Kamis, 09 April 2009

DPT Kisruh, Manajemen yang Buruk atau Kesengajaan ?

Tanggal 4 April 2009, ketua RT kami datang berkunjung untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus penyesalannya bahwa nama kami sekeluarga tidak terdaftar di DPT. Beliau menyampaikan bahwa ada perbedaan jumlah yang signifikan antara daftar pemilih yang dikirimkan dan daftar yang kemudian diturunkan sebagai nama-nama yang tercantum dalam DPT. Beliau kemudian meyakinkan kami bahwa beliau akan berusaha agar nama kami tercantum dalam DPT Pemilihan Presiden nanti.

Meskipun kecewa hak kami sebagai warga negara dirampas, tetapi kami tidak memikirkannya secara serius. Demikian juga ketika salah seorang peserta milis QBmember menanyakan kemungkinan ada konspirasi dibalik kisruh DPT ini, saya secara otomatis menepisnya dan menyampaikan pendapat bahwa ini hanya masalah manajemen yang buruk saja.

Semalam (malam menjelang pemilu legislatif), saya terjebak dalam kemacetan lalulintas Jakarta pada jam pulang kantor. Sepanjang jalan saya mendengarkan berita radio Trijaya yang melaporkan sekaligus mengintervieu berbagai pihak dan kelompok yang namanya tidak tercantum dalam DPT. Ternyata banyak sekali nama-nama yang hilang dalam DPT. Pagi ini, saya membaca berita di koran Kompas, yang headline nya : "DPT Kisruh, Rakyat Kehilangan Hak Pilih" danheadline yang lain berjudul "Mereka Pun Dipaksa Jadi Golput". Kedua berita itu menampilkan data-data tentang banyaknya nama-nama calon pemilih sah yang tidak tercantum dalam DPT, persis seperti kasus yang saya alami.

Peringatan Dini

Kisruh DPT yang terjadi belakangan ini sebenarnya mengkonfirmasi hasil audit LP3ES pada Agustus 2008 terhadap daftar pemilih yang saat itu masih berstatus sementara (DPS). Audit dilakukan secara dua arah, yakni dengan mencocokkan nama dari daftar pemilih ke masyarakat (list-to-people test) dan sebaliknya mewawancarai sejumlah orang untuk dicocokkan dengan daftar pemilih (peole-to-list test). Audit ini melibatkan lebih dari 7.800 responden di seluruh wilayah Indonesia.

Selain menemukan 20,8% pemilih belum terdaftar melalui tes people-to-list, sebaliknya melalui tes list to people, audit juga menemukan 19,8% nama yang terdapat di dalam daftar tidak lagi bertempat tinggal di alamat tersebut, baik secara permanen maupun sementara waktu. Audit juga menemukan 3,3% nama tidak valid, yakni nama yang seharusnya tidak terdaftar tetapi ada dalam daftar, karena telah meninggal dunia, nama dan alamat tidak dikenal, serta orang yang tidak memiliki hak pilih.

Kekisruhan soal DPT ini diperkuat dengan dugaan penggelembungan DPT di Kabupaten Sampang dan Bangkalan terkait pemilihan kepala daerah di Jawa Timur, kini kisruh mengenai DPT merembet ke sejumlah daerah lain seperti Ngawi, Pacitan, Magetan, dan Trenggalek; bahkan meluas pula di provinsi-provinsi lain.

Gerah daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilu legislatif terus dipersoalkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menantang partai politik (parpol) bertemu dan adu data. KPU mempersilakan parpol membawa data pemilih yang diduga telah digelembungkan atau dimanipulasi."Kalau mau, atur saja pertemuan head to head KPU dengan parpol," kata anggota KPU, I Gusti Putu Artha, Selasa (24/3).

Pemerintah Terkesan Lepas Tangan ?

