk secara kreatif memproduksi atau menggunakan TIK. Sinergi sumber daya dan kemintraan antar para pemangku kepentingan, termasuk komunitas bisnis perlu didorong. Strategi TIK untuk membangun infrastruktur informasi nasional, termasuk komponen teknologi dan sosialnya tidak bisa sebatas pernyataan tetang tujuan saja, melainkan harus dilengkapi dengan langkah-langkah nyata dan pendanaan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat besarnya potensi TIK, pemerintah dan para pemangku kepentingan harus membangun kemampuan untuk memproduksi, mengakses dan menggunakan teknologi. Untuk membangun kemampuan ini, strategi TIK harus cepat tanggap pada tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Pemerintah mempunyai peranan yang sangat penting, mendukung bentuk baru fasilitasi pasar, memperkenalkan peraturan yang efektif, mendorong dialog antara para pemangku kepentingan dan memberikan layanan publik yang sesuai dengan kondisi lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infrastruktur informasi nasional akan sangat tergantung pada kekuatan kemampuan  R&amp;amp;D perusahaan dan kecenderungan untuk melakukan investasi R&amp;amp;D. Elemen lain yang sama pentingnya adalah kemampuan R&amp;amp;D lembaga pemerintah dan hubungan institusi ini dengan sektor swasta, dan hubungan antara organisasi domestik dengan berbagai organisasi di seluruh dunia. Kegagalan untuk mendefinisikan kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan lalu menentukan langkah yang akan dipilih agar bisa menumbuhkan industri TIK nasional  dapat membuat kita menjadi sangat tergantung pada impor  sehingga kehilangan kesempatan pertumbuhan ekonomi dan  pendapatan dari ekspor dan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengambil Manfaat TIK untuk Pembangunan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kondisi akan membantu negara berkembang mengeksploitasi potensi TIK untuk pertumbuhan sosial dan ekonomi. Yang pertama adalah ketersediaan infrastruktur informasi nasional. Yang kedua adalah kemampuan untuk menciptakan dan mendorong lingkungan yang mendukung. Ini artinya membangun aplikasi dan konten  untuk memanfaatkan inftrastruktur sesuai dengan kebutuhan lokal.  Aplikasi ini misalnya adalah aplikasi kebutuhan harian, aplikasi komunitas, aplikasi pendidikan dan aplikasi produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun kemampuan TIK dan membangun infrastruktur informasi nasional, Indonesia harus memobilisasi  dan mengumpulkan ahli-ahli serta lebih cerdik di dalam melakukan investasi. Misalnya saja Free/Open Source Software perlu digalakkan penggunaannya di kalangan pemerintah  agar menghemat biaya dan memungkinkan aplikasi yang telah dibuat di salah satu institusi pemerintah dapat digunakan di tempat lain tanpa perlu membangun ulang dan tanpa perlu membayar lisensi, sehingga menghemat biaya dan waktu. Demikian pula suatu framework pengembangan Sistem Informasi perlu dibangun bagi masing-masing institusi pemerintah agar pembangunan aplikasi lebih terencana, tidak tumpang tindih dan interoperability antar berbagai aplikasi dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIK dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang sangat besar kepada banyak pihak bila strategi TIK yang tepat diimplementasikan. Pertimbangan utama dalam desain dan implementasi strategi TIK mencakup memproduksi dan memanfaatkan TIK untuk kepentingan sosial dan ekonomi,  mengembangkan sumber daya manusia untuk dapat mengimplementasikan strategi secara efektif, mengelola inovasi iptek di bidang TIK demi pengembangan yang berkelanjutan, memperbaiki akses ke jaringan TIK, mempromosikan dan mendanai investasi TIK,  menciptakan dan mengakses pengetahuan iptek, dan memonitor dan mempengaruhi aturan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Dua gambar di artikel ini diambil dari presentasi berjudul " Government Policy on Mobile Content" oleh Cahyana Ahmadjayadi, Direktur Jendral Aplikasi Telematika, Depkominfo.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-2534520481475614901?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/2534520481475614901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=2534520481475614901&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2534520481475614901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2534520481475614901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/memanfaatkan-tik-untuk-pembangunan.html' title='Memanfaatkan TIK Untuk Pembangunan Ekonomi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-4132767552581740372</id><published>2010-01-08T09:03:00.000-08:00</published><updated>2010-01-08T09:07:16.062-08:00</updated><title type='text'>Tiga Cara Menciptakan Peluang Bisnis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam diskusi yang di gelar KADIN Juli 2009, sejumlah pelaku industri mengaku tidak siap menjalani FTA ASEAN-China. FTA yang di implementasikan sejak 2005 ini  berpengaruh sangat signifikan terhadap surplus perdangangan Indonesia.  Apalagi dengan akan adanya penurunan atau penghapusan bea masuk menjadi 0% pada tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="ls_cont_ebook"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Jika FTA itu tetap direalisasikan, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Dalam Negeri Benny Soetrisno mengatakan, ada potensi pembengkakan defisit perdagangan lebih dari US$  7.6 Miliar. Melihat ketidakpastian pengusaha itu, kata Benny, pemerintah semestinya mendesak agar realisasi  FTA di 2010 ditunda. Di sisi lain, pemerintah bisa mengamankan kepentingan nasional , dengan memperketat lalu lintas masuk produk melalui standar labelisasi dan sertifikasi BPOM ( Badan Pengawan Obat dan Makanan) serta Standar Nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaing melawan produk China memang sulit, apalagi pemerintah China tahu betul bagaimana cara mengamankan kepentingan nasionalnya. Seorang kawan merintis bisnis membuat mesin-mesin sederhana, akan tetapi dalam perhitungannya, ongkos membuat mesin-mesin tersebut ternyata sudah sama dengan harga jual produk  buatan China. Jadi dimana peluang kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan suatu studi yang saya lupa sumbernya dari mana, hanya 3-4 % wirausaha saja yang produknya benar-benar baru dan inovatif, selebihnya, yaitu 96 % adalah meniru atau memodifikasi dari produk yang sudah ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Ada tiga jenis modifikasi yang saya ketahui, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;●         &lt;strong&gt;Peningkatan &lt;/strong&gt;dari produk yang sudak ada sekarang, misalnya perbaikan fitur. Beberapa membuat produk yang sama tetapi lebih murah, lebih baik, lebih cepat atau lebih mudah digunakan. Beberapa contoh produk dengan pendekatan peningkatan adalah jam mekanik yang ditingkatkan menjadi jam Quartz, atau modem konvensional yang ditingkatkan menjadi modem ADSL, yang bisa digunakan untuk data dan suara pada saat yang sama dan bisa jauh lebih cepat dibanding modem konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memberikan kuliah, saya minta salah satu mahasiswa memberikan contoh peluang dengan  pendekatan peningkatan. “Alat berat untuk mengeraskan jalan berukuran lebih kecil”,  jawabnya. Saya jadi teringat sebulan yang lalu, ketika QB Architects melakukan pemadatan jalan di  properti yang sedang kami kembangkan, kami harus mengganti pagar bangunan di sebelahnya, karena tersenggol alat berat yang rupanya berukuran terlalu besar untuk lahan yang sedang kami kembangkan. Jadi saya katakan pada mahasiswa tersebut bahwa ide dia bagus juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;●         &lt;strong&gt;Penambahan fitur. &lt;/strong&gt;Contoh pendekatan penambahan fitur adalah  apa yang terjadi di telepon genggam.  Dulu telepon genggam hanya bisa untuk teelpon dan SMS saja. Kini kita bisa menikmati telepon genggam yang  dilengkapi dengan kamera, radio FM dan MP3 player. Tambahan fitur ini rupanya mendapat sambutan yang baik di pasar. Contoh lain adalah pisau lipat Swiss Army yang melengkapi pisau lipat biasa dengan berbagai alat praktis seperti pembuka botol, obeng, korek kuping, gunting, dan lain-lainl. Pisau lipat Swiss Army ini mencapai sukses luar biasa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu latihan melahirkan ide, saya meminta mereka yang hadir dalam kuliah saya untuk dalam waktu 1 menit menuliskan sebanyak mungkin ide untuk menambahkan fungsi tambahan pada sebuah pena. Salah seorang mahasiswi bisa menuliskan 13 ide fungsi tambahan dalam waktu 1 menit. Ide yang menarik di antaranya adalah pena ber -TipEx, pena beralat garuk, pena sekaligus alat rajut dan masih banyak ide lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;●      &lt;strong&gt;   Spesialisasi&lt;/strong&gt;, yaitu  produk yang ada difokuskan pada target market tertentu. Contohnya rumah sakit khusus   wanita dan anak, atau jasa pencarian eksekutif khusus eksekutif puncak , CEO, CFO, COO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpartner dengan anak muda, saya membuat portal telepon genggam untuk remaja (QB Youth) dimana berbagai produk kreatif digital bisa diperjualbelikan. Suami saya melalui PinPoint Publication-nya  telah membuat 18  majalah untuk segmen market yang sangat spesifik, seperti majalah wanita muslim (Noor), majalah bagi kalangan atas (Indonesian Tattler), majalah komputer PC Media, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa memilih salah satu dari tiga pilihan cara  di atas didalam menciptakan peluang bagi bisnis kita, termasuk bila ingin menyaingi produk China. Dari pada pusing  membuat produk yang lebih murah dari produk China, cobalah membuat produk yang berbeda, bisa lebih canggih, atau fungsinya lebih lengkap atau  lebih fokus memenuhi kebutuhan  suatu segmen pasar tertentu dimana kita punya akses yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang entrepreneur  harus bisa menciptakan suasana dimana orang bersemangat untuk menghasilkan ide-ide. Setelah itu, tantangannya adalah menyaring ide-ide itu untuk kemudian memilih peluang terbaik. Ada lima pertanyaan yang perlu kita jawab untuk menentukan apakah ide bisnis kita punya peluang sukses yang cukup tinggi. Kelima pertanyaan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Masalah pelanggan apa yang kita pecahkan dengan produk kita ini? Apakah cukup penting sehingga akan membuat pelanggan membeli produk kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Bagaimana kita akan menjalankan bisnis kita ini? Bagaimana model bisnisnya (produk, distribusi, lokasi, teknologi, layanan, brand)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Berapa besar pasarnya? Berapa besar yang bersedia membeli dari kita? Siapa yang akan menjadi pelanggan pertama? Siapa yang akan menjadi pelanggan ke 100?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Seberapa mudah orang lain meniru bisnis kita? Dimana keunikan kita ? Apa yang kita tawarkan yang orang lain tidak bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Bagaimana kita bisa memenangkan persaingan? Lokasi, brand, HaKI, layanan prima, cita rasa, desain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak peluang bisnis yang bisa kita gali dan kita garap asal kita siap untuk bekerja keras dan punya komitmen dan keteguhan yang tinggi untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk membuatnya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menciptakan peluang bisnis dan meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-4132767552581740372?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/4132767552581740372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=4132767552581740372&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4132767552581740372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4132767552581740372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/tiga-cara-menciptakan-peluang-bisnis.html' title='Tiga Cara Menciptakan Peluang Bisnis'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-1843391923803214383</id><published>2009-08-10T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T04:03:38.793-07:00</updated><title type='text'>Beasiswa "ITB untuk Semua" Selanjutnya Apa ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sn_-QrPHBkI/AAAAAAAAAiY/jeQE26zDh98/s1600-h/foto+bersama+02.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 175px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sn_-QrPHBkI/AAAAAAAAAiY/jeQE26zDh98/s400/foto+bersama+02.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368288843286382146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, 10 Agustus 2009,  adalah hari kuliah pertama bagi para mahasiswa baru ITB, termasuk bagi 40 mahasiswa penerima beasiswa “ITB untuk Semua” yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program  "ITB Untuk Semua" adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung didanai beasiswa "ITB Untuk Semua". Dana yang disediakan untuk menempuh ilmu selama 4 tahun termasuk biaya hidup bagi masing-masing mahasiswa adalah Rp. 100.000.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merancang dan menjalankan program Beasiswa ITB untuk Semua  merupakan kerja keras bagi panitia dan para relawan, baik didalam menggalang donasi maupun dalam merekrut dan membimbing para mahasiswa muda ini. Menggalang dana donasi di tengah suasana krisis ekonomi memang bukan perkara mudah, apalagi usaha penggalangan dana  dimulai di tengah tahun, dimana bagi banyak perusahaan, penggunaan dana CSR sudah ditentukan sejak tahun sebelumnya. Kami bersyukur berhasil menggalang dana sejumlah Rp. 4.3 milyar, yang berasal dari donasi perusahaan, perorangan, kelompok dan donasi kolektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan lain yang tidak kalah rumitnya adalah menjaring calon mahasiswa pandai dari keluarga miskin dari daerah-daerah di seluruh Indonesia. Beasiswa ini mensyaratkan bahwa penerima datang dari keluarga berpenghasilan  di bawah Upah Minimum Regional. Kebanyakan dari mereka, mimpipun tidak untuk bisa kuliah di ITB. Itu sebabnya dibutuhkan usaha ekstra untuk menjemput bola, menyampaikan berita baik ini keseluruh pelosok negeri, agar mereka yang memenuhi syarat segera mendaftar. Berbagai jalur kami manfaatkan untuk menyebar berita ini, melalui sekolah-sekolah, klub guru Indonesia, alumni, keluarga mahasiswa ITB dan tentunya juga  melalui situs web, milis dan jejaring sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3170 pendaftar masuk sampai dengan hari penutupan, dari jumlah itu kami menseleksi 200 yang terbaik berdasarkan nilai akademis dan potensi kepemimpinannya. 200 kandidat ini lalu kami biayai transportasi, penginapan dan biaya tesnya untuk ikut tes penerimaan mahasiswa di Bandung. Kami bersyukur 40 diantaranya lulus ujian saringan masuk dan di terima di ITB. Penerima beasiswa datang dari berbagai daerah : Tuban, Trenggalek, Semarang, Kediri, Bandung, Pemalang, Nganjuk, Balikpapan, Sidoardjo, Banyuwangi, Banyumas, Klaten, Cibinong, Yogyakarta, Tana Toraja, Cilacap, Purwokerto, Lampung, Mojokerto, Bogor, Gorontalo, Jambi dan Jakarta. Pekerjaan orang tua mereka diantaranya adalah supir, tukang baso, buruh tani, guru, pensiunan, penjahit, pedagang kelontong dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak mengalami kesulitan ketika kuliah nanti, mereka kami bekali dengan  program bridging selama satu bulan yang berisi pemupukan softskills dan penguatan mafiki (Matematika, Kimia dan Fisika). Semoga mereka bisa menyelesaikan kuliah dan lulus dengan baik, dan kelak bisa kembali kedaerahnya dan menjadi agen perubahan di lingkungan sosial asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Beasiswa “ITB untuk Semua” edisi perdana sudah bergulir, banyak pengalaman dan pelajaran yang kami peroleh selama proses ini. Berhasil menggalang dana sejumlah Rp. 4.3 Milyar dan menjaring 40 mahasiswa yang bisa lulus ujian saringan masuk ITB yang super kompetitif adalah pembukaan yang bagus. Namun demikian, kami bercita-cita agar paling tidak kami bisa meningkatkan jumlah ini menjadi 10 % dari jumlah mahasiswa baru yang di terima di ITB. Ini artinya, 300 mahasiswa dan Rp. 30 Milyar donasi yang harus diupayakan. Sebuah cita-cita yang ambisius dan penuh tantangan memang. Namun kami percaya itu adalah cita-cita yang mulia dan kami percaya pula bahwa apabila kita menghendaki sesuatu dengan sungguh-sungguh maka seluruh alam akan berkonspirasi untuk membantu kita mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui artikel ini kami ingin mengajak semua pihak untuk mendukung program ini. Semoga kita semua bisa bahu membahu membuka kesempatan bagi keluarga miskin untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya ke salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini, dengan harapan melalui pendidikan ini nasibnya bisa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lengkap tentang program ini bisa dilihat di itbuntuksemua.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;Ketua tim penyelenggara&lt;br /&gt;Beasiswa ITB untuk Semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan foto :&lt;br /&gt;Para penerima beasiswa “ITB untuk Semua” berfoto bersama Gubernur Jawa Barat, Rektor ITB, Anggota MWA ITB dan sebagian  relawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-1843391923803214383?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/1843391923803214383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=1843391923803214383&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1843391923803214383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1843391923803214383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/08/beasiswa-itb-untuk-semua-selanjutnya.html' title='Beasiswa &quot;ITB untuk Semua&quot; Selanjutnya Apa ?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sn_-QrPHBkI/AAAAAAAAAiY/jeQE26zDh98/s72-c/foto+bersama+02.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3001780145751127497</id><published>2009-06-21T02:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T02:51:35.679-07:00</updated><title type='text'>Memuaskan Pelanggan</title><content type='html'>Belum lama ini berita di berbagai media di ramaikan oleh cerita tentang  Prita Mulyasari versus Rumah Sakit Omni International. Prita yang tidak puas dengan cara diagnosa dan pengobatan yang di alaminya di Rumah Sakit Omni International, menuliskan ketidak puasannya tersebut dalam sebuah e-mail yang di kirim kepada 10 orang kawan-kawannya. E-mail  berjudul “Penipuan Omni International Hospital Alam Sutera Tanggerang” ini rupanya ber edar luas dan menuai tuntutan perdata dan pidana atas pencemaran nama baik dari pihak Rumah Sakit Omni International kepada Prita. Prita pun harus mendekam di rumah tahanan selama 3 minggu, sebelum kemudian mendapat penangguhan penahanan dan menjadi tahanan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini bisa di bahas dari berbagai sudut pandang, mulai dari Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasat 27 ayat 3 yang sangat lebar interpertasinya, Jaksa yang diindikasi mendapat pesanan sampai dengan kebebasan berekpresi di dunia maya yang terasa terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya hendak membahasnya dari sudut yang lain, yaitu sudut pandang memuaskan pelanggan. Saga ini sebetulnya asal muasalnya adalah pelanggan yang tidak puas dengan layanan rumah sakit. Bila saja Rumah Sakit Omni International menangani ketidak puasan pleanggannya dengan baik, tentunya rentetan peristiwa yang ujung-ujungnya merugikan citra Omni International secara masif ini tidak perlu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kemampuan melayani pelanggan salah satu kunci sukses wirausaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, mempertahankan pelanggan sangat penting bagi keberhasilan usaha. Bila kita tidak memberikan alasan yang kuat bagi pelanggan  untuk tetap setia, pesaing akan memberikan alasan pada mereka untuk meninggalkan kita.  Memuaskan dan mempertahankan pelanggan akan memicu keuntungan bisnis. Perusahaan yang memberikan kualitas layanan  yang secara konsisten baik memberikan keuntungan 2 kali lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih murah menjaga hubungan dengan  pelanggan yang ada dan menjual kepada mereka, dibandingkan dengan menjual kepada  pelanggan baru. Berbagai survey yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan, 5 sampai 7 kali lebih murah dibandingkan dengan menarik pelanggan baru. Karenanya menjaga keluasan pelanggan sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sj4CTqIs0JI/AAAAAAAAAiQ/A46Wgl0O5cs/s1600-h/picture.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 301px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sj4CTqIs0JI/AAAAAAAAAiQ/A46Wgl0O5cs/s400/picture.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349715944114278546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penyebab utama perusahaan kehilangan pelanggan adalah ketika petugas kurang menunjukan perhatian dan kepedulian pada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah survey, alasan ini menduduki peringkat pertama dengan 68%. Sementara tidak puas dengan produk ada dalam posisi ke dua dengan 14 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komponen Kepuasan Pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga komponen utama yang sangat berpengaruh pada kepuasan pelanggan. Komponen pertama adalah orang atau layanan personal.  Pengetahuan dan ketrampilan orang-orang yang kita pilih, kemampuan mereka untuk mengerti kebutuhan pelanggan dan melayani pelanggan dengan penuh perhatian, dan fokus yang tinggi pada pelanggan sangatlah penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen penting yang kedua  adalah kualitas produk yang kita jual, yang meliputi fungsi, desain dan kesesuaian dengan target pasar yang kita tuju. Harga pun menentukan kepuasan pelanggan. Kita harus meyakinkan, harga yang kita patok sesuai dengan persepsi pelanggan tentang nilai yang dia dapatkan dari jasa dan produk kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen penting yang ketiga adalah proses dan sistem pendukung yang memungkinkan kita memberikan layanan yang prima secara konsisten dan berkesinambungan. Termasuk di dalamnya sistem administrasi pendukung yang effisien dan efektif, informasi pelanggan yang terjaga  kekiniannya, sistem pemantauan kepuasan pelanggan yang baik, serta sistem penanganan komplain yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengubah Komplain Menjadi Peluang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak perusahaan tidak siap menangani komplain,  dan malah menyerang pelanggan karena melayangkan komplain. Tindakan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Omni International adalah salah satunya. Perusahaan yang baik, selain meyakinkan layanannya baik, juga menyediakan jalur bagi pelanggannya untuk menyampaikan masukan termasuk komplain. Masukan dan komplain  harus tanggapi dengan baik, sehingga pelanggan tidak perlu mencari perhatian dengan  menggunakan jalur umum seperti surat pembaca di media, atau forum milis untuk menyampaikan keluhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah penanganan masukan ini urutannya sebaiknya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan maaf bila  pelanggan mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan. Meskipun perusahaan kita belum tentu bersalah, permintaan maaf ini lebih ditujukan untuk menunjukkan bahwa kita berempati pada pengalaman yang dirasakan oleh pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahami akar masalahnya. Sering kali apa yang disampaikan pelanggan adalah suatu akibat dari suatu rangkaian proses. Kita perlu memahami akar masalahnya agar kita bisa memberikan pemecahan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil tindakan yang diperlukan agar masalah yang dihadapi pelanggan dapat segera terpecahkan. Biasanya tindakan yang di ambil terdiri dari dua bagian, tindakan jangka pendek agar permasalahan pelanggan bisa segera teratasi, dan tindakan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tindakan di ambil, dapat kan konfirmasi dari pelanggan bahwa tindakan yang kita ambil telah memuaskan pelanggan. Jangan sampai terjadi, kita merasa sudah memecahkan permasalahan, namun pelanggan merasa masalahnya belum selesai, sehingga mereka membawa komplain ini ke jalur lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan penghargaan pada pelanggan karena mereka telah memberikan masukan.  Kenang-kenangan kecil yang menyampaikan pesan bahwa kita menghargai masukan mereka akan memberikan kesan yang positif bahwa kita adalah perusahaan yang tau pentingnya kepuasan pelanggan dan memberikan fokus yang tinggi pada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menunjukkan, bila kita menangani komplain dengan baik, bukan saja kita bisa berhasil mempertahankan pelanggan, malah kita bisa mengubah komplain itu menjadi peluang bisnis baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tunggu apa lagi, mari kita buat perusahaan kita yang terbaik dalam memuaskan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3001780145751127497?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3001780145751127497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3001780145751127497&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3001780145751127497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3001780145751127497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/06/memuaskan-pelanggan.html' title='Memuaskan Pelanggan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sj4CTqIs0JI/AAAAAAAAAiQ/A46Wgl0O5cs/s72-c/picture.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-7272159948123168187</id><published>2009-06-21T02:40:00.001-07:00</published><updated>2009-06-21T02:40:43.906-07:00</updated><title type='text'>Mantap Menjual Ide</title><content type='html'>&lt;p&gt;Siapapun kita, apapun profesi kita, keterampilan menjual ide adalah hal penting yang harus kita kuasai. Dalam era persaingan yang semakin ketat dan perubahan yang terus terjadi, tentunya ide-ide cemerlang perlu dirangsang di setiap organisasi. Namun, sering terjadi, ide cemerlang mati sebelum berkembang hanya karena kita tidak piawai membuatnya didengar dan didukung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orang tidak bisa menjual idenya. Beberapa karena takut idenya ditolak, beberapa yang lain karena tidak mau meluangkan waktu dan energi untuk mempersiapkan suatu presentasi ide yang efektif. Ada juga yang tidak tahu bahwa ide harus dijual.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk membuat ide dapat dijual, dibutuhkan usaha khusus. Sering kali usaha untuk menjual ide ini malah lebih besar dibandingkan dengan membangun idenya sendiri. Kita harus bisa menerangkan ide kita dengan sangat jelas. Jangan harap orang akan menerima ide kita bila mereka tidak memahaminya. Ide-ide yang bisa diuji sebaiknya diuji. Suatu ide yang sudah diuji akan jauh lebih meyakinkan dibandingkan dengan yang belum diuji. Di bawah ini adalah beberapa kiat untuk menjual ide.&lt;span id="more-9"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kredibilitas Menentukan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika mengevaluasi suatu ide, biasanya orang cenderung melihat: siapa yang mengajukan ide ini, apakah ia kompeten di bidangnya, dan apa pengalaman dia sebelumnya? Apakah orang ini jujur dan terbuka, atau adakah yang disembunyikannya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila pengalaman dan kredibiltas kita belum terbangun, ada baiknya kita mencari orang yang lebih berpengalaman untuk mengevaluasi, memberikan masukan, dan menjadi orang yang akan membawa ide kita ke orang-orang yang perlu diyakinkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bungkus dengan Narasi Meyakinkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Orang biasanya tidak hanya melihat angka-angka di balik suatu ide, tetapi juga cerita di balik ide itu. Bungkus ide dengan narasi yang relevan dengan kejadian-kejadian masa kini, khususnya yang hangat dalam lingkungan organisasi yang bersangkutan. Misalnya bila organisasi baru saja kehilangan pangsa pasar, hal ini biasanya menjadi pusat perhatian para pimpinan. Bila ide kita bisa membantu membuat perusahaan merebut pangsa pasar kembali, tentunya ide itu akan mendapatkan perhatian lebih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Membangun narasi yang kuat, yang menunjukkan bagaimana ide kita akan memecahkan masalah yang relevan dan penting dalam suatu organisasi, akan sangat membantu membuat ide kita diterima. Berikan sesuatu yang mudah diingat dan dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Petakan Ide dari Sisi Pengambil Keputusan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengambil keputusan akan melihat ide kita dari perspektifnya. Karena itu, ide harus ditampilkan sedemikian rupa sehingga menjawab kebutuhan bisnis yang bersangkutan. Tentunya akan sangat menolong bila kita mengenal orang-orang yang akan mengevaluasi ide kita: bagaimana temperamennya, bakat-bakatnya, dan preferensi mereka. Dengan menempatkan diri kita di posisi mereka dan mencoba untuk membayangkan bagaimana reaksi kita bila ada di posisi mereka, kita bisa mengantisipasi dan menjawab penolakan-penolakan yang mungkin timbul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Evaluator juga biasanya melihat suatu ide dari sudut pandang posisinya. Bila kita bicara dengan manager TIK, maka beri penekanan pada masalah-masalah teknis. Sebaliknya, bila kita bicara pada manajer keuangan, pembicaraannya kita fokuskan pada bagaimana ide kita menjawab kebutuhan untuk mengontrol biaya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu keputusan besar biasanya melibatkan satu tim pimpinan senior, masing-masing dengan keahliannya. Tugas kita adalah menjawab fokus perhatian dari masing-masing tim penilai ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara umum, di bawah ini adalah fokus perhatian masing-masing pimpinan senior:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Chief Executive Officer: Apakah ide ini akan meningkatkan nilai perusahaan?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Chief Financial Officer: Return on Invesment-nya (ROI) seperti apa?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Chief Operating Officer: Dapatkah ide ini dijalankan?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Chief Information Officer: Apakah sistem TIK-nya bisa menjalankan ide ini?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Chief Marketing Officer: Apakah pasar bisa mengerti dan menerima ide ini?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Chief Sales Officer: Apakah pelanggan akan membelinya?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Tangani Potensi Resiko&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan menganggap ringan potensi masalah yang bisa timbul. Antisipasi berbagai problem dari awal dan bersiaplah dengan respon yang meyakinkan. Kita bisa minta pendapat orang-orang yang kita percaya untuk memberikan masukan tentang batu sandungan yang mungkin timbul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya, bila kita mendapat masukan, “Ide ini pernah dilakukan sebelumnya, tapi tidak jalan”. Bersiaplah dengan jawaban mengenai beda antara ide kita ini dengan yang sebelumnya, dan paparkan secara persis faktor-faktor apa serta situasi apa yang membuat ide kita ini lebih besar kemungkinannya untuk sukses.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila potensi penolakannya ada pada faktor biaya yang dikuatirkan akan tinggi, maka kita perlu mempersiapkan spreadsheet bagaimana ide kita ini bisa masuk dalam anggaran yang telah dialokasikan. Salah satu cara untuk mengurangi risiko adalah dengan memulainya dengan sebuah pilot program.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Bangun Momentum agar Ide Bergerak Maju&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepanjang mempresentasikan ide, perhatikan reaksi dari tiap pengambil keputusan. Yakinkan keragu-raguan mereka terjawab dengan baik. Bila belum terjawab, sepakati tindak lanjut yang akan dilakukan untuk menjawabnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhir presentasi, sarikan poin-poin penting, manfaat yang bisa dicapai dengan ide kita, kebutuhan yang ada atau yang bisa dibangun yang akan terjawab dengan ide kita, serta alasan kenapa ide kita pantas untuk direalisasikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita mendapat lampu hijau, dapatkan kesepakatan tahap berikutnya. Jangan biarkan momentum yang telah terbangun menjadi mentah kembali. Kita perlu pantang menyerah, tetapi jagalah agar tetap sopan dan sabar. Jangan sampai ide kita ditolak hanya karena kita tampak terlalu ngotot.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selamat membangun ide dan menjualnya dengan mantap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-7272159948123168187?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/7272159948123168187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=7272159948123168187&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7272159948123168187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7272159948123168187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/06/mantap-menjual-ide.html' title='Mantap Menjual Ide'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-6575850765462534913</id><published>2009-06-21T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T02:38:35.700-07:00</updated><title type='text'>Cerdik Mengelola Keuangan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Teori Parkinson mengatakan : “ Pengeluaran meningkat sesuai dengan penghasilan.” Artinya sejalan dengan meningkatnya penghasilan, maka pengeluaran kita pun akan meningkat. Ini akan berlangsung, terlepas dari berapa besarnya pun penghasilan kita. Dengan berjalannya waktu, kita  akan membangun kebiasaan untuk membelanjakan berapapun penghasilan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika menerima gaji pertama di IBM, saya sempat merasa penghasilan saya sangat besar,  rasanya tidak mungkin menghabiskan uang penghasilan itu. Tetapi ternyata tidak lebih dari enam bulan, gaya hidup pun berubah, menyesuaikan dengan penghasilan tersebut. Ketika ada kenaikan penghasilan pun, pengeluaran segera menyesuaikan. Alhasil, bertahun-tahun bekerja, jumlah aset yang dimiliki tidak seimbang dengan jumlah penghasilan.&lt;img src="http://bettialisjahbana.kompasiana.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" mce_src="http://bettialisjahbana.kompasiana.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" title="More..." /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beruntung sekitar 12 tahun yang lalu saya membaca buku “Investing for Dummies” yang mebahas berbagai jenis dan cara investasi. Setelah membaca buku itu saya jadi terterik untuk mempraktekkannya. Untuk itu saya harus menyisihkan uang untuk investasi. Kebiasaan ini  sampai sekarang saya lakukan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak orang merasa kesulitan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk investasi, karena itu  artinya, mereka harus menurunkan standard hidupnya. Pendekatan yang bisa dicoba adalah berjanji untuk menyisihkan 50 % dari setiap kenaikan pendapatan yang akan kita dapatkan sejak hari ini. Jadi  kalau bulan depan pendapatan kita naik 15 %, maka 7,5 % diantaranya  langsung disisihkan. Buatlah rekening bank terpisah, sehingga uang yang akan investasikan ini tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Ini lebih mudah dilakukan karena  kita tidak perlu menurunkan standard hidup kita. Dengan cara ini, ketika kita melakukannya dengan disiplin maka lama-kelamaan kita  akan bisa menyisihkan 15 % lalu 20 % lalu 30 % dari pendapatan kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gembira Dengan Tumbuhnya Aset&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebanyakan orang mengasosiasikan membelanjakan uang dengan kebahagiaan dan mengasosiasikan menabung dengan penderitaan. Kita  harus merubah pola pikir ini.  Tugas kita untuk mulai mengasosiasikan menyisihkan uang untuk investasi dan melihat uang kita tumbuh sebagai kebahagiaan. Semakin kita merasa bahagia  melihat simpanan kita tumbuh, kita akan semakin termotivasi untuk mengurangi pengeluaran dan menambah simpanan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kebanyakan orang yang sukses secara finansial, terbiasa untuk merasa gembira dan puas  menyisihkan uang, berinvestasi dan menumbuhkan uangnya. Sebaliknya kegagalan financial datangnya dari  kebiasaan untuk merasakan  sebagian besar kebahagiaan dari kegiatan membelanjakan uang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lima Pilihan Dasar Investasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika kita membaca koran atau majalah investasi, kita bisa melihat ada banyak sekali pilihan investasi. Meskipun demikian,  pada dasarnya pilihan investasi ini bisa dikelompokkan dalam lima alokasi aset: Tunai, Properti, Obligasi, Saham dan Alternatif. Penelitian  menyimpulkan  keputusan alokasi aset ini lebih mempengaruhi kinerja portfolio ketimbang pilihan saham mana yang dibeli dan waktu pembeliannya. Karenanya, kita perlu memberikan perhatian besar pada alokasi aset.