Kamis, 15 November 2007

Gatra, Apa dan Siapa: Akses Kampanye Betti Alisjahbana

Setelah Tempo, Kompas, Globle Asia, Warta Ekonomi, koran-koran lokal, dan sebagainya, kali ini giliran Gatra yang rubrik Apa & Siapa-nya memuat kampanye Betti Alisjahbana.

Gatra 15 November 2007
Apa dan Siapa: Akses Kampanye Betti Alisjahbana


Dua puluh tiga tahun lebih berkarier di dunia teknologi informasi, Betti Alisjahbana paham betul arti kekuatan internet. Tak mengherankan jika wanita yang sejak awal tahun 2000 menjabat Presiden Direktur PT IBM Indonesia ini tak pernah bisa lepas dari layanan itu. Agar mudah mengaksesnya, komputer jinjing selalu menemani. "Sudah jadi bagian hidup saya," ujar Ceu Betti, begitu wanita kelahiran Bandung, 2 Agustus 1960, ini akrab disapa.

Kebiasan itu dimanfaatkan Betti ketika berkampanye untuk memperebutkan kursi Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi bandung (IA ITB). berbagai layanan dar internet tidak ia lewatkan. Tak hanya nampang di website, Friendster, atau Youtube, lulusan arsitektur ITB angkatan 1979 ini pun menyapa rekan-rekan alumni lewat blog dan e-mail. "Supaya lebih personal," kata Betti, yang dalam perebutan kursi IA ITB kali ini salah satunya bersaing dengan Menteri Sekretaris Negara, Hatta Rajasa.

Lantaran memiliki seabrek media komunikasi itulah, saban hari ia mesti rajin memelototi layar laptop. Semula ia selalu membaca dan membalas sendiri seluruh surat elektronik yang mampir ke alamat e-mail-nya.
Belakangan, ia mengaku kerepotan juga. Maklum, sehari ia bisa kebanjiran lebih dari 100 e-mail. Akhirnya jurus seleksi pun terpaksa ia lakukan. "Saya akan balas e-mail yang meminta respons," ujar Komisaris Utama PT IBM Jasa Teknologi Informasi itu.

Guna menghindari keterlambatan atau bahkan tidak merespons e-mail yang masuk, ia mewanti-wanti tim suksesnya (yang juga sebagian dari jalinan kontak melalui dunia maya) untuk tidak sungkan-sungkan mengingatkan
dirinya. "Agar saya bisa menjadi kandidat yang paing komunikatif, mudah diakses dan mudah mendengarkan masukan-masukan dari alumni," tutur wanita yang juga salah satu anggota Majelis Wali Amanah ITB ini. Semoga, kalau kelak terpilih, tertap mudah diakses, ya, Ceu?**


Woww, asyiknya ikut milis IA-ITB dan nyoblos Pemilu 17 Nov 07 !
Tunggu apalagi, segera ajak alumni ITB lain ikut milis IA-ITB :-)
Tolong minta mereka email ke IA-ITB-subscribe@yahoogroups.com

Rabu, 14 November 2007

Surat Dukungan Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung

IKATAN ALUMNI SMAN 3 BANDUNG

( IKASMA TIGA )

Sekretariat : Jl. Cikamiri No. 6, Cisadea – Supratman Bandung 40121, Telp. (022) 7276211

http://alumni3bdg.org

e-mail : ikasmatiga@alumni3bdg.org; zamu_taq@yahoo.com



Nomor : K/05/SPD/IKASMA TIGA/XI/2007

Lampiran : -

Perihal : Pernyataan Dukungan

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Sebagai perwujudan sikap dalam menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan Keluarga Besar Alumni SMAN 3 Bandung, maka dengan ini atas nama Pengurus IKASMA TIGA Bandung menyatakan :

“Mendukung sepenuhnya kepada yang terhormat Saudari Betti Alisjahbana, alumnus SMAN 3 Bandung angkatan 1979 untuk terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni ITB Periode 2007-2011”.

  • Untuk merealisasikan bentuk dukungan di atas, maka Pengurus IKASMA TIGA Bandung menghimbau kepada yang terhormat para alumni SMAN 3 Bandung yang juga sebagai alumni ITB agar memperhatikan hal-hal berikut ini :Mendaftarkan diri sebagai peserta Kongres VII IA ITB 2007 dan mengisi formulir pendaftaran pemilih beserta memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditetapkan oleh panitia Kongres VII IA ITB 2007.
  • Menggunakan hak pilih pada saat hari pencoblosan yaitu pada hari Sabtu, tanggal 17 November 2007 di TPS-TPS yang telah ditentukan.