Pangkal penyebab kekisruhan DPT adalah sumber data dan proses verifikasi yang lemah. Daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diberikan Depdagri dan menjadi dasar KPU menyusun daftar pemilih merupakan data yang buruk kualitasnya. Ini terjadi karena masalah administrasi kependudukan kita belum tertata dengan baik, belum mampu mengantisipasi berbagai persoalan kependudukan secara komprehensif seperti kepemilikan KTP ganda, kepindahan domisili, up date kelahiran atau kematian,dan sebagainya.

Sementara sumber datanya bermasalah, proses pemutakhiran data yang dilakukan KPU juga tidak maksimal; baik karena petugas lapangan (PPS dan PPDP) terlambat terbentuk ataupun karena keterlambatan pencairan dana sehingga kinerjanya tidak efektif. Menurut hasil audit LP3ES terhadap DPS (Agustus 2008) terungkap, sebagian besar petugas (65,9%) mengaku belum melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit).

Untuk membahas masalah DPT dan wacana penundaan pemilu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pembicaraan informal dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla; Ketua DPR, Agung Laksono; dan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Pertemuan itu digelar seusai pelantikan Hakim Konstitusi, Harjono, di Istana Negara. Hasilnya, mereka sepakat kisruh DPT tak perlu membuat pemilu ditunda. Menteri Dalam Negeri, Mardiyanto, menegaskan persoalan DPT bukan urusan pemerintah. Pemerintah, kata dia, telah menyerahkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) kepada KPU sejak 5 April 2008. DP4 itulah yang diolah dan disisir KPU hingga menjadi DPT.

Belum tuntasnya permasalahan daftar pemilih tetap pada pemilu legislatif 2009 sebenarnya bukanlah tanggung jawab Komisi Pemilihan Umum semata, tetapi juga pemerintah. Pasalnya, penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) dan DPT didasarkan pada daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan Departemen Dalam Negeri.

Hal itu juga termaktub pada UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelengaraan Pemilu yang menyebutkan, meski otoritas teknis dibebankan pada institusi elektoral (KPU, KPUD, Bawaslu, dan Panwaslu), tanggung jawab atas sukses atau tidaknya Pemilu tetap jadi tanggung jawab pemerintah.

National Identity Number, Sudah Sampai Dimana ?

Seandainya kita sudah memiliki nomor identitas nasional, masalah kisruh DPT ini mestinya dapat dihindari. National Identity Number adalah salah satu Flagship program dari Dewan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi Nasional (Detiknas). Flagship yang oleh Depdagri, sebagai institusi yang bertugas untuk mengawalnya, disebut Nomor Induk Kependudukan, merupakan identitas tunggal dan kunci akses dalam melakukan verifikasi dan validasi data jati diri seseorang guna mendukung pelayanan publik.

NIK bersifat unik atau khas dan tunggal serta melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berlaku seumur hidup. Konfigurasi dan struktur NIK akan terdiri dari 16 digit. Yaitu enam digit pertama merupakan kode wilayah provinsi, kab/kota dan kecamatan. Enam digit kedua merupakan tanggal, bulan, dan tahun lahir pemegang NIK. Nah, empat digit terakhir merupakan nomor urut atau nomor seri pendaftaran yang dikreasi oleh sistem sesuai nomor urut kecamatan bersangkutan.

Untuk jangka panjangnya, NIK yang tercantum di setiap KTP akan menjadi acuan kepentingan administrasi seperti pembuatan akte, pengurusan kerja dan usaha, paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen indentitas lainnya.

Entah sampai di mana kemajuan flagship Detiknas, sebuah dewan yang dipimpin langsung oleh Presiden Indonesia dan beranggotakan 11 menteri ini.

Kembali ke pertanyaan yang menjadi judul artikel ini : "Kisruh DPT, Manajemen yang Buruk atau Kesengajaan ?", sejujurnya saya tidak tau jawabannya. Yang pasti, dari informasi-informasi di atas, saya melihat pemerintah tidak serius mengambil tindakan terhadap masalah serius yang sudah terindikasi sejak dini ini.