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dana Tunai Memberikan Rasa Aman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Investasi dalam bentuk tunai memberikan perasaan aman bahwa pokoknya tidak pernah berkurang dan dapat di ambil sewaktu-waktu. Menyimpan uang di dalam lemari, di Rekening Tabungan  dan Deposito di Bank adalah contoh-contoh alokasi aset dalam bentuk tunai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun tampaknya alokasi aset dalam bentuk tunai paling aman, akan tetapi daya belinya berkurang dengan berjalannya waktu. Dengan tingkat inflasi sekitar 7 % di  Indonesia saat ini,  tabungan dan deposito yang saat ini tingkat bunganya berada di kisaran 7 % lalu dipotong pajak, jelas nilainya berkurangdengan berjalannya waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umumnya alokasi aset dalam bentuk tunai dipilih ketika banyak hal sedang serba tidak pasti, dan dibutuhkan jaring pengaman dalam menghadapi ketidak pastian itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Properti, pondasi yang kuat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rumah tempat kita  tinggal barangkali adalah proyek keuangan kita yang terbesar dengan asumsi kita tidak menyewanya dari orang lain. Properti yang tidak kita tinggali juga bisa menjadi  pilihan investasi. Biasanya properti nilainya tidak turun bahkan apresiasi harganya lebih tinggi dari tingkat inflasi. Disamping itu properti juga mendatangkan hasil sewa. Investasi di properti bisa dalam bentuk rumah, blok perkantoran, pertokoan, pabrik dll. Lokasi dan rekam jejak pengembang sangat menentukan keberhasilan investasi properti. Kelebihan lain dari properti adalah bisa dijaminkan, sehingga sebetulnya  kita tidak membutuhkan uang yang sangat besar untuk investasi di sini karena bisa menggunakan uang pihak lain (Bank).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Obligasi, memberikan pendapatan tetap lebih besar dari deposito&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Obligasi yang diperjual belikan di pasar saham adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan. Pihak yang mengeluarkan surat obligasi akan membayar bunga pada tanggal-tanggal tertentu dan mengembalikan pokoknya sesuai yang tertera pada sertifikat obligasi pada  hari yang sudah ditentukan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara sederhana, obligasi dapat digambarkan sebagai berikut: Sebuah perusahaan membutuhkan uang dan Anda meminjamkannya sebesar misalnya Rp. 100 juta. Perusahaan itu menjanjikan untuk membayar bunga (kupon adalah istilah yang dipakai) sebesar 10 % setahun, yang dibayar setiap tiga bulan. Jadi Anda menerima Rp. 2.5 juta empat kali dalam setahun. Perusahaan itu juga berjanji akan mengembalikan uang yang Anda pinjamkan senilai Rp.100 juta pada tanggal yang sudah ditentukan, misalnya tanggal 1 Mei 2014.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Obligasi adalah pilihan yang baik apabila kita menginginkan pendapatan yang teratur. Obligasi belakangan ini menjadi sangat populer mengingat investasi ini lebih stabil dibandingkan dengan saham dan memberikan hasil yang lebih baik dibanding deposito. Investor perorangan bisa membeli obligasi   retail secara langsung dengan menghubungi Bank atau pialang. Obligasi retail yang dikeluarkan pemerintah dan sangat populer adalah ORI. Investor perorangan bisa juga  membeli obligasi melalui reksadana. Nilai reksadana obligasi ini bisa naik turun tergantung pada iklim investasi dan kemahiran manager investasi yang mengelolanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saham, resiko tinggi tapi potensinya pun sangat menggiurkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saham pada intinya adalah kepemilikan bagian dari suatu perusahaan. Kita bisa memliki satu lot saham dari seribu lot saham yang tersedia. Dalam hal ini maka kita memeliki seperseribu bagian dari perusahaan itu. Umumnya saham dibeli karena investor mengharapkan dalam jangka  panjang saham ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar dari tunai, properti maupun obligasi. Memang secara umum biasanya saham memberikan keuntungan terbesar, tapi hati-hati,  saham juga bisa menjadi cara termudah untuk menghilangkan uang Kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Reksadana Saham adalah cara alternatif untuk berinvestasi di pasar saham. Cara ini sangat praktis terutama bagi para investor kecil dan bagi mereka yang tidak punya banyak waktu dan ketrampilan untuk menganalisa saham. Reksadana dirancang sebagai alat untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang memiliki modal dan keingingan untuk berinvestasi, tapi memiliki keterbatasan waktu dan pengetahuan. Dana yang telah terkumpul di kelola investasinya oleh Investment Manager. Reksadana saham adalah reksadana yang menginvestasikan paling tidak 80% dari dana yang terkumpul di saham.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Investasi Alternatif, macam-macam pilihan investasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi sekelompok orang,  investasi alternatif adalah barang yang bisa dikoleksi seperti karya seni, mobil antik, wine dll. Kelompok yang lain dari Alternatif adalah investasi yang merujuk pada pergerakan harga saham, komoditi dan mata uang. Beberapa dari deal ini disebut juga derivatif.&lt;br /&gt;Investasi jenis ini hanya untuk investor yang sangat berpengalaman yang tahan untuk mengalami kerugian besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pembahasan lebih detail untuk masing-masing jenis investasi bisa dilihat di :&lt;br /&gt;Investasi Properti Semakin Memikat http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&amp;amp;id=53&lt;br /&gt;Lebih Dalam Tentang Saham&lt;br /&gt;http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&amp;amp;id=47&lt;br /&gt;Obligasi, Memberikan Pendapatan Tetap Lebih Besar dari Deposito&lt;br /&gt;http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&amp;amp;id=58&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap orang mempunyai profil risiko investasi yang berbeda, karenanya, portfolio investasi yang tepat pun berbeda-beda bagi setiap orang. Ada 2 prinsip investasi yang tidak boleh dilupakan :&lt;br /&gt;Tidak akan ada hasil tanpa tindakan.&lt;br /&gt;Kita  harus mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jangan lupa,  kita  tidak perlu kaya untuk mulai investasi, tapi kita tidak bisa kaya tanpa investasi. Jadi kita perlu mulai mengatur pengeluaran   dengan lebih baik, agar kita  bisa menyisihkan uang untuk investasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-6575850765462534913?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/6575850765462534913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=6575850765462534913&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6575850765462534913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6575850765462534913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/06/cerdik-mengelola-keuangan.html' title='Cerdik Mengelola Keuangan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-7398990421110139621</id><published>2009-04-09T09:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T09:48:13.604-07:00</updated><title type='text'>DPT Kisruh, Manajemen yang Buruk atau Kesengajaan ?</title><content type='html'>Tanggal 4 April 2009, ketua RT kami datang berkunjung untuk menyampaikan permintaan maaf   sekaligus penyesalannya bahwa nama kami sekeluarga tidak terdaftar di DPT. Beliau   menyampaikan bahwa ada perbedaan jumlah yang signifikan antara daftar pemilih yang   dikirimkan dan daftar yang kemudian diturunkan sebagai nama-nama yang tercantum dalam DPT.   Beliau kemudian meyakinkan kami bahwa beliau akan berusaha agar nama kami tercantum dalam   DPT Pemilihan Presiden nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kecewa hak kami sebagai warga negara dirampas, tetapi kami tidak memikirkannya   secara serius. Demikian juga ketika salah seorang peserta milis QBmember menanyakan   kemungkinan ada konspirasi dibalik kisruh DPT ini, saya secara otomatis menepisnya dan   menyampaikan pendapat bahwa ini hanya masalah manajemen yang buruk saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam (malam menjelang pemilu legislatif), saya terjebak dalam kemacetan lalulintas   Jakarta pada jam pulang kantor. Sepanjang jalan saya mendengarkan berita radio Trijaya yang   melaporkan sekaligus mengintervieu berbagai pihak dan kelompok yang namanya tidak tercantum   dalam DPT. Ternyata banyak sekali nama-nama yang hilang  dalam DPT. Pagi ini, saya membaca   berita di koran Kompas, yang headline nya : "DPT Kisruh, Rakyat Kehilangan Hak Pilih" dan&lt;span id="faq1" style="display: block;" class="style13"&gt;headline yang lain berjudul "Mereka Pun Dipaksa Jadi Golput". Kedua berita itu menampilkan    data-data tentang banyaknya nama-nama calon pemilih sah yang tidak tercantum dalam DPT, persis seperti kasus yang saya alami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a name="feedBack" onclick="ToggleFAQ(document.getElementById('faq1'));" class="qa_q"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="faq1" style="display: block;" class="style13"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peringatan Dini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisruh DPT yang terjadi belakangan ini sebenarnya mengkonfirmasi hasil audit LP3ES pada   Agustus 2008 terhadap daftar pemilih yang saat itu masih berstatus sementara (DPS). Audit   dilakukan secara dua arah, yakni dengan mencocokkan nama dari daftar pemilih ke masyarakat   (list-to-people test) dan sebaliknya mewawancarai sejumlah orang untuk dicocokkan dengan   daftar pemilih (peole-to-list test). Audit ini melibatkan lebih dari 7.800 responden di   seluruh wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menemukan 20,8% pemilih belum terdaftar melalui tes people-to-list, sebaliknya   melalui tes list to people, audit juga menemukan 19,8% nama yang terdapat di dalam daftar   tidak lagi bertempat tinggal di alamat tersebut, baik secara permanen maupun sementara   waktu. Audit juga menemukan 3,3% nama tidak valid, yakni nama yang seharusnya tidak   terdaftar tetapi ada dalam daftar, karena telah meninggal dunia, nama dan alamat tidak   dikenal, serta orang yang tidak memiliki hak pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekisruhan soal DPT ini  diperkuat dengan  dugaan penggelembungan DPT di Kabupaten Sampang   dan Bangkalan terkait pemilihan kepala daerah di Jawa Timur, kini kisruh mengenai DPT   merembet ke sejumlah daerah lain seperti Ngawi, Pacitan, Magetan, dan Trenggalek; bahkan   meluas pula di provinsi-provinsi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerah daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilu legislatif terus dipersoalkan, Komisi   Pemilihan Umum (KPU) menantang partai politik (parpol) bertemu dan adu data. KPU   mempersilakan parpol membawa data pemilih yang diduga telah digelembungkan atau   dimanipulasi."Kalau mau, atur saja pertemuan head to head KPU dengan parpol," kata anggota   KPU, I Gusti Putu Artha, Selasa (24/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemerintah Terkesan Lepas Tangan ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangkal penyebab kekisruhan DPT adalah sumber data dan proses verifikasi yang lemah. Daftar   penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diberikan Depdagri dan menjadi dasar KPU   menyusun daftar pemilih merupakan data yang buruk kualitasnya. Ini terjadi karena masalah   administrasi kependudukan kita belum tertata dengan baik, belum mampu mengantisipasi   berbagai persoalan kependudukan secara komprehensif seperti kepemilikan KTP ganda,   kepindahan domisili, up date kelahiran atau kematian,dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sumber datanya bermasalah, proses pemutakhiran data yang dilakukan KPU juga tidak   maksimal; baik karena petugas lapangan (PPS dan PPDP) terlambat terbentuk ataupun karena   keterlambatan pencairan dana sehingga kinerjanya tidak efektif. Menurut hasil audit LP3ES   terhadap DPS (Agustus 2008) terungkap, sebagian besar petugas (65,9%) mengaku belum   melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membahas masalah DPT dan wacana penundaan pemilu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono   melakukan pembicaraan informal dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla; Ketua DPR, Agung Laksono;   dan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Pertemuan itu digelar seusai pelantikan Hakim   Konstitusi, Harjono, di Istana Negara. Hasilnya, mereka sepakat kisruh DPT tak perlu membuat   pemilu ditunda. Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, menegaskan persoalan DPT bukan urusan   pemerintah. Pemerintah, kata dia, telah menyerahkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu   (DP4) kepada KPU sejak 5 April 2008. DP4 itulah yang diolah dan disisir KPU hingga menjadi   DPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tuntasnya permasalahan daftar pemilih tetap pada pemilu legislatif 2009 sebenarnya   bukanlah tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum semata, tetapi juga pemerintah. Pasalnya,   penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) dan DPT didasarkan pada daftar penduduk potensial   pemilih pemilu (DP4) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan   Departemen Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu juga termaktub pada UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelengaraan Pemilu yang   menyebutkan, meski otoritas teknis dibebankan pada institusi elektoral (KPU, KPUD, Bawaslu,   dan Panwaslu), tanggung jawab atas sukses atau tidaknya  Pemilu tetap jadi tanggung jawab   pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;National Identity Number, Sudah Sampai Dimana ?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kita sudah memiliki nomor identitas nasional, masalah kisruh DPT ini mestinya   dapat dihindari. National Identity Number adalah salah satu Flagship program dari Dewan   Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Nasional (Detiknas). Flagship yang oleh  Depdagri,   sebagai institusi yang bertugas untuk mengawalnya, disebut Nomor Induk Kependudukan,   merupakan identitas tunggal dan kunci akses dalam melakukan verifikasi dan validasi data   jati diri seseorang guna mendukung pelayanan publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIK bersifat unik atau khas dan tunggal serta melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai   penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup. Konfigurasi dan struktur NIK akan terdiri dari   16 digit. Yaitu enam digit pertama merupakan kode wilayah provinsi, kab/kota dan kecamatan.   Enam digit kedua merupakan tanggal, bulan, dan tahun lahir pemegang NIK. Nah, empat digit   terakhir merupakan nomor urut atau nomor seri pendaftaran yang dikreasi oleh sistem sesuai   nomor urut kecamatan bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jangka panjangnya, NIK yang tercantum di setiap KTP akan menjadi acuan kepentingan   administrasi seperti pembuatan akte, pengurusan kerja dan usaha, paspor, Surat Izin   Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), polis asuransi, sertifikat hak atas tanah,   dan penerbitan dokumen indentitas lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sampai di mana kemajuan flagship  Detiknas, sebuah dewan yang dipimpin langsung oleh   Presiden Indonesia dan beranggotakan 11 menteri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pertanyaan yang menjadi judul artikel ini : "Kisruh DPT, Manajemen yang Buruk   atau Kesengajaan ?", sejujurnya saya tidak tau jawabannya. Yang pasti, dari   informasi-informasi  di atas, saya melihat pemerintah tidak serius mengambil tindakan   terhadap masalah serius yang sudah terindikasi sejak dini ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-7398990421110139621?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/7398990421110139621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=7398990421110139621&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7398990421110139621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7398990421110139621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/04/dpt-kisruh-manajemen-yang-buruk-atau.html' title='DPT Kisruh, Manajemen yang Buruk atau Kesengajaan ?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-6989004477813287074</id><published>2009-04-09T09:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T09:41:19.525-07:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang Branding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sd4lAAfbrcI/AAAAAAAAAiI/0xxC2d0Dpl4/s1600-h/qb+logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 360px; height: 251px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sd4lAAfbrcI/AAAAAAAAAiI/0xxC2d0Dpl4/s400/qb+logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322732491660570050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman minta saya menulis tentang Branding. Sejujurnya branding adalah suatu topik bahasan yang lumayan panjang. Jadi saya mencoba membahas intisarinya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah brand didefinisikan sebagai nama, istilah, ungkapan, simbul dan desain yang ditujukan untuk menjelaskan barang dan jasa yang dijual dan membedakannya dari barang dan jasa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu brand yang baik akan mencapai hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *  Menyampaikan pesan dengan jelas&lt;br /&gt;*  Membuat / membangun kredibilitas kita&lt;br /&gt;*  Menumbuhkan hubungan emosional dengan prospek yang kita targetkan&lt;br /&gt;*  Memotivasi pembeli&lt;br /&gt;*  Memantapkan kesetiaan pengguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar branding berhasil, kita harus mengerti kebutuhan dan keinginan pelangan / prospek kita lalu membangun dan menyampaikan pesan yang menjawabnya pada setiap interaksi dengan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand kita akan melekat di hati dan pikiran pelanggan / prospek dan merupakan hasil akumulasi dari semua pengalaman dan persepsi selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mendefinisikan Tujuan Brand Kita&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar manajemen brand kita efektif, kita harus mempunyai definisi yang jelas tentang siapa target audience kita dan apa yang harus dicapai oleh brand kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand dibangun dari kepribadian, image, competensi inti dan karakteristik-karakteristik perusahaan. Impresi yang kita bentuk dan kata-kata yang digunakan orang&lt;a name="feedBack" onclick="ToggleFAQ(document.getElementById('faq2'));" class="qa_q"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="faq2" style="display: block;" class="style13"&gt;untuk menjelaskan perusahaan kita pada orang lain membentuk brand kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand yang kuat membangun kredibilitas, kita jadi bisa punya pengaruh yang kuat pada pasar kita dan memotivasi pelanggan dan prospek untuk membeli dari kita. Bila brand ini dibangun dengan baik, perusahaan kita akan di pandang sebagai pemimpin bukan pengikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendefinisikan tujuan brand, kita perlu bertanya pada diri sendiri :&lt;br /&gt;*  Apa yang kita inginkan dari brand kita ?&lt;br /&gt;*  Apa yang kita ingin orang lain ketahui dan katakan tentang produk dan jasa kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bisa mendefinisikan objektif kita dengan spesifik, akan lebih mudah bagi kita untuk membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya saja, bila tujuan kita adalah memposisikan perusahaan kita sebagai pemimpin di industrinya, maka kegiatan yang bisa dilakukan misalnya adalah :&lt;br /&gt;*  Membuat salah satu tim perusahaan kita bicara di event/seminar penting&lt;br /&gt;*  Memberikan kuliah pada pertemuan para profesional di industri yang kita geluti&lt;br /&gt;*  Menulis artikel di surat kabar , majalah atau media online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Branding dari dalam keluar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marketing sebaiknya di mulai dari dalam keluar. Kita perlu meyakinkan semua pegawai mendukung brand kita. Untuk itu beberapa langkah perlu dilakukan :&lt;br /&gt;*  Selaraskan Brand, nilai-nilai dan budaya perusahaan. Yakinkan pesan brand kita  sejalan dengan nilai-nilai perusahaan.&lt;br /&gt;*  Rekrut pegawai dengan ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan brand perusahaan . Sistem insentif juga harus sejalan dan menunjang brand.&lt;br /&gt;*  Tekankan terus menerus nilai-nilai dan sikap yang merefleksikan brand perusahaan. Lakukan itu terus menerus sehingga ini menjadi sesuatu yang natural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konsistensi akan memperkuat image&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinkan bahwa setiap hal yang dilakukan perusahaan memberikan kesan yang saling memperkuat. Secara grafis artinya logo yang standard dan pilih warna perusahaan dan gaya yang akan digunakan. Secara konten, ini artinya mendefiniskan pokok-pokok pesan marketing yang secara jelas, padat dan memikat menyampaikan pesan penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontinuiti adalah strategi dan proses mengkoordinasikan semua elemen pesan marketing untuk mencapai tampilan dan kesan perusahaan, produk dan jasa yang konsisten dan mudah di ingat.. Kontinuiti sangat penting di jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga kontinuiti ini tidak sesederhana kedengarannya. Ini membutuhkan usaha penuh dalam rentetan kegiatan marketing dari awal sampai akhir agar tidak ada hal-hal yang menyimpang yang akan mendilusi identitas perusahaan dan mengurangi efektifitas pesan marketing yang ingin disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand yang kuat sangat berharga, apalagi ditengah persaingan yang sangat ketat saat ini. Karenanya sangat penting untuk mengalokasikan waktu untuk melakukan riset, mendefinisikan dan membangun brand kita. Brand kita adalah janji kita pada para pengguna dan merupakan pondasi dari komunikasi marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita semua ingin memiliki brand yang kuat. Karenanya mulailah lakukan riset tentang kebutuhan dan keingingan target market kita lalu definisikan apa yang ingin kita capai melalui brand kita dan kesan apa yang kita ingin orang lain tangkap dan bicarakan tentang kita. Lalu rencanakan dan laksanakan kegiatan-kegiatan yang akan membuat brand kita terbentuk sesuai dengan apa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan : sebagian materi di peroleh dari about.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-6989004477813287074?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/6989004477813287074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=6989004477813287074&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6989004477813287074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6989004477813287074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/04/sekilas-tentang-branding.html' title='Sekilas Tentang Branding'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/Sd4lAAfbrcI/AAAAAAAAAiI/0xxC2d0Dpl4/s72-c/qb+logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-550878204775377408</id><published>2009-01-26T23:46:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T00:01:22.156-08:00</updated><title type='text'>Merangsang Kreativitas dan Inovasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SX6-po3SE7I/AAAAAAAAAiA/ety4S5XA0b8/s1600-h/dare+to+be+different.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 356px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SX6-po3SE7I/AAAAAAAAAiA/ety4S5XA0b8/s400/dare+to+be+different.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295879834387485618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 telah dicanangkan sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Industri kreatif diharapkan akan tumbuh dan berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian Indonesia.  Kreatifitas tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang bergerak di industri kreatif, melainkan oleh semua, baik organisasi maupun perorangan. Ditengah persaingan yang semakin ketat dan tantangan krisis ekonomi kini, kreatifitas menjadi semakin dibutuhkan untuk sukses dan berprestasi cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kreatifitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk berimaginasi dan  menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan ide-ide yang sudah ada dengan cara yang belum dipikirkan sebelumnya. Ide-ide kreatif yang kemudian diproses melalui beberapa tahapan sehingga menghasilkan produk atau jasa atau model bisnis disebut inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempegaruhi kreativitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klukken, Parsons, dan Columbus [1] menginterview delapan insinyur yang dikenal sangat kreatif. Dari interview itu disimpulkan, ada empat hal yang menurut para insinyur itu mempengaruhi kreatifitas mereka :&lt;br /&gt;1.Motivasi personal. Para insinyur ini mencari kesempatan untuk kreatif dan berusaha untuk mencari solusi yang baru dan berbeda, termasuk pada problem-problem yang tampak biasa.&lt;br /&gt;2.Lingkungan. Para insinyur ini berkibar dalam lingkungan yang memberikan kebebasan untuk bereksperimen dan  boleh gagal dalam upaya untuk mengejar ide-ide baru.&lt;br /&gt;3.Keahlian dan keterbukaan. Mereka ahli di bidangnya namun tetap terbuka pada informasi dan ide-ide baru. Mereka  bisa menerima pendekatan-pendekatan baru, terutama dari sumber yang diluar bidang keahliannya.&lt;br /&gt;4.Proses. Para insinyur ini sangat menikmati pengalaman subjektif yang di dapat dari berbagai tantangan dan proses melahirkan inovasi. Mereka sangat terlibat dengan masalah yang ingin dipecahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang menghambat kreatifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang punya bakat kreatif, namun demikian tidak semua orang  kreatif. Mengapa demikian ?  Ada hal-hal yang menghambat kreatifitas.  Banyak orang menghindari dan menyangkal masalah sampai terlambat. Padahal masalah adalah peluang untuk lahirnya kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tidak mungkin adalah penghambat kreativitas lainnya.  Ketika kita merasa bahwa sesuatu tidak mungkin dilakukan, sebetulnya kita telah kalah sebelum perang. Mirip dengan ini adalah merasa tidak mampu. Beberapa orang berpikir bahwa suatu masalah hanya bisa di pecahkan oleh ahlinya yang bukan dirinya. Mereka merasa tidak cukup cerdas dan berpengalaman. Padahal, pikiran yang optimis , sikap positif disertai dengan ketrampilam memecahkan masalah sangat besar pengaruhnya dalam kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tidak kreatif. Semua orang mempunyai bakat kreatif. Amati saja anak-anak ketika mereka bermain dan berkhayal, sungguh kreatif. Masalahnya sistem pendidikan saat ini telah menghambat kreatifitas. Karenanya, yang perlu dilakukan adalah membuat kreatifitas ini muncul lagi ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha kita untuk selalu tampil dewasa dan canggih, seringkali kita memupus sikap kreatif dan ceria yang menandai masa kecil kita. Padahal ketika kita bisa memecahkan suatu masalah penting, siapa yang peduli kalau kita kekanak-kanakan. Bukankah bermain itu menyenangkan ?&lt;br /&gt;Tidak berani tampil beda karena kuatir pada penilaian orang lain adalah penghambat kreativitas yang lain. Seakan-akan ada tekanan sosial yang memaksa  kita patuh, menjadi orang biasa dan tidak kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tips perangsang kreativitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang bisa kreatif. Berikut ini adalah sepuluh tips yang bisa dilakukan untuk merangsang kreativitas :&lt;br /&gt;1.Tenggelamkan diri kita dalam suatu domain atau problem. Pelajari sedalam mungkin, jadilah ahlinya. Hal ini tentu membutuhkan waktu, usaha dan komitmen.&lt;br /&gt;2.Jadilah orang yang subur dengan ide. Biarkan ide mengalir tanpa evaluasi dan kritik, termasuk ide-ide yang tidak biasa, tidak masuk akal dan menggelikan. Jangan risaukan ide yang tolol sekalipun. Bila kita tertawa pada ide kita, itu artinya kita ada di jalur yang benar.&lt;br /&gt;3.Gunakan alat untuk menggambarkan ide-ide dan pemikiran kita. Catat ide-ide, tuliskan semuanya langsung ketika ide itu timbul, jangan sampai lupa. Jangan andalkan ingatan kita, bisa-bisa ide brilyan kita lewat begitu saja. Selain ditulis, buatlah sketsa, gambar dan diagram. Buat modelnya dengan memanfaatkan komputer dan buat prototipenya. Visualisasi sangat efektif untuk mewakili informasi. Gambar, model dan prototipe mengantar kita pada pemahaman dan penghayatan yang lebih mendalam. Banyak karya inovatif dilahirkan dengan membuat visualisasi yang baik.&lt;br /&gt;4.Lemparkan ide-ide pada orang lain. Bangun kemampuan mengkomunikasikan ide kita dengan efektif. Kita harus bisa meyakinkan orang lain bahwa ide kita patut di tindak lanjuti.&lt;br /&gt;5.Hindari pengambilan keputusan yang terlalu awal. Jangan puas dengan solusi yang biasa. Bila kita tahu satu cara untuk memecahkan masalah, cari cara yang lain. Hindari tekanan untuk mencapai solusi cepat. Jangan berhenti pada ide baik yang pertama. Setiap desain dapat diperbaiki. Ketika kita punya ide yang bagus, cari ide yang lebih bagus lagi.&lt;br /&gt;6.Jangan takut untuk berbeda. Hindari tekanan kelompok. Jadilah pemikir yang bebas. Evaluasi informasi dengan kritis. Pertanyakan asumsi-asumsi. Jangan terjebak pada tradisi dan kebiasaan. Ambil resiko.&lt;br /&gt;7.Terbukalah pada ide-ide baru. Coba perpektif yang bervariasi, peran yang berbeda atau sudut pandang yang berbeda. Pemahaman dan sudut pandang yang berbeda bisa juga datang dari orang dengan disiplin ilmu yang lain. Individu yang kreatif seringkali bisa memberikan kontribusi pada beberapa bidang.&lt;br /&gt;8.Praktekkan dan pecahkan masalah. Desain sesuatu. Bangun pengalaman yang kuat. Lakukan secara teratur. Jadikan berpikir kreatif kebiasaan dan  bagian dari keseharian. Sisihkan waktu setiap hari untuk menjadi kreatif. Hadapi halaman buku kosong dan isilah dengan ide-ide.&lt;br /&gt;9.Tindak lanjuti ide-ide hingga tuntas. Selesaikan proyek yang sudah dimulai. Tidak seorang pun akan tahu seberapa kreatif kita kalau kita tidak merealisasikannya dan membawanya ke masyarakat.&lt;br /&gt;10.Ambil kesempatan untuk bersantai, jalan-jalan atau berenang. Manjakan diri kita dengan sesuatu yang lain. Saat-saat seperti ini akan memberikan kesempatan untuk berpikir, dan seringkali, membawa hal-hal baru untuk dipikirkan. Pemahaman yang dalam kadang-kadang datang tanpa diduga pada saat sedang santai, jauh dari lingkungan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai sukses  membutuhkan ketrampilan analitis,  kreatifitas dan ketrampilan praktis. Selama ini pendidikan lebih memberikan fokus pada ketrampilan analitis, karenanya sering kali bakat kreativitas yang kita miliki terpendam.  Yang kita butuhkan adalah membuat bakat-bakat kreatif yang terpendam muncul kepermukaan. Selamat memunculkan bakat-bakat kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Rujukan :&lt;br /&gt;[1] Klukken, P.G., Parsons, J.R., and P.J. Columbus. “The Creative Experience in Engineering Practice: Implications for Engineering Education.” Journal of Engineering Education, April 1997, Vol. 86, No. 2, 133-138.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]Everyday Creativity: Principles for Innovative Design, Dr. Larry G. Richards&lt;br /&gt;[3] Sumber Gambar : http://www.liverpoolscottish.org.uk/dare%20to%20be%20different1.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-550878204775377408?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/550878204775377408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=550878204775377408&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/550878204775377408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/550878204775377408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/01/merangsang-kreativitas-dan-inovasi.html' title='Merangsang Kreativitas dan Inovasi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SX6-po3SE7I/AAAAAAAAAiA/ety4S5XA0b8/s72-c/dare+to+be+different.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-8919312801038695056</id><published>2009-01-11T17:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T17:57:00.824-08:00</updated><title type='text'>Pecahkan Persoalan Pada Akar Masalahnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SWqixnp_LsI/AAAAAAAAAhw/xeyf8hVAN_Q/s1600-h/foto+kemacetan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 247px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SWqixnp_LsI/AAAAAAAAAhw/xeyf8hVAN_Q/s400/foto+kemacetan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290219685642448578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;Sumber Foto : Kabarindonesia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami mengeluh pada dokternya bahwa istrinya belakangan ini  mulai tuli. Si dokter menanyakan, seberapa dekat ia harus bicara sampai istrinya bisa mendengar. Sang suami tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dokter lalu memintanya untuk mencari tau jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami bergegas pulang. Di pintu gerbang rumah suami berseru : “Sayang, saya sudah pulang, kita makan apa malam ini ?”.  Tidak terdengar jawaban.  Memasuki pintu  ruang tamu, suami kembali menyerukan pertanyaan yang sama, kali itu pun tidak terdengar jawaban.  Masuk ke ruang tengah, suami kembali mengucapkan kalimat yang sama untuk ketiga kalinya, di sana pun ia tidak mendengar jawaban. Suami lalu mendekati istrinya yang pada waktu itu sedang memasak di dapur. Setelah dekat ia mengulangi kalimat yang sama : “ Sayang, saya sudah pulang. Kita makan malam apa malam ini ? “ Si istri lalu menjawab :”Malam ini kita makan ayam,  sayang. Kan saya sudah menjawabnya empat kali. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas hanyalah sedikit ilustrasi bahwa  sebelum memecahkan masalah kita perlu tau akar masalahnya, bila tidak, tentunya masalahnya tidak akan terpecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbagai Usaha mengurangi Kemacetan Lalu Lintas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Senin minggu lalu, jam masuk sekolah dimajukan menjadi jam 6:30 pagi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Lalu, untuk tujuan yang sama, dalam waktu dekat, jam kerja kantor swasta akan di atur sesuai dengan lokasi kantor : Jakarta Utara dan Pusat 07:30 – 15:30, Jakarta Barat dan Timur  08:00 – 16:00, Jakarta Selatan 09:00 – 17:00. Jam kerja kantor pemerintah tidak mengalami perubahan karena terkait pelayanan warga, demikian juga Bank, dikecualikan dari pengaturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha penyebaran waktu perjalanan menuju dan pulang kantor untuk mengurangi kemacetan lalu lintas tentu sah-sah saja. Permasalahannya, bisakah Pemda DKI mengatur jam kantor perusahaan ? Setiap perusahaan mempunyai kebijakan dan pengaturan kerja masing-masing. Dasarnya bukan lokasi kantor, tapi bagaimana agar perusahaan dapat melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggannya lebih baik dari pesaingnya  dan  agar perusahaan berkinerja baik. Pelanggan suatu perusahaanpun tidak terbatas pada pelanggan di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara.  Kantor pemerintah dan Bank dikecualikan dari pengaturan jam kerja dengan alasan harus melayani warga. Pertanyaannya, apakah hanya kantor Pemerintah dan Bank yang harus melayani ? Dalam situasi ekonomi yang sulit seperti ini, untuk survive, layanan pelanggan yang prima adalah salah satu kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Trasportasi publik yang tidak memadai, akar masalah kemacetan Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat pada nasihat, pecahkan persoalan pada akar masalahnya. Megatur jam kerja kantor swasta adalah salah satu pemencahan kemacetan lalu lintas. Tapi saya yakin, kalaupun itu berhasil dilakukan, hasilnya hanya bersifat jangka pendek saja. Saya berpendapat, pemecahan itu tidak pada sumber permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kemacetan di Jakarta adalah tidak seimbangnya antara volume kendaraan dengan jumlah ruas jalan yang ada. Hal ini biasa terjadi di kota-kota yang tidak memiliki transportasi publik yang memadai. Jadi, bila ingin memecahkan kemacetan Jakarta, Pemda DKI harus lebih serius dalam menyediakan fasilitas trasportasi publik yang nyaman, anti macet dan memberikan waktu tempuh yang lebih singkat. Bila ini ada, kecenderungan penduduk Jakarta untuk memiliki kendaraan sendiri akan berkurang secara signifikan. Juga bila fasilitas transportasi publik yang baik telah tersedia,  pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui ERP ( Electronic Road Pricing), peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi dll. bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Busway antara harapan dan realita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pembangunan Busway mulai dilakukan, sebetulnya saya sangat berharap bahwa Busway bisa menjadi solusi bagi kemacetan di Jakarta. Apalagi dalam konsepnya Busway ini dipadukan dengan KRL ( Kereta Rel Listrik). Saya pun pernah membaca bahwa Sistem Busway di Jakarta yang menjadi kajian studi Masyarakat Transportasi Asia Timur ini dianggap mengesankan. Dengan panjang total 100 kilometer, sistem ini adalah yang terpanjang di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika dalam proses pembangunan jalur khususnya, saya yang tinggal di kawasan Ragunan harus kena macet yang luar biasa, saya pun dengan rela menerimanya, toh ini demi kebaikan jangka panjang.  