  • Menggalang seluruh kekuatan alumni SMAN 3 Bandung secara solid dan sinergis untuk mensukseskan Saudari Betti Alisjahbana agar terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni ITB Periode 2007-2011.
  • Mencoblos tanda gambar Betti Alisjahbana pada saat pemilihan berlangsung.


Demikian Surat Pernyataan Dukungan ini dibuat agar semua pihak yang berkepentingan menjadi maklum.

Bandung, 2 November 2007

PENGURUS IKASMA TIGA BANDUNG PERIODE 2003-2008

GATOT SANTOSO ZAENAL MUTTAQIEN

Ketua Umum Sekretaris Jenderal

Tembusan :

1. Sdri. Betti Alisjahbana

2. Ketua Dewan Sekolah SMAN 3 Bandung

3. Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung

4. Ketua Umum Yasmatiga Bandung

5. Pertinggal

STOP PRESS: Ajakan Mengukir Sejarah Bagi Alumni Muda ITB

Salam Ganesha teman-teman alumni ITB di Jakarta dan sekitarnya,

Inginkah Anda mengukir sejarah untuk pertama kalinya menghasilkan Ikatan Alumni ITB yang tidak dipimpin birokrat dan lebih bermanfaat bagi alumni?

Siapa yang harus Anda pilih?
Banyak dari kita mungkin merasa kurang mendapatkan manfaat dari IA-ITB hingga kini, sehingga kurang tertarik untuk memilih.
Informasi berikut ini akan berguna sebelum memilih, untuk mengakhiri IA-ITB yang selalu sarat kepentingan politik sehingga kurang bermakna bagi anggota.

Hanya kita ? alumni muda ITB ? sendirilah yang bisa mengubah IA-ITB untuk menjadi bermanfaat bagi kita dengan cara MEMBERIKAN HAK SUARA KITA?
----------------------------------------------------------

Deklarasi Dukungan Alumni Profesional Muda ITB Eksponen 98

Kita adalah alumni muda ITB yang pada tahun 1998:
- aktif dalam gerakan moral mahasiswa ITB untuk reformasi tanpa menjadi bagian dari salah satu kelompok politik (non partisan) kampus maupun ekstra-kampus
- berasal dari himpunan mahasiswa jurusan yang berbasis keprofesian dan merupakan akar aktivitas mahasiswa ITB, dan sebagian diantaranya tergabung dalam forum ketua himpunan jurusan (FKHJ)
- berani dan tergerak menggulirkan perubahan ke arah yang lebih baik, demi ITB dan Indonesia yang lebih siap menghadapi keniscayaan globalisasi

Se-dasawarsa pasca meninggalkan kampus Ganesha, kita sekarang adalah Alumni:
- PROFESIONAL MUDA, yang mendambakan Ikatan-Alumni ITB yang dikelola secara profesional oleh profesional berpengalaman
- BERWAWASAN GLOBAL, yang bekerja di berbagai perusahaan, lembaga akademik, dan organisasi masyarakat di seluruh penjuru nusantara dan dunia
- BERCITA-CITA PERBAIKAN, termasuk di dalam Ikatan Alumni ITB sendiri untuk menjadi organisasi yang benar-benar bermakna bagi anggotanya

Untuk itu, diyakini bahwa pilihan yang terbaik bagi alumni ITB adalah dengan mendukung kandidat Ketua Ikatan Alumni ITB periode 2007-2011 yang berlatar belakang PROFESIONAL, berwawasan dan pengalaman GLOBAL, serta mengedepankan alumni MUDA untuk membawa PERUBAHAN bagi IA-ITB:

BETTI ALISJAHBANA (AR?79)
Presiden Direktur IBM Indonesia

Bagaimanapun IA?ITB adalah milik para alumni ITB. Sudah seyogyanya alumni turut serta aktif dalam IA-ITB dimulai dengan menyalurkan suaranya demi perubahan. Oleh karena itu kami mengajak rekan rekan alumni ITB untuk memberikan hak suaranya pada kongres IA-ITB tanggal 17 November 2007 di tempat pemilihan di berbagai kota. Mari kita dukung perubahan. Jangan biarkan kesempatan itu terlewatkan begitu saja. Perubahan dapat dimulai dari suara yang anda titipkan.