Sekilas Tentang Branding


Seorang teman minta saya menulis tentang Branding. Sejujurnya branding adalah suatu topik bahasan yang lumayan panjang. Jadi saya mencoba membahas intisarinya saja.

Sebuah brand didefinisikan sebagai nama, istilah, ungkapan, simbul dan desain yang ditujukan untuk menjelaskan barang dan jasa yang dijual dan membedakannya dari barang dan jasa lainnya.

Suatu brand yang baik akan mencapai hal-hal sebagai berikut :

* Menyampaikan pesan dengan jelas
* Membuat / membangun kredibilitas kita
* Menumbuhkan hubungan emosional dengan prospek yang kita targetkan
* Memotivasi pembeli
* Memantapkan kesetiaan pengguna


Agar branding berhasil, kita harus mengerti kebutuhan dan keinginan pelangan / prospek kita lalu membangun dan menyampaikan pesan yang menjawabnya pada setiap interaksi dengan publik.

Brand kita akan melekat di hati dan pikiran pelanggan / prospek dan merupakan hasil akumulasi dari semua pengalaman dan persepsi selama ini.

Mendefinisikan Tujuan Brand Kita

Agar manajemen brand kita efektif, kita harus mempunyai definisi yang jelas tentang siapa target audience kita dan apa yang harus dicapai oleh brand kita.

Brand dibangun dari kepribadian, image, competensi inti dan karakteristik-karakteristik perusahaan. Impresi yang kita bentuk dan kata-kata yang digunakan oranguntuk menjelaskan perusahaan kita pada orang lain membentuk brand kita.

Brand yang kuat membangun kredibilitas, kita jadi bisa punya pengaruh yang kuat pada pasar kita dan memotivasi pelanggan dan prospek untuk membeli dari kita. Bila brand ini dibangun dengan baik, perusahaan kita akan di pandang sebagai pemimpin bukan pengikut.

Untuk mendefinisikan tujuan brand, kita perlu bertanya pada diri sendiri :
* Apa yang kita inginkan dari brand kita ?
* Apa yang kita ingin orang lain ketahui dan katakan tentang produk dan jasa kita ?

Ketika kita bisa mendefinisikan objektif kita dengan spesifik, akan lebih mudah bagi kita untuk membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya saja, bila tujuan kita adalah memposisikan perusahaan kita sebagai pemimpin di industrinya, maka kegiatan yang bisa dilakukan misalnya adalah :
* Membuat salah satu tim perusahaan kita bicara di event/seminar penting
* Memberikan kuliah pada pertemuan para profesional di industri yang kita geluti
* Menulis artikel di surat kabar , majalah atau media online


Branding dari dalam keluar

Marketing sebaiknya di mulai dari dalam keluar. Kita perlu meyakinkan semua pegawai mendukung brand kita. Untuk itu beberapa langkah perlu dilakukan :
* Selaraskan Brand, nilai-nilai dan budaya perusahaan. Yakinkan pesan brand kita sejalan dengan nilai-nilai perusahaan.
* Rekrut pegawai dengan ketrampilan dan sikap yang sesuai dengan brand perusahaan . Sistem insentif juga harus sejalan dan menunjang brand.
* Tekankan terus menerus nilai-nilai dan sikap yang merefleksikan brand perusahaan. Lakukan itu terus menerus sehingga ini menjadi sesuatu yang natural.

Konsistensi akan memperkuat image

Yakinkan bahwa setiap hal yang dilakukan perusahaan memberikan kesan yang saling memperkuat. Secara grafis artinya logo yang standard dan pilih warna perusahaan dan gaya yang akan digunakan. Secara konten, ini artinya mendefiniskan pokok-pokok pesan marketing yang secara jelas, padat dan memikat menyampaikan pesan penjualan.