Terbayang dalam benak saya, suatu saat saya akan naik Busway ke kantor. Pada saat itu kantor saya di gedung Landmark. Dalam bayangan saya, waktu tunggu Busway akan 5 menit sesuai dengan yang dijanjikan, Busway akan bebas macet, karena menggunakan jalur khusus, sehingga waktu tempuh ke kantor ;  Ragunan – Landmark, tidak akan lebih dari setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dua tahun setelah pembangunannya, bayangan itu jauh dari kenyataan. Antrian di halte tunggu Ragunan dan halte tunggu Landmark sering sangat panjang. Waktu tunggu yang seharusnya 5 menit, ternyata sekitar setengah  jam. Di dalam bus pun terlihat sangat padat, jauh dari nyaman. Lalu, karena jalur busway nya sering kosong, kendaraan lain pun turut menggunakan jalur tersebut.  Sebagai akibatnya, waktu tempuh yang pendekpun tidak tercapai.  Dalam keadaan seperti itu, tentu saja kebanyakan orang tetap memilih memakai kendaraan pribadinya, termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi berpendapat, dari pada mengatur jam kantor swasta, yang bukan merupakan akar masalah, kenapa Pemda DKI tidak lebih serius membenahi transportasi publik, yang merupakan akar masalah. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya :&lt;br /&gt;1.Penambahan armada untuk mengurangi penumpukan calon penumpang.&lt;br /&gt;2.Pendekkan  selang waktu antar bus.&lt;br /&gt;3.Penambahan fasilitas seperti toilet umum.&lt;br /&gt;4.Pengaturan calon penumpang.&lt;br /&gt;5.Penertiban jalur busway bersama dengan aparat kepolisian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga harapan untuk melihat Jakarta memiliki transportasi publik yang nyaman, anti macet, waktu tempuh singkat bisa tercapai, sehingga banyak orang akan dengan senang hati menggunakannya dan kemacetan lalu lintas berkurang drastis. Sambil menunggu, kami memanfaatkan TIK dalam proses kerja kantor kami, sehingga kami bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja tanpa perlu bermacet-macet, kecuali bila barus bertemu klien. Dengan demikian, bila Pemda DKI mengatur jam kantor, kami pun tidak perlu pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-8919312801038695056?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/8919312801038695056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=8919312801038695056&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8919312801038695056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8919312801038695056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2009/01/pecahkan-persoalan-pada-akar-masalahnya.html' title='Pecahkan Persoalan Pada Akar Masalahnya'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SWqixnp_LsI/AAAAAAAAAhw/xeyf8hVAN_Q/s72-c/foto+kemacetan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3170390157304431495</id><published>2008-12-25T05:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T05:17:53.676-08:00</updated><title type='text'>Sumber Inspirasi itu Telah Pergi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVOHwuntPFI/AAAAAAAAAhg/10L2XCf2V14/s1600-h/ISK2++PASSPORT.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVOHwuntPFI/AAAAAAAAAhg/10L2XCf2V14/s400/ISK2++PASSPORT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283716059053767762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa 16 Desember  jam 23:10, sms  mengagetkan itu datang : “ Mas Is telah meninggalkan kita selamanya”.  Badan saya terasa lemas. Sejak sore hari, ketika Mario melaporkan perkembangan keadaan mas Is di ICU, saya terus berdoa agar Mas Is bisa sembuh. Tapi Allah SWT berkehendak lain, Mas Is ternyata harus meninggalkan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Is adalah panggilan kami untuk Prof. Iskandar Alisjahbana. Banyak yang mengira, almarhum adalah ayah saya, padahal Ia adalah kakak suami saya, Mario. Mas Is adalah kakak ipar yang sangat saya kagumi. Selain pandai,  progressive dan berwawasan luas,  Ia juga seorang guru dan motivator yang efektif. Ketika kabar meninggalnya beredar, banyak sekali ucapan bela sungkawa yang kami terima, banyak diantaranya bukan sekedar ungkapan bela sungkawa, namun juga ungkapan penghargaan dan kesan-kesan khusus tentang Mas Is.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya semakin merasakan betapa saya beruntung berkesempatan untuk mendapatkan masukan dan pandangan-pandangan beliau. Di acara kumpul-kumpul keluarga besar Alisjahbana, yang biasanya berlangsung di vila keluarga di desa Tugu, Puncak Bogor, Mas Is dan saya  hampir selalu terlibat dalam pembicaraan serius dan seru. Ada banyak hal yang sama-sama menarik perhatian kami. Bagi saya, berdiskusi dan berdebat dengan Mas Is selalu sangat menarik. Mas Is selalu punya pemikiran-pemikiran yang sangat original dan jauh kedepan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang unik dari Mas Is adalah, di setiap kesempatan bertemu, Ia selalu menyelipkan tantangan untuk melakukan hal yang lebih. Misalnya, ketika saya masih di IBM, dan sudah menduduki posisi Presiden Direktur selama 8 tahun, Mas Is sering bertanya :” Betti, masih di IBM juga ? Mau cari apa lagi kamu di situ ? Ayo bikin sesuatu yang baru dong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun belakangan ini, ketika saya diangkat menjadi Anggota Wali Amanah ITB, mas Is semakin rajin mengajak saya diskusi. Mas Is ingin hal-hal yang belum berhasil direalisasikan ketika beliau menjabat Ketua Majelis Wali Amanah ITB bisa diteruskan. Misalnya saja, Mas Is ingin ITB tidak menjadi menara gading, melainkan tempat di mana technopreneurship tumbuh dan berkembang dan menjadi pendorong tumbuhnya industri berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih aktif di ITB dulu, Mas Is memang  merintis technopreneurship di kampus. Beliau berpendapat bahwa  masyarakat Perguruan Tinggi tidak boleh hanya mengejar Academics-Excellence berikut Titel Dr, Ir saja. Tetapi Academic-science harus didampingi Corporate-Science, supaya lapangan-pekerjaan (yang berbasis Science &amp; Technology) dapat terbentuk dan terbina. Dengan semangat technopreneurship yang dimilikinya, Mas Is  mendirikan dua perusahaan, PT RFC pada tahun 1970 serta PT Pasifik Satelit Nusantara tahun 1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang sering menjadi topik diskusi kami adalah tentang IPR dan Open source. Dibawah ini adalah petikan dari artikel yang pernah ditulisnya untuk Qbheadlines.com :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lawrence Lessig, seorang guru besar ilmu Hukum di Universitas Stanford USA, mempunyai pemikiran yang agak bertolak belakang dengan pemikir ilmu ekonomi pada umumnya. Beliau membedakan dua macam komoditas ekonomi. Yang pertama adalah komoditas ekonomi berbentuk benda fisik, seperti mobil, rumah atau kebun. Macam komoditi yang kedua adalah komiditas intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kawan Anda meminjam mobil Anda, maka Anda tidak dapat lagi menggunakan atau men- dayagukan mobil tersebut. Tetapi jika komoditas intelektual berupa penemuan, pemikiran dan inovasi Anda dipinjam, ditiru, diubah, diperbaiki atau didayagunakan oleh orang atau masyarakat lain, maka Anda tetap tiap saat masih dapat mengembangkan dan mendayagunakan penemuan dan pemikiran Anda semula, yang ditiru tadi, yang kemungkinan besar berbentuk lain sekali dari yang ditiru kawan Anda tadi. Menurut Lawrence Lessig ini adalah fenomena dasar pemekaran, pengembangan dan pembaharuan budidaya masyarakat pada umumnya. Ini adalah cara pengembangan budidaya masyarakat yang paling alamiah dan yang terpenting terjadi setiap masa beratus tahun lampau, di seluruh masyarakat dunia.&lt;br /&gt;“Re-mixing is how Culture gets made” adalah perumusan asli dari Prof. Lawrence Lessig.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Development as Freedom” atau “Pemberdayaan Budidaya adalah hak azasi Manusia” , adalah kata mutiara pemenang hadiah Nobel Amarthia Sen yang mendukung sangat teori atau pemikiran Lawrence Lessig. Menurut pemikir-pemikir kelompok ini, pelaksanaan dan perpanjangan waktu aturanmain Intelectual Property Right yang berlaku sekarang ini, adalah sebagian besar hasil karya atau manipulasi para ilmuwan yang dibiayai oleh para industriawan raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah muncul - pada waktu yang tepat sekali - kecendekiawanan dan kreavitas para dosen, mahasiswa dan ilmuwan MIT dengan penemuan Open Source Software Movement, yang penulis namakan Open Source Capitalism, yang mungkin sekali kelak merambat ke bidang ilmu lainya.  Indah dan tepat sekali kecendekiawanan  MIT yang mampu menemukan dan memperbaharui aturan main kompetisi dan kooperasi Level and Even Playing Field ahli filsafat Adam Smith. Semua software dan courseware boleh ditiru, dipergunakan dan diperbaiki oleh siapa saja, demi kebaikan dan percepatan perkembangan budidaya masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan akhir hanya dapat dikatakan bahwa perjalanan sejarah atau Conscious Evolution, budidaya manusia selanjutnyalah yang akan menentukan aturan main . Level and Even Playing Field Capitalism yang mana, yang pasar ekonomi global akan kembangkan dan gunakan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan  Mas Is. Semoga Mas Is mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan cita-cita Mas Is bisa kami teruskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3170390157304431495?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3170390157304431495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3170390157304431495&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3170390157304431495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3170390157304431495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/12/sumber-inspirasi-itu-telah-pergi.html' title='Sumber Inspirasi itu Telah Pergi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVOHwuntPFI/AAAAAAAAAhg/10L2XCf2V14/s72-c/ISK2++PASSPORT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-8675609144454418332</id><published>2008-12-25T04:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T04:59:27.243-08:00</updated><title type='text'>Terbuka, Partisipatif dan Maju, Benang Merah antara Open Source dan Obama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVODiqIbSlI/AAAAAAAAAhY/Ex5Tx0GsKzs/s1600-h/foto1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVODiqIbSlI/AAAAAAAAAhY/Ex5Tx0GsKzs/s400/foto1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283711419284146770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 18-19 November 2008, sebagai Duta Open Source Indonesia dan Ketua Umum AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia)  saya  berpartisipasi aktif dalam Asia Africa Conference on Open Source. Konferensi ini di hadiri oleh 160 orang dari 13 negara. Acara yang ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jakarta tentang Open Source ini semakin meyakinkan saya bahwa kita akan maju jauh lebih cepat dengan membangun sistem yang terbuka  yang memungkinkan partisipasi dan kontribusi  aktif masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open Source Software adalah salah satu contoh keterbukaan dan partisipasi aktif masyarakat yang saya maksud.  Paragraf singkat ini menjelaskannya : “The basic idea behind open source is very simple : when programmers can read, redistribute, and modify the source code for a piece of software, the software evolves. People improve it, people adapt it, people fix bugs. And this can happen at the speed that, if one is used to the slow pace of conventional software development, seems astonishing.” www.opensource.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Open Source Software untuk Membangun Sistem Berkualitas, Cepat dan Murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengusaha yang baru membangun Bisnis dan Sistem dari awal,  dan ingin melakukan segala sesuatunya dengan kualitas baik, serba cepat dan dengan biaya rendah, open source sungguh merupakan jawaban atas keinginan saya tersebut. Tiga situs yang telah kami bangun untuk menunjang bisnis kami, semuanya di bangun dengan sangat cepat menggunakan open source software.  Mengapa bisa begitu cepat ? Open Source memungkinkan terjadinya inovasi dan menghasilkan produk baru lebih cepat dengan mengintegrasikan komponen software yang sudah di buat oleh komunitas open source, sehingga tidak perlu membuat semuanya dari awal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi, toko mebel online QBFurniture.com kami bangun dalam waktu kurang dari tiga minggu dan sudah mencakup katalog, keranjang belanja, proses order online, konfirmasi order pada pembeli, PO pada supplier serta back end proses lainnya. Semuanya open source sehingga kami tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk lisensi software.  Dengan pendekatan open source, inovasi terjadi dengan jauh lebih cepat, karena kita bisa memanfaatkan semua yang telah di temukan  dan dibuat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikipedia,  Bentuk Lain dari Open Source&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wikipedia adalah contoh sukses lain penerapan konsep terbuka dan partisipatif.  Sebagai proyek  ensiklopedi  yang di dukung oleh yayasan Wikipedia, namanya berasal dari kata wiki, sebuah teknologi untuk membuat situs web secara kolaboratif dan encyclopedia. Saat ini ada 10 juta artikel yang telah ditulis secara kolaboratif oleh para sukarelawan diseluruh dunia dan semua artikel tersebut bisa di edit oleh mereka yang bisa mengakses situs wikipedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluncurkan di tahun 2001 oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger, Wikipedia saat ini adalah referensi umum terbesar dan terpopuler di Internet. Pengunjungnya diproyeksikan akan mencapai 650 juta di tahun 2008. Tidak mengherankan karena di dalamnya sudah ada 10 juta artikel dalam 236 bahasa. 2.6 juta di antaranya ditulis dalam bahasa Inggris, sementara sisanya ditulis dalam berbagai bahasa.  Kelengkapan, kecepatan dan relevansi wikipedia ini tidak mungkin bisa dicapai bila tidak karena konsep terbuka dan partisipatif yang diterapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka dan Partisipatif ala Obama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia politik kita baru saja menyaksikan kemenangan gemilang presiden terpilih Barack Obama di Amerika.  Prinsip terbuka dan partisipatif telah diterapkan Obama sejak awal kampanyenya. Obama sering mengatakan bahwa ia membutuhkan bantuan para pemilih untuk melakukan perubahan di Amerika. Perubahan yang sifatnya bottom-up, melibatkan sebanyak mungkin warga Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan terbuka dan partisipatif telah membuat Obama berhasil melibatkan 3.1 juta kontributor dalam kampanyenya. Di bulan Agustus 2008, ia berhasil mengumpulkan dana kampanye dari masyarakat sejumlah  $ 65 Juta,  dan  lebih dari $ 150 juta di bulan September.  Sampai dengan awal bulan Oktober 2008, dana kampanye yang berhasil diraupnya adalah $ 605 Juta. Pendekatan bottom-up berlandaskan keterbukaan dan partisipasi masyarakat telah membuat Obama berhasil mencetak sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menjadi Presiden Amerika. Oya, sedikit catatan,  situs barackobama.com  dibuat dengan teknologi LAMP dengan PHP (open source software) sementara situs johnmccain.com menggunakan MS Windows dan .Net (software proprietary).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terpilih Barack Obama tetap menunjukkan konsistensinya pada prinsip terbuka dan partisifpatif dengan  menyatakan komitmennya untuk menjaga netralitas internet,  mendorong kebinekaan kepemilikan media dengan mendorong tumbuhnya outlet media baru yang bisa mewakili kebinekaan ekpresi dan sudut pandang. Obama juga percaya bahwa Amerika harus memimpin dunia dalam penetrasi broadband dan akses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sebagai negara, kita harus membuat semua warga punya akses telpon, listrik, broadband dan akses internet terlepas pada status ekonominya. “ kata Obama. Ia percaya  kombinasi reformasi  Universal Service Fund, penggunaan spektrum wireless yang lebih baik, penggunaan fasilitas, teknologi dan aplikasi next-generation,  ditunjang dengan sistem perpajakan baru dan insentif pinjaman akan bisa merealisasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan dalam Melepaskan Diri dari Cengkeraman Monopoli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama berhasil naik menjadi Presiden atas biaya 3.1 juta kontributor, bukan segelintir konglomerat. Sebuah pondasi yang bagus baginya untuk membuat kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Brazil Lula da Silva,  dalam upaya untuk menghemat jutaan dolar biaya lisensi, menginstruksikan semua kementrian dan BUMN di negaranya untuk secara bertahap beralih dari sistem operasi Microsoft dan lainnya yang mahal ke sistem operasi yang gratis seperti Linux. Dibawah kepemimpinannya, Brazil juga telah menjadi negara pertama yang mengharuskan semua perusahaan atau institusi riset yang menerima pembiayaan dari pemerintah untuk membangun perangkat lunak dan melisensikannya sebagai open source, artinya software code nya harus bebas bagi semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak akan membelanjakan uang para pembayar pajak untuk lisensi software yang akan membuat Microsoft bisa memperkuat monopolinya. Adalah tanggung jawab pemerintah untuk mendorong kompetisi, dan itu artinya memberikan kesempatan pada alternatif software untuk tumbuh dan berkembang.” kata Sergio Amadeu, Presiden National Institute of Information Technology, badan yang bertanggung jawab atas inisiatif-inisiatif teknologi di Brazil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi Jakarta tentang Open Source&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Asia Afrika tentang Open Source ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jakarta dimana para delegasi berkomitmen untuk mendorong digital inclusions, memperluas penggunaan open source sofware  dan membangun program-program dan solusi  e-government yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para delegasi menyadari bahwa open source software adalah alternatif yang baik untuk mengatasi kesenjangan digital dan merupakan alat untuk mendorong kemandirian suatu bangsa  didalam membangun teknologi. Karenanya para delegasi sepakat untuk meningkatkan kolaborasi antar negara-negara di Asia Afrika melalui dialog, kerjasama dan interaksi ditingkat pemerintah, institusi riset/pendidikan, kalangan bisnis dan civil society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita berhasil membangun dan menerapkan sistem yang terbuka, partisipatif dan membawa kemajuan di berbagai bidang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-8675609144454418332?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/8675609144454418332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=8675609144454418332&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8675609144454418332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8675609144454418332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/12/terbuka-partisipatif-dan-maju-benang.html' title='Terbuka, Partisipatif dan Maju, Benang Merah antara Open Source dan Obama'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVODiqIbSlI/AAAAAAAAAhY/Ex5Tx0GsKzs/s72-c/foto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-5428240046381152911</id><published>2008-12-25T04:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T04:42:26.054-08:00</updated><title type='text'>Dengan Open Source Software Murid Sekolah di Kepulauan Seribu Kini Bisa Berselancar di Internet</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVN_QVxhuRI/AAAAAAAAAhQ/DgKDHaTw0qk/s1600-h/P1020743.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVN_QVxhuRI/AAAAAAAAAhQ/DgKDHaTw0qk/s400/P1020743.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283706706535233810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi yang dilahirkan sesudah tahun 1979 di kenal sebagai generasi millenials. Mereka tidak gaptek, karena teknologi adalah bagian dari hidupnya. Sebagian besar dari waktu meleknya bersentuhan dengan teknologi, mulai dari belajar, berkomunikasi, ber-jejaring sampai ke bermain.  Komputer dan internet  adalah teman akrabnya. Sebagian bisa mengaksesnya di rumah,  sebagian lagi  bisa mengaksesnya di warnet-warnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain ceritanya bagi anak-anak di Kepulauan Seribu. Meskipun kepulauan tersebut merupakan bagian dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, tapi rupanya akses internet belum masuk kesana. Bapak Mas'ud Kamid, GM Divre II, PT Telkom pun kaget ketika mengetahui hal itu. Tapi upaya Bupati Kepulauan Seribu untuk mendapatkan dukungan tidak sia-sia. Bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November 2008, semuanya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Insitusi yang peduli akan pemanfaatan TIK dalam pendidikan, berkolaborasi untuk meningkatkan kemampuan teknologi Informasi di daerah tertinggal. Kempat Institusi ini adalah : Kementerian Riset dan Teknologi, Yayasan Danamon Peduli, Asosiasi Open Source Indonesia dan PT Telkom Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang peningkatan kemampuan teknologi di sekolah-sekolah tertinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal kolaborasi,  lima sekolah di kepulauan Seribu masing-masing menerima 40 set komputer IBM Pentium 3 dan satu server  eks Bank Danamon, dilengkapi dengan sistem operasi Linux , Aplikasi Open Source dan akses internet Speedy. Sekolah-sekolah penerima bantuan ini adalah : SMP Negeri 241 dan SMK Kelautan di Pulau Tidung, SMK Negeri 241 KJ di Pulau Lancang, SMP Negeri 285 di Pulau Untung Jawa dan SMP Negeri Satu Atap 01 di Pulau Pari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Risa Bhinekawati kepada Wakil Sekolah SMP Negeri 285 dengan disaksikan oleh Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Betti Alisjahbana, Ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Mas’ud Kamid, GM Divre II PT Telkom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peninjauan segera setelah penyerahan, kami sempat berdialog dengan beberapa murid SMP Negeri 285 yang sedang berselancar di internet di kelasnya. Mereka meng-google berbagai hal yang menarik hati mereka. Mereka terlihat sangat antusias mencoba-coba. Anak seumur mereka  memang biasanya  haus akan hal-hal baru, rasa keingintahuan nya besar dan TIK  memberikan jalan bagi mereka untuk belajar banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan penuh antusias  dari wakil bupati, guru-guru dan murid-murid sekolah atas bantuan yang diberikan membuat keempat institusi yang berkolaborasi semakin bersemangat untuk  melanjutkan program bantuan peningkatan teknologi ini ke sekolah-sekolah lain di berbagai provinsi di Indonesia. Semoga langkah ini membawa kebaikan dalam proses pendidikan di sekolah  dan dalam mempersiapkan para murid untuk bisa bersaing secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Duta Open Source dan Ketua Asosiasi Open Source Indonesia,  ini adalah kebahagiaan tersendiri. Salah satu misi kami adalah mengatasi kesenjangan digital dengan memanfaatkan Open Source Software. Sumbangan dan pelatihan  Komputer , open source software, dan akses Internet ke 5 sekolah di Kepulauann Seribu ini adalah satu langkah  dari seribu langkah maju yang kami cita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-5428240046381152911?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/5428240046381152911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=5428240046381152911&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5428240046381152911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5428240046381152911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/12/dengan-open-source-software-murid.html' title='Dengan Open Source Software Murid Sekolah di Kepulauan Seribu Kini Bisa Berselancar di Internet'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SVN_QVxhuRI/AAAAAAAAAhQ/DgKDHaTw0qk/s72-c/P1020743.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-6827018917378708025</id><published>2008-11-04T01:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T01:40:16.520-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anti-corruption'/><title type='text'>Perlu Upaya Bersama Melawan Korupsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SRAYDq21K3I/AAAAAAAAAhE/h74bVie98oI/s1600-h/coruption_award.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 257px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SRAYDq21K3I/AAAAAAAAAhE/h74bVie98oI/s400/coruption_award.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264734415719050098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 28 Oktober 2008, bertepatan dengan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) memberikan penghargaan  BHACA 2008 kepada Amien Sunaryadi, mantan Wakil Ketua KPK, Dr. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan dan Pejabat Menko Perekonomian, Kabinet Indonesia Bersatu, dan Muh. Busyro Muqoddas, Ketua Komisi Yudisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pemenang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh dewan juri yaitu : Pribadi yang dikenal oleh lingkungan terdekatnya sebagai pribadi yang bersih dari praktek korupsi, melakukan tindakan nyata untuk memerangi korupsi dan tindakannya tersebut cukup efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sambutannya Busyro mengangkat tulisan Bung Hatta bahwa  pelita ilmu terletak di otak, pelita agama terletak di hati. Karena itu ilmu dan agama dapat berjalan seiring. Keduanya dapat menjadi suluh bagi manusia dalam menempuh jalan hidup  sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat untuk berbuat yang benar, yang baik, yang adil, yang jujur, dan yang suci supaya ada kesejahteraan dalam hidup manusia dan bangsa.  Ia pun menyampaikan komitmen Komisi Yudisial   untuk meningkatkan dosis perlawanan terhadap para Mafioso peradilan  dan secara simultan menggandeng sejumlah hakim yang masih banyak yang bersih, jujur dan professional. Bersama Jejaring KY di 30 Propinsi sebagai basis dari Masyarakat Madani, KY tengah dan terus melakukan upaya penyehatan dan penyelamatan peradilan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Amin berpendapat Indonesia harus memenuhi lima hal agar bisa  memberantas korupsi. Kelima hal tersebut adalah : 1. Perlu adanya strategi pemberantasan korupsi nasional, 2.  harus punya DPR yang kuat untuk mampu melakukan proses legislasi, budget, pengawasan dan berperan sebagai wakil rakyat yang baik, 3. badan peradilan yang kuat, 4. badan anti korupsi yang kuat yang ditunjukkan dengan ditangkapnya koruptor besar serta 5. peran serta semua elemen bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima komponen di atas, kita sudah melihat badan anti korupsi yang baik, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di antaranya KPK telah berhasil menangkap basah kasus suap untuk mengubah hutan lindung, kasus korupsi pengadaan kapal patroli , kasus suap menyangkut persaingan usaha dan yang terkini adalah dijadikan tersangkanya Aulia Pohan yang adalah kerabat dekat Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang belum mempunyai strategi pemberantasan korupsi nasional dan DPR kita masih carut marut. Badan peradilan ? Mafia peradilan masih berlangsung.  Seperti disampaikan oleh Busyro, mengkorupsi atas kasus korupsi bukan hal yang aneh di negeri ini, yang dilakukan secara sistemik oleh hakim yang tidak bermoral bersama aparat polisi, jaksa, pengacara, makelar dan cukong kasus serta aktor politik. Namun demikian sudah mulai ada langkah ke arah perbaikan seperti sudah adanya publikasi putusan pengadilan oleh MA, sudah ada investigasi terhadap putusan hakim dan ada Komisi  Yudisial sebagai pengemban amanat reformasi peradilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi kelima komponen kunci pemberantasan korupsi kita memang bisa saja frustasi, tapi frustasi tidak akan menolong kita. Para pemenang Bung Hatta Anti-Corruption Award sudah membuktikan bahwa berada di lingkungan yang korup tidak berarti tidak memungkinkan bagi kita semua untuk berbuat sesuatu yang berarti yang bisa membawa perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum adanya strategi pemberantasan korupsi nasional dan belum adanya DPR yang kuat, menuntut kita untuk memainkan peranan yang lebih besar. Hal-hal yang bisa mendukung kita diantaranya  adalah adanya kebebasan pers, tersedianya teknologi web 2.0 yang memungkinkan tumbuh suburnya jurnalisme masyarakat. DPR dan Presiden yang dipilih oleh rakyat yang pemilihannya akan berlangsung tahun depan adalah kesempatan emas untuk memilih pemimpin yang anti korupsi. Semua elemen masyarakat harus membantu terciptanya DPR yang kuat yang nantinya harus  mendukung pembentukan strategi nasional pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semangat kejujuran, intelektualisme, watak kepemimpinannya yang pro rakyat, dan  kesahajaan yang dicotohkan Bung Hatta hidup dalam diri kita dan pemimpin-pemimpin yang akan kita pilih dalam waktu dekat. Dan cita-cita terbentuknya Indonesia yang bersih dari korupsi dan sejahtera dapat direalisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://QBheadlines.com/&lt;br /&gt;http://QBarchitects.com/&lt;br /&gt;http://QBfurniture.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-6827018917378708025?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/6827018917378708025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=6827018917378708025&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6827018917378708025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6827018917378708025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/11/perlu-upaya-bersama-melawan-korupsi.html' title='Perlu Upaya Bersama Melawan Korupsi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SRAYDq21K3I/AAAAAAAAAhE/h74bVie98oI/s72-c/coruption_award.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-2263708179684245501</id><published>2008-11-03T01:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T02:24:00.009-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Jaya'/><title type='text'>80 Tahun Sumpah Pemuda, Merebut Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SQ7QbuTNPSI/AAAAAAAAAgQ/yoXvemonQi8/s1600-h/Arifin+Panigoro.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SQ7QbuTNPSI/AAAAAAAAAgQ/yoXvemonQi8/s400/Arifin+Panigoro.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264374189146324258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan Dari Kuliah Umum Arifin Panigoro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80 tahun yang lalu, pada tanggal  28 Oktober 1928, dengan optimisme yang tinggi akan potensi-potensi yang dimiliki oleh Indonesia, para pemuda Indonesia  berikrar untuk menyatukan semua potensi-potensi yang ada dalam  Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa,  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah Umum di ITB berjudul Merebut Masa Depan : Menyemai Energi, Pangan dan Pendidikan, yang dibawakan oleh Arifin Panigoro, founder of Medco Group sungguh  merupakan acara peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda yang membangkitkan optimisme bahwa Indonesia kaya  potensi dan Indonesia bisa Merebut Masa Depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arifin memulai kuliahnya dengan membahas masalah Kemiskinan, Globalisasi dan Krisis yang sedang kita hadapi yang dilanjutkan dengan tantangan dan peluang di bidang energi. Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya energi yang melimpah dan beragam baik yang bersumber dari fosil seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam, maupun sumber energi yang terbarukan seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, biomasa, tenaga gelombang/ombak. Meskipun potensi energi melimpah, Indonesia sampai saat ini tetap belum bisa memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya sendiri. Pada tahun 2006, sumber utama pasokan energi  Indonesia adalah minyak bumi ( 40.5 %), biomasa (23%),  batubara (17,1%), gas alam (16.5%), dan geothermal (0,9%). Pada saat yang sama, kemampuan pasokan yang bersumber dari minyak bumi terus menurun. Jika tidak ditemukan cadangan minyak baru, dengan tingkat produksi sekarang, cadangan minyak Indonesia diperkirakan akan habis dalam 18 tahun. Saat ini Indonesia mengimpor  BBM 350  ribu barel per hari. Impor ini sangat mempengaruhi  nilai tukar dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain,  Situasi pangan di Indonesia  sekarang ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang sangat rentan terhadap krisis pangan. Tidak kurang dari Menteri Pertanian RI yang menyatakan bahwa Indonesia di prediksi akan mengalami krisis pangan pada tahun 2017. Peningkatan kebutuhan karena pertumbuhan penduduk (sekitar 1.5 % pertahun) tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dalam negeri. Bahkan kemampuan produksi cenderung turun karena makin banyaknya lahan pertanian yang dikonversikan menjadi pemukiman dan daerah industri. USDA (US Departement of Agriculture) mengidentifikasi makin besarnya ketergantungan Indonesia terhadap dunia luar dalam bidang pangan.  Dalam hal beras misalnya, kalau tidak ada perubahan yang signifikan, tahun 2014 Indonesia diperkirakan akan mengimpor beras 2.4 juta metrik ton, ini hampir 2.5 kali dari impornya tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi Untuk Kemandirian Energi dan Pangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan energi terbarukan dan pengadaan pangan yang mampu menjamin kemandirian Indonesia dalam bidang energi dan pangan adalah upaya besar yang hasilnya baru akan dirasakan dalam jangka panjang. Proyek besar ini mensyaratkan adanya kerja sama yang sangat erat antara pemerintah (pusat dan daerah), swasta, dan lembaga-lembaga penelitian. Dalam konteks ini, pemerintah perlu menjalankan beberapa peran sekaligus : sebagai promotor, fasilitator, enabler dan investor.  Lembaga-lembaga penelitian di perguruan tinggi maupun swasta perlu mengerahkan potensi terbaiknya untuk berkontribusi digaris terdepan dalam penelitian dan pengembangan energi terbarukan dan pangan. Penelitian dan pengembangan tersebut hendaknya didukung oleh pendanaan bersama dari pemerintah dan swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, untuk mengembangkan produksi etanolnya, Brazil misalnya tidak hanya menyediakan dana untuk riset secara besar-besaran, namun juga memberi insentif dalam bentuk suku bunga rendah dan insentif pajak kepada perusahaan yang melakukan investasi dalam produksi etanol dan para pemakai etanol. Disamping itu, pemerintah Brazil juga menetapkan peraturan yang mewajibkan pemakai kendaraan bermotor untuk memakai bahan bakar yang dicampur dengan etanol. Kebijakan yang jelas dan dijalankan secara konsisten oleh Brazil itu baru dirasakan hasilnya sesudah kerja keras selama 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembangkan Papua Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arifin melihat Papua Selatan sebagai lahan yang potensial untuk dikembangkan, baik untuk energi baru maupun pangan. Wilayah yang akan dikembangkan meliputi empat kabupaten yaitu Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digul, seluas 12 juta hektare. Pulau Jawa yang memiliki luas sama (sekitar 12 juta hektare) berpenduduk 120 juta jiwa. Papua selatan penduduknya hanya 350 ribu jiwa. Tanah di Papua Selatan ini datar dan dekat pantai. Tim Peneliti dari Institut Pertanian Bogor menyatakan tidak ada masalah dengan kondisi tanahnya. Sistem pengairan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan sungai  sepanjang 200 Km yang ada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai proyek percontohan Medco Foundation mencoba mengkombinasikan inovasi sosial dan inovasi teknologi dalam pengembangan MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate). Proyek ini menerapkan  prinsip ownership sharing yang menghargai kepemilikan lahan oleh warga setempat. Disamping itu tim ahli Medco Faundation terus menerus melakukan eksperimen teknis agar tanaman pangan yang ditanam di daerah yang kondisinya khas dapat memberikan hasil terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun potensial, belum ada infrastruktur yang memadai disana. Di akhir kuliah umum, MOU ditanda tangani antara Medco Foundation dan ITB, dimana ITB diminta membantu menangani tata ruang, infrastruktur, irigasi, teknologi pengolahan hasil panen dan energi terbarukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyalakan Lilin dan Menjadikan Gerakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan energi terbarukan dan peningkatan produksi pangan adalah dua isu yang penanganannya tidak bisa ditunda. Setiap penundaan akan menimbulkan resiko yang lebih besar di masa yang akan datang, yang akan memperbesar peluang Indonesia untuk menjadi bangsa yang hidup dari belas kasihan negara lain karena tidak mampu menyediakan pangan buat rakyat sendiri. Untuk itu, Arifin berprinsip lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun mengajak pengembangan energi terbarukan dan peningkatan produktivitas pangan dijadikan “gerakan” dalam arti dikampanyekan secara luas dan terus menerus, melibatkan semua unsur bangsa (pemerintah, swasta, LSM, lembaga pendidikan dan masyarakat luas), jelas terukur sasarannya, jelas sumber dayanya, dikoordinasikan pelaksanaannya, dimonitor dan dievaluasi hasilnya dari waktu kewaktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara kuliah umum ini dikemas sangat apik dan interaktif, memanfaatkan teknologi multi media dan dihadiri oleh rektor dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, kalangan media, tokoh masyarakat, sekelompok petani dari Papua dan Kalimantan Tengah. Aula Barat yang berkapasitas 1000 orang itu penuh sesak. Paduan Suara Mahasiswa ITB yang membuka dan menutup kuliah umum dengan lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan dengan sangat  indah,  memperkuat bangkitnya perasaan nasionalisme. Acara selama hampir 3 jam ini membangkitkan  semangat bahu-membahu merealisasikan cita-cita dan optimisme para pemuda yang mengikrarkan sumpah pemuda : satu nusa, satu bangsa, satu bahasa,  Indonesia yang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://QBheadlines.com/ (portal berita ringkas online)&lt;br /&gt;http://QBarchitects.com/ (property design &amp;amp; develop)&lt;br /&gt;http://QBfurniture.com/ (toko furniture online)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-2263708179684245501?