Silakan tambahkan nama Anda di bawah dan mohon sebarkan di mailing-list jurusan dan angkatan...........

1. Agung Wicaksono (TI95, MTI), Singapura
2. Ahmad Ulya (PN95, KMPN), Jakarta
3. Gema Sakti Raspati (TL95, HMTL), Trondheim, Norwegia
4. Budi Aprianto (IF95, HMIF), Singapura
5. Sony ?Asgar? Herdiana (PL95, HMP Pangripta Loka), Australia
6. Farchad Husein Mahfud (TK95, Himatek), Amsterdam, Belanda
7. Irham Nusaly (MS95, HMM), Jakarta
8. Diko Oesman (MS95, HMS), Jakarta
9. Andhie Wicaksono (AR95, IMA-G), Dubai, United Arab Emirates
10. Bimo H. Purbo (MS94, HMM), Jakarta
11. Enda S. Nasution (SI94, HMS), Jakarta
12. Willy Derbyanto (FI94, Himafi), Bandung
13. Yunandar REP (FT94, HMFT), Jakarta
14. Dhany Haryanto (TA94, HMT), Bandung
15. Suhanto (PN96, KMPN), Jakarta
16. ??????? silakan lanjutkan bagi semua (tidak hanya mantan ketua
himpunan jurusan) alumni muda ITB berjiwa profesional dan ingin perubahan

Vote No. 1 (Betti Alisjahbana) Untuk IA-ITB yang Lebih Profesional, Siap Global dan Peduli yang Muda!
http://betti-alisjahbana.blogspot.com

Agung Wicaksono, Dr. oec HSG (prom. 2008)
Visiting Associate - Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS), Singapore

Senin, 12 November 2007

Sinar Indonesia: Betti Alisjahbana dan Basar Simanjuntak Ajak Semua Alumni Menciptakan Sejarah

Sinar Indonesia, 5 November 2007 : Betti Alisjahbana dan Basar Simanjuntak Ajak Semua Alumni Menciptakan Sejarah. Silakan diklik gambar untuk memperbesar.

Minggu, 11 November 2007

Harian Waspada: Regenerasi Pengurus Alumni ITB Dorong Munculnya Pemimpin Muda.


Waspada, 5 November 2007.
Regenerasi Pengurus Alumni ITB Dorong Munculnya Pemimpin Muda.

Silakan diklik gambar untuk memperbesar.

Jumat, 09 November 2007

Kaltim Pos: Perang Kandidat, Sengit Tapi Hangat

Kaltim Pos 5 November 2007
Silakan klik gambar untuk diperbesar.

Kamis, 08 November 2007

Kaltim Pos: Betti Sinergikan Potensi


Kaltim Pos, 4 Nov 2007

Salah satu dari lima kandidat Ketua IA ITB adalah Betti Alisjahbana. Presien Direktur IBM Indonesia ini adalah satu-satunya perempuan dalam pemilihan tersebut. Betti juga perempuan pertama yang memimpin IBM di Asia Pasifik.

Pesaing terberatnya adalah Menteri sekretaris Negara Hatta Radjasa yang merupakan seniornya di ITB. Betti, yang kuliah jurusan Arsitektur, masuk ITB pada 1979. Tetapi, usai lulus pada 1984, perempuan tersebut membangun karir di bidang teknologi informasi, hingga sejak 2000 menjabat sebagai Presiden Direktur IBM Indonesia.

Sebagai orang IT, kampanye betti menonjolkan unsur pemanfaatan teknologi. Ia memiliki blog pribadi untuk berkampanye dan bertukar pikiran. Juga ia tampil berkampanye di situs populer Friendster dan YouTube. Jadi, meski baru mampir secara fisik berkampanye pada Sabtu (3/11) malam, Betti telah populer di kalangan alumni ITB di Kaltim, terlebih Betti pernah memenuhi undangan IA ITB Kaltim sebagai pembicara pada salah satu seminar yang pernah digelar.

"Saya ingin mensinergikan potensi yang dimiliki para alumni ITB, terutama alumnus muda yang pintar-pintar dan kreatif," katanya, menjelaskan ketertarikannya untuk mencalonkan diri sebagai ketua.