Kontinuiti adalah strategi dan proses mengkoordinasikan semua elemen pesan marketing untuk mencapai tampilan dan kesan perusahaan, produk dan jasa yang konsisten dan mudah di ingat.. Kontinuiti sangat penting di jaga.

Menjaga kontinuiti ini tidak sesederhana kedengarannya. Ini membutuhkan usaha penuh dalam rentetan kegiatan marketing dari awal sampai akhir agar tidak ada hal-hal yang menyimpang yang akan mendilusi identitas perusahaan dan mengurangi efektifitas pesan marketing yang ingin disampaikan.

Brand yang kuat sangat berharga, apalagi ditengah persaingan yang sangat ketat saat ini. Karenanya sangat penting untuk mengalokasikan waktu untuk melakukan riset, mendefinisikan dan membangun brand kita. Brand kita adalah janji kita pada para pengguna dan merupakan pondasi dari komunikasi marketing.

Tentunya kita semua ingin memiliki brand yang kuat. Karenanya mulailah lakukan riset tentang kebutuhan dan keingingan target market kita lalu definisikan apa yang ingin kita capai melalui brand kita dan kesan apa yang kita ingin orang lain tangkap dan bicarakan tentang kita. Lalu rencanakan dan laksanakan kegiatan-kegiatan yang akan membuat brand kita terbentuk sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Salam hangat penuh semangat

Rujukan : sebagian materi di peroleh dari about.com

Senin, 26 Januari 2009

Merangsang Kreativitas dan Inovasi



Tahun 2009 telah dicanangkan sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Industri kreatif diharapkan akan tumbuh dan berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian Indonesia. Kreatifitas tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang bergerak di industri kreatif, melainkan oleh semua, baik organisasi maupun perorangan. Ditengah persaingan yang semakin ketat dan tantangan krisis ekonomi kini, kreatifitas menjadi semakin dibutuhkan untuk sukses dan berprestasi cemerlang.

Kreatifitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk berimaginasi dan menghasilkan ide-ide baru dengan mengkombinasikan, mengubah atau menerapkan ide-ide yang sudah ada dengan cara yang belum dipikirkan sebelumnya. Ide-ide kreatif yang kemudian diproses melalui beberapa tahapan sehingga menghasilkan produk atau jasa atau model bisnis disebut inovasi.

Faktor-faktor yang mempegaruhi kreativitas

Klukken, Parsons, dan Columbus [1] menginterview delapan insinyur yang dikenal sangat kreatif. Dari interview itu disimpulkan, ada empat hal yang menurut para insinyur itu mempengaruhi kreatifitas mereka :
1.Motivasi personal. Para insinyur ini mencari kesempatan untuk kreatif dan berusaha untuk mencari solusi yang baru dan berbeda, termasuk pada problem-problem yang tampak biasa.
2.Lingkungan. Para insinyur ini berkibar dalam lingkungan yang memberikan kebebasan untuk bereksperimen dan boleh gagal dalam upaya untuk mengejar ide-ide baru.
3.Keahlian dan keterbukaan. Mereka ahli di bidangnya namun tetap terbuka pada informasi dan ide-ide baru. Mereka bisa menerima pendekatan-pendekatan baru, terutama dari sumber yang diluar bidang keahliannya.
4.Proses. Para insinyur ini sangat menikmati pengalaman subjektif yang di dapat dari berbagai tantangan dan proses melahirkan inovasi. Mereka sangat terlibat dengan masalah yang ingin dipecahkannya.

Hal-hal yang menghambat kreatifitas

Semua orang punya bakat kreatif, namun demikian tidak semua orang kreatif. Mengapa demikian ? Ada hal-hal yang menghambat kreatifitas. Banyak orang menghindari dan menyangkal masalah sampai terlambat. Padahal masalah adalah peluang untuk lahirnya kreatifitas.