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/2263708179684245501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=2263708179684245501&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2263708179684245501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2263708179684245501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/11/80-tahun-sumpah-pemuda-merebut-masa.html' title='80 Tahun Sumpah Pemuda, Merebut Masa Depan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SQ7QbuTNPSI/AAAAAAAAAgQ/yoXvemonQi8/s72-c/Arifin+Panigoro.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-4811137977903234202</id><published>2008-11-03T01:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T01:56:05.613-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memulai Bisnis'/><title type='text'>Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis</title><content type='html'>Setelah Anda selesai membuat rencana bisnis dan telah mendapat masukan dari  entrepreneur yang lebih berpengalaman,  kini Anda siap meneruskan langkah Anda memulai  bisnis. Dari pro forma laporan keuangan seperti saya ilustrasikan pada artikel  sebelumnya, Anda bisa melihat jumlah modal yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda.  Bergantung pada cakupan bisnis dan situasi tabungan, Anda mungkin mampu membiayai bisnis Anda dari uang sendiri. Bila tidak, tentunya Anda perlu mencarinya dari pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada  dua categori  modal  untuk memulai bisnis :&lt;br /&gt;Melalui pinjaman yang harus dikembalikan berikut bunganya pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;Melalui penyertaan  saham dimana  uang nya tidak perlu dikembalikan, tapi penanam modal mendapatkan porsi saham  perusahaan Anda dan berhak mendapatkan porsi keuntungan (dividen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah beberapa alternatif sumber pendanaan melalui pinjaman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman dan Kerabat&lt;br /&gt;Bila Anda mencari modal dalam jumlah tidak terlalu besar, kemungkinan Anda bisa pinjam teman atau kerabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leasing&lt;br /&gt;Membeli perlengkapan kantor dengan cara leasing mengurangi beban pembiayaan Anda diawal  memulai usaha, sehingga secara tidak langsung merupakan jenis  sumber pembiayaan juga. Perlengkapan kantor yang bisa dibeli secara leasing biasanya : Komputer, Mesin Fax, Mesin Foto Copy, Mobil dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman Bank&lt;br /&gt;Untuk kebutuhan dana yang lebih besar Anda bisa meminjam ke Bank. Bila Anda mempunyai aset  yang bagus sebagai jaminannya,  serta proposal penggunaan yang yang baik, biasanya Anda bisa mendapatkan pinjaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinjaman Dengan Jaminan Pemerintah&lt;br /&gt;Belum lama ini, sebagai upaya mendukung tumbuh kembangnya UMKM di Indonesia, Pemerintah meluncurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pinjaman ini dijamin oleh pemerintah melalui asuransi Askrindo dan Jamkrundo, oleh karenanya debitor UMKM tidak perlu lagi memberikan jaminan untuk memperoleh KUR. Namun demikian  ada sebagian Bank yang masih meminta jaminan. Saat ini KUR disalurkan melalui   bank yang ditunjuk yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT BRI Tbk, PT BNI Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), dan Bank Syariah Mandiri. Jumlah masing-masing pinjaman  KUR bisa sampai Rp. 500 Juta. Sementara  untuk Usaha Mikro, maksimum pinjamannya adalah Rp. 5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Bagi Hasil&lt;br /&gt;Adalah jenis pembiayaan dimana terlebih dahulu disepakati suatu prosentasi  keuntungan setiap bulan, atau setiap periode tertentu, akan diberikan oleh Perusahaan kepada penyedia modal. Salah satu institusi keuangan yang menyediakan fasilitas ini adalah Bahana Artha Ventura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obligasi Konversi&lt;br /&gt;Dengan Obligasi Konversi, Perusahaan Anda  menerbitkan surat Obligasi kepada Modal Ventura dengan perjanjian akan dapat dikonversikan/ditukar menjadi saham pada waktu yang akan ditetapkan. Salah satu institusi keuangan yang menyediakan fasilitas ini adalah Bahana Artha Ventura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Pembiayaan Modal Melalui Penyertaan  Saham diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitra Usaha&lt;br /&gt;Mempunyai mitra usaha yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan suatu bisnis baru. Mitra ini bisa melengkapi ide,  ketrampilan dan pengalaman Anda, sekaligus juga bisa menjadi sumber pendanaan awal. Pembagian kepemilikan saham penting dibicarakan di depan, untuk menghindari masalah di kemudian hari. Pada umumnya pembagian kepemilikan saham ini ditentukan oleh besarnya kontribusi masing-masing pihak didalam menentukan keberhasilan usaha tersebut. Kontribusi ini bisa dalam bentuk modal, ide, keahlian dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angel Investor&lt;br /&gt;Angel investor adalah sumber pendanaan yang sangat baik pada awal berdirinya perusahaan. Ketika Bank melihat bisnis Anda terlalu beresiko sementara Modal Ventura merasa potensi keuntungan Perusahaan Anda tidak cukup besar, maka Angel investor menjadi jawabannya. Angel Investor biasanya bersedia berinvestasi  dalam bentuk penyertaan saham untuk jangka yang lebih panjang misalnya lima tahun atau lebih. Selain menanamkan modal, Angel Investor ini juga memberikan bimbingan  intensif bagi pengusaha pemula didalam menjalankan bisnis. Dari segi jumlah pendanaan Angel Investor biasanya lebih kecil jumlahnya dibanding Moval Ventura. Suntikan Dana Angel Investor ini biasanya berkisar antara Rp. 200 juta sampai Rp. 2 Miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal Ventura&lt;br /&gt;Modal Ventura umumnya mempunyai kriteria yang lebih ketat dalam penyertaan modalnya. Umumnya mereka berspesialisasi pada suatu jenis industri tertentu yang pertumbuhannya sangat tinggi karena pada umumnya mereka menginginkan investasinya bisa kembali dalam waktu tiga sampai lima tahun. Umumnya mereka tidak ingin berinvestasi pada bisnis yang masih sangat baru. Jumlah investasinya biasanya masing-masing diatas Rp. 5 Miliar. Modal Ventura seringkali ingin mengawasi penggunaan modal dengan sangat ketat dan mengambil posisi aktif di dalam perusahaan misalnya duduk dalam jajaran direksi atau komisaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembiayaan bagi perusahaan baru  memang bagaikan susu ibu bagi bayi yang baru lahir. Akses kepada pembiayaan menentukan apakah perusahaan bisa berhasil atau mati dalam usia dini. Oleh karenanya masalah pembiayaan ini perlu di rencanakan sejak awal, demikian juga kepandaian untuk mengelolanya agar tidak digunakan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan hal yang prinsip yang dibutuhkan perusahaan pada awal berdirinya. Memperkerjakan terlalu banyak pegawai terlalu awal, mengeluarkan uang terlalu banyak untuk kantor, mebel dan perlengkapannya, promosi biaya tinggi yang tidak memberikan hasil memadai adalah beberapa contoh kesalahan penggunaan modal awal  yang menyebabkan perusahaan kehabisan modal sebelum menghasilkan alur tunai (cash flow) positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Anda berhasil menggalang dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha Anda dan mengelolanya dengan baik sehingga perusahaan Anda berhasil tumbuh dengan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://QBheadlines.com/ (portal berita ringkas online)&lt;br /&gt;http://QBarchitects.com/ (property design &amp;amp; develop)&lt;br /&gt;http://QBfurniture.com/ (toko furniture online)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-4811137977903234202?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/4811137977903234202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=4811137977903234202&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4811137977903234202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4811137977903234202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/11/sumber-pembiayaan-dalam-memulai-bisnis.html' title='Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-353105129308182000</id><published>2008-10-22T19:56:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T20:02:55.558-07:00</updated><title type='text'>Membuat Rencana Bisnis</title><content type='html'>&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketika memulai bisnis secara informal, umumnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengusaha pemula tidak secara lengkap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuliskan rencana bisnisnya. Umumnya mereka hanya punya rencana operasi, rencana pemasaran dan prediksi penjualan. Anda memang sebetulnya hanya perlu menuliskan rencana bisnis secara lengkap bila membutuhkan modal dari pihak lain. Tetapi membuat rencana bisnis dengan baik akan membantu merencanakan bisnis Anda secara sitematik, termasuk memikirkan bisnis Anda masak-&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;masak, mempelajari dan mencari data-data yang dibutuhkan dan menguji ide Anda secara kritis. Hal ini akan makan waktu, tetapi akan membantu menghindari kesalahan di kemudian hari.&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Rencana bisnis Anda bukan merupakan dokumen yang statis, melainkan dokumen yang hidup, dinamis yang bisa berubah sejalan dengan tumbuhnya bisnis Anda. Di dalam rencana bisnis, elemen-elemen dasar berikut ini harus ada di dalamnya :&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;*&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Executive Summary&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Merupakan gambaran umum y&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;ang mencakup semua elemen dalam rencana bisnis. Menyoroti apa sebenarnya yang akan Anda jual, apa yang membedakan Anda dari para pesaing. mengapa Anda dan tim akan sukses, berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis, berapa besar pengembalian (Return on Investment) yang bisa diharapkan berdasarkan proyeksi yang Anda buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;*&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pelaku Bisnis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Di bagian ini jelaskan siapa Anda dan siapa&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; yang akan membantu Anda membangun bisnis ini. Apa latar belakang dan pengalaman mereka? Siapa lagi yang akan diterjunkan ketika Anda mendapatkan dana yang dibutuhkan. Alasan kenapa tim anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tepat untuk bisnis ini. Sertakan struktur organisasi yang Anda rencanakan.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;*Produk dan Jasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda Jual? Apa yang membedakannya dengan para pesaingnya? Teknologi atau IP apa bila ada yang Anda miliki? Bagaimana bekerjanya produk/jasa yang Anda akan tawarkan?&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;*&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pasar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Berapa besar pasar produk/jasa Anda?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah pasar ini tumbuh? Berapa besar pangsa pasar yang akan Anda ambil? Siapa pesaing Anda? Apa kekuatan dan kelemahan mereka?&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;*&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Rencana Pemasaran dan Penjualan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Anda akan memposisikan produk Anda di pasar. Bagaimana strategi distribusinya? Siapa target pelanggan Anda? Bagaimana strategi anda untuk menjual dan membuat perusahaan Anda di kenal?&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;*&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tantangan dan Risiko&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah apa yang akan menghadang Anda? Tantangan apa yang akan Anda hadapi dan bagaimana Anda akan mengatasinya? Apakah ada peraturan pemerintah yang akan mempengaruhi bisnis Anda?&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;*&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Penggunaan Modal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak modal yang Anda cari? Bagaimana modal itu akan digunakan? Untuk pengembangan produk? Untuk m&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;embeli perangkat keras? Untuk mendapatkan pelanggan? Membangun tim pemasaran? Di bagian ini Anda perlu menjelaskan bagaimana uang investor akan digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pro Forma Proyeksi Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat proyeksi laba rugi bulanan pada tahun pertama dan kedua. Untuk tahun ke tiga sampai ke lima. proyeksi laba rugi ini cukup dibuat kuartalan. Berikut ini adalah cara membuatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*    Buat daftar kategori pengeluaran.&lt;br /&gt;* Lalu isi semua pengeluaran aktual sampai saat ini dan proyeksi pengeluaran setiap bulan sampai tahun kedua, pada tahun ketiga sampai kelima cukup kuartalan saja.&lt;br /&gt;*   Proyeksikan pendapatan untuk masing-masing kategori pendapatan.&lt;br /&gt;*    Lakukan pengurangan : Pendapatan – Pengeluaran. Pengurangan ini akan menghasilkan kerugian atau keuntungan bulanan.&lt;br /&gt;* Carilah titik dimana hasil pengurangan ini berubah dari negatif ke positif. Pada titik ini Anda mulai mendapatkan alur tunai (cash flow) yang positif. Pada ilustrasi di tabel 2, arus tunai positif mulai terjadi di bulan ke sepuluh (Bulan April).&lt;br /&gt;* Di bawah baris keuntungan, buatlah baris keuntungan kumulatif, yang merupakan akumulasi keuntungan/kerugian dari waktu-waktu sebelumnya. Cari angka kumulatif kerugian terbesar. Angka ini adalah modal minimum yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda berdasarkan proyeksi keuangan Anda. Pada ilustrasi di Tabel 2, bisa dilihat bahwa modal minimum yang di butuhkan adalah Rp. 448.150.000. Untuk amannya, kalikan dua angka ini sebagai target modal Anda.&lt;br /&gt;*    Cari titik dimana kumulatif keuntungan ini beralih dari negatif ke positif. Titik ini adalah titik break even Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila rencana bisnis Anda telah siap, saya anjurkan Anda mendiskusikannya dengan entrepreneur yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan masukan-masukan. Gunakan masukan-masukan untuk memperbaiki rencana bisnis Anda. Dengan ini Anda sudah siap untuk mulai menggalang dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_oFZVd-kI/AAAAAAAAAf4/IiAgGJHrcpQ/s1600-h/tabel1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_oFZVd-kI/AAAAAAAAAf4/IiAgGJHrcpQ/s400/tabel1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260178069189950018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_ohZXdxfI/AAAAAAAAAgA/RALYGN7N6Ps/s1600-h/tabel1lanjutan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 155px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_ohZXdxfI/AAAAAAAAAgA/RALYGN7N6Ps/s400/tabel1lanjutan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260178550234662386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_o6BBwEPI/AAAAAAAAAgI/cTFHeS_LjZk/s1600-h/tabel2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 88px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_o6BBwEPI/AAAAAAAAAgI/cTFHeS_LjZk/s400/tabel2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260178973197865202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-353105129308182000?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/353105129308182000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=353105129308182000&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/353105129308182000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/353105129308182000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/10/membuat-rencana-bisnis_22.html' title='Membuat Rencana Bisnis'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SP_oFZVd-kI/AAAAAAAAAf4/IiAgGJHrcpQ/s72-c/tabel1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-7242397436945797941</id><published>2008-10-15T18:51:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T18:53:06.171-07:00</updated><title type='text'>Langkah Pertama dalam Membangun Bisnis</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Artikel yang saya tulis berjudul “Entrepreneurship, Sangat Penting Bagi Indonesia” mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Berbagai komentar yang masuk menunjukkan semua pihak menyadari pentingnya entrepreneurship di Indonesia, tetapi ternyata membangun bisnis tidak mudah. Banyak pihak mengalami beberapa kegagalan dahulu sebelum berhasil, beberapa malah memutuskan kembali menjadi pegawai karena ditengah kegagalan merintis bisnis desakan kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 12pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Tiba-tiba saya teringat pada Ryan P. Allis, pemuda yang mendirikan perusahaan pertamanya, Virante, pada usia 16 tahun. Virante bergerak di bidang Web Marketing Consulting. Kini di usia 24 tahun, Ryan adalah CEO dan Co-Founder iContact, e-mail Marketing dan Blogging Software, Chairman Virante dan penulis buku &lt;em&gt;Zero to One Million, How I built a Company to $ 1 Millon in Sales and How You Can, Too&lt;/em&gt;. Ia adalah salah satu pembicara di Konferensi Internet Marketing yang saya hadiri di awal tahun ini. Selain berhasil membangun dan mengembangkan bisnis dalam usia yang sangat muda, Ryan juga mempunyai tujuan hidup yang sangat mulia : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 5pt 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;“ &lt;em&gt;I wish to spend my life working through entrepreneurship, social entrepreneurship, investing, philanthropy, public policy, and politics to end poverty in developing nations and at home, ensure environmental sustainability, help people understand that we are one humanity and that our commonalities are much greater than our differences, and help expand access to opportunity, healthcare, and education across the world for every human of every nation.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Buku Zero to One Million memberikan petunjuk lengkap, langkah demi langkah memulai dan membangun bisnis. Sepuluh langkah yang di bahas di buku itu adalah : 1. Memahami Sistem Bisnis, 2. Menemukan Motivasi Anda dalam Berbisnis, 3. Mengevaluasi Ide Anda, 4. Menuliskan Rencana Bisnis, 5. Menggalang Dana, 6. Membuat Produk, 7. Membangun Strategi Pemasaran dan Penjualan, 8. Membangun Strategi Marketing Online, 9. Membangun Tim, 10. Membangun Sistem yang Kokoh dan Bisa Berkembang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Dalam pandangan saya buku ini sangat praktis dan bermaanfaat sebagai panduan dalam membangun bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Mengevaluasi Ide Bisnis Anda ?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Sebelum memulai suatu bisnis, Anda harus memutuskan apa yang akan Anda jual dan bagaimana Anda akan menghasilkan keuntungan. Ide bisnis biasanya telah berkembang di kepala entrepreneur selama beberapa waktu. Pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat, pendidikan dan bakat-bakat terbaik Anda. Bidang usaha yang menumbuhkan mimpi-mimpi yang memasok energi dan membuat Anda tetap bersemangat untuk berusaha, terutama jika sejumlah tantangan menghambat langkah ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Setelah Anda punya ide bisnis, pertanyaan berikutnya adalah apakah ide bisnis Anda ini bisa direalisasikan, dalam arti : ada pasar yang membutuhkannya dan siap membeli dan bisnis ini bisa memberikan keuntungan atas investasi (ROI) yang cukup besar. Untuk mengevaluasi ide bisnis, Anda bisa mencoba menggunakan model MAR (Market, Advantages, Return) yang dikembangkan oleh Ryan sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Market&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Apakah ada kebutuhan yang cukup besar atas barang/jasa yang akan  Anda sediakan ini ? Yakinkah Anda bahwa kebutuhan  ini ada di tempat  dimana Anda akan menjualnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Bagaimana struktur pasarnya ? Apakah pasarnya sangat kompetitif atau  pasarnya di monopoli oleh perusahaan tertentu  atau beberapa  perusahaan tertentu ? Pengetahuan tentang struktur pasar ini sangat  diperlukan untuk membangun strategi Anda untuk masuk ke pasar ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Bagaimana Anda akan memberi harga pada produk/jasa Anda? Apakah  anda bisa punya margin keuntungan yang cukup tinggi? Apakah  kebutuhan akan produk/jasa Anda ini cukup tinggi sehingga bisa  menerima harga yang Anda rencanakan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Berapa besar pasarnya? Apakah cukup besar untuk Anda masuk? Apakah  pasarnya sedang tumbuh atau menyusut? Carilah pasar yang akan  tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Apakah pasar siap untuk produk Anda? Anda bisa saja punya produk  yang bagus, akan tetapi bila konsumernya tidak siap atau  infrastrukturnya belum tersedia, Anda tidak bisa merealisasikan ide  cemerlang Anda menjadi bisnis yang sukses saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Advantages &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Berapa biaya untuk memproduksi barang/jasa Anda? Bila Anda bisa  menemukan cara untuk memproduksi lebih murah dari pesaing, Anda bisa  diuntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Berapa biaya untuk memulai bisnis ini? Apakah ada pesaing besar di  segmen ini ? Apakah ada regulasi, paten atau modal yang sangat besar  yang dibutuhkan sehingga bisa menjadi ganjalan? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Apakah Anda mempunyai HKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang bisa  menguntungkan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Siapa yang akan ada dalam tim Anda ? Berapa banyak orang yang  dibutuhkan untuk memulai bisnis ini, apa peran mereka? Bila Anda  bisa meyakinkan orang yang sangat berpengalaman duduk sebagai  komisaris, atau dalam manajemen puncak, maka Anda akan mempunyai  kelebihan. Ingat,  ide bisnis Anda  nyata hanya bila tim Anda bisa  merealisasikannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Bagaimana Anda akan menjual barang/jasa ini? Apakah Anda akan  menjual langsung ke konsumer lewat internet? Atau ke distributor?  Atau ke retailer  Apabila Anda bisa membangun cara menjual yang  unik, ini bisa menjadi kelebihan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Return&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Berapa proyeksi keuntungan kotor dan bersih?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai alur tunai Anda positif ?  Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai Anda bisa mencapai  breakeven ? Angka-angka ini sangat penting untuk diketahui dan  merupaka bagian yang penting dalam rencana bisnis Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Berapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini ?  Besarnya jumlah dana yang dibutuhkan akan menentukan dari mana Anda  perlu menggalang dana.  Usahakan agar Anda bisa memulai bisnis Anda  dengan biaya sekecil mungkin. Bila memungkinkan mulai lah dengan  dana pribadi  Anda. Bila Anda suda bisa menghasilkan pendapatan,  Anda akan lebih mudah menggalang dana tanpa perlu melepaskan terlalu  banyak kepemilikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Bagaimana Strategi Exit Anda? Apakah nantinya Anda merencanakan  untuk menjual perusahaan Anda atau akan masuk ke bursa saham?  Bagaimana investor Anda akan mendapatkan uangnya kembali? Apakah  dari penjualan saham? Atau dari dividen yang dibayarkan setiap  kuartal?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Bagaimana ROI (Return On Investment) yang Anda proyeksikan? Apakah  angka ini akan cukup menarik bagi Investor Anda? Berapa lama  perioda pengembaliannya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda akan punya gambaran apakah ide bisnis Anda bisa dilaksanakan, artinya ada kebutuhan di pasar, pasarnya siap dan bisnis ini bisa memberikan pengembalian investasi yang bagus. Bila ya, saya ucapkan selamat. Silahkan dilanjutkan ke tahap berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Bila tidak, saya sarankan Anda untuk mencari ide bisnis lagi. Berikut ini adalah beberapa tips yang Anda bisa pakai untuk mendapatkan ide bisnis :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Perhatikan produk-produk yang Anda pakai setiap hari. Coba pikirkan  bagaimana produk itu bisa diperbaiki? Kebutuhan apa, atau masalah  apa yang Anda hadapi yang bisa di jawab dengan produk atau jasa yang  saat ini belum ada ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Hadirilah acara-acara networking, seminar, konferensi. Di sana  mungkin Anda akan bertemu dengan orang yang mempunyai produk yang  bagus atau ide yang bagus yang sedang mencari mitra. Bacalah majalah  atau publikasi lain yang membahas industri yang Anda minati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Dapatkan pekerjaan di Industri yang Anda minati. Bekerjalah di sana  untuk mendapatkan pengalaman dan membangun jejaring. Sering kali  orang mendapatkan ide bisnis dari bisnis-bisnis yang tidak ditindaklanjuti oleh perusahaan tempat mereka bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt; Carilah mitra kerja yang mempunyai ide bisnis yang bisa Anda  perkuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Dunia ini penuh dengan kesempatan. Dibutuhkan orang-orang penuh energi dan cerdik untuk menemukannya. Dengan sikap mental yang positif, keinginan untuk sukses, pola pikir yang kukuh, antusiasme yang tinggi dan tidak cepat menyerah Anda akan menemukan, menciptakan dan mendapatkan manfaat dari kemungkinan-kemungkinan dan kesempatan-kesempatan yang Anda impikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Selamat mencari ide bisnis. Pada artikel mendatang saya akan membahas sumber-sumber pendanaan dan tips dalam membuat rencana bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-7242397436945797941?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/7242397436945797941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=7242397436945797941&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7242397436945797941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7242397436945797941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/10/langkah-pertama-dalam-membangun-bisnis.html' title='Langkah Pertama dalam Membangun Bisnis'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3091427637823991879</id><published>2008-10-12T16:24:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T16:26:59.050-07:00</updated><title type='text'>Entrepreneurship, Sangat Penting bagi Indonesia</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Oleh:Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pada tanggal 25 September 2008, atas undangan Menristek, saya mendapat kesempatan emas untuk bertemu  dan berdialog dengan Bapak Dr (HC) Ir. Ciputra yang pada saat itu mengunjungi Bapak Kusmayanto Kadiman. Saya belajar banyak dari diskusi selama dua jam yang saya lanjutkan dengan membaca buku yang saya peroleh dari beliau berjudul &lt;em&gt;The Ciputra's Way, Praktik Terbaik Menjadi Entrepreneur Sejati&lt;/em&gt;.   Melalui tulisan ini saya ingin berbagi apa yang saya pelajari dari beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Ciputra, Inovator yang Mampu Mengubah Barang Rongsokan Menjadi Emas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Ir. Ciputra, atau biasa dipanggil Pak Ci, adalah seorang entrepreneur yang sangat sukses. Ia adalah tokoh di belakang pendirian tiga group bisnis bidang properti terkemuka di Indonesia;  group Jaya, group Metropolitan dan group Ciputra. Bersama ketiga kelompok bisnis di atas, Pak Ci terlibat dalam pembangunan lebih dari 20 pengembangan skala kota, 10 pusat belanja, 10 hotel berbintang, 5 padang golf dan pusat rekreasi terbesar di Indonesia (Ancol).  Pak Ci adalah seorang yang sangat inovatif. Ia mampu mengubah sebuah padang ilalang menjadi kota baru, mengubah tempat pembuangan sampah menjadi resor yang indah dan kawasan kumuh menjadi wilayah pencakar langit tempat ribuan orang bekerja dan beraktifitas. Pak Ci pun aktif mengembangkan bisnisnya  di manca negara di antaranya di Singapura, Vietnam dan India dan sedang mempersiapkan untuk masuk ke China dan Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Sebagian buah keberhasilan bisnisnya ia bagikan pada masyarakat dalam bentuk sumbangan dan dukungan untuk kegiatan pendidikan, seni dan olah raga. Pak Ci terlibat di lebih 10 lembaga pendidikan, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dalam bidang olah raga Ia memimpin yayasan Jaya Raya yang menghasilkan juara-juara dunia di bidang bulu tangkis termasuk peraih medali emas dalam Olimpiade.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Melalui profesinya  ribuan orang mendapat kesempatan kerja dan ratusan ribu anggota keluarga mendapatkan nafkah dan masa depannya. Di usia 75 tahun ia masih aktif mengembangkan bisnisnya dan dengan penuh semangat mendorong tumbuhnya entrepreneur-entrepreneur tangguh Indonesia, baik melalui Universtias Ciputra, The School of Entrepreneurs maupun melalui pendekatan-pendekatan ke berbagai pihak agar dibentuk Entrepreneurship Center di kampus-kampus terkemuka, dan pengintegrasian pembelajaran entrepreneurship dalam kurikulum nasional mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Meskipun prestasinya sungguh luar biasa, Pak Ci tetap tampil sederhana dan rendah hati. Ia sangat menghargai orang-orang yang ditemuinya, suka memberikan pujian dan memberikan semangat. Bertemu dengannya saya jadi ingat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Indonesia  Butuh 4 juta Entrepreneur Baru&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Menurut David McClelland, untuk menjadi makmur suatu negara butuh  entrepreneur paling tidak 2 % dari warganya. Pada tahun 2007  di Indonesia diperkirakan ada 400.000 entrepreneur atau 0.18 %  , seharusnya kita punya 4.4 juta entrepreneur. Sebagai bahan perbandingan, Singapura di tahun 2005 punya 7.2 % entrepreneur dan Amerika Serikat di tahun 2007 punya 11.5 %. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Mengapa entrepreneurship sangat dibutuhkan di Indonesia? Tanpa entrepreneurship penganguran terdidik akan semakin banyak jumlahnya. Berdasarkan data Februari 2007 ada 740.206 penganggur lulusan perguruan tinggi. Dalam waktu enam bulan ( Agustus 2006 – Februari 2007) jumlah penganggur lulusan perguruan tinggi naik sebesar 66.578 atau 9.88 %. Tanpa entrepreneurship sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah di Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat, negarapun  tidak akan mendapatkan kutipan pajak, retribusi dan fasilitas publik swadaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Orientasi pendidikan kita saat ini umumnya memang  membangun manusia pencari kerja dan bukan membangun manusia pencipta kerja, itu sebabnya generasi muda kita umumnya tidak memiliki kecakapan untuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Pertanyaan yang mungkin timbul adalah apakah entrepreneur-entrepreneur baru bisa  dibentuk  melalui pendidikan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Peter Drucker berkata :&lt;em&gt;”The entrepreneurial mystique? It's not magic, it's not mysterious, and it has nothing to do with the genes. It's a discipline. And, like any discipline, it can be learned.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru, mengatasi kemiskinan dan pengangguran,  sekaligus membangun kesejahteraan dalam satu generasi, Ciputra mengajukan strategi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek Ciputra mengusulkan dibangunnya entrepreneurship center di kampus-kampus terkemuka. Center ini berfungsi melakukan pendidikan dan pelatihan entrepreneurship, pengkajian kurikulum entrepreneurship, inkubator, konsultasi dan dukungan jaringan finansial dan mentoring bagi para entrepreneur baru. Dalam jangka panjang Ciputra mengusulkan  pengintegrasian pembelajaran entrepreneurship dalam kurikulum nasional mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi. Ia pun mengusulkan Kerja Sama Gerakan Nasional Budaya Wirausaha antara pihak pemerintah, akademisi, kalangan bisnis dan tokoh sosial, agar budaya entrepreneurship bisa terbangun di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Bakat Entrepreneur Bisa Dikembangkan oleh Siapa Saja&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Bagi Ciputra, ada tiga ciri utama seorang  entrepreneur. Pertama seorang entrepreneur mampu melihat peluang bisnis yang tidak dilihat atau diperhitungkan orang lain. Ia melihat kemungkinan dan  memiliki visi untuk menciptakan sesuatu yang baru yang memicu semangatnya untuk bertindak. Kedua seorang entrepreneur adalah orang yang bertindak untuk melakukan inovasi, mengubah keadaan yang tidak/kurang menyenangkan menjadi keadaan seperti yang ia inginkan. Tindakannya lah yang membuat seorang entrepreneur menjadi inovator. Ketiga, seorang entrepreneur adalah seorang pengambil risiko, baik risiko yang bersifat financial (baca : rugi), maupun risiko yang bersifat mental (baca : dianggap gagal). Dengan 3 ciri tersebut, seorang entrepreneur sejati seperti seorang “perintis kawasan baru” atau “pendaki  gunung” yang selalu mencari puncak-puncak baru untuk ditaklukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Dalam pandangan Ciputra, orang yang memiliki atau mengelola sebuah bisnis, belum tentu seorang entrepreneur. Orang bisa memiliki sebuah bisnis dengan meniru bisnis yang sudah berhasil, seperti banyak dilakukan dalam sistem waralaba. Pebisnis model ini tidak  memulai dengan visi , tidak melakukan tindakan-tindakan yang inovatif dan juga tidak mengambil risiko yang besar. Mereka itu bisa disebut pebisnis atau pengusaha, tapi bukan entrepreneur seperti yang dimaksud oleh Ciputra.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Berikut ini adalah nasihat dari Ciputra bagi para entrepreneur muda :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Jangan tinggalkan pendidikan  formal, tetapi justru gunakan pendidikan formal untuk mempelajari  lebih banyak hal demi mewujudkan impian sebagai entrepreneur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Tidak ada kata terlalu cepat atau  terlalu lambat untuk menjadi entrepreneur. Yang penting pelajari  segala hal untuk mewujudkan impian itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pilih bidang usaha yang sesuai  dengan minat, pendidikan dan bakat-bakat terbaik kita. Bidang usaha  yang menumbuhkan mimpi-mimpi yang memasok energi dan membuat kita  tetap bersemangat untuk berusaha, terutama jika sejumlah tangtangan  menghambat langkah ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Mimpikanlah apa yang Anda inginkan  dan inginkanlah apa yang Anda impikan. Bangunlah keyakinan bahwa itu  bisa diperoleh melalui kerja keras yang terfokus. Ceritakan pada  diri sendiri dan teman-teman dekat apa yang Anda impikan dan  kerjakan. Bertindaklah mulai saat ini untuk mewujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Ide bisnis dapat datang dengan  berbagai cara pada waktu  dan tempat yang tidak terduga. Supaya  tidak mudah hilang, biasakanlah untuk mencatat ide-ide tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Seorang calon entrepreneur harus  membiasakan diri untuk tertarik pada pada praktik-praktik bisnis  terbaik, dilingkungan terdekatnya ataupun dimana saja.  