Berkampanye menjadi ketua alumni ITB rupanya berat dan mesti serius mirip kampanye presiden. Betti mesri berkeliling Indonesia guna membantu bertemu para alumni ITB yang memang tersebar, bahkan banyak yang tinggal di luar negeri (pemiligan juga dilakukan di Singapura, Kuala Lumpur, dan Wina Austria). Layaknya para profesional, Betti menjalaninya dnegan oenuh smangat, berenergi, dan kesungguhan. "salam hangat," demikian ia kerap menyapa di akhir surat-surat elektroniknya.(*/adm)

Rabu, 07 November 2007

Majalah Tempo: Betti Menampik Jabatan

Mungkin bagi kebanyakan orang naik jabatan adalah hal yang amat dinanti. tapi tunggu dulu, Betti Alisjahbana bergeming dengan tawaran jabatan tinggi di tingkat regional perusahaan tempatnya bekerja. tak tertarik lagi pada tantangan? Bukan itu sebabnya. Perempuan kelahiran bandung, 2 Agustus 1960, yang telah 7 tahun menjadi Presiden Direktur IBM Indonesia ini ternyata menyimpan rencana pribadi.

Ia sedang menyiapkan diri merebut kursi Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) periode 2007-2011. "Setelah di posisi puncak sebagai profesional, saya ingin melakukan lebih banyak kegiatan sosialm" katanya di kantornya, gedung Landmark, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa pekan lalu.

Padahal kegiatan sosialnya sudah seabrek. Istri Mario Alisjahbana ini pernah menjadi Ketua Tim Juri Bung Hatta Anti Corruption Award (2003-2004) dan aktif menggalang dana pendidikan bagi almamater dan ratusan anak jalanan. Ia juga masih tercatat sebagai anggota Wali Amanah ITB. Itu membuat dia jatuh cinta pada dunia pendidikan dan ingin berbaikti melalui jalur IA-ITB.

Apa sih yang akan dilakukan Betti di organisasi kampus Ganesha itu? "Saya ingin mensinergikan potensi yang dimiliki terutama para alumnus muda. Kita punya banyak orang pintar dan kreatif," ujarnya dengan mata berbinar.

Tak gentar menghadapi kandidat lain, termasuk Menteri Sekretaris Negara Hatta radjasa? "Saya menawarkan sesuatu yang berbeda. Tinggal orang memilih yang mana," katanya.

Sebagai bukti kesungguhannya, ia tak hanya menyiapkan dana tapi juga menyediakan waktu membalas 100 surat elektronik dan puluhan pesan singkat yang diterima setiap hari. Betti juga aktif menulis di blog dan menggunakan fasilitas YouTube. "Salam hangat, penuh semangat," begitu sapaannya di setiap akhir kalimat. Selamat berjuang.

Sumber: Tempo Oktober 2008

Selasa, 06 November 2007

Kampanye Betti dalam Nama dan Peristiwa, Kompas

Presiden Direktur PT IBM Indonesia Betti Alisjahbana (47) sibuk melancarkan kampanye. Turut aktif dalam partai politikkah dia? Oh, bukan. Rupanya Betti ingin mengabdikan diri dalam Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), almamaternya. Lulusan ITB 1979 ini termasuk satu dari lima kandidat Ketua Ikatan Alumni ITB 2007-2011.

Ibu dari dua anak yang beranjak dewasa ini memanfaatkan teknologi dalam kampanyenya. "Saya menggunakan mailing list, blog, dan YouTube," kata Betti, Rabu (31/10) di Jakarta. Ia menyadari betapa dahsyatnya kekuatan teknologi sebagai penyebar informasi.

Anggota Majelis Wali Amanah ITB ini mengaku peluangnya relatif besar karena didukung profesional dan wirausaha muda.

"Saya lebih mudah diakses dan punya waktu lebih banyak," ujar Betti.

Ia berharap Ikatan Alumni ITB dapat memainkan peranan yang lebih baik dalam pembangunan Indonesia.

Sebagai profesional yang bergerak dalam dunia teknologi, Betti peduli pada inovasi teknologi dan bisnis untuk memberdayakan sinergi alumni ITB di Indonesia.

"Kekuatan alumni ITB itu besar. Ini yang perlu diberdayakan," ucapnya berkampanye.

Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/02/Sosok/3965593.htm

Minggu, 14 Oktober 2007

Kenapa Betti Mencalonkan Diri Menjadi Ketua IA ITB ?














Di dalam berbagai kesempatan pertanyaan di atas di kemukakan dalam berbagai bentuk.