Merasa tidak mungkin adalah penghambat kreativitas lainnya. Ketika kita merasa bahwa sesuatu tidak mungkin dilakukan, sebetulnya kita telah kalah sebelum perang. Mirip dengan ini adalah merasa tidak mampu. Beberapa orang berpikir bahwa suatu masalah hanya bisa di pecahkan oleh ahlinya yang bukan dirinya. Mereka merasa tidak cukup cerdas dan berpengalaman. Padahal, pikiran yang optimis , sikap positif disertai dengan ketrampilam memecahkan masalah sangat besar pengaruhnya dalam kreatifitas.

Merasa tidak kreatif. Semua orang mempunyai bakat kreatif. Amati saja anak-anak ketika mereka bermain dan berkhayal, sungguh kreatif. Masalahnya sistem pendidikan saat ini telah menghambat kreatifitas. Karenanya, yang perlu dilakukan adalah membuat kreatifitas ini muncul lagi ke permukaan.

Dalam usaha kita untuk selalu tampil dewasa dan canggih, seringkali kita memupus sikap kreatif dan ceria yang menandai masa kecil kita. Padahal ketika kita bisa memecahkan suatu masalah penting, siapa yang peduli kalau kita kekanak-kanakan. Bukankah bermain itu menyenangkan ?
Tidak berani tampil beda karena kuatir pada penilaian orang lain adalah penghambat kreativitas yang lain. Seakan-akan ada tekanan sosial yang memaksa kita patuh, menjadi orang biasa dan tidak kreatif.


Sepuluh tips perangsang kreativitas

Semua orang bisa kreatif. Berikut ini adalah sepuluh tips yang bisa dilakukan untuk merangsang kreativitas :
1.Tenggelamkan diri kita dalam suatu domain atau problem. Pelajari sedalam mungkin, jadilah ahlinya. Hal ini tentu membutuhkan waktu, usaha dan komitmen.
2.Jadilah orang yang subur dengan ide. Biarkan ide mengalir tanpa evaluasi dan kritik, termasuk ide-ide yang tidak biasa, tidak masuk akal dan menggelikan. Jangan risaukan ide yang tolol sekalipun. Bila kita tertawa pada ide kita, itu artinya kita ada di jalur yang benar.
3.Gunakan alat untuk menggambarkan ide-ide dan pemikiran kita. Catat ide-ide, tuliskan semuanya langsung ketika ide itu timbul, jangan sampai lupa. Jangan andalkan ingatan kita, bisa-bisa ide brilyan kita lewat begitu saja. Selain ditulis, buatlah sketsa, gambar dan diagram. Buat modelnya dengan memanfaatkan komputer dan buat prototipenya. Visualisasi sangat efektif untuk mewakili informasi. Gambar, model dan prototipe mengantar kita pada pemahaman dan penghayatan yang lebih mendalam. Banyak karya inovatif dilahirkan dengan membuat visualisasi yang baik.
4.Lemparkan ide-ide pada orang lain. Bangun kemampuan mengkomunikasikan ide kita dengan efektif. Kita harus bisa meyakinkan orang lain bahwa ide kita patut di tindak lanjuti.
5.Hindari pengambilan keputusan yang terlalu awal. Jangan puas dengan solusi yang biasa. Bila kita tahu satu cara untuk memecahkan masalah, cari cara yang lain. Hindari tekanan untuk mencapai solusi cepat. Jangan berhenti pada ide baik yang pertama. Setiap desain dapat diperbaiki. Ketika kita punya ide yang bagus, cari ide yang lebih bagus lagi.
6.Jangan takut untuk berbeda. Hindari tekanan kelompok. Jadilah pemikir yang bebas. Evaluasi informasi dengan kritis. Pertanyakan asumsi-asumsi. Jangan terjebak pada tradisi dan kebiasaan. Ambil resiko.
7.Terbukalah pada ide-ide baru. Coba perpektif yang bervariasi, peran yang berbeda atau sudut pandang yang berbeda. Pemahaman dan sudut pandang yang berbeda bisa juga datang dari orang dengan disiplin ilmu yang lain. Individu yang kreatif seringkali bisa memberikan kontribusi pada beberapa bidang.
8.Praktekkan dan pecahkan masalah. Desain sesuatu. Bangun pengalaman yang kuat. Lakukan secara teratur. Jadikan berpikir kreatif kebiasaan dan bagian dari keseharian. Sisihkan waktu setiap hari untuk menjadi kreatif. Hadapi halaman buku kosong dan isilah dengan ide-ide.
9.Tindak lanjuti ide-ide hingga tuntas. Selesaikan proyek yang sudah dimulai. Tidak seorang pun akan tahu seberapa kreatif kita kalau kita tidak merealisasikannya dan membawanya ke masyarakat.
10.Ambil kesempatan untuk bersantai, jalan-jalan atau berenang. Manjakan diri kita dengan sesuatu yang lain. Saat-saat seperti ini akan memberikan kesempatan untuk berpikir, dan seringkali, membawa hal-hal baru untuk dipikirkan. Pemahaman yang dalam kadang-kadang datang tanpa diduga pada saat sedang santai, jauh dari lingkungan pekerjaan.