Praktik-praktik terbaik itu bukan saja untuk dipelajari tapi lebih  dari itu untuk ditiru dan dijalankan sesuai dengan konteks bisnis  yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Meniru adalah proses inovatif jika  yang kita lakukan adalah meniru praktik-praktif bisnis terbaik,  mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi sesuatu  yang lebih baik dan lebih bernilai sesuai dengan konteks usaha kita  sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra dalam Memulai Bisnis Baru&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Banyak orang sadar akan pentingnya entrepreneurship dan ingin mulai menjadi entrepreneur, akan tetapi mereka masih bingung mulai nya dari mana. Di dalam memulai bisnis baru Ciputra memiliki sepuluh prinsip bisnis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Mulailah dari apa yang ada pada  diri kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan. Coba sadari  pengetahuan apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang bisa  dijadikan pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa diajak ikut  berbisnis? Mulailah dari langkah-langkah kecil, sampil merajut visi  dan mimpi besar berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Carilah mitra bisnis yang  melengkapi keunggulan Anda. Pola kemitraan akan memperkecil risiko  masing-masing pihak dan memperbesar kemungkinan berhasilnya, karena  dapat mempermudah dan mempercepat proses bisnis itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Mencari mitra bisnis seperti  mencari istri. Tak perlu tergesa-gesa, namun gunakan semua jalur  yang mungkin untuk memperoleh informasi seluas-luasnya. Jika masih  ragu bersabarlah, jika Anda yang perlu rendah hatilah. Tetaplah  memperjelas kriteria dari mitra bisnis yang kita cari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Yakinkanlah mitra bisnis Anda  dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji. Dan selalulah  menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak  agar reputasi terjaga dan hubungan bisa terjaga langgeng.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Cermatlah membaca pasar. Jadilah  yang terdepan dalam mengantisipasi siklus. Masukilah pasar yang  belum matang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Ketepatan mengatakan “no” sama  pentingnya dengan ketepatan mengatakan “yes”. Jangan takut  menunda menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu  mendatangkan hasil yang lebih baik di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Ada kalanya seorang entrepreneur  harus menggunakan intuisinya dalam mengambil keputusan. Intuisi  dapat dilatih dan dipelajari berdasarkan pengalaman. Semakin sering  seorang entrepreneur dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan  pada saat sulit, semakin tajam intuisinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Seorang entrepreneur adalah juga  seorang pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah menceritakan dan  meyakinkan sebanyak mungkin orang pada saat kapanpun tentang betapa  bernilainya bisnis baru yang ia garap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Seorang entrepreneur yang sukses,  membangun dan bekerja lewat organisasinya. Dalam tahap apapun bisnis  Anda, usahakan membangun organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Jangan memikirkan kemungkinan  gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai hasil terbaik. Dan  bila belum juga berhasil, upayakan lagi sampai berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Prestasi, nasihat dan prinsip-prinsip Ciputra  telah menjadi inspirasi dan membangun motivasi yang lebih besar lagi bagi saya untuk  merealisasikan mimpi-mimpi saya membangun bisnis yang inovatif, menciptakan lapangan kerja baru dan turut mensejahterakan bangsa.  Semoga Anda pun merasakan hal yang sama. Mari kita kobarkan semangat entrepreneurship yang benihnya mungkin saja sudah tertanam namun terpendam dan belum tumbuh, tersembunyi terlalu lama di dalam hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Selamat membangun bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Daftar Pustaka : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Andrias Harefa &amp;amp; Eben Ezer Siadari, The Ciputra's Way Praktik Terbaik Menjadi Entrepreneur Sejati, Elex Media Komputindo, Cetakan ke-2, 2008.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3091427637823991879?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3091427637823991879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3091427637823991879&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3091427637823991879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3091427637823991879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/10/entrepreneurship-sangat-penting-bagi.html' title='Entrepreneurship, Sangat Penting bagi Indonesia'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-6859736038594113956</id><published>2008-10-07T19:15:00.000-07:00</published><updated>2008-10-07T19:18:48.445-07:00</updated><title type='text'>Kepemimpinan dalam Mengatasi Krisis</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu kita menyaksikan drama tarik ulur persetujuan RUU Bailout senilai US700 miliar di kalangan politisi Amerika. Kejatuhan yang menimpa lembaga keuangan di AS- sebagai dampak dari krisis kredit subprime mortgage- telah meruntuhkan kejayaan Wall Street sebagai pusat keuangan global. Lehman Brothers Holdings Inc. bangkrut, Merrill Lynch &amp;amp; Co dijual ke Bank of America Corp. Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley menilai tidak ada masa depan pada bisnis bank investasi dan model bisnis yang dinilai rusak ini perlu digantikan.&lt;/span&gt;&lt;!--   @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm }   P { margin-bottom: 0.21cm }  --&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Krisis keuangan di Amerika ini juga menyuguhkan pertunjukan saling tuding. Calon Presiden dari partai Demokrat Barrack Obama menuduh bahwa krisis ini adalah akibat dari Filosofi tim administrasi Bush yang gagal. Saling tuding pun terjadi diantara kedua partai di DPR segera setelah voting  pertama yang gagal meloloskan bailout.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Di Indonesia kita menyaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat paripurna yang dihadiri oleh Wakil Presiden, sejumlah menteri, Gubernur BI,  kalangan bisnis, akademisi dan media. Selama satu setengah jam, Yudhoyono menampilkan data ekonomi dan politik yang menunjukkan adanya perbedaan besar antara keadaan saat ini dan menjelang krisis moneter 10 tahun yang lalu dan mengajak untuk bersikap optimistis dalam menghadapi badai ekonomi. Beliau mengakhiri paparannya dengan 10 arahan bagi pejabat pemerintah, pedoman konsultatif bagi gubernur BI dan himbauan kepada para pengusaha dan tokoh media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Menjaga Keseimbangan dalam Krisis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Krisis kerap terjadi dalam organisasi. Dan selama organisasi berisi manusia, akan ada kesalahan, kontroversi, kecelakaan, pencurian dan penipuan.  Orang memang tidak selalu mengikuti aturan. Itu sebabnya ada polisi, pengadilan dan penjara. Bagi para pemimpin, krisis seringkali adalah hal yang paling menyakitkan dan tes terberat dalam karirnya. Krisis bisa menimbulkan  kecemasan,  mengakibatkan  tidak bisa tidur dan membuat perut  mulas. Meskipun begitu, krisis menuntut pemimpin untuk tegar, tenang dan bisa menjaga keseimbangan antara mencurahkan segala daya dan upaya untuk mengatasi krisis di satu sisi, melokalisasinya sehingga tidak menjalar,  dan menjalankan kegiatan secara normal di bagian lain  seakan-akan tidak ada krisis. Hal ini yang sering terlupakan dan menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Karena bila Anda hanya fokus pada pemecahan krisis saja, tanpa melokalisasinya dan tanpa meyakinkan bahwa di bagian lain organisasi tetap berjalan baik, maka seluruh organisasi dapat terlibas oleh krisis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Krisis sangat bervariasi bentuknya. Ada yang sifatnya internal, ada pula yang melibatkan pemberitaan di media dan mengandung konsekuensi hukum. Ada yang bisa diselesaikan dengan cepat, ada pula yang makan waktu berbulan-bulan. Berikut ini adalah beberapa contoh krisis yang bisa terjadi dalam organisasi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Tuntutan atas kualitas barang yang  buruk atau cara berbisnis yang tidak etis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Musibah  yang melibatkan pegawai  atau pelanggan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pemberitaan negatif di media  tentang organisasi Anda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Kebakaran, banjir, badai atau  kerusakan yang berdampak negatif pada binis dan/atau properti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Setiap krisis berbeda sehingga sulit membuat resep penanganannya. Namun demikian ada beberapa petunjuk yang bisa digunakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;1, Ambil asumsi terburuk. Kita akan buang waktu terlalu banyak bila mencoba mengelak atau membantah dengan mengatakan tidak ada  masalah. Lewati saja tahapan membantah ini dan langsung siapkan mental kita  bahwa masalah ini akan membesar dan memburuk dan bahwa kita harus menanganinya segera. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Pada awal-awal saya memimpin, saya pernah mengalami suatu krisis dimana ketika saya mendengar ada kejanggalan,  reaksi pertama saya adalah menepisnya dan menganggap hal seperti itu tidak mungkin terjadi di organisasi yang saya pimpin. Pada akhirnya masalah menjadi besar dan penanganannya lebih sulit. Berbekal pengalaman itu, bila ada laporan suatu kejanggalan saya ambil asumsi bahwa ada yang salah,  lalu kami lakukan apa yang diperlukan untuk mengatasinya agar segera bisa diatasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;2. Asumsikan bahwa semua informasi akan bocor dan semua orang akan tahu. Komunikasikan apa yang kita ketahui segera setelah kita  mengetahuinya. Kita akan mengundang spekulasi bila  kita  tidak melakukannya dan orang lain yang tidak mengetahui duduk persoalannya bisa jadi akan membuat cerita sendiri yang lebih buruk dari yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Putuskan apa yang akan disampaikan dan siapa yang akan menyampaikan. Fakta yang sama bisa berarti berbeda bila disampaikan dalam konteks yang berbeda. Sampaikan fakta-fakta dalam konteks yang tepat dengan memperhatikan kepentingan pihak-pihak yang dirugikan dalam krisis ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Semakin terbuka kita bicara mengenai masalah, penyebab dan solusinya, semakin besar kepercayaan yang akan kita dapatkan dari mereka yang mendengarnya baik di dalam maupun di luar organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;3. Ambil tindakan yang pantas. Kemungkinan besar akan ada faktor-faktor yang di luar kontrol kita yang akan memengaruhi kemampuan kita untuk mengatasi krisis. Jangan menjanjikan suatu  solusi yang ada kemungkinan kita tidak bisa memenuhinya.  Pada saat yang sama, yakinkan  bahwa respon kita memadai sehingga kita dipandang sungguh-sungguh dalam mengatasi masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;4. Organisasi kita akan selamat dan pada akhirnya menjadi lebih kuat setelah krisis. Kita akan mendapatkan pelajaran berharga dari setiap krisis yang kita alami, meskipun seperti juga saya, Anda akan membenci setiap krisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran umum yang saya dapat adalah kebijakan dan aturan akan usang bila tidak dihidupkan dan ditegakkan oleh semua manager setiap saat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Ada 3 langkah untuk mencegah terjadinya krisis :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Kontrol yang ketat. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buat  disiplin yang baik dalam sistem keuangan dan akunting dengan proses  audit internal dan eksternal yang ketat. Para manajer lapangan harus  mereview dan menindak lanjuti setiap temuan audit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Proses internal yang baik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menghindari krisis perlu diterapkan proses rekruitmen yang ketat,  evaluasi kinerja yang akurat dan program pelatihan komprehensif.  Buatlah kebijakan perusahaan yang singkat dan jelas. Lakukan  pelatihan sehingga semua pegawai mengerti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Tindakan yang tegas dan tidak  pandang bulu pada para pelanggar.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran harus diberi  hukuman yang setara dengan jenis pelanggarannya, termasuk pemecatan  untuk pelanggaran berat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Krisis akan selalu ada dan ketika terjadi rasanya sangat menyakitkan. Sesulit apa pun krisis itu, coba untuk tenang dan tegar. Ingatlah bahwa pada waktunya badai ini pun akan berlalu. Dan badai ini akan berlalu karena kita  mengatasinya dengan baik. Kita  akan menghadapi masalah besar itu, mengambil tanggung jawab atas masalah itu di tangan kita dan mencari solusinya.  Pada saat yang sama kita tetap menjalankan operasi organisasi kita  sehari-hari. Kita  tidak akan pernah merasa senang dengan apa yang menimpa kita, tetapi suatu saat kita akan  melihat bahwa kita  dan organisasi yang kita pimpin  menjadi lebih baik karena krisis itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Selamat menghadapi krisis dengan tegar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-6859736038594113956?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/6859736038594113956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=6859736038594113956&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6859736038594113956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/6859736038594113956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/10/kepemimpinan-dalam-mengatasi-krisis.html' title='Kepemimpinan dalam Mengatasi Krisis'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-3200354247632944223</id><published>2008-09-23T21:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-23T21:16:24.453-07:00</updated><title type='text'>Power Tends to Corrupt</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tertangkap basahnya anggota &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mohammad Iqbal ketika menerima suap sejumlah Rp.500 juta di lift Hotel Aryaduta dari Presiden Direktur First Media Billy Sundoro menambah panjang daftar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;aktivis dan idealis yang terperangkap kasus korupsi ketika mereka memiliki kekuasaan. Muhammad Iqbal adalah mantan Ketua Presidium Dewan Mahasiswa ITB tahun 1977, aktivis Salman, dan Ketua Bidang Kekayaan PB HMI hingga 1981.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Sebelumnya Mulyana W. Kusumah, tenaga pengajar di FISIP UI yang aktif di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), pendiri sejumlah organisasi seperti Perhimpunan Bantuan Hukum &amp;amp; HAM Indonesia (PBHI),&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Komite Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KONTRAS) dan Komisi Independen Pemantau Pemilu (KIPP), juga tersandung kasus korupsi. Mulyana yang pada saat itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adalah Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tertangkap basah menyuap auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Khairiansyah Salman pada 8 April 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tertangkapnya Mulyana kemudian membuka kasus korupsi yang lebih besar di tubuh KPU dan menyeret Ketua KPU Dr. Nazarudin Sjamsuddin, seorang dosen dan Guru Besar di FISIP UI ke meja hijau. Nazarudin Sjamsuddin di vonis 6 tahun penjara setelah terbukti bersalah melakukan korupsi dalam pengumpulan dana taktis dari rekanan KPU dan pengadaan asuransi bagi anggota KPU.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Terungkapnya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kasus korupsi pada tokoh-tokoh masyarakat yang sebelumnya dianggap&lt;span&gt; &lt;/span&gt;idealis dan pembela yang lemah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menimbulkan pertanyaan besar : Mengapa merekapun terjerat korupsi?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam artikel ini saya mencoba menganalisanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Korupsi Telah Mendarah Daging&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Praktik korupsi di Indonesia terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari urusan kecil yang menyangkut pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan, hingga rekayasa penggunaan anggaran di lembaga-lembaga pemerintah. Sedemikian parahnya sampai kita masuk peringkat kelima negara terkorup di dunia versi lembaga Transparency International Indonesia (TII). Dalam survei yang dilakukan TII di 32 kota terhadap 1760 responden, seluruh responden mengaku selalu dimintai uang pelicin ketika berinteraksi dengan institusi publik termasuk lembaga peradilan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dalam banyak kasus, korupsi di Indonesia bukan hanya didorong oleh motif pribadi pelakunya, tetapi juga karena merasa harus beradaptasi pada lingkungan atau sistem yang korup. Secara psikologis, seorang pegawai cenderung merasa tidak nyaman dan tidak aman jika tidak korup apalagi melaporkan kasus korupsi, karena akan dicap sebagai “sok bersih” atau “sok pahlawan” oleh rekan-rekannya. Lambat laun mereka yang hidup dalam lingkungan yang korup ini menjadi sulit untuk membedakan mana yang korupsi dan mana yang tidak,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;karena hal-hal yang sebetulnya korupsi sudah menjadi sesuatu yang wajar dilakukan oleh semua orang. Apalagi bila di tambah dengan kenyataan bahwa sebagian dari mereka tidak bisa mencukupi biaya hidup apabila hanya mengandalkan gaji saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Rendahnya tingkat kesejahteraan pegawai pemerintah, sikap permisif dan kompromis, lemahnya perangkat hukum, hingga lemahnya komitmen para penegak hukum, menjadi faktor dominan, kenapa korupsi tumbuh subur di masyarakat. Praktik - praktik korupsi ini, menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas. Proses pembangunan tidak berjalan dengan semestinya karena uang yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat malah masuk ke kantong - kantong pribadi. Apalagi di saat negara tengah menghadapi persoalan berat seperti pengangguran, kemiskinan dan terancamanya anggaran akibat pengaruh ekonomi global, praktik korupsi, dipastikan akan semakin menambah beban negara dan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Power Tends to Corrupt, and Absolute Power Corrupts Absolutely&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Observasi di atas dinyatakan oleh&lt;span&gt; &lt;/span&gt;John Emerich Edward Dalberg Acton, atau lebih dikenal sebagai Lord Acton pada tahun 1887. Ia adalah seorang ahli sejarah dan moralis. Kekuasaan memang telah membuat banyak politisi korupsi. Pada awal karirnya banyak dari mereka mempunyai idealisme dan semangat untuk merubah sistem. Mereka ingin membantu yang lemah dan miskin dan membasmi korupsi dan kesewenang-wenangan. Tetapi ketika mereka ada diposisi yang berkuasa ceritanya menjadi lain.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mereka menjadi lebih senang bergaul dan meyenangkan para penguasa, baik di pemerintahan maupun korporasi. Dan di atas semua itu, mereka sibuk berusaha meningkatkan kekuasaan dan kekayaannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kekuasaan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;membuat orang mempunyai kecenderungan untuk korupsi, apalagi bila kekuasaan itu tidak diimbangi dengan rambu-rambu pembatas dan pengawasan yang memadai. Itu pula yang saya duga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menyebabkan Mohammad Iqbal, Mulyana W. Kusumah dan Nazarudin Sjamsuddin terjerumus dalam jeratan korupsi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Fokus di dalam memberantas korupsi selama ini banyak pada penangkapan koruptor dan kurang pada pencegahan terjadinya korupsi. Korupsi terjadi karena ada niat dan ada kesempatan. Governance yang lemah membuka kesempatan korupsi. Itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebabnya penerapan &lt;em&gt;Good Governance&lt;/em&gt; menjadi sangat penting sebagai langkah pencegahan. Empat elemen Good Governance adalah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;adanya: akuntabilitas, partisipasi masyarakat,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kepastian hukum dan transparansi.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;World Bank mengatakan &lt;em&gt;Good Governance&lt;/em&gt; dapat menghasilkan perbaikan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tingkat kehidupan di negara berkembang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sampai tiga kali lipat. Menurut Daniel Kaufman,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Director Global Governance, World Bank Institute, negara dengan pendapatan per kapita $ 2000 per tahun, dapat meningkat menjadi $ 6000 dalam jangka panjang bila mereka memperbaiki &lt;em&gt;governance&lt;/em&gt;-nya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Peningkatan tajam itu sebagai akibat dari perbaikan jumlah investasi baik dari dalam maupun luar negeri, penggunaan alokasi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dana masyarakat dalam kontrol pemerintah yang lebih baik&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan juga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;penggunaan SDM&lt;span&gt; y&lt;/span&gt;ang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Beberapa Kabar Baik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Korupsi adalah masalah nasional dan semua komponen masyarakat harus terlibat didalam memeranginya. Di antara banyaknya kabar buruk tentang korupsi, beberapa hal positif yang perlu kita syukuri diantaranya adalah,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;KPK dibawah kepemimpinan Antasari Azhar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sejauh ini telah menunjukan kinerja yang baik. Di antaranya KPK telah berhasil menangkap basah kasus suap untuk mengubah hutan lindung, kasus korupsi pengadaan kapal patroli dan terakhir kasus suap menyangkut persaingan usaha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dunia pendidikan tinggi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;seperti Universitas Paramadina telah mulai memainkan peran sesuai dengan cakupan kerjanya yaitu pendidikan, dengan menerapkan pendidikan anti korupsi dengan bobot 2 SKS. Meskipun banyak yang mengatakan bahwa pendidikan anti korupsi itu harus dimulai sejak dini, tapi tidak berarti dunia pendidikan tinggi lalu bisa berpangkutangan. Pendidikan tinggi justru menjadi fase terakhir pendidikan formal bagi generasi muda yang akan memasuki dunia nyata, baik di sektor swasta, pemerintahan, maupun civil society. Karena itu pembekalan mahasiswa dengan pengetahuan, semangat, dan ketrampilan anti-korupsi menjadi penting. Kita berharap, pendidikan antikorupsi bukan sebuah pilihan, tapi merupakan suatu keharusan -- sebagai ikhtiar kolektif untuk membongkar tradisi dan praktik korupsi di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketika berita di berbagai media dipenuhi berita buruk tentang maraknya korupsi di Indonesia, Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) tahun ini untuk ketiga kalinya akan memberikan penghargaan kepada tokoh pejabat publik&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang selain tidak korupsi juga menunjukan usaha nyata untuk membersihkan lingkungannya dari korupsi. Sebagai ketua dewan juri, saya sungguh gembira bahwa ternyata kami berhasil mendapatkan tiga orang pemenang yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kiprahnya dalam memerangi korupsi mengagumkan. Para pemenang ini akan diumumkan pada tanggal 28 Oktober nanti dan diharapkan dapat menjadi teladan yang bisa memberikan inspirasi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan mempengaruhi lebih banyak orang untuk aktif mencegah dan memerangi korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mari kita turut aktif untuk&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mencegah dan memerangi korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-3200354247632944223?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/3200354247632944223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=3200354247632944223&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3200354247632944223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/3200354247632944223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/09/power-tends-to-corrupt.html' title='Power Tends to Corrupt'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-2100270414084458865</id><published>2008-09-21T19:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T19:24:43.418-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin dan Layanan Pelanggan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh: &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mengawali kiprah saya sebagai pengusaha, awal tahun ini saya mulai mengurus administrasi pendirian perusahaan. Sudah lama kita mendengar betapa sulit nya mengurus perizinan di Indonesia ini. Tapi ternyata antara mendengar dan mengalami sendiri sungguh berbeda rasanya. Beberapa kali saya harus geleng-geleng kepala dan menarik napas panjang menahan amarah melihat betapa sulit dan tidak masuk akalnya layanan publik di negara ini dijalankan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tidak heran kalau dalam laporan IFC peringkat Indonesia turun 2 tingkat ke nomor 129 dalam hal kemudahan berbisnis, sementara negara tetangga terdekat kita Singapura ada di posisi nomor 1. Melihat layanan yang begitu berbelit-belit, mau tidak mau saya berpikir, bila Indonesia ini sebuah perusahaan, akankah ia bertahan hidup&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ditengah persaingan tetangga-tetangganya yang lebih gesit membenahi diri dalam melayani pelanggannya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pentingnya kepuasaan pelanggan bukan sesuatu yang baru bagi perusahaan. Tapi yang seringkali menjadi tantangan adalah bagaimana membuat sebuah organisasi secara konsisten bisa memberikan layanan pelanggannya dengan prima dan bagaimana semua orang dalam organisasi, tanpa kecuali, menaruh kepuasan pelanggan pada prioritas utama. Artikel ini memberikan fokus pada peran pemimpin dalam membangun organisasi yang berorientasi pada pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Walk The Talk at The Top.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Sangat penting bahwa pemilik atau CEO dari suatu organisasi menujukkan ketulusan dan kepeduliannya dalam memberikan layanan prima kepada pelanggan. Seorang CEO yang dalam kesehariannya terlibat dalam membantu pelanggan, mencari tahu apa yang dibutuhkan pelanggan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan mencari cara untuk memenuhinya, adalah CEO yang mengoperasikan perusahaan dengan layanan pelanggan prima. Seorang CEO harus membuat suatu mekanisme agar ia tahu bagaimana kondisi kepuasan pelanggan organisasinya dari waktu ke waktu dan menyediakan cara yang mudah bagi pelanggan untuk memberikan masukan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sewaktu-waktu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;turun&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ke lapangan untuk melihat secara langsung, bagaimana pelanggan di ayani. Ia pun&lt;span&gt; &lt;/span&gt;membangun sistem penghargaan pegawai yang mendorong kepedulian pada pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Memperlakukan Pegawai sebagai Pelanggan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pegawai yang senang akan membuat pelanggan senang. Di kebanyakan bisnis, terutama bisnis layanan, sikap dan tingkah laku pegawai menentukan kualitas layanan pelanggan. Bila kita memperlakukan pegawai dengan baik dan memuaskan mereka maka merekapun akan memperlakukan pelanggan dengan baik dan memuaskan pelanggan. Pemimpin&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus membuat pekerjaan menyenangkan bagi para pegawai,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dimana hasil kerjanya dihargai, sehingga mereka bersemangat dalam melakukan pekerjaannya. Bila pegawai di perlakukan seperti pelanggan, maka akan terjadi hubungan yang sangat sehat dimana semua diuntungkan: pegawai untung, pelanggan untung dan perusahaan pun untung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mempunyai Rencana Kerja Tertulis untuk Membangun Layanan Pelanggan dengan Prima&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Suatu rencana yang tertulis akan sangat membantu dalam membangun budaya untuk memberikan layanan pelanggan dengan prima. Misi organisasi harus dengan jelas menempatkan pelanggan di pusatnya. Demikian pula visi organisasi, yang dibangun bersama-sama para pegawai,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus secara&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kuat menunjukkan arah organisasi dan penekanannya pada layanan pelanggan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mempunyai rencana yang tertulis dan secara teratur menjadikannya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;referensi adalah cara yang ampuh untuk memposisikan layanan pelanggan di garda depan rencana bisnis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membuat Standar Layanan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Perusahaan yang memberikan layanan prima pada pelanggannya mendefinisikan standar layanan utama&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan jelas. Standar layanan punya dua tujuan. Pertama standar ini sangat ampuh dalam membangun kesan yang positif di mata pelanggan. Kedua, standar ini adalah alat yang bagus untuk mengukur seberapa baik masing-masing pegawai di perusahaan memenuhi tingkat layanan yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan perusahaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Standar layanan harus bisa diukur agar bisa di kelola dengan baik.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Banyak yang berpendapat bahwa sulit sekali mengukur kualitas layanan. Misalnya saja “keramahan” susah diukur. Keramahan memang susah diukur, tetapi senyum bisa diukur. Demikian juga ucapan salam pada pelanggan seperti: “Selamat pagi” atau “Selamat siang” bisa diukur. Lalu seberapa cepat masing-masing jenis layanan dijalankan dan berapa banyak kesalahan dan jumlah keluhan juga bisa diukur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; tujuh kriteria dalam membuat standar, menurut Leland &amp;amp; Balley, yaitu : spesifik, ringkas, terukur, berdasarkan kebutuhan pelanggan, dicantumkan dalam deskripsi pekerjaan dan evaluasi kinerja, dibuat bersama-sama pegawai dan ditegakkan diseluruh organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Pemimpin mempunyai peran yang sangat vital di dalam membangun budaya layanan prima di organisasinya. Ia harus bisa membangkitkan inspirasi pegawai&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan pentingnya layanan prima lalu membangun kemampuan, motivasi dan ruang gerak&lt;span&gt; &lt;/span&gt;bagi mereka untuk melaksanakannya. Untuk membangun inspirasi, pemimpin perlu membangun visi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang menggugah, dan mampu mengomunikasikannya dengan jernih. Sikap dan perbuatannya dalam melayani dan memberikan fokus pada pelanggan harus bisa diteladani. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; dua hal yang penting dalam setiap organisasi bisnis : pelanggan dan produk. Bila organisasi menghasilkan produk yang hebat dan melayani pelanggannya dengan prima, maka mereka akan memiliki pelanggan yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;setia yang mendatangkan pelanggan lain. Bisnisnya akan tumbuh sehat dan menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selamat melayani pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-2100270414084458865?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/2100270414084458865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=2100270414084458865&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2100270414084458865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2100270414084458865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/09/pemimpin-dan-layanan-pelanggan.html' title='Pemimpin dan Layanan Pelanggan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-276045617172064041</id><published>2008-09-21T19:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T19:21:06.314-07:00</updated><title type='text'>Perempuan dan Kebhinekaan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Merespon 30 % quota&lt;span&gt; &lt;/span&gt;perempuan untuk caleg, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir tidak setuju&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan menyatakan , "Saya takut perempuan terlena dengan sistem kuota. Mereka enggak mandiri kan jadinya kalau minta-minta jatah." (Kompas). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Saya termasuk yang setuju langkah &lt;em&gt;affirmative action&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt; &lt;/span&gt;yang bisa mendorong kesetaraan gender ini. Sampai sekarang, hambatan struktural, ekonomi dan budaya masih menjadi hal nyata yang akhirnya menempatkan perempuan pada posisi tidak setara dengan laki-laki. Akibatnya, perempuan tidak dapat berkompetisi dalam bidang ekonomi dan politik secara seimbang. Representasi perempuan yang memadai di Dewan Perwakilan Rakyat merupakan salah satu indikator demokrasi partisipatoris yang diharapkan bisa mendorong keikut sertaan perempuan dalam perumusan kebijakan, terutama pada kebijakan yang langsung berdampak pada kehidupan mereka.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Misalnya saja pada Deklarasi Beijing dinyatakan, partisipasi seimbang antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan keputusan yang secara akurat mereflesikan komposisi dalam masyarakat diperlukan untuk memperkuat demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kebinekaan Mendatangkan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hasil yang Lebih Baik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Terlepas dari masalah gender, kebhinekaan (diversity) dalam suatu tim memungkinkan para anggota nya untuk bertukar pikiran dalam perspektif yang berbeda- beda. Pertukaran pikiran ini membuat mereka lebih bijaksana , mempunyai wawasan yang lebih luas, lebih kreatif dan pada akhirnya membuat mereka lebih berhasil.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kebhinekaan mencakup gender, usia, agama, suku bangsa dll. Dalam organisasi bisnis, kebhinekaan ini perlu diupayakan dalam berbagai tingkatan, termasuk pada manajemen puncak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketika saya ditunjuk menjadi CEO IBM Indonesia di tahun 2000, saya adalah CEO wanita pertama di IBM Indonesia dan di kawasan IBM Asia Pacifi. Sadar akan pentingnya kebhinekaan dalam jajaran kepemimpinan IBM di kawasan ASEAN dan Asia Selatan, saya diminta untuk memimpin Women Leadership Diversity Council yang bertujuan membantu para perempuan yang potensial untuk menampilkan potensi-potensi nya dan meraih posisi yang penting di dalam organisasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tim kami melakukan berbagai inisiatif, diantaranya mempelajari apa yang menjadi penghambat kemajuan para perempuan potensial,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lalu mengambil langkah-langkah dan kebijakan untuk mengatasinya. Beberapa program kami galakkan diantaranya mentoring, networking, meyakinkan bahwa di setiap posisi penting, dari 3 kandidat pengganti yang dipersiapkan paling tidak satu diantaranya adalah perempuan. Kandidat perempuan ini kami rangsang untuk mau menerima penugasan-penugasan yang menantang agar mereka&lt;span&gt; &lt;/span&gt;siap untuk naik ke posisi yang lebih tinggi nantinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pelatihan mengenai kebhinekaan pun kami berikan kepada semua manajer baik laki-laki maupun perempuan agar mereka siap memberikan ruang gerak bagi hadirnya kebhinekaan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang dicirikan dengan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Keterbukaan terhadap ide-ide baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kemauan untuk mendengar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Semangat untuk belajar hal-hal baru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Semangat untuk berkembang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Flexibilitas untuk melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: left;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Para manajer, yang tadinya dengan maksud melindungi,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak memberikan penugasan-penugasan menantang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang banyak menuntut perjalanan ke luar kota dan ke luar negeri kepada pegawai perempuan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pun kami ingatkan untuk tidak ambil asumsi sendiri, melainkan membiarkan para pegawai perempuan untuk menentukan sendiri apakah mereka mau dan ingin menerima penugasan-penugasan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Langkah-langkah di atas memberikan hasil yang menggembirakan. Kini jajaran pimpinan di IBM di kawasan ASEAN dan Asia Selatan banyak di isi oleh perempuan. Mereka sangat berbakat dan sukses. Di Indonesia, ketika saya pertama kali di tunjuk menjadi Presiden Direktur, jajaran pimpinan langsung di bawah saya semuanya laki-laki. Ketika saya meninggalkan posisi itu di bulan Maret tahun ini,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;4 dari 15 jajaran pimpinan tertinggi adalah perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dari pengalaman di atas, kami semakin yakin bahwa perempuan seperti juga laki-laki mempunyai kemampuan untuk memimpin. Hanya saja, beberapa faktor seperti lingkungan sosial, budaya, adaptasi dalam keluarga,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;faktor organisasi seperti proses karir dan persepsi para perempuan itu sendiri telah menghalangi mereka untuk tampil menonjol dan bisa bersaing. Diperlukan usaha ektra untuk mengatasi faktor-faktor penghambat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Perempuan, Tempat Mencari Bakat-bakat Baru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Meskipun angka penganguran tinggi, namun mencari sumber daya manusia trampil dan mempunyai sikap terpuji semakin lama semakin&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sulit. Tantangan yang sama juga ditemui dalam mencari pemimpin yang handal dan terpercaya. Padahal di era dimana kreatifitas dan inovasi merupakan kunci sukses, kemampuan organisasi untuk mendapatkan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan memupuk SDM dan pemimpin yang handal adalah faktor penentu. Dalam situasi dimana persaingan untuk mendapatkan SDM dan pemimpin yang handal semakin ketat, perempuan merupakan sumber SDM trampil dan pemimpin handal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Untuk melihat kemampuan kepemimpinan perempuan kita bisa melihatnya dari&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kinerja Kabinet Indonesia Bersatu dimana 4&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari 34 menterinya perempuan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dr. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan merangkap Menko Ekonomi, prestasinya sungguh luar biasa. Disamping piawai dalam menentukan kebijakan-kebijakan keuangan,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia memimpin reformasi birokrasi di Departemen Keuangan dengan menempatkan Dirjen pilihan yang dianggap mampu melaksanakan reformasi birokrasi di Direktorat Pajak dan Direktorat Bea Cukai yang selama ini dikenal sangat subur sebagai tempat korupsi. Ia konsiten memimpin dan mendukung langkah-langkah pembersihan dan tidak gentar untuk berbeda pendapat dengan pejabat-pejabat negara lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Atas prestasinya itu Sri Mulyani masuk dalam jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Berada diperingkat ke 23, Sri Mulyani mengalahkan nama-nama beken lainnya seperti Hillary Rodham Clinton, Aung San Suu Kyi dan Operah Winfrey. Ia juga banyak menerima penghargaan internasional, di antaranya Leader of Rising Asia dari Singapore Institute of International Affair.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tengok juga sepak terjang Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadilah Supari dalam melawan dominasi WHO dan Barat. Ia melihat ketidak adilan ketika Negara yang terjangkit penyakit dipaksa mengirimkan virusnya ke WHO,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;namun bukannya dimanfaatkan untuk kesehatan seluruh dunia, virus itu malah digunakan oleh negara kaya untuk membuat komoditas dagang dalam bentuk vaksin yang dijual dengan harga mahal sehingga negara sumber nya tidak mampu untuk membeli vaksin tersebut. Tanpa gentar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;ia membuka praktek WHO dalam mengelola lalulintas virus dunia.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ia tetap pada pendiriannya,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;aturan pengiriman virus ke WHO yang tidak transparan harus dihapus. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Perjuangannya berhasil. Ia mampu memaksa WHO berubah. Ia berhasil menghancurkan lingkaran setan pervaksinan dunia. Kini aturan mainnya lebih adil, transparan dan setara. Atas prestasinya itu The Economist, 6 Agustus 2006 menulis : “&lt;em&gt;For the sake of basic human interest, the Indonesian government declares that genomic data on bird flu viruses can be accessed by anyone. With those words, spoken on August 3rd (2006), Siti Fadilah Sapari started a revolution that could yet save the world from the ravages of pandemic disease. That is because Indonesia’s health minister has chosen a weapon that may prove more useful than todays best vaccines in tackling such emerging threats as avian flu: transparency&lt;/em&gt;.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Sepintas quota 30 % caleg perempuan terlihat dipaksakan, tapi saya yakin undang-undang itu lahir atas dasar yang jlas bahwa perempuan punya kemampuan dan demokrasi akan berjalan lebih baik bila ada partisipasi yang seimbang antara perempuan dan laki-laki di dalamnya. Semoga para pimpinan partai bijak menyikapi amanat undang-undang ini dan melakukan kaderisasi dengan baik sehingga bisa memenuhi syarat 30% caleg perempuan dengan perempuan-perempuan handal yang memiliki integritas tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;br /&gt;Betti Alisjahbana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;!-- Begin: AdBrite, Generated: 2008-09-11 5:09:07 --&gt;&lt;/p&gt;     &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- var AdBrite_Title_Color = 'FFFFFF'; var AdBrite_Text_Color = 'FFFF66'; var AdBrite_Background_Color = 'CC0000'; var AdBrite_Border_Color = 'CCCCCC'; var AdBrite_URL_Color = 'FFFFFF'; try{var AdBrite_Iframe=window.top!=window.self?2:1;var AdBrite_Referrer=document.referrer==''?document.location:document.referrer;AdBrite_Referrer=encodeURIComponent(AdBrite_Referrer);}catch(e){var AdBrite_Iframe='';var AdBrite_Referrer='';} // --&gt;&lt;/script&gt; &lt;span style="white-space: nowrap;"&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- document.write(String.fromCharCode(60,83,67,82,73,80,84));document.write(' src="http://ads.adbrite.com/mb/text_group.php?sid=839970&amp;zs=3436385f3630&amp;ifr='+AdBrite_Iframe+'&amp;ref='+AdBrite_Referrer+'" type="text/javascript"&gt;');document.write(String.fromCharCode(60,47,83,67,82,73,80,84,62)); // --&gt;&lt;/script&gt;&lt;script src="http://ads.adbrite.com/mb/text_group.php?sid=839970&amp;amp;zs=3436385f3630&amp;amp;ifr=1&amp;amp;ref=http%3A%2F%2Fwww.qbheadlines.com%2Fcareer.php%3Fcat%3D8" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;iframe src="http://ads.adbrite.com/adserver/display_iab_ads.php?sid=839970&amp;amp;title_color=FFFFFF&amp;amp;text_color=FFFF66&amp;amp;background_color=CC0000&amp;amp;border_color=CCCCCC&amp;amp;url_color=FFFFFF&amp;amp;newwin=&amp;amp;zs=&amp;amp;width=468&amp;amp;height=60&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.qbheadlines.com%2Fcareer.php%3Fcat%3D8%26id%3D147" frameborder="0" height="60" scrolling="no" width="468"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-276045617172064041?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/276045617172064041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=276045617172064041&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/276045617172064041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/276045617172064041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/09/perempuan-dan-kebhinekaan.html' title='Perempuan dan Kebhinekaan'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-1176555744443335628</id><published>2008-09-07T18:35:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T18:37:07.912-07:00</updated><title type='text'>Mengikis Budaya ABS</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh&lt;span&gt; &lt;/span&gt;: Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Minggu lalu beberapa media menampilkan cerita menyedihkan yang menimpa Yuni Veronika, juara dunia catur berusia 11 tahun asal Riau yang terlunta-lunta nasibnya karena tidak punya biaya untuk pulang ke Riau. Yuni&lt;span&gt; &lt;/span&gt;diundang untuk menghadiri Upacara Peringatan HUT RI ke 63 di Jakarta, dan malamnya bersama-sama anggota Paskibra dijamu makan malam oleh Bapak SBY di Istana Kepresidenan. Namun rupanya panitia&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak menyediakan biaya transportasi yang mengakibatkan Yuni dan ayahnya terlunta-lunta. Setelah kejadian ini Yuni mengaku kapok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Menganalisa kejadian di atas, saya menyimpulkan, ketika panitia mengundang Yuni ke istana, fokus mereka bukan pada Yuni, tapi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pada Bapak SBY. Tujuan mereka mengundang Yuni, bukan untuk memberikan penghargaan padanya, memotivasinya agar lebih semangat dan berprestasi dan juga merangsang generasi muda Indonesia yang lain agar berprestasi di tingkat dunia. Melainkan, mereka ingin membuat Bapak SBY senang bahwa banyak generasi muda Indonesia yang berprestasi. Maka, apa yang terjadi sesuai dengan tujuan semula, Bapak SBY senang bertemu dan melihat anak-anak Indonesia berprestasi, sementara Yuni kapok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Saya jadi teringat cerita yang mirip yang disampaikan pelatih vokal saya. Pada peringatan hari anak-anak beberapa tahun yang lalu, pelatih&lt;span&gt; &lt;/span&gt;saya itu membimbing satu rombongan anak-anak yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan tampil menunjukkan kebolehannya. Pada hari itu semua yang akan tampil sudah diharuskan ada di lokasi sejak pagi hari sekali, jauh sebelum acara di mulai dan jauh sebelum Bapak Presiden hadir. Mereka kepanasan dan kelaparan. Jadilah hari anak-anak yang seharusnya memberikan kebahagiaan pada anak-anak ini menjadi hari penyiksaan anak-anak demi memberikan citra yang baik pada Sang Kepala Negara bahwa acaranya berjalan tepat waktu, lancar dan aman. Semua perhatian tertuju pada Sang Pimpinan dan lupa apa inti dan makna acara ini sebernarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Asal Bos Senang (ABS) adalah budaya yang sudah terpupuk sejak jaman Orde Baru dulu. Sebuah budaya usang yang harus segera di buang apabila kita ingin maju. Budaya ini meletakkan pimpinan sebagai pusat perhatian. Pimpinan begitu sakral dan harus dihormati. Pada budaya ini para birokrat merasa bahwa mereka hanya bisa bertahan dan sukses bila mereka bisa membuat bos senang.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bila perlu data dil apangan di agar tampak cantik di mata Sang Pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Desakan kompetisi yang ketat telah membuat organisasi bisnis lebih cepat menyadari pentingnya perubahan orientasi dari membuat senang bos ke membuat senang pelanggan. Mereka sudah merasakan bahwa pelanggan mempunyai banyak pilihan dan pilihan akan dijatuhkan pada organisasi yang menawarkan produk-produk yang inovatif, layanan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;prima dan harga yang menarik. Pemimpin yang baik sadar betul bahwa persaingan terjadi semakin ketat dan perubahan terjadi semakin cepat. Untuk itu mereka harus merubah orientasi yang tadinya kedalam menjadi keluar. Yang tadinya pemimpin memberikan perintah dan dilaksanakan oleh jajaran di bawahnya menjadi membangun kepemimpinan disemua lini dalam organisasi.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pemimpin-pemimpin di lapangan ini harus&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tau persis apa yang terjadi di pasar, mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat demi memenangkan persaingan dan demi kebaikan organisasinya. Pimpinan puncak tidak lagi menjalankan top down leadership, dimana ia mengambil semua keputusan dan jajaran di bawahnya melaksanakan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;melainkan memfasilitasi terjadinya &lt;em&gt;bottom up leadership.&lt;/em&gt; Pada &lt;em&gt;bottom up leadership,&lt;/em&gt; meskipun pimpinan puncak tetap membangun visi dan memberikan arahan, tapi ide-ide dan kepemimpinan bisa datang dari mana saja di dalam organisasi. Agar ini terjadi pemimpin harus bisa menjalankan berbagai peran : katalis, pelatih, motivator dan &lt;em&gt;cheerleader&lt;/em&gt;. Dan jelas, Ia tidak akan membiarkan ABS (Asal Bos Senang) terjadi. Penghargaan akan diberikan kepada mereka yang berprestasi dan memberikan kontribusi nyata, bukan sekedar membuat bos senang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Bila orientasi keluar bisa terjadi di organisasi bisnis, bisakah ini terjadi di pemerintahan? Tentu saja bisa. Beberapa pemerintah daerah telah menerapkan kebijakan yang memberikan fokus pada layanan masyarakat. Masyarakat yang menjadi fokusnya dan berbagai program di buat dengan tujuan utama mencapai kepuasan mereka. Berbagai dialog pun dilakukan agar sang kepala daerah punya interaksi langsung dengan masyarakatnya dan bisa tau apa yang terjadi di sana.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pertanyaan berikutnya, bisakah ini terjadi di pemerintah pusat?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Budaya ABS berkembang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pesat di era kemimpinan Presiden Soeharto&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dimana selama 32 tahun memerintah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sistem politik yang kental dengan asas monoloyalitas diterapkan. Era kepemimpinan Presiden Habibie&lt;span&gt; &lt;/span&gt;merupakan masa transisi pada pintu keterbukaan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan demokrasi yang mengantarkan pada Pemilu 1999 dengan perangkat UU politik yang baru. Dunia politik di Indonesia kemudian memasuki multipartai dengan 48 parpol&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menjadi peserta pemilu. Perubahan ini secara progresif dilanjutkan pada Pemilu 2004 dimana untuk pertama kalinya presiden dan wakilnya dipilih langsung oleh rakyat. Proses itu kemudian dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada). Demokrasi yang memberikan kekuasaan yang besar pada masyarakat luas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harusnya menghasilkan kan pemerintahan yang berorientasi pada masyarakat,  jadi timbul&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pertanyaan yang menggelitik mengapa kita belum merasakan manfaat yang signifikan dari penerapan demokrasi Berapa lamakah kita harus menanti sampai masa transisi ini berakhir?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Perubahan yang terjadi boleh dikatakan masih bergerak pada level pola tata politik dan pemerintahan secara prosedural. Era transisi dan konsolidasi demokrasi adalah proses yang panjang dan terus berlangsung. Perlu partisipasi semua pihak untuk mengawal dan meyakinkan demokrasi yang telah dan tengah berlangsung ini memberikan kebaikan yang diinginkan bagi masyarakat luas. Dan para pimpinan negara, terutama Presiden, mempunyai peran yang sangat penting&lt;span&gt; &lt;/span&gt;untuk mengubah budaya ABS. Presiden&lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus mempimpin prakarsa ini dengan menolak segala bentuk penghormatan yang berlebihan dan memberikan insentif yang jelas untuk tidak mempraktekkan ABS. Presiden pun harus meminta semua menteri untuk melakukan hal yang sama. Fokus&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang lebih besar harus diberikan kepada masyarakat bukan kedalam birokrasi. Pemilu sudah semakin dekat, mudah-mudahan kita bisa memilih pemimpin yang terbaik untuk bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-1176555744443335628?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/1176555744443335628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=1176555744443335628&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1176555744443335628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/1176555744443335628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/09/mengikis-budaya-abs.html' title='Mengikis Budaya ABS'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-5639039766936099540</id><published>2008-09-07T18:28:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T18:32:11.185-07:00</updated><title type='text'>Membekali Mahasiswa Muda Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;Oleh : Betti Alisjahbana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu ini saya berkesempatan menjadi pembicara tamu di dua perguruan tinggi. Sambil bergurau saya katakan pada Mario suami saya, salah satu tanda umur mulai banyak adalah ketika pendengar paparan saya sudah lebih muda dari usia anak sendiri. Masih segar dalam ingatan saya ketika saya baru bergabung di IBM dua puluh empat tahun yang lalu. Ketika itu bila saya memberikan paparan, pendengarnya adalah Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang jauh lebih tua. Kini situasinya berbalik. Waktu memang bergerak sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pengalaman menarik yang saya petik dari kedua kesempatan diatas dan saya ingin menuliskannya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UPH Merangsang Mahasiswa Muda untuk Bercita-cita Tinggi dan Berprestasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16-20 Agustus yang lalu Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan UPH Festival untuk memperingati ulang tahunnya yang ke 15 dan menyambut mahasiswa baru angkatan 2008. Berbagai seminar akademis, pertunjukan seni dan musik, open house dan pengenalan pada berbagai kegiatan kemahasiswaan diselenggarakan pada festival ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal menarik perhatian saya dari acara itu. Pertama, deretan pembicara dari berbagai profesi yang sangat impresif seperti : Sri Sultan Hamengku Buwono X, Prof. Gumilar R. Somantri, dr. Eka Julianta Wahjoepramono, DR Fauzi Bowo, Dr. Adhyaksa Dault, Adnan Buyung Nasution, Andi Malarangeng, Addie MS, Jusman Syafii Djamal, Agum Gumelar, Rano Karno dan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang menarik perhatian saya adalah publikasi yang dilakukan dengan sangat gencar, baik melalui&lt;em&gt; billboard&lt;/em&gt;, iklan di media cetak maupun penyebaran brosur. Demikian pula para wartawan diundang untuk meliput acara itu termasuk mewawancarai para pembicara. Jaman memang sudah berubah, tidak hanya perusahaan yang aktif berpromosi dan membangun citra, perguruan tinggi pun aktif melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ketiga yang menarik perhatian saya adalah konsep mereka dalam memberikan orientasi pada mahasiswa baru. Tidak ada perpeloncoan, yang ada penyambutan yang hangat dan meriah dan sederetan pembicara-pembicara yang berprestasi di bidangnya untuk merangsang dan menginspirasi para mahasiswa mahasiswi muda untuk punya cita-cita tinggi dan berprestasi. Sebuah konsep yang menarik dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The New World of ICT” adalah judul paparan yang saya bawakan pada hari itu yang terdiri dari topik-topik : The Digital Lifestyle, The New Generation of Learners, The New World of College dan The New World of Work. Mahasiswa muda kini termasuk dalam generasi millenials dimana teknologi adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya. Mereka memanfaatkan teknologi untuk hiburan, untuk berkomunikasi dan untuk berkarya. Merekapun mengharapkan teknologi hadir di ruang kuliahnya, sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif, kaya dan bervariasi. Teknologi &lt;em&gt;podcast,&lt;/em&gt; blog, wiki, simulasi digital, &lt;em&gt;games &lt;/em&gt;serta &lt;em&gt;network &lt;/em&gt;sosial and komunitas virtual dapat dimanfaatkan sebagai teknologi penunjang proses belajar dan mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi generasi milenial bekerja bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan dukungan peralatan yang portable. Kolaborasi jarak jauh dan lintas organisasi menjadi sesuatu yang biasa. Proses bisnis telah terintegrasi dengan teknologi sehingga berbagai proses dapat dilakukan jarak jauh. Manajemen bisa mengakses berbagai informasi tanpa perlu minta laporan dari timnya. Dunia kerja seperti ini membutuhkan pegawai dengan ketrampilan kerja baru misalnya : terampil dan nyaman menggunakan teknologi, dapat mengelola informasi, dapat beradaptasi dan fleksibel, termasuk di dalamnya bisa belajar ketrampilan, teknologi dan proses yang baru. Mampu berkomunikasi dan bekerja dalam tim dengan memanfaatkan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti telah diduga, berbagai pertanyaan kritis dilayangkan pada sesi tanya jawab. Pertanyaan sangat bervariasi mulai dari masalah hak cipta, akses digital bagi masyarakat daerah, pengaruh negatif teknologi, tips untuk memanfaatkan teknologi secara optimal sampai pada teknologi-teknologi baru apa yang akan muncul dalam waktu dekat. Sungguh menyenangkan berbagi pengalaman dengan para mahasiswa muda ini. Semoga upaya merangsang mahasiswa muda untuk punya mimpi besar lalu merealisasikannya ini akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program Pengembangan Soft Skills di ITB&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu dan Minggu 23-24 Agustus 2008, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB mengadakan FTSL Day bagi para mahasiswa yang baru menyelesaikan Tingkat Pertama Bersama-nya. Acara selama 2 hari ini difokuskan pada pengembangan &lt;em&gt;soft skills&lt;/em&gt; dan terdiri dari paparan oleh pembicara tamu, berbagi pengalaman kegiatan kemahasiswaan, penayangan film, pengenalan himpunan, tour FTSL, &lt;em&gt;soft skills games&lt;/em&gt; dan panggung kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal menarik perhatian saya pada acara ini. Pertama adalah fokus yang kian besar akan pentingnya pengembangan soft skills baik dalam proses belajar selama di ITB maupun sebagai bekal ketika lulus nanti. Di FTSL, fokus pada &lt;em&gt;Soft skills &lt;/em&gt;ini dilaksanakan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Menyelenggarakan acara selama 2 hari penuh untuk pengembangan soft skills.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Proses pengajaran yang lebih interaktif dan partisipatif dengan tugas-tugas kelompok yang mengharuskan para mahasiswa untuk bekerja di dalam tim dan melakukan presentasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Menyelenggarakan acara pengembangan soft skills lagi pada tingkat akhir sebelum para mahasiswa lulus.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Hal kedua yang menarik perhatian saya adalah pesan dari dekan yang disampaikan oleh wakil dekan agar para mahasiswa aktif di kegiatan himpunan sebagai bagian dari kegiatan untuk mengembangkan &lt;em&gt;soft skills&lt;/em&gt;, namun menolak ospek dan melaporkan tindak kekerasan dan pelanggaran HAM. Berbagai kekerasan yang terjadi dalam ospek rupanya mendorong pimpinan ITB untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembicara tamu saya memulai paparan saya tentang soft skills dengan menjelaskan tiga jenis ketrampilan yang dibutuhkan para engineer untuk bisa bekerja dengan efektif yaitu &lt;em&gt;engineering theory, practical skills&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;soft skills&lt;/em&gt;. Engineering theory didapat melalui kuliah sementara &lt;em&gt;practical skills&lt;/em&gt; didapat melalui proyek, magang, pengalaman di laboratorium, kerja paruh waktu atau eksperimen pribadi. Sebagian besar waktu saya gunakan untuk berbicara tentang &lt;em&gt;soft skills.&lt;/em&gt; Ada tiga belas ketrampilan yang tercakup di dalam &lt;em&gt;soft skills &lt;/em&gt;yaitu : ketrampilan berkomunikasi dengan efektif, sikap dan nilai-nilai yang benar, inovasi dan kreativitas, berpikir analitis, fleksibilitas, kesiapan untuk berubah, ketrampilan interpersonal, ketrampilan negosiasi, ketrampilan persuasif, ketrampilan mengatur waktu, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan ber adaptasi, kepemimpinan dan membangun tim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Setelah membahas dan memberikan contoh  masing-masing ketrampilan yang termasuk dalam kluster &lt;em&gt;soft skills&lt;/em&gt;, saya kemudian membahas   bagaimana membangun dan mengasah &lt;em&gt;soft skills&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sungguh senang para mahasiswa muda ini menunjukkan ketertarikannya pada &lt;em&gt;soft skills&lt;/em&gt; dengan secara aktif menanyakan berbagai pertanyaan yang kritis seperti :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Bagaimana agar dapat fleksibel tapi tetap mempertahankan prinsip?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Banyak lulusan ITB yang Soft Skills nya rendah, salah ITB atau salah Individual?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Di kampus untuk mengejar nilai akademis yang memadai saja usahanya sudah luar biasa besar di ITB ini, apa lagi untuk mereka yang nalarnya sedang-sedang saja, bagaimana cara nya bisa memperkuat sof skills dalam kondisi yang seperti ini ?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Semoga ITB berhasil membekali para mahasiswanya dengan hard skills dan soft skills yang baik agar mereka sukses di dunia kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-5639039766936099540?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/5639039766936099540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=5639039766936099540&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5639039766936099540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5639039766936099540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/09/membekali-mahasiswa-muda-indonesia.html' title='Membekali Mahasiswa Muda Indonesia'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-4039703438138114850</id><published>2008-09-07T18:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T18:27:36.627-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lqypax'/><title type='text'>Era Kepepimpinan "Command and Control" Sudah Berlalu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Pada tanggal 17 Agustus 2008 saya berkesempatan untuk turut hadir pada acara Peringatan Detik-detik Proklamasi di halaman Istana Negara, acara yang disambut dengan penuh antusias oleh warga sekitar yang menyemut di sekeliling istana. Sambil mengikuti jalannya acara, saya mengamati dinamika yang terjadi di lapangan upacara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;br /&gt;Kepala Negara sebagai pimpinan tertinggi duduk di beranda istana bersama para tamu-tamu VVIP. Para undangan biasa duduk di halaman istana, di bawah tenda di kiri dan kanan. Para petugas upacara yang terdiri dari Komandan Upacara, Paskibra, Barisan Polisi, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Angkatan Darat berbaris di tengah lapangan, dibawah terik sinar matahari. Komandan upacara memimpin acara di lapangan dan melapor kepada pimpinannya, Inspektur Upacara setiap akan memulai dan selesai suatu prosesi acara. Sang Pimpinan tertinggi menjawab dengan singkat, “Lanjutkan”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;Sepanjang upacara, peranan yang dilakoni oleh Sang Pimpinan tertinggi adalah menjawab setiap laporan sang komandan upacara dengan kata “Lanjutkan. Juga menyerahkan Bendera Sang Pusaka pada petugas Paskibra yang berjalan tegak membawa baki menghampiri Sang Pimpinan tertinggi dan berjalan mundur menuruni tangga setelah menerima bendera demi menghormati Sang Pemimpin tertinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dinamika yang terjadi di lapangan upacara tersebut, mengingatkan saya pada gaya kepemimpinan jaman dulu, gaya “Command and Control”. Perintah datang dari pimpinan puncak, manajer senior mendengarkan dan meneruskan perintah tersebut untuk dilaksanakan. Ada jarakyang jauh antara pemimpin puncak dengan pelaksana di lapangan. Di antara mereka ada para manager senior yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;diberi tugas untuk memonitor, mengawasi dan melakukan kontrol. Mereka harus meyakinkan bahwa semua anak buahnya melakukan kewajibannya. Para manager&lt;span&gt; &lt;/span&gt;senior ini duduk dikantornya yang nyaman, tidak pernah turun ke lapangan dan berbicara dengan para pekerja di sana. Mereka juga tidak berbicara dengan para pelanggannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Sebagai akibatnya, para manajer senior ini menggunakan sebagian waktunya untuk rapat dan mengawasi para manager di bawahnya dan menciptakan birokrasi. Mereka tidak memberikan inspirasi dan wewenang bagi para manajer yuniornya untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dunia yang semakin kompetitif saat ini, serta perubahan yang terjadi demikian cepat di lapangan, telah membuat gaya kepemimpinan “Command and Control” menjadi usang. Organisasi tidak butuh birokrasi dan kelambanan. Organisasi tidak butuh begitu banyak persetujuan untuk mulai beraksi. Organisasi tidak butuh begitu banyak manajer. Sebaliknya organisasi membutuhkan pemimpin di semua lini. Para pemimpin yang tau situasi lapangan dan bisa mengambil keputusan yang tepat dan cepat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pemimpin masa kini tidak membangun pengikut, mereka membangun pemimpin-pemimpin yang mandiri dan penuh energi di semua lini, termasuk deretan generasi muda di ujung tombak organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tantangan kompetisi yang semakin ketat dan perubahan yang semakin cepat membutuhkan karakteristid dan gaya kepemimpinan yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Berikut ini adalah sepuluh karakteritik Pemimpin Masa Kini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Integritas Tinggi dan Dapat Dipercaya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Tidak ada karakter seorang pemimpin yang lebih penting dari integritas. Pemimpin adalah panutan dari timnya. Jangan berharap organisasi akan baik dan benar apabila pemimpinnya tidak mempunyai integritas tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pembangun SDM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;. Kemampuan memilih orang-orang yang tepat dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;membangun kemampuan mereka adalah pondasi bagi sukses organisasi secara jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mempunyai Visi dan Membangkitkan Harapan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Pemimpin yang efektif menentukan arah organisasi, memancarkan rasa percaya diri dan determinasi yang membangkitkan inspirasi bagi organisasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mempunyai Intuisi Bisnis yang Tajam.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Pemimpin perlu tahu kemana arah pasar dan dari mana organisasi bisa menghasilkan keuntungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mengambil Tindakan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Di dalam setiap situasi, selalu ada pihak yang ingin mengambil tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan selalu ada pihak yang menahan orang untuk tidak mengambil tindakan supaya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak berbuat kesalahan. Tarik menarik ini selalu ada. Pemimpin harus mendorong terjadinya tindakan dan mengatasi kendala-kendala yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mempunyai Wawasan global.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Internet dan Teknologi Informasi telah membuat batas antar negara menjadi kabur. Perubahan yang terjadi di satu belahan dunia akan segera berpengaruh pada bagian dunia lainnya. Untuk sukses, seorang pemimpin harus mempunyai wawasan global dan pemahaman terhadap penggunaan teknologi untuk kemajuan organisasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Sentuhan pada Pelanggan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Seorang pemimpin punya hubungan yang baik dengan pelanggannya. Ia memahami dan mengantisipasi kebutuhan pelanggannya. Dia tidak mau tinggal diam di kenyamanan ruangannya dan hanya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mendengar situasi pelanggan dari timnya. Berbicara dengan pelanggan membangkitkan ide-ide inovasi dalam bisnisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Agen Perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Pemimpin tidak pernah puas dengan kemapanan dan membenci birokrasi. Mereka selalu mencari cara agar organisasinya senantiasa lincah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menyambut dan memimpin perubahan agar selalu terdepan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Komunikatif dan Pendengar yang Baik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;. Pemimpin yang baik tidak suka sekedar duduk dikamarnya dan merencanakan berbagai alternatif tentang bagaimana menjalankan bisnis. Ia turun ke lapangan, berkomunikasi dengan pegawai di berbagai lini. Ia menghilangkan jarak dengan para pegawainya&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan membuat para pegawainya merasa nyaman untuk berbicara terus terang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kepadanya, termasuk bila ada kabar buruk. Ia juga secara teratur mengunjungi pelanggan mendengarkan sudut pandang mereka dan berkomunikasi dengan efektif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span style=";font-family:StarSymbol;font-size:9;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Berenergi Tinggi, Bisa Memobilisasi Tim dan Membangkitkan Semangatnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;. Pemimpin menyambut pekerjaannya setiap hari dengan penuh antusias. Mempunyai pikiran terbuka, siap mendenganride-ide baru dan menata ulang agendanya bila perlu. Antusiasme dan energinya membangkitkan semangat pada tim dan orang-orang disekitarnya. Mereka memiliki dorongan, keberanian dan keyakinan dalam tindakan-tindakannya. Mereka melaksanakan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;semua inisiatif dengan prima dan mencapai hasil yang diinginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Jaman memang sudah berubah dan akan terus berubah, bahkan perubahan itu semakin lama semakin cepat. Perubahan ini menuntut gaya kepemimpinan yang berbeda. Gaya kempemimpinan “Command and Control” sudah usang. Pemimpin masa kini turun ke lapangan, menghilangkan jarak dan mendengarkan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pegawai, pelanggan dan kunstituennya. Ia merasakan denyut nadi organisasinya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ia memulai harinya setiap pagi dengan penuh antusias, terbuka terhadap ide-ide baru dan siap menggelindingkan perubahan-perubahan yang akan membawa kerhasilan bagi organisasi yang dipimpinnya. Ia membangun kepemimpinan di setiap lini dan memberikan wewenang pengambilan keputusan kepada mereka. Hanya dengan cara itu organisasi bisa gesit dan lincah bergerak sejalan dengan dinamisnya perubahan yang terjadi saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Siapkah Anda menerima tantangan pemimpin masa kini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selamat memimpin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-4039703438138114850?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/4039703438138114850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=4039703438138114850&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4039703438138114850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4039703438138114850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/09/era-kepepimpinan-command-and-control.html' title='Era Kepepimpinan &quot;Command and Control&quot; Sudah Berlalu'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-8769254403736084536</id><published>2008-08-18T20:21:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T20:23:40.698-07:00</updated><title type='text'>10 Tips dalam Investasi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dalam berinvestasi, Anda tidak akan pernah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;100% benar, tapi Anda bisa meningkatkan potensi hasil dan menekan risikonya. Dibawah ini adalah 10 tips yang akan sangat menolong Anda dalam berinvestasi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tentukan Apa Tujuan Anda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pertanyaan yang sangat mendasar disini adalah apa yang Anda inginkan dari uang Anda. Hasil investasinya untuk siapa? Apakah Anda siap untuk rugi? Bila Anda memang senang ambil risiko dan mampu menanggungnya akui saja, tapi beri batas pada investasi-investasi yang sifatnya spekulatif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Lindungi Apa yang Anda Miliki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Anda akan lebih menyesal kehilangan apa yang Anda miliki ketimbang kehilangan kesempatan dalam suatu investasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Asuransi jiwa biasanya tidak mahal. Membeli proteksi terhadap kehilangan pekerjaan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lebih mahal tapi bisa berguna bila Anda adalah satu-satunya pencari uang dalam keluarga. Periksa dulu apa yang sudah tercakup dalam asuransi yang sudah ada, misalnya dari perusahaan tempat Anda bekerja,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebelum menambahkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Lunasi Pinjaman Rumah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kebanyakan orang punya cicilan rumah. Melunasi pinjaman rumah secepat mungkin adalah penggunaan uang lebih yang paling tidak berisiko karena Anda akan menghemat biaya bunga. Berilah prioritas yang tinggi pada pelunasan cicilan rumah. Juga penting di camkan, jangan mengambil pinjaman yang lebih besar untuk membiayai suatu investasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tegar Menerima Kerugian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tidak semua investasi akan berhasil. Titik. Beberapa akan gagal memberikan hasil sebesar yang Anda yang harapkan dan beberapa akan rugi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Sebagai seorang investor Anda harus tegar. Anda harus menerima bahwa akan ada hari, minggu dan bulan atau bahkan tahun dimana Anda rugi. Jangan lupa bahwa kerugian hanyalah kerugian (dan keuntungan hanyalah keuntungan) bila anda sudah menguangkan investasi Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Juga jangan terlalu resah bila berita utama di surat kabar memberitakan harga saham yang anjlok. Pasar biasanya turun sekaligus besar dan naik secara bertahap. Kualitas adalah yang terpenting. Bila investasi Anda memiliki potensi, pegang terus, tapi kalau tidak berpotensi, lepaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bersabarlah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Waktu dan kesabaran akan menyelamatkan masa-masa sulit investasi Anda. Tidak ada gunanya panik, tapi Anda bisa mengambil keuntungan bila orang lain terburu-buru menjual. Ketika Anda bisa tahan pada saat semua disekeliling Anda panik, Anda akan mendapat hasil lebih baik. Juga jangan tergoda untuk panik membeli.