Ceu Betti, begitu Gus Dui menyapa di Blog saya, Salut sama ceuceu, punya jabatan mentereng, nama keluarga mentereng, anak-anak yang manis dan ...tentu saja suami yang legit. Ceu Betti,ngapain repot-repot mau jadi ketua IA ITB ? Apakah IA ITB ini adalah kendaraan yang berguna ? Kok saya melihatnya seperti seonggok mobil yang tidak punya bensin. Nangkring saja dan cuma dipanasin saat mau pemilu saja. Tolong dwong kasih pencerahan agar saya tergugah untuk ikutan pemilu.

Zaman kuliah di Arsitektur dulu, saya sangat aktif di himpunan sebagai SekJen. Setelah lulus di tahun 1984, hubungan dengan ITB terputus cukup lama. Baru di tahun 2004 ketika Alumni ITB angkatan 79 bermaksud mengadakan reuni ke 25, saya diminta untuk menjadi ketua panitia. Dengan senang hati amanah itu saya jalankan, Alhamdulillah, jerih payah tim panitia reuni tidak sia-sia, acara berlangsung sangat baik dan kami berhasil memberikan sumbangan yang cukup signifikan untuk ITB.

Pengalaman memimpin reuni itu mengajarkan beberapa hal pada saya:

  • Ada banyak alumni ITB yang potensial yang dengan senang hati akan membantu sesama alumni dan ITB untuk sukses, apabila ada sarana yang praktis dan menyenangkan untuk menyalurkannya.
  • Meskipun memimpin reuni makan banyak waktu dan tenaga, namun saya pun mendapat manfaat : senang bertemu kawan lama, belajar banyak ilmu kepemimpinan yang sifatnya informal, jejaring pun menjadi lebih luas.
Sejak memimpin reuni itu, keterlibatan saya di ITB semakin meningkat :Menjadi Ketua ITB'79, menjadi Duta Cinta ITB selanjutnya Anggota Majelis Wali Amanah ITB wakil masyarakat.
Disini observasi saya bertambah lagi :

  • Hubungan antara ITB dan Alumninya dan hubungan ITB dengan industri belum terbangun dengan baik.
  • Komersialisasi hasil riset-riset ITB serta pembangunan entrepreneurship di ITB belum terjadi. Banyak penyebabnya, satu diantaranya adalah sinergi antara ITB, alumni dan Industri belum terjalin dengan baik.
Hal-hal diatas menantang saya untuk mencoba membenahi : membangun ikatan alumni yang lebih kompak dan peduli, membangun sinergi antar alumni dan ITB dan memberikan kontribusi pada sesama alumni, ITB dan masyarakat Indonesia.

Lalu, kenapa saya rela melepas posisi saya sekarang untuk ini semua ? Dengan sejujurnya saya sampaikan, setelah 23 tahun saya berkarir di IBM, 2 kali mendapat penugasan internasional dan sejak tahun 2000 telah mencapai posisi puncak di IBM Indonesia , saya merasa cukup dan sekarang ingin melakukan kegiatan yang sifatnya sosial. Saya percaya, untuk mendapatkan kepercayaan dan kontribusi dari banyak pihak, organisasi sosial perlu dikelola secara profesional dan transparan. Pengalaman, rekam jejak dan jejaring yang saya miliki akan sangat membantu disini.

Apa yang akan saya peroleh dari ini semua ? Saya yakin ilmu kepemimpinan saya akan bertambah dalam dimensi yang berbeda dari yang saya peroleh selama memimpin korporasi dan jejaring saya pun akan bertambah luas. Dua hal ini saja sudah cukup bagi saya untuk melakukan pekerjaan ini.

Minggu, 07 Oktober 2007

Catatan dari Berbagai Temu Alumni

Berbekal keinginan untuk mengenal dinamika dan aspirasi alumni, mendapat masukan sebanyak-banyaknya, berbagi pengalaman dan pada saat yang sama membangun rasa memiliki IA ITB, sebulan terakhir ini, buka puasa saya dipenuhi dengan acara temu alumni.












Buka Puasa ITB 69

Tanggal 19 September, saya berbuka puasa dengan Alumni ITB angkatan 69 dirumah kang Moko Astamoen. Saya sungguh kagum akan kekompakkan anggatan 69 yang di pimpin oleh Bang Fuad Afdhal ini. Buka puasa dengan suguhan utama masakan tuan rumah ini terasa sangat akrab dan hangat. Alumni dari berbagai jurusan terwakili dan merekapun sangat antusias memberikan masukan pada program-program IA ITB yang saya sosialisasikan pada malam itu.