Mencapai sukses membutuhkan ketrampilan analitis, kreatifitas dan ketrampilan praktis. Selama ini pendidikan lebih memberikan fokus pada ketrampilan analitis, karenanya sering kali bakat kreativitas yang kita miliki terpendam. Yang kita butuhkan adalah membuat bakat-bakat kreatif yang terpendam muncul kepermukaan. Selamat memunculkan bakat-bakat kreatif.

Salam hangat penuh semangat

Daftar Rujukan :
[1] Klukken, P.G., Parsons, J.R., and P.J. Columbus. “The Creative Experience in Engineering Practice: Implications for Engineering Education.” Journal of Engineering Education, April 1997, Vol. 86, No. 2, 133-138.

[2]Everyday Creativity: Principles for Innovative Design, Dr. Larry G. Richards
[3] Sumber Gambar : http://www.liverpoolscottish.org.uk/dare%20to%20be%20different1.jpg

Minggu, 11 Januari 2009

Pecahkan Persoalan Pada Akar Masalahnya



Oleh Betti Alisjahbana
Sumber Foto : Kabarindonesia.com

Seorang suami mengeluh pada dokternya bahwa istrinya belakangan ini mulai tuli. Si dokter menanyakan, seberapa dekat ia harus bicara sampai istrinya bisa mendengar. Sang suami tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dokter lalu memintanya untuk mencari tau jawabannya.

Suami bergegas pulang. Di pintu gerbang rumah suami berseru : “Sayang, saya sudah pulang, kita makan apa malam ini ?”. Tidak terdengar jawaban. Memasuki pintu ruang tamu, suami kembali menyerukan pertanyaan yang sama, kali itu pun tidak terdengar jawaban. Masuk ke ruang tengah, suami kembali mengucapkan kalimat yang sama untuk ketiga kalinya, di sana pun ia tidak mendengar jawaban. Suami lalu mendekati istrinya yang pada waktu itu sedang memasak di dapur. Setelah dekat ia mengulangi kalimat yang sama : “ Sayang, saya sudah pulang. Kita makan malam apa malam ini ? “ Si istri lalu menjawab :”Malam ini kita makan ayam, sayang. Kan saya sudah menjawabnya empat kali. ”

Cerita di atas hanyalah sedikit ilustrasi bahwa sebelum memecahkan masalah kita perlu tau akar masalahnya, bila tidak, tentunya masalahnya tidak akan terpecahkan.

Berbagai Usaha mengurangi Kemacetan Lalu Lintas

Hari Senin minggu lalu, jam masuk sekolah dimajukan menjadi jam 6:30 pagi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Lalu, untuk tujuan yang sama, dalam waktu dekat, jam kerja kantor swasta akan di atur sesuai dengan lokasi kantor : Jakarta Utara dan Pusat 07:30 – 15:30, Jakarta Barat dan Timur 08:00 – 16:00, Jakarta Selatan 09:00 – 17:00. Jam kerja kantor pemerintah tidak mengalami perubahan karena terkait pelayanan warga, demikian juga Bank, dikecualikan dari pengaturan.

Usaha penyebaran waktu perjalanan menuju dan pulang kantor untuk mengurangi kemacetan lalu lintas tentu sah-sah saja. Permasalahannya, bisakah Pemda DKI mengatur jam kantor perusahaan ? Setiap perusahaan mempunyai kebijakan dan pengaturan kerja masing-masing. Dasarnya bukan lokasi kantor, tapi bagaimana agar perusahaan dapat melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggannya lebih baik dari pesaingnya dan agar perusahaan berkinerja baik. Pelanggan suatu perusahaanpun tidak terbatas pada pelanggan di dalam negeri, tetapi juga di berbagai negara. Kantor pemerintah dan Bank dikecualikan dari pengaturan jam kerja dengan alasan harus melayani warga. Pertanyaannya, apakah hanya kantor Pemerintah dan Bank yang harus melayani ? Dalam situasi ekonomi yang sulit seperti ini, untuk survive, layanan pelanggan yang prima adalah salah satu kuncinya.

Trasportasi publik yang tidak memadai, akar masalah kemacetan Jakarta

Saya jadi teringat pada nasihat, pecahkan persoalan pada akar masalahnya. Megatur jam kerja kantor swasta adalah salah satu pemencahan kemacetan lalu lintas. Tapi saya yakin, kalaupun itu berhasil dilakukan, hasilnya hanya bersifat jangka pendek saja. Saya berpendapat, pemecahan itu tidak pada sumber permasalahannya.

Penyebab kemacetan di Jakarta adalah tidak seimbangnya antara volume kendaraan dengan jumlah ruas jalan yang ada. Hal ini biasa terjadi di kota-kota yang tidak memiliki transportasi publik yang memadai. Jadi, bila ingin memecahkan kemacetan Jakarta, Pemda DKI harus lebih serius dalam menyediakan fasilitas trasportasi publik yang nyaman, anti macet dan memberikan waktu tempuh yang lebih singkat. Bila ini ada, kecenderungan penduduk Jakarta untuk memiliki kendaraan sendiri akan berkurang secara signifikan. Juga bila fasilitas transportasi publik yang baik telah tersedia, pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui ERP ( Electronic Road Pricing), peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi dll. bisa dilakukan.

Busway antara harapan dan realita

Ketika pembangunan Busway mulai dilakukan, sebetulnya saya sangat berharap bahwa Busway bisa menjadi solusi bagi kemacetan di Jakarta. Apalagi dalam konsepnya Busway ini dipadukan dengan KRL ( Kereta Rel Listrik). Saya pun pernah membaca bahwa Sistem Busway di Jakarta yang menjadi kajian studi Masyarakat Transportasi Asia Timur ini dianggap mengesankan. Dengan panjang total 100 kilometer, sistem ini adalah yang terpanjang di dunia.

Jadi ketika dalam proses pembangunan jalur khususnya, saya yang tinggal di kawasan Ragunan harus kena macet yang luar biasa, saya pun dengan rela menerimanya, toh ini demi kebaikan jangka panjang. Terbayang dalam benak saya, suatu saat saya akan naik Busway ke kantor. Pada saat itu kantor saya di gedung Landmark. Dalam bayangan saya, waktu tunggu Busway akan 5 menit sesuai dengan yang dijanjikan, Busway akan bebas macet, karena menggunakan jalur khusus, sehingga waktu tempuh ke kantor ; Ragunan – Landmark, tidak akan lebih dari setengah jam.