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kerjakan Persiapan yang dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Apakah Anda siap untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan untuk suatu investasi? Pekerjaan ini meliputi memilih, memonitor dan membayar pajak. Bila Anda tidak ingin mengeluarkan tenaga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;terlalu banyak, serahkan investasi Anda pada pengelola investasi profesional atau beli reksa dana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Potensi Keuntungan yang akan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Anda Perloleh Harus Sepadan dengan Risikonya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tidak ada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;salahnya bila Anda ingin mengambil risiko lebih besar dan berspekulasi, asal Anda sadar risikonya dan Anda berani menerima kerugian. Jangan lupa, risiko besar itu sama artinya dengan kecilnya kemungkinan menang. Pelajari berapa besar kemungkinan Anda untuk menang dan berapa besar risiko yang Anda ambil. Keduanya harus seimbang. Jadi kalau risikonya bisa sampai kehilangan semua investasi Anda, maka potensinya pun harus bisa dua atau tiga kali lipat dari uang yang diinvestasikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tau Kapan Harus Menjual&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tau kapan harus menjual adalah hal yang sulit.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jadi buatlah suatu aturan, misalnya saja menjual bila investasi Anda sudah untung atau rugi dalam jumlah prosentasi tertentu. Atau setelah perioda&lt;span&gt; &lt;/span&gt;waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Atau di uangkan berdasarkan suatu kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya, misalnya: pensiun, anak masuk perguruan tinggi, pembangunan rumah, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Anda harus selalu cerdik dalam berinvestasi untuk mendapatkan hasil diatas tingkat suku bunga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Baca Tulisan-tulisan Kecil pada Lembar Prospektus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bungkus rokok paling tidak sepertiganya berisi peringatan soal bahayanya terhadap kesehatan. Tapi dalam investasi tidak ada aturan untuk membuat peringatan ditulis cukup jelas. Anda harus mencari dan membacanya dengan teliti agar tidak ada penyesalan kemudian. Bacalah semua materi, lalu tanyakan apa skenario terburuk yang bisa terjadi dan coba minta penjual untuk memberikan pada Anda dalam bentuk tertulis. Hal ini untuk meyakinkan bahwa mereka tidak menyembunyikan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bangun Tanpa Berdebar-debar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bangun Tanpa Berdebar-debar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Strategi investasi dan portofolio Anda harus membuat Anda bisa tidur tanpa kesulitan dan bangun pagi tanpa rasa berdebar-debar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kita pernah mengalami beberapa lompatan pasar saham yang luar biasa yang diakhiri dengan anjloknya pasar saham, seperti ketika meletusnya gelembungan saham-saham teknologi di tahun 2000 yang telah menyebabkan beberapa saham kehilangan 99% dari nilainya. Investasi yang baik mensyaratkan kita tidak kehilangan akal sehat. Hati-hati bila mendapat tawaran investasi yang terlalu fantastis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Semoga Anda semakin ahli dalam berivestasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;strong&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik Investment.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-8769254403736084536?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/8769254403736084536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=8769254403736084536&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8769254403736084536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8769254403736084536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/08/10-tips-dalam-investasi_18.html' title='10 Tips dalam Investasi'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-7844193667878001211</id><published>2008-08-07T18:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T22:02:22.535-07:00</updated><title type='text'>Petualangan di Pulau Komodo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvSf6vfe7I/AAAAAAAAAWk/YNm5l76hYHo/s1600-h/P1020215.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvSf6vfe7I/AAAAAAAAAWk/YNm5l76hYHo/s400/P1020215.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232006837907192754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa minggu  yang lalu kami sekeluarga beserta keluarga  Marita dan Marga ( kakak  Mario)  dan dua teman keluarga berkewarganaan Amerika,  melakukan petualangan di Pulau Komodo yang memberikan pengalaman baru. Seluruhnya ada 21 orang di rombongan kami. Berikut ini adalah sedikit ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami ke Pulau Komodo dimulai dengan penerbangan dari Denpasar  ke Labuan Bajo, kota pelabuhan di barat pulau Flores. Penerbangan menggunakan pesawat Fokker 50 itu memakan waktu 1 jam 20 menit. Rupanya mayoritas penumpang nya adalah orang asing. Kami seharusnya hanya membawa barang-barang secukupnya saja, akan tetapi kareana sebelum itu kami berlibur di Bali, maka barang bawaan kami pun cukup banyak. Untuk meyakinkan bahwa pesawat kami  tidak melampau beban yang diijinkan, maka masing-masing penumpang ditimbang bersama dengan barang bawaannya.  Pengalaman ditimbang di timbangan barang ini cukup unik dan menggelikan juga. Rasanya kami seperti barang yang hendak di jual saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat kami mendarat pada tengah hari. Saya sungguh kecewa ketika menyadari bahwa tidak ada sinyal XL disana, sementara Telkomsel dan Indosat bisa beroperasi dengan baik. Dengan ketergantungan yang sangat tinggi pada handphone selama ini, hidup tanpa handphone terasa sangat tidak nyaman. Labuan Bajo adalah kota pelabuhan berpenduduk  12000 orang, kebanyakan adalah nelayan. Rumah-rumah disana tampak sederhana dari bahan kombinasi bata/batako dan kayu dengan atap seng. Pendapatan utama didapat dari hasil laut, hasil perkebunan (kopi, macademia, pisang), turisme dan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengendarai bis kami menuju pelabuhan untuk naik ke kapal laut dari kayu. Kapal kayu sederhana yang kami tumpangi dilengkapi dengan kamar tidur diruang bawah dan ruang duduk di dek atas. Kapal ini disewa khusus untuk rombongan kami. Tanpa buang waktu kami langsung berlayar menuju pulau Rinca. Perjalanan ke pulau Rinca dari Labuan Bajo makan waktu sekitar 2 jam. Kami menikmati makan siang sambil menikmati pemandangan laut nan biru  yang indah dan sejuknya hembusan angin. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJug285TL2I/AAAAAAAAAUs/uHanT_P-NGs/s1600-h/P1020173.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJug285TL2I/AAAAAAAAAUs/uHanT_P-NGs/s200/P1020173.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231952258040803170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Air laut di sana terlihat sangat jernih dengan ikan-ikan berwarna-warni yang tampak jelas dari atas. Dikiri kanan tampak bukit-bukit yang dari jauh tampak hijau di bagian bawah namun tandus di puncaknya,  mengigatkan saya pada kepala orang botak..ha..ha..ha. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJug3GNqhII/AAAAAAAAAU0/skoUnP-ew4c/s1600-h/P1020176.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJug3GNqhII/AAAAAAAAAU0/skoUnP-ew4c/s200/P1020176.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231952260542137474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJug2pOxMiI/AAAAAAAAAUk/_-0pWRFek9Q/s1600-h/P1020169.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJug2pOxMiI/AAAAAAAAAUk/_-0pWRFek9Q/s200/P1020169.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231952252762141218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Komodo dan pulau-pulau disekitarnya ditetapkan sebagai Taman Nasional di tahun 1980.  Taman seluas sekitar 2000 kilometer persegi ini di tahun 1996  di nyatakan sebagai “world Nature Heritage Site” oleh UNESCO dan karenanya sangat dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 2 siang kami berlabuh di loh (teluk)  buaya di Pulau Rinca. Dari sana kami mulai trekking. Sekitar 15 menit jalan kaki dari loh buaya kami sampai ke ranger station. Bangunan-bangunan di sana dibuat dari kayu dengan desain panggung. Desain seperti ini ditujukan untuk menghindari komodo naik ke atas bangunan. Ada 3 komodo  kecil merayap di seputar ranger station. Dibimbing oleh ranger kami mulai berjalan mendaki bukit, baru beberapa menit kami mendaki bukit, ada komodo yang sangat besar menghampiri kami. Kami diminta untuk naik ke bukit dengan tenang. Rupanya komodo besar itu terus mengejar kami mendaki bukit. Saya berdiri dibarisan paling belakang dekat sekali dengan komodo besar itu, karena saya ingin mendapatkan foto jarak dekat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukJtUwLGI/AAAAAAAAAU8/Z2uHrfzfYQ4/s1600-h/P1020189.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukJtUwLGI/AAAAAAAAAU8/Z2uHrfzfYQ4/s320/P1020189.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231955878813379682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anak saya Nadia dan Aslan tampak sangat kuatir melihat ibunya begitu dekat dan tampak dikejar  oleh komodo. Beberapa foto jarak dekat sempat saya ambil sebelum segera bergegas naik ke bukit. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukJwUByFI/AAAAAAAAAVE/WHoHff8KKJE/s1600-h/P1020190.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukJwUByFI/AAAAAAAAAVE/WHoHff8KKJE/s320/P1020190.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231955879615645778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya komodo berhenti juga mengikuti kami dan berbelok kesamping. Wuih lega  rasanya.  Sungguh pengalaman dikejar komodo yang sangat menegangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvNV8Muq5I/AAAAAAAAAVk/Y_WNer3vq-c/s1600-h/P1020210.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvNV8Muq5I/AAAAAAAAAVk/Y_WNer3vq-c/s320/P1020210.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232001168941427602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Komodo besar yang kami lihat panjangnya sekitar 2-3 meter, beratnya konon bisa sampai  150 kilogram. Komodo biasanya makan bangkai. Mereka juga berburu mangsa seperti kerbau, rusa dan burung yang ada disekitarnya. Ketika mengigit  komodo mengeluarkan bakteri yang perlahan tapi pasti mematikan mangsanya. Komodo biasa nya kawin dibulan Mei-Agustus dan bertelur di bulan September. Sekitar 20 telur yang dihasilkan di tanam di sarang burung megapodes yang telah ditinggalkan. Makan waktu antara tujuh sampai delapan bulan sebelum telur itu menetas di bulan April. Makan waktu tiga sampai lima tahun sebelum komodo menginjak dewasa. Mereka bisa hidup sampai 50 tahun. Ada 2700 populasi Komodo di Pulau Rinca, Pulau Padar dan Pulau Komodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukJ8N9RQI/AAAAAAAAAVM/haEaO9J03XI/s1600-h/P1020193.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukJ8N9RQI/AAAAAAAAAVM/haEaO9J03XI/s320/P1020193.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231955882811409666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemandangan di bukit-bukit pulau Rinca kearah laut terlihat sangat indah. Bukit-bukitnya sendiri tampak gersang. Perjalanan melalui perbukitan itu cukup menyenangkan sekaligus menegangkan karena kami harus selalu awas akan kemungkinan datangnya komodo sewaktu-waktu. Kami disarankan untuk selalu berjalan di dalam kelompok yang di jaga oleh ranger di depan dan di paling belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam enam sore kami kembali ke kapal kami. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukKW1vMmI/AAAAAAAAAVc/jqyC1LevLrk/s1600-h/P1020184.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJukKW1vMmI/AAAAAAAAAVc/jqyC1LevLrk/s320/P1020184.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231955889957581410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan di perbukitan itu cukup membuat kami lelah dan lapar. Malam itu kami bermalam di kapal. Beberapa orang dari rombongan  kami berenang di laut. Berenang di laut di sinari  bulan purnama tampak sangat menyenangkan, namun demikian saya merasa terlalu malas untuk berenang tanpa fasilitas mandi yang memadai di kapal itu. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvRBN_-FBI/AAAAAAAAAWc/p9RAMcpoScU/s1600-h/P1020191.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvRBN_-FBI/AAAAAAAAAWc/p9RAMcpoScU/s320/P1020191.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232005210989007890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Makan malam di buka dengan sup sosis dan kembang kol yang terasa sangat nikmat, mungkin  karena perut yang sangat lapar. Malam itu kami habiskan dengan ngobrol ngalor ngidul  sebelum akhirnya tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari kami bangun disambut dengan sarapan nasi goreng dan ikan goreng segar hasil pancingan Joost kakak ipar saya malam sebelumnya. Ikan goreng segar itu terasa sangat nikmat, apalagi saya dapat bagian yang penuh telur. Pagi itu kapal kami berangkat menuju pulau Komodo. Pelayaran dari pulau Rinca ke pulau Komodo makan waktu sekitar 2 jam. Kami merapat di Loh Liang dan memulai trekking di pulau Komodo itu. Tidak seperti di Pulau Rinca dimana kami bertemu dengan delapan komodo sepanjang trekking, di pulau Komodo kami tidak bertemu dengan seekor Komodo pun. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvNWUAr2TI/AAAAAAAAAV0/GhLFEVompog/s1600-h/P1020213.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvNWUAr2TI/AAAAAAAAAV0/GhLFEVompog/s320/P1020213.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232001175333361970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mereka rupanya sedang sibuk kawin sehingga menjauh dari jalan trekking kami. Di pulau Komodo kami melihat berbagai jenis burung termasuk kakak tua dan elang yang terbang dengan sangat gagahnya. Kami juga melalui berbagai jenis pohon-pohon yang dilindungi dan di beri nama dengan teliti. Berbagai binatang hutan seperti  kerbau, rusa, monyet, babi hutan kami temui di sana. Kami diminta berjalan dengan tidak berisik agar tidak menggangu binatang-binatang itu. Kami trekking disana selama  sekitar 4 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas jalan-jalan di taman nasional Komodo, kami kembali ke kapal dan berlayar ke pantai merah. Kapal kami berhenti beberapa ratus meter dari pantai merah. Disana kami berenang dan ber snorkeling menikmati taman laut dan ikan-ikan yang berwarna warni. Perairan disekitar pulau Komodo dikenal  sebagai salah satu kehidupan laut yang paling beragam di dunia.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvO_daQvYI/AAAAAAAAAWE/PF06V4YMOqs/s1600-h/Clown_Fish.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvO_daQvYI/AAAAAAAAAWE/PF06V4YMOqs/s320/Clown_Fish.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232002981742820738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ada sekitar 1000 spesies ikan dan 250 jenis karang merah disana. Taman laut di sana tidak terlalu istimewa dalam pengamatan saya, namun jenis dan jumlah ikannya  sungguh sangat  kaya dan mengagumkan. Kami berenang cukup lama di sana menikmati indahnya ikan yang berwarna warni. Ombak di sana cukup keras sehingga kami harus cukup berhati-hati berenang agar tidak berbawa arus terlalu jauh. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvO_dR-rCI/AAAAAAAAAWM/fCcLm7s5aDE/s1600-h/School+of+striped+Fish.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvO_dR-rCI/AAAAAAAAAWM/fCcLm7s5aDE/s320/School+of+striped+Fish.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232002981708082210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oya, pantai merah dinamai begitu karena pasirnya yang berwarna kemerahan. Acara renang ditutup dengan makan siang di kapal dalam perjalanan kembali ke Labuan Bajo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Labuan Bajo, bis kami sudah menanti untuk membawa kami ke Gua Batu Cermin. Gua Batu Cermin dipenuhi dengan  stalagmite dan stalactite. Didalam nya terdapat berbagai fosil. Gua ini dipercaya sebagai tempat bertapa orang animisme dimasa lampau. Kami tidak lama disana karena badan yang sudah terasa sangat lelah dan berkeringat. Pada saat itu yang kami inginkan adalah cepat sampai ke tempat penginapan agar kami dapat segera mandi. Losmen Chez Felix tempat kami menginap di Labuan Bajo adalah Losmen yang sangat sederhana tapi bersih dan memiliki pemandangan yang luar biasa indahnya. Para petugas di sana sunguh sangat ramah dan kekeluargaan. Mandi dengan gayung dari bak mandi terasa sangat menyegarkan. Sungguh nikmat bisa mandi setelah 2 hari dan satu malam dikapal.  Sehabis mandi dan istirahat sejenak kami makan malam dan langsung tidur nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya kami bangun cukup pagi untuk menikmasti pemandangan ke laut yang sangat indah dari ruang makan terbuka di losmen. Makan pagi pancake dengan sirup madu terasa sangat nikmat dinikmati sambil melihat pemandanan ke laut. Saya sempat membeli beberapa kalung mutiara yang ditawarkan dengan harga sangat murah di sana untuk oleh-oleh  sambil membantu perekonomian setempat. Membeli barang dari penduduk yang sangat ramah sungguh menyenangkan. Sekitar jam 8 pagi kami berangkat ke Airport untuk kembali ke Denpasar. Petualangan singkat kami di Pulau Komodo merupakan pengalaman baru yang lagi-lagi menyadarkan kami betapa beragamnya potensi parawisata di Indonesia ini. Sayang kurang tergarap.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvNWD4u3RI/AAAAAAAAAVs/XKRANXXYzJY/s1600-h/P1020179.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvNWD4u3RI/AAAAAAAAAVs/XKRANXXYzJY/s320/P1020179.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232001171005037842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvPw23oOvI/AAAAAAAAAWU/piStXfnGTW0/s1600-h/P1020217.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvPw23oOvI/AAAAAAAAAWU/piStXfnGTW0/s400/P1020217.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232003830390471410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-7844193667878001211?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/7844193667878001211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=7844193667878001211&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7844193667878001211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7844193667878001211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/08/petualangan-di-pulau-komodo.html' title='Petualangan di Pulau Komodo'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l5Ap4dH6Ny8/SJvSf6vfe7I/AAAAAAAAAWk/YNm5l76hYHo/s72-c/P1020215.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-8448848948187287408</id><published>2008-08-06T17:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T18:02:46.971-07:00</updated><title type='text'>Tidak Berani Mengambil Risiko?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh :&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketika kecil dulu saya cukup rajin berenang. Salah satu yang dilatih oleh guru renang saya adalah melompat dari papan lompatan yang tinggi. Masih teringat betul betapa setiap akan melompat perut saya terasa sakit karena takut, tetapi ketika berhasil melewati ketakutan itu dan melompat, ada rasa senang dan puas yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Orang-orang sukses yang saya kenal, mengakui bahwa mereka beberapa kali mengambil risiko dalam karirnya. Banyak orang merasa tidak nyaman mengambil risiko. Hal ini bisa menjadi penghambat kemajuan karir. Kemampuan mengambil risiko yang tepat ternyata bisa dipelajari. Latihan bisa membantu mengatasi ketakutan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Dalam seminar-seminar sering saya tanyakan, apa yang membuat mereka urung melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. Jawabannya, ketakutan bahwa mereka tidak bisa melakukannya, takut gagal, merasa terlalu tua, merasa tidak cukup pandai dan berbakat. Umumnya perasaan bahwa mereka takut mengambil langkah pertama.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Langkah pertama ini biasanya memang letak risiko terbesar. Yang perlu dilakukan adalah mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Sekali kita berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya dirasa tidak mungkin, kekuatan yang Anda peroleh sungguh luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Memperbesar Batas Kemampuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Konsep kegiatan Outward Bound adalah mendorong Anda untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi seperti ini. Tidak berarti Anda akan menikmati kegiatan Outward Bound, tapi membuktikan bahwa Anda bisa mencapai lebih dari apa yang sebelumnya Anda pikir merupakan batas kemampuan Anda. Fasilitator program outward bound minta anda mendaki gunung, menyusuri jurang atau mengayun antar dua pohon tinggi. Sesudah itu kemampuan Anda meningkat, dan Anda menjadi orang yang berbeda. Begitu pula dalam dunia kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Jadi bila suatu saat ada kesempatan untuk mengerjakan suatu proyek baru atau mendapat tanggung jawab yang lebih besar dimana Anda belum menguasai bidangnya, pertimbangkan betul-betul untuk mengambilnya. Betul pada awalnya ada kurva belajar dimana kinerja Anda belum baik, tapi ilmu dan pengalaman Anda akan berkembang dan Anda akan tertantang untuk melakukan suatu yang lebih besar lagi. Untuk naik ke posisi yang tinggi memang dibutuhkan pengalaman yang cukup luas. Jadi jangan ragu-ragu, ambil lah tantangan itu. Bila Anda meragukan kemampuan diri sendiri, dan itu sering terjadi, bicaralah pada mentor Anda atau para pendukung Anda untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Untuk memompa semangat dan keberanian, biasanya saya merubah cara berpikir dari bagaimana bila gagal, menjadi apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil. Sesudah motivasi timbul, dan semangat menggebu, barulah mulai dipikirkan bagaimana menekan risiko kegagalan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Banyak orang tidak tau apa yang diinginkannya dan menyerahkan nasibnya pada perusahaan. Mereka menunggu sampai diminta untuk menangani proyek atau penugasan tertentu. Mereka menganggap bahwa bila mereka memenuhi kualifikasi maka kesempatan akan datang sendiri. Seringkali asumsi ini tidak terjadi. Anda perlu tau apa yang Anda inginkan dan mengupayakannya. Jangan takut untuk bertanya atau minta diberi kesempatan. Orang lain tidak selalu tau apa yang Anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh :&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketika kecil dulu saya cukup rajin berenang. Salah satu yang dilatih oleh guru renang saya adalah melompat dari papan lompatan yang tinggi. Masih teringat betul betapa setiap akan melompat perut saya terasa sakit karena takut, tetapi ketika berhasil melewati ketakutan itu dan melompat, ada rasa senang dan puas yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Orang-orang sukses yang saya kenal, mengakui bahwa mereka beberapa kali mengambil risiko dalam karirnya. Banyak orang merasa tidak nyaman mengambil risiko. Hal ini bisa menjadi penghambat kemajuan karir. Kemampuan mengambil risiko yang tepat ternyata bisa dipelajari. Latihan bisa membantu mengatasi ketakutan untuk mengambil risiko yang diperhitungkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Dalam seminar-seminar sering saya tanyakan, apa yang membuat mereka urung melakukan hal-hal yang ingin dilakukannya. Jawabannya, ketakutan bahwa mereka tidak bisa melakukannya, takut gagal, merasa terlalu tua, merasa tidak cukup pandai dan berbakat. Umumnya perasaan bahwa mereka takut mengambil langkah pertama.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Langkah pertama ini biasanya memang letak risiko terbesar. Yang perlu dilakukan adalah mengatasi ketakutan dan rasa tidak percaya diri. Sekali kita berhasil mencapai sesuatu yang sebelumnya dirasa tidak mungkin, kekuatan yang Anda peroleh sungguh luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Memperbesar Batas Kemampuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Konsep kegiatan Outward Bound adalah mendorong Anda untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi seperti ini. Tidak berarti Anda akan menikmati kegiatan Outward Bound, tapi membuktikan bahwa Anda bisa mencapai lebih dari apa yang sebelumnya Anda pikir merupakan batas kemampuan Anda. Fasilitator program outward bound minta anda mendaki gunung, menyusuri jurang atau mengayun antar dua pohon tinggi. Sesudah itu kemampuan Anda meningkat, dan Anda menjadi orang yang berbeda. Begitu pula dalam dunia kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Jadi bila suatu saat ada kesempatan untuk mengerjakan suatu proyek baru atau mendapat tanggung jawab yang lebih besar dimana Anda belum menguasai bidangnya, pertimbangkan betul-betul untuk mengambilnya. Betul pada awalnya ada kurva belajar dimana kinerja Anda belum baik, tapi ilmu dan pengalaman Anda akan berkembang dan Anda akan tertantang untuk melakukan suatu yang lebih besar lagi. Untuk naik ke posisi yang tinggi memang dibutuhkan pengalaman yang cukup luas. Jadi jangan ragu-ragu, ambil lah tantangan itu. Bila Anda meragukan kemampuan diri sendiri, dan itu sering terjadi, bicaralah pada mentor Anda atau para pendukung Anda untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Untuk memompa semangat dan keberanian, biasanya saya merubah cara berpikir dari bagaimana bila gagal, menjadi apa yang akan saya dapatkan bila saya berhasil. Sesudah motivasi timbul, dan semangat menggebu, barulah mulai dipikirkan bagaimana menekan risiko kegagalan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Banyak orang tidak tau apa yang diinginkannya dan menyerahkan nasibnya pada perusahaan. Mereka menunggu sampai diminta untuk menangani proyek atau penugasan tertentu. Mereka menganggap bahwa bila mereka memenuhi kualifikasi maka kesempatan akan datang sendiri. Seringkali asumsi ini tidak terjadi. Anda perlu tau apa yang Anda inginkan dan mengupayakannya. Jangan takut untuk bertanya atau minta diberi kesempatan. Orang lain tidak selalu tau apa yang Anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mengatasi Rasa Tidak Aman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Sebagai manusia kadang-kadang punya rasa tidak aman, iri, kuatir, tidak senang melihat orang lain sukses. Biasanya memang ada perasaan tertekan ketika kita melihat orang lain mendapatkan apa yang diinginkannya sementara&lt;span&gt; &lt;/span&gt;diri sendiri yang sudah bekerja sangat keras kurang berhasil. Rasa tidak aman ini perlu diatasi.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Untuk mengatasinya perlu dianalisa apa penyebab rasa tidak aman ini . Apakah rasa tidak aman ini diakibatkan oleh perasaan bahwa Anda tidak memiliki kredensial dan latar belakang sebaik kolega yang lain? Atau Anda tidak mempunyai gelar yang dimiliki oleh orang lain?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Atau Anda datang dari kelas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sosial ekonomi yang lebih rendah? Atau pengalaman internasional Anda tidak sebaik yang lain? Atau orang lain tampil lebih profesional? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Rasa tidak aman ini bisa datang karena berbagai alasan. Setelah Anda mengidentifikasi penyebabnya, mulai lah melakukan &lt;em&gt;brainstorming , &lt;/em&gt;untuk mencari cara mengatasinya. Brainstorming ini akan lebih baik bila dilakukan bersama orang lain yang bisa dipercaya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bisa jadi cara mengatasinya dengan mempelajari ketrampilan tertentu agar melebihi kawan-kawan Anda. Atau kalau kurang pengalaman yang menjadi masalah Anda dan Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai, mulai lah dengan magang. Atau bila kemampuan berbicara di depan publik yang menjadi masalah, ikuti kelas untuk mempelajarinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Yang terpenting adalah menyadari bahwa untuk merasa aman, Anda perlu melatih ketrampilan-ketrampilan yang tidak Anda kuasai sampai Anda mahir. Ingat, bahwa pondasi keberhasilan seseorang adalah 4P &lt;em&gt;: Performance, Perserverance, Practice dan Patience&lt;/em&gt;. Sekali Anda merasa aman dan percaya diri, Anda akan kagum akan apa yang Anda bisa capai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tinggalkan Lingkungan yang Tidak Mendukung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Adalah tugas kita untuk mengatasi lingkungan yang sulit. Akan tetapi ada kalanya Anda sampai pada satu titik dimana Anda tidak mungkin berhasil. Apakah Anda akan terus bekerja dalam lingkungan seperti ini? Apakah situasi ini akan pernah berubah?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Anda akan jauh lebih produktif bekerja dalam lingkungan yang mendukung. Jadi bila Anda betul-betul tidak melihat ada alternatif dan situasinya tidak akan membaik, mulailah untuk membuat strategi keluar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang akan bilang bahwa dalam situasi ekonomi yang sulit seperti sekarang ini mereka tidak mampu untuk meningkalkan pekerjaan yang dimilikinya betapapun kondisinya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Menurut saya ini lebih dikarenakan banyak orang menganggap pengembangan karir akan terjadi dengan sendirinya. Bila Anda sudah mulai membuat strategi karir, maka Anda bisa mempersiapkan pilihan pekerjaan dan tahapan karir. Bagaimanapun situasi bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sangat berguna bila Anda siap.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Mulailah membangun jejaring, bangun kenalan-kenalan baru, terutama tokoh-tokoh kunci di departemen lain, organisasi lain atau di asosiasi. Mulailah tingkatkan visibilitas Anda. Carilah beberapa sponsor. Mulailah pelajari siapa yang punya wewenang dan siapa pengambil keputusan. Dapatkan pelatihan dan ketrampilan yang dibutuhkan. Cari kesempatan untuk mendapatkan penugasan yang akan memperkaya pengalaman Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Keberanian untuk mengambil risiko seringkali membuka kesempatan-kesempatan baru. Anda akan lebih kuat , lebih percaya diri dan lebih mumpuni. Dan sebagai akibatnya Anda akan merasa lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selamat mengambil risiko, kejarlah apa yang Anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;strong&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-8448848948187287408?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/8448848948187287408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=8448848948187287408&amp;isPopup=true' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8448848948187287408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/8448848948187287408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/08/tidak-berani-mengambil-risiko.html' title='Tidak Berani Mengambil Risiko?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-7059216016367614927</id><published>2008-08-05T18:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T18:17:11.801-07:00</updated><title type='text'>Mengejar Promosi?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh : Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Banyak orang menginginkan pekerjaan yang lebih besar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan lebih baik dari yang apa yang diembannya saat ini. Bila Anda termasuk di dalamnya, artikel ini untuk Anda. Artikel ini relevan untuk mengejar promosi pertama Anda, maupun untuk promosi-promosi selanjutnya sampai ke puncak karir Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bagaimanakah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;seseorang mendapatkan promosinya? Faktor keberuntungankah? Semua karir secanggih apapun itu, ada faktor keberuntungan di sana. Kadang-kadang seseorang ada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat, lalu bertemu seseorang dan pintu karir terbuka baginya. Sebaliknya faktor ketidak beruntungan juga bisa terjadi, dimana karir Anda tiba-tiba mandeg karena alasan-alasan di luar kontrol Anda seperti akuisisi atau divestasi. Bisa juga terjadi Anda tidak mendapatkan promosi yang seharusnya karena unsur nepotisme. Kemunduran seperti ini bisa sangat mengecewakan dan membuat Anda putus asa. Jangan putus asa. Dalam jangka panjang masalah keberuntungan atau ketidak beruntungan ini memainkan peranan yang lebih kecil dibandingkan dengan faktor-faktor yang ada dalam kontrol Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Lampaui Ekspektasi, Lakukan Lebih dari yang Diminta dan Perbesar Cakupan Pekerjaan Anda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selain&lt;span&gt; &lt;/span&gt;melampaui target-target yang diberikan pada Anda, usahakan untuk memikirkan konsep-konsep baru agar bukan saja hasil Anda yang akan lebih baik, tapi juga&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kinerja unit&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan perusahaan. Lakukan perubahan dalam pekerjaan Anda sedemikian rupa sehingga membuat orang-orang disekitar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Anda&lt;span&gt; &lt;/span&gt;bisa bekerja lebih baik dan atasan Anda kelihatan lebih pandai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Usahakan agar setiap tugas yang diberikan pada Anda melampaui ekspektasi baik dari segi kualitas pekerjaan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;itu maupun pemikiran-pemikiran lanjutan untuk pengembangannya. Tunjukan melalui hasil kerja Anda, bahwa Anda mempunyai kapasitas lebih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tingkatkan Visibilitas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Cara&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pertama dan terbaik untuk terlihat adalah dengan menhasilkan kinerja yang baik. Di samping itu Anda juga dapat meningkatkan visibilitas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan menyediakan diri untuk menangani proyek-proyek penting. Bekerja dalam proyek-proyek seperti ini, apalagi yang di dukung oleh manajemen senior, akan memperluas jaringan Anda, memberi kesempatan pada Anda untuk tampil menonjol.