Ngabuburit ITB 2002

Tanggal 22 September, hari Sabtu bersama-sama dengan Hotashi Nababan (Dirut Merpati) dan Herviansyah (DirekturBUMD Kep. Riau), saya diundang untuk menjadi pembicara pada acara buka puasa ITB Angkatan 2002. Kami bertiga berbagi pengalaman dalam mengembangkan karir. Disela-sela hujan nan lebat, acara yang berlangsung di Hotel Sawunggaling Bandung dan dihadiri oleh sekitar 60 angkatan 2002 berlangsung hangat. Dialog 2 arah terjadi dengan lancar, akrab dan terbuka. Berbagai pertanyaan spesifik tentang karir ditanyakan termasuk bagaimana mendekati klien, soal kutu loncat, karir yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu di perguruan tinggi dan bagaimana meraih sukses adalah sebagian dari hal-hal yang ditanyakan.

Buka Puasa Mesin 70-72
Tanggal 26 September, undangan buka puasa datang dari Alumni Mesin angkatan 70,71,72 yang dimotori oleh mas Susilo dan Mas Utama. Acara yang berlangsung di Gedung Indonesia Power tersebut berlangsung sangat semarak dengan diskusi seputar harapan-harapan mereka tentang IA ITB yang berlangsung sangat terbuka dan hangat. Acara ini dihadiri oleh sekitar 60 alumni. Kental sekali keinginan dari mereka untuk memberikan kontribusi pada IA ITB asalkan IA dikelola dengan baik dan terbuka.

Buka Puasa Farmasi
Pada malam yang sama saya juga diundang oleh Alumni Farmasi yang malam itu mengadakan pemilihan ketua. Mas Fuad Afdhal kembali terpilih sebagai ketua Ikatan Alumni Farmasi. Diskusi mengenai program gender hangat dibicarakan di Farmasi yang alumninya mayoritas perempuan ini.












Seminar The Secret of Success ISFI
Tanggal 29 September, undangan datang dari ikatan sarjana farmasi (ISFI). Seminar berjudul The Secret of Success ini dihadiri oleh sekitar 100 sarjana baru Farmasi.Seminar yang berlangsung selama 3 jam dihari Sabtu pagi ini berlangsung sangat bersemangat dan interaktif. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh para alumni muda tentang berbagai hal disepanjang presentasi. Terlihat sekali antusiasme dan energi tinggi alumni muda yang baru akan diwisuda dan telah siap terjun kedunia kerja. Melihat antusiasme mereka, saya sebagai pembicara tunggal pun tertular, sehingga presentasi dan diskusi selama 3 jam itu tidak melelahkan. Semoga mereka semua mencapai suksesnya masing-masing didunia kerja dan memberikan kontribusi bagi dirinya dan masyarakat disekelilingnya.

BRAVO IA ITB!

Ikut Memilih, Sebuah Tanggung Jawab Sosial

Pesta demokrasi alumni ITB semakin semarak, 5 kandidat sudah resmi terdaftar dan siap bersaing memperebutkan posisi Ketum IA ITB. Tertua, angkatan 73 dan termuda angkatan 96, terpaut 23 tahun........luar biasa.
Dari sekitar 40.000 alumni ITB yang ada, 2442 ikut memilih di tahun 2002, berapa yang akan ikut di tahun ini ? Bisakah kita mencapai lebih dari 5000 pemilih ?

Hasil polling minggu lalu menunjukan bahwa pendorong utama alumni untuk ikut memilih adalah :
  • Bentuk tanggung jawab sosial agar IA ITB bisa lebih baik
  • Agar yang terbaik yang menang dan bukan yang memanfaatkan kekuasaan
Sungguh membesarkan hati bahwa Alumni dari berbagai lokasi di Indonesia dan di Manca Negara sampai ke Eropa menghubungi panitia untuk membicarakan cara agar mereka bisa ikut memilih. Semoga mayoritas alumni merasakan tanggung jawab sosial untuk membuat IA ITB lebih baik dan lebih dari 5000 alumni akan ikut memilih nanti.

Berikut adalah hasil polling selengkapnya :









Polling baru minggu ini adalah :
Apakah informasi tentang masing-masing kandidat sudah cukup bagi anda untuk bisa memilih :
  • Ya
  • Tidak
Informasi apa yang anda butuhkan untuk menentukan pilihan :
  • Profil dan rekam jejak
  • Visi, Misi dan Program
  • Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan
  • Pendukung Kandidat masing-masing kandidat
Untuk ikut polling, kunjungi blog saya ini.

Salam hangat penuh semangat,
Betti AR/79