Kini, dua tahun setelah pembangunannya, bayangan itu jauh dari kenyataan. Antrian di halte tunggu Ragunan dan halte tunggu Landmark sering sangat panjang. Waktu tunggu yang seharusnya 5 menit, ternyata sekitar setengah jam. Di dalam bus pun terlihat sangat padat, jauh dari nyaman. Lalu, karena jalur busway nya sering kosong, kendaraan lain pun turut menggunakan jalur tersebut. Sebagai akibatnya, waktu tempuh yang pendekpun tidak tercapai. Dalam keadaan seperti itu, tentu saja kebanyakan orang tetap memilih memakai kendaraan pribadinya, termasuk saya.

Saya pribadi berpendapat, dari pada mengatur jam kantor swasta, yang bukan merupakan akar masalah, kenapa Pemda DKI tidak lebih serius membenahi transportasi publik, yang merupakan akar masalah. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya :
1.Penambahan armada untuk mengurangi penumpukan calon penumpang.
2.Pendekkan selang waktu antar bus.
3.Penambahan fasilitas seperti toilet umum.
4.Pengaturan calon penumpang.
5.Penertiban jalur busway bersama dengan aparat kepolisian.

Semoga harapan untuk melihat Jakarta memiliki transportasi publik yang nyaman, anti macet, waktu tempuh singkat bisa tercapai, sehingga banyak orang akan dengan senang hati menggunakannya dan kemacetan lalu lintas berkurang drastis. Sambil menunggu, kami memanfaatkan TIK dalam proses kerja kantor kami, sehingga kami bisa bekerja dari mana saja dan kapan saja tanpa perlu bermacet-macet, kecuali bila barus bertemu klien. Dengan demikian, bila Pemda DKI mengatur jam kantor, kami pun tidak perlu pusing.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana

Kamis, 25 Desember 2008

Sumber Inspirasi itu Telah Pergi



Selasa 16 Desember jam 23:10, sms mengagetkan itu datang : “ Mas Is telah meninggalkan kita selamanya”. Badan saya terasa lemas. Sejak sore hari, ketika Mario melaporkan perkembangan keadaan mas Is di ICU, saya terus berdoa agar Mas Is bisa sembuh. Tapi Allah SWT berkehendak lain, Mas Is ternyata harus meninggalkan kami.

Mas Is adalah panggilan kami untuk Prof. Iskandar Alisjahbana. Banyak yang mengira, almarhum adalah ayah saya, padahal Ia adalah kakak suami saya, Mario. Mas Is adalah kakak ipar yang sangat saya kagumi. Selain pandai, progressive dan berwawasan luas, Ia juga seorang guru dan motivator yang efektif. Ketika kabar meninggalnya beredar, banyak sekali ucapan bela sungkawa yang kami terima, banyak diantaranya bukan sekedar ungkapan bela sungkawa, namun juga ungkapan penghargaan dan kesan-kesan khusus tentang Mas Is.

Kini saya semakin merasakan betapa saya beruntung berkesempatan untuk mendapatkan masukan dan pandangan-pandangan beliau. Di acara kumpul-kumpul keluarga besar Alisjahbana, yang biasanya berlangsung di vila keluarga di desa Tugu, Puncak Bogor, Mas Is dan saya hampir selalu terlibat dalam pembicaraan serius dan seru. Ada banyak hal yang sama-sama menarik perhatian kami. Bagi saya, berdiskusi dan berdebat dengan Mas Is selalu sangat menarik. Mas Is selalu punya pemikiran-pemikiran yang sangat original dan jauh kedepan.

Hal yang unik dari Mas Is adalah, di setiap kesempatan bertemu, Ia selalu menyelipkan tantangan untuk melakukan hal yang lebih. Misalnya, ketika saya masih di IBM, dan sudah menduduki posisi Presiden Direktur selama 8 tahun, Mas Is sering bertanya :” Betti