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Manfaatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan manajemen senior, termasuk dalam kesempatan-kesempatan informal. Siapkan pertanyaan-pertanyaan cerdas bila sewaktu-waktu anda punya kesempatan untuk berinteraksi dengan manajemen senior. Juga usulan-usulan yang bisa memberikan perbaikan pada perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mintalah pada atasan Anda agar bisa ikut hadir dalam rapat penting misalnya rapat perencanaan strategis. Bila kesempatan itu datang, persiapkan diri Anda baik-baik misalnya saja dengan angka-angka, informasi tentang trend dan kemungkinan-kemungkinan strategi. Ikuti pembicaraan dalam rapat dengan seksama. Ketika ada topik pembicaraan yang Anda kuasai dan Anda punya pendapat, sampaikan pendapat itu, lengkapi pendapat Anda itu dengan data-data yang menunjang. Bila pendapat Anda memang baik, orang akan memberikan komentar bahwa ide Anda baik, dan visibilitas Anda akan meningkat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Bisa juga terjadi orang tidak memperhatikan Anda atau lebih buruk lagi ide Anda dianggap bodoh. Bila ini yang tejadi, gunakan pengalaman ini untuk melakukan persiapan yang lebih baik lagi agar pada kesempatan lain Anda bisa tampil&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jauh lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Cari Mentor dan Sponsor yang Tepat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mentor dapat memberikan masukan, petunjuk, informasi, dukungan dan navigasi dalam politik organisasi. Mereka seringkali sangat penting untuk kemajuan karir. Topik khusus tentang mentor ini pernah saya bahas dan bisa di baca di &lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;http://www.qbheadlines.com/career.php?cat=8&amp;amp;id=79&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dalam pengalaman saya, tidak ada seorang mentor yang tepat, yang ada adalah beberapa orang mentor yang tepat. Saya memiliki cukup banyak mentor sepanjang karir saya, mulai dari eksekutif yang bijaksana dan jauh lebih berpengalaman, rekan kerja dan juga anggota tim yang sering saya mintai pendapat sebelum keputusan besar diambil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mentor ada di mana-mana, mereka bisa membantu Anda, gunakan bantuan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bangun Jejaring yang Efektif.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Perubahan yang semakin cepat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;terjadi, termasuk dalam dunia kerja, telah menyebabkan jejaring menjadi semakin penting. Pekerjaan Anda selanjutnya kemungkinan besar akan berasal dari jejaring Anda. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Di dalam artikel saya terdahulu berjudul “Manfaat Jejaring dan Cara Membangunnya” yang dapat di baca di &lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style="color: navy;"&gt;http://www.qbheadlines.com/career.php?cat=8&amp;amp;id=45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; telah dibahas tiga macam jejaring : jejaring operasional, jejaring personal dan jejaring strategis. Ketiganya penting untuk dibangun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Teknologi bisa membantu Anda membangun jejaring, terutama secara international. Internet, email, berbagai sarana untuk membangun jejaring sosial&lt;span&gt; &lt;/span&gt;seperti Facebook dan lain-lain penting dimanfaatkan. Sisihkan satu hari dalam satu minggu dimana Anda menggunakan 1 atau 2 jam untuk memelihara jejaring&lt;span&gt; &lt;/span&gt;melalui telpon, email dan kegiatan lainnya. Gunakan asosiasi alumni, asosiasi profesi dan organisasi lainnya untuk membangun jejaring.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kuasai Cara Komunikasi yang Efektif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Persiapan yang baik dalam presentasi, dikusi proposal atau negosiasi sangat penting karena pendapat atau asumsi-asumsi Anda akan diuji. Persiapan yang baik akan mengurangi risiko. Anda perlu tau masalah Anda dengan sangat detil, tidak ada jalan pintas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bahasa yang diucapkan dan bahasa tubuh&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menentukan. Perhatikan intonasi, konten dari diksusi dan bahasa tubuh. Sesuaikan gaya Anda pada para pihak yang diajak berbicara. Untuk membangun ketrampilan komunikasi yang positif dibutuhkan kemampuan empati, yaitu kemampuan menempatkan diri di posisi lawan bicara dan memahami situasinya. Empati tidak berarti setuju dengan pendapat lawan bicara, melainkan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;bisa melihat kasus dari kaca mata lawan bicara. Dengan demikian, Anda bisa menyesuaikan cara membawakan topik agar bisa dimengerti dan diterima oleh lawan bicara Anda. Dalam komunikasi, bukan apa yang kita sampaikan yang penting, melainkan apa yang di tangkap oleh lawan bicara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Problem dalam komunikasi adalah salah satu problem utama dalam berbagai organisasi saat ini.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Fleksibilitas dan kemampuan untuk beradaptasi dalam hal ini sangat penting untuk memfasilitasi sukses. Komunikasi yang baik menghasilkan saling pengertian, kerja sama tim dan produktifitas yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Maju Terus Pantang Menyerah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Beberapa promosi didapat karena keberuntungan, tapi tidak banyak. Pada kenyataannya Anda lah yang menentukan keberuntungan Anda. Anda bisa saja berpindah-pindah perusahaan atau bahkan profesi dalam karir Anda. Prinsip-prinsip dasar untuk sukses dalam karir tetap sama : lampaui ekspektasi, perluas cakupan pekerjaan, tingkatkan visibilitas dengan mengerjakan proyek-proyek menantang, gunakan bantuan mentor, bangun jejaring dan kuasai cara komunikasi yang efektif. Ketika ada kemunduran, jangan putus asa, tetaplah maju dengan kepala tegak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Anda tidak akan selalu mendapatkan promosi yang diinginkan setiap saat, tapi cepat atau lambat, dan seringkali lebih cepat dari yang di duga, Anda akan mencapai sasaran Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selamat meniti karir, semoga sukses selalu menyertai Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-7059216016367614927?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/7059216016367614927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=7059216016367614927&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7059216016367614927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/7059216016367614927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/08/mengejar-promosi.html' title='Mengejar Promosi?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-4675923588982189938</id><published>2008-07-14T19:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T20:01:18.774-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin: Menginspirasi, Mengembangkan, Mencetak Hasil Cemerlang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya sering ditanya, apakah kepemimpinan  bakat  atau dipelajari?  Bisakah seorang yang introvert, pendiam dan pemalu sukses dalam memimpin? Apakah kita bisa memimpin orang yang lebih pandai dari kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa buku tentang kepemimpinan yang pernah saya baca, buku Winning yang ditulis oleh Jack Welch memberikan panduan yang paling praktis tentang apa yang perlu dilakukan oleh para pemimpin untuk sukses. Di bawah ini adalah delapan tips memimpin yang menjadi kunci keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin, meningkatkan kemampuan timnya,  mengevaluasi, membimbing dan membangun percaya diri.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin memilih dan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Mendukung dan memajukan mereka serta memindahkan mereka yang tidak tepat. Pemimpin membimbing, memberi petunjuk, memberi masukan dan membantu timnya menghasilkan kinerja terbaik.  Pemimpin  membangun rasa percaya diri pada timnya, memberi semangat, perhatian dan penghargaan. Rasa percaya diri akan membangkitkan energi, meningkatkan kebranian untuk mengambil resiko untuk mencapai lebih. Rasa percaya diri adalah modal  bagi tim pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin dapat dianalogikan seperti tukang kebun yang membawa selang penyiram air di satu tangan dan pupuk di tangan yang lain. Kadang-kadang ia harus mencabut tanaman-tanaman liar, tapi lebih banyak waktu digunakan untuk merawat dan menyayangi, lalu menikmati ketika semua tanamannya berbunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemimimpin membuat timnya mengerti, menghayati dan menjalankan  visi organisasi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin bukan hanya membuat visi organisasi, tetapi juga membuatnya hidup. Untuk itu visi harus jelas dan dikomunikasikan berulang-ulang kepada semua orang.  Beberapa pemimpin mengkomunikasikan visinya hanya pada jajaran di bawahnya, dan berharap timnya akan meneruskannya kebawah. Ternyata komunikasi itu berhenti disitu. Jadi jangan heran bila kita berhadapan dengan petugas call center yang membuat Anda menunggu begiu lama, sementara visi perusahaannya menjanjikan kecepatan dan kenyamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, bila pemimpin ingin visi organisasinya hidup dan terlaksana, sistem insentif, bonus dan  penghargaan pun perlu menjadi penunjang. Visi hanya tinggal visi bila tidak dikomunikasikan terus menerus pada semua orang dan diperkuat dengan sistem penghargaan yang menunjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemimpin menyuntikkan energi positif dan optimisme.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin membawa pengaruh yang sangat besar pada organisasinya. Seorang manager yang sepanjang hari selalu  optimis dan dinamis biasanya menghasilkan tim yang optimis dan dinamis pula. Tentu saja kadang kala  ada alasan kuat yang membuat semua murung dan pesimis : keadaan eknomi yang serba sulit, kompetisi yang sangat dahsyat yang membuat berbisnis menjadi begitu sulit dan mungkin banyak alasan lain. Tugas pemimpin adalah melawan grafitasi negatif ini dengan menunjukkan semangat “kita bisa mengatasi semua tantangan”. Itu berarti, pemimpin harus keluar dari ruangannya, bertemu dengan sebanyak mungkin timnya, memberikan perhatian atas apa yang mereka lakukan, dan memberi informasi dimana tim berada, sudah sejuh mana tim bergerak  dalam perjalanan bersama mendaki bukit yang terjal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemimpin membangun  rasa percaya dengan  kejujuran, keterbukaan dan memegang janji.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tim perlu tau bagaimana kinerja organisasi serta kondisi bisnis. Kadang-kadang sulit untuk menyampaikan kabar buruk, misalnya ketika organisasi harus mengurangi pegawai. Ada kecenderungan untuk menyembunyikannya. Kecenderungan ini harus di lawan, agar rasa percaya, dukungan tim  dan energi dapat terjaga. Pemimpin juga dipercaya bila ia memberikan penghargaan pada timnya sesuai dengan hasil-hasil yang telah di capainya. Mereka tidak boleh mencuri ide dari timnya dan mengaku sebagai idenya sendiri. Lalu menjilat ke atas dan menendang ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang cerdas tau betul, ketika timnya sukses, dia pun akan mendapatkan penghargaan tanpa perlu cari muka. Di masa-masa sulit, pemimpin mengambil tanggung jawab atas apa yang terjadi, sementara pada saat organisasi sukses, ia memberikan pujian dan penghargaan pada timnya, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Harap diingat, ketika seorang pemimpin diangkat menjadi pemimpin, ia tidak dimahkotai sebagai raja, melainkan, ia diberi tanggungjawab untuk menghasilkan yang terbaik dari timnya. Untuk itu, segenap timnya harus mempercayainya. Dan tim akan mempercayai pemimpinnya, selama sang pemimpin membuktikan kejujuran, keterusterangan, menghargai kinerja tim dan tidak berpura-pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemimpin punya keberanian untuk mengambil keputusan yang tidak populer dan mengikuti kata hatinya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara naluriah, orang suka membangun konsensus dan suka dicintai oleh semua. Kecenderungan ini bisa menjebloskan seorang pemimpin karena ada waktunya dimana pemimpin harus bisa mengambil keputusan sulit seperti melepas pegawai, memotong dana proyek atau menutup salah satu pabrik demi kebaikan organisasi secara keseluruhan. Tentunya keputusan berat seperti ini akan menimbulkan penolakan dan ketidak senangan. Tugas pemimpin adalah mendengarkan, menjelaskan dengan akurat dan menjalankan keputusan dengan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya keputusan harus segera di ambil, pada saat tidak semua data tersedia. Jangan ragu-ragu untuk mendengarkan kata hati untuk mengambil keputusan. Seorang pemimpin diangkat menjadi pemimpin karena ketrampilan dan pengalaman. Ketrampilan dan pengalaman itu telah membentuk database berbagai pola  situasi. Kata hati akan memberikan sinyal pada diri Anda apabila suatu pola terlihat. Jangan abaikan kata hati itu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin selalu penuh rasa ingin tahu,  sering bertanya lalu membuat  pertanyannya dijawab dengan perbuatan.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin harus sering bertanya seperti “Bagaimana kalau.... ?”, “Kenapa tidak?”, “Kenapa begini ?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan membuat tim memberikan perhatian lebih pada pekerjaannya, membuat sang pemimpin lebih menguasai bidang-bidang tersebut dan membuat organisasi tidak cepat puas dan selalu  memikirkan solusi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya saja tentu tidak cukup. Pemimpin harus membuat pertanyaan-pertanyaan itu membuka perdebatan  sehat yang melahirkan suatu tindak lanjut nyata. Sering terjadi pemimpin membiarkan pertanyaan atau masalah yang ada tidak di tindak lanjuti dengan suatu tindakan dan ketika pesaing lebih dulu mengambil tindakan itu, timbulah penyesalan kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tidak suka pertanyaan-pertanyaan kritis dari pimimpinnya yang bisa  mementahkan sesuatu produk atau ide. Adalah tugas pemimpin untuk selalu menginginkan solusi lebih besar pengaruhnya dan lebih baik. Bertanya, berdebat dengan sehat, ambil keputusan dan melaksanakan nya maka Anda akan mendapatkan solusi yang lebih besar skalanya dan lebih baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin menginspirasi untuk berani ambil resiko dan mengembangkan diri melalui perbuatan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan sukses berani mengambil resiko dan terus  belajar. Tapi dalam realitasnya kedua hal itu seringkali hanya sebatas wacana dan tidak benar-benar dilaksanakan. Banyak manajer yang meminta timnya untuk mencoba hal baru tetapi kemudian memarahi mereka habis-habisan ketika gagal.  Kalau ini yang Anda lakukan, dapat dipastikan sesudah itu tidak ada lagi yang berani untuk mencoba hal-hal baru. Mereka akan cenderung cari yang aman saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat membangun budaya berani ambil risiko dengan mengakui bahwa Anda pun pernah melakukan kesalahan dan membahas apa yang Anda pelajari ketika melakkukan kesalahan itu. Saya beruntung  punya beberapa pimpinan yang ketika  saya berbuat kesalahan, mereka bersikap sangat simpatik dan   membantu saya menganalisa secara terstruktur dimana letak kesalahannya dan apa yang bisa dipelajari dari kesalahan tersebut.  Hal itu telah membantu saya belajar seperti apa seharusnya proses itu dilakukan dan juga bagaimana menangani anak buah yang sedang jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan yang menumpuk membuat kebanyakan orang  merasa tidak punya waku untuk mengembangkan diri. Agar pengembangan diri mendapatkan prioritas, pemimpin perlu memberikan contoh. Jadwalkan waktu untuk pengembangan diri baik melalui &lt;em&gt;workshop&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;online training&lt;/em&gt; maupun mencari &lt;em&gt;best practice&lt;/em&gt; di organisasi lain dan belajar dari sana. Bahas&lt;em&gt; best practice &lt;/em&gt;dengan segenap tim, cari cara agar organisasi  bisa menyamai bahkan menyusulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda ingin perubahan, mulai lah dari diri sendiri. Anda akan gembira dengan budaya yang Anda bisa bangun. Begitu juga tim Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin merayakan kemenangan.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merayakan kemenangan membuat tim merasa sebagai tim pemenang ,  merasa dihargai dan menimbulkan energi positif. Rayakan kemenangan sesering mungkin. Rayakan kemenangan dengan cara yang kreatif. Jadikan kemenangan sebagai suatu even yang istimewa, yang membuat tim ingin mencapainya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada rumus yang mudah untuk menjadi pemimpin yang hebat. Memimpin memang penuh tantangan. Banyak hal yang saling bertentangan, seperti bagaimana menghasilkan hasil jangka pendek yang bagus tanpa mengorbankan kepentingan jangka panjang. Bagaimana disatu sisi kita harus membangun rasa percaya diri penuh optimisme dan energi positif, sementara disaat yang sama kita perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis dan tidak cepat puas dengan jawabannya. Juga kita harus menghidupkan budaya berani mengambil resiko, sementara ada keterbatasan biaya dan waktu sehingga kesalahan yang fatal bisa mengobrak-abrik rencana biaya yang sudah dicanangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah seninya memimpin. Bagaimana setiap hari kita harus mencari terobosan-terobosan agar kita tidak dipojokan pada pilihan dimana kita harus memilih salah satu dan mengorbankan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pemimpin yang kalem, ada juga pemimpin yang menggebu-gebu. Ada yang sangat analitis ada yang impulsif.  Ada yang galak ada yang mengayomi. Tapi dibalik itu semua, pemimpin terbaik sangat peduli pada tim yang dipimpinnya, pada pertumbuhan dan sukses mereka.&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Selamat memimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh semangat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-4675923588982189938?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/4675923588982189938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=4675923588982189938&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4675923588982189938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/4675923588982189938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/07/pemimpin-menginspirasi-mengembangkan.html' title='Pemimpin: Menginspirasi, Mengembangkan, Mencetak Hasil Cemerlang'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-5091248926691125424</id><published>2008-07-14T19:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T19:54:46.709-07:00</updated><title type='text'>Investasi Pendidikan, Bagaimana Sebaiknya?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Oleh: Betti Alisjahbana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Banyak pembaca yang mengajukan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pertanyaan seputar cara terbaik dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Tepatkah investasi pendidikan dalam bentuk logam mulia? Apakah sebaiknya masing-masing anak dibuat satu rekening?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; Apakah tepat menginvestasikan dana pendidikan anak dalam bentuk saham? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak memang salah satu tanggung jawab terpenting dari orang tua dan biayanya semakin lama semakin mahal, karenanya merencanakannya sejak dini sangat dianjurkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Artikel ini saya tulis untuk membahas berbagai alternatif investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan. Pembahasan mencakup perkiraan hasil investasi, jangka waktu yang disarankan dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;faktor positif dan negatifnya. Harapan saya, pembahasan masing-masing alternatif ini bisa membantu Anda untuk memilih investasi yang paling tepat untuk persiapan dana pendidikan anak-anak Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Di dalam menulis artikel ini, saya asumsikan Anda sudah melakukan analisa umur masing-masing anak Anda, kapan dana pendidikan akan dibutuhkan untuk masing-masing Anak&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan dalam jumlah berapa. Melalui analis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;a ini Anda akan mendapatkan informasi tentang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;jangka waktu investasi, berapa uang yang perlu Anda sisihkan tiap bulan dan target hasil investasi pertahun yang perlu Anda dapatkan agar pada waktu dibutuhkan, hasil investasi Anda akan cukup untuk mendanai pendidikan anak-anak Anda. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Informasi lain yang juga penting adalah apakah Anda satu-satunya sumber penghasilan dalam keluarga, atau ada anggota keluarga yang lain yang juga menghasilkan uang , sehingga resiko kehilangan penghasilan yang perlu dip&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;erhitungkan menjadi lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tabungan dan Deposito&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tabungan dan deposito paling sering dipilih oleh para orang tua karena paling mudah dimengerti, dan tidak ada resiko berkurangnya nilai pokok investasi. Namun demikian tabungan dan deposito memberikan hasil investasi pertahun yang sangat rendah, yaitu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;antara 4.5 % - 9 %. Angka ini pun masih harus dipotong pajak.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hasil investasi pertahun dari tabungan dan deposito ada dibawah nilai inflasi yang saat ini ada di tingkat 11 %, sehingga meskipun nilai pokok investasi tidak berkurang, namun nilai riil ( daya b&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;eli) dari dana yang diinvestasikan terus menurun dengan berjalannya waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah resiko kehilangan penghasilan, misalnya karena sumber penghasil uang dalam keluarga meninggal atau di&lt;span&gt; &lt;/span&gt;PHK. Itu sebabnya asuransi menjadi komponen yang penting dalam mempersiapkan dana pendidikan bagi anak. Besarnya nilai pertanggungan akan lebih besar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;apalagi bila Anda adalah satu-satunya penghasil uang dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Emas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Investasi dalam bentuk emas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;memiliki beberapa keuntungan. Emas adalah bentuk mata uang yang berlaku universal dimanapun dan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;nilainya meningkat sejalan dengan meningkatnya inflasi. Semakin tinggi inflasi, maka semakin tinggi pu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;la harga emas. Emas mudah di perjual belikan dan adalah bentuk investasi yang resikonya paling rendah. Namun demikian, dalam keadaan normal dimana tingkat inflasi rendah, rupiah kuat terhadap dolar dan tidak ada kerusuhan, emas memberikan hasil investasi yang rendah, karenanya emas&lt;span&gt; &lt;/span&gt;lebih cocok sebagai jaring pengaman. Anda perlu mengkombinasikannya dengan investasi lain agar bisa memberikan hasil investasi yang lebih tinggi sehingga cukup untuk membiayai pendidikan anak-anak Anda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; kelak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Asuransi Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Pada asuransi pendidikan, Anda membayar premi dengan jumlah tertentu (bisa setiap bulan, tiga bulan, enam atau 12 bulan), dan ketika anak Anda masuk ke jenjang-jenjang pendidikan tertentu (biasanya dimulai dari SD, lalu SMP, SMU dan Perguruan Tinggi), Anda akan mendapatkan jumlah dana pendidikan yang besarnya bervariasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Kelebihan asuransi pendidikan, bila Anda meninggal dunia, maka jumlah dana pendidikan yang dijanjikan oleh perusahaan asuransi tetap akan diberikan, walaupun Anda tidak lagi membayar premi. Kelemahannya, hasil investasinya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;rendah, biasanya lebih kecil atau sama dengan tabungan di bank.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Properti&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Apabila dana Anda cukup banyak, menginve&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;stasikan dana pendidikan anak anda dalam bentuk properti merupakan alternatif yang menarik. Properti memberikan hasil investasi yang cukup tinggi yang dihasilkan dari&lt;span&gt; &lt;/span&gt;kenaikan nilai tanah/bangunan dan hasil sewa yang diperoleh dari properti tersebut. Dalam ilustrasi yang saya berikan pada artikel saya terdahulu berjudul “Investasi Properti Semakin Memikat”, yang bisa di baca di &lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&amp;amp;id=53&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; saya mendapatkan hasil investasi pertahun sebesar 27.7 % dari investasi  apartemen saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Namun demikian, properti merupakan inves&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;tasi jangka panjang dan makan waktu untuk menjual properti, karenanya untuk dana pendidikan, investasi properti akan cocok apabila uang pendidikannya anda butuhkan masih lama, paling tidak sepuluh tahun lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Reksa Dana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Reksa dana adalah wadah yang digunaka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;n untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek seperti deposito, SBI, Obligasi dan saham oleh manajer investasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Secara umum terdapat 4 jenis reksa dana &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;yang masing-masing mempunyai karakteristik tingkat resiko, tingkat hasil investasi dan jangka waktu investasi tersendiri. Dibawah ini saya berikan ilustrasi portfolio saya yang menggambarkan karakteristik tersebut. Investasi untuk pendidikan anak, masuk dalam kategori investasi menengah dan jangka panjang, karenanya reksadana pendapatan tetap, campuran dan saham bisa menjadi pilihan. Artikel saya berjudul&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Memilih Reksa Dana Yang Tepat Untuk Anda di &lt;span class="MsoHyperlink"&gt;&lt;span style="color:navy;"&gt;http://www.qbheadlines.com/investment.php?cat=9&amp;amp;id=95&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dapat menjadi panduan untuk memilih reksa dana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_l5Ap4dH6Ny8/SHwQ8CUq_kI/AAAAAAAAAUU/B0nDCx4Z51Q/s1600-h/jpgtabel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_l5Ap4dH6Ny8/SHwQ8CUq_kI/AAAAAAAAAUU/B0nDCx4Z51Q/s320/jpgtabel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223068291444702786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;* catatan : Obligasi ORI 002 adalah produk obligasi retail pemerintah, bukan reksa dana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Properti, Reksa Dana Campuran dan Reksa Dana Saham merupakan produk investasi jangka panjang yang memberikan potensi&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tingkat hasil investasi yang tinggi dengan resiko sedang dan tinggi.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Investasi jenis ini cocok untuk persiapan dana pendidikan anak-anak Anda, dengan catatan dana tidak akan dibutuhkan dalam waktu dekat. Juga jenis investasi ini tidak mengandung unsur asuransi, karenanya saya sarankan Anda mengambil paket asuransi jiwa secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Semoga pembahasan berbagai alternatif investasi di atas beserta kelebihan dan kekurangannya bisa membantu Anda didalam menentukan jenis investasi yang paling tepat bagi Anda didalam mempersiapkan dana pendidikan masing-masing anak Anda sesuai dengan jangka waktu dan jumlah dana yang di butuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selamat mempersiapkan dana pendidikan Anak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:small;"  &gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;strong&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik Investment.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-5091248926691125424?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/5091248926691125424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=5091248926691125424&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5091248926691125424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/5091248926691125424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/07/investasi-pendidikan-bagaimana.html' title='Investasi Pendidikan, Bagaimana Sebaiknya?'/><author><name>Betti Alisjahbana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_l5Ap4dH6Ny8/SHwQ8CUq_kI/AAAAAAAAAUU/B0nDCx4Z51Q/s72-c/jpgtabel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4686500088560303397.post-2525315169211853247</id><published>2008-07-14T19:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T19:47:57.057-07:00</updated><title type='text'>Investasi pada Diri Sendiri</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Oleh: Betti Alisjahana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketika kita melakukan investasi, secara sadar kita mengalokasikan sumber daya yang terbatas yang ada dalam kontrol kita seperti &lt;span&gt; &lt;/span&gt;waktu, uang, dan tenaga. Kita melakukan investasi sekarang dengan harapan yang jelas bahwa suatu saat investasi ini akan memberikan hasil positif yang diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Beberapa investasi memberikan hasil sesuai dengan harapan, ada juga yang mengecewakan hasilnya. Ada yang hasilnya bisa segera didapat, ada juga yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;makan waktu cukup lama sebelum kita bisa melihat hasilnya. Beberapa investasi kita lakukan dengan pertimbangan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;hati-hati, sementara beberapa yang lain kita putuskan tanpa pikir panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dalam pengamatan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;saya, hasil&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;investasi terbesar dan terpenting didapatkan ketika melakukan investasi pada diri sendiri. Apakah investasi pada diri sendiri itu? Mengapa begitu penting? Hasil investasi apa yang bisa didapat?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Dimulai dengan Melakukan Perubahan yang Dibutuhkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Investasi pada diri sendiri adalah secara sadar mengontrol hidup&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dengan mengalokasikan waktu, tenaga dan uang untuk pertumbuhan dan perkembangan diri. Mengembangkan diri dari dalam keluar dengan penekanan pada ketrampilan hidup yang mempengaruhi semangat, sikap, kebiasaan dan tingkah laku yang pada akhirnya membentuk karakter&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan menentukan nasib kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Fokus investasi pada diri sendiri&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ada pada keinginan untuk melakukan perubahan pada diri sendiri sebelum bisa mencapai hasil yang diinginkan. Sering kali orang ingin mendapat kan hasil yang lebih baik tanpa mau mulai dengan melakukan perubahan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita akan bisa mendapatkan posisi yang lebih tinggi dengan tanggung jawab lebih besar bila kita tidak menjadi orang yang bertanggung jawab? Bagaimana kekayaan kita akan tumbuh pesat kalau kita tidah membangun kebiasaan untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk investasi? Bagaimana kita bisa mempunyai arah yang jelas dalam hidup ini kalau kita tidak terlebih dulu memahami nilai-nilai yang kita anut dan apa yang kita anggap penting?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bukan Hanya Belajar Ketrampilan Baru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Investasi pada diri sendiri bukan sekedar belajar ketrampilan baru tapi juga menerapkan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dan menjalan kan ketrampilan baru tersebut. Itu artinya mengalokasikan waktu, tenaga dan uang demi suatu perubahan dan seringkali itu artinya berkorban sekarang demi hasil yang lebih baik kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membeli pakaian yang lebih baik untuk menunjang penampilan, mengambil strata pendidikan yang lebih tinggi atau sertifikasi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;untuk mendapatkan pekerjaan tertentu, mempelajari ketrampilan komputer atau bergabung dalam asosiasi profesi adalah bentuk-bentuk investasi pada diri sendiri yang kasat mata dan mudah dipahami. Tetapi selain itu ada juga ketrampilan yang lebih sulit diukur seperti kemampuan untuk bisa menghadapi perubahan, mengatasi stress, menjadi lebih disiplin dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang kita melihat orang yang berkemampuan tinggi akhirnya gagal dalam pekerjaannya karena tidak bisa menghadapi perubahan. Juga mereka yang sangat ingin membangun hubungan serius namun tidak tau harus mulai dari mana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Menguasai Ketrampilan Hidup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Investasi pada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diri sendiri juga berarti membangun&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;ketrampilan hidup seperti :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membangun percaya diri dan harga diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Berpikir positif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membangun hubungan yang sehat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mengatur waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Mengatasi stres&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membangun kehidupan yang seimbang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Melatih keberanian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Berkomunikasi dengan efektif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Memahami dan menghayati nilai-nilai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membuat target dan perencanaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Bekerjasama di dalam tim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;" lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Membangun kemampuan untuk menjual dan meyakinkan orang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Ketrampilan-ketrampilan di atas sangat penting untuk berhasil dalam karir dan hidup, bahkan lebih besar pengaruhnya pada keberhasilan seseorang dibanding ketrampilan teknis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Butuh Keyakinan untuk Berinvestasi pada&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Diri Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Tentunya butuh keyakinan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;bahwa investasi pada diri sendiri akan memberikan hasil sebelum Anda&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mau mengalokasikan waktu, uang dan tenaga untuk melakukan investasi yang dibutuhkan. Saya sangat merasakan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;manfaat investasi pada diri sendiri. Andai saya bisa menggambarkan betapa besar kebahagiaan dan manfaat yang saya dapatkan dari investasi pada diri sendiri ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Beberapa manfaat investasi pada diri sendiri diantaranya rasa percaya diri yang lebih tinggi dan membantu menemukan potensi-potensi dan bakat-bakat yang sebelumnya tersembunyi sehingga dapat mewujudkan mimpi. Rasa percaya diri ini juga membantu menimbulkan perasaan aman sehingga dapat menghadapi berbagai tantangan betapapun beratnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Butuh keberanian untuk melakukan interospeksi dan melihat perbaikan-perbaikan apa yang perlu dilakukan. Biasanya tidak mudah untuk menerima kritik baik dari diri sendiri maupun dari orang lain. Akan tetapi bila kita tidak menyadari dan mengakui bahwa ada area-area&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tertentu dalam diri kita&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang perlu perbaikan dan ada ketrampilan-ketrampilan penting yang belum kita kuasai, maka sedikitpun kita tidak akan berubah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Jadi, ketika Anda merencanakan portofolio investasi Anda, yakinkan bahwa Anda mengalokasikan sebagian dari waktu, tenaga dan uang anda untuk melakukan investasi pada diri sendiri. Dari semua keputusan untuk berinvestasi yang bisa Anda buat, investasi pada diri sendiri akan menghasilkan hasil terbesar dan terpenting yang bisa Anda harapkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Anda tidak perlu kaya untuk menjadi seorang investor, tapi anda perlu melakukan investasi untuk bisa menjadi kaya, berhasil dan bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Selamat berinvestasi pada&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;Salam hangat penuh semangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tanya jawab topik ini bisa dilihat di &lt;a href="http://www.qbheadlines.com/"&gt;www.qbheadlines.com&lt;/a&gt;, rubrik &lt;strong&gt;Career.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;span lang="EN-ID"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4686500088560303397-2525315169211853247?l=betti-alisjahbana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/feeds/2525315169211853247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4686500088560303397&amp;postID=2525315169211853247&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2525315169211853247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4686500088560303397/posts/default/2525315169211853247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2008/07/investasi-pada-diri-sendiri_14.html' title='Investasi pada Diri Sendiri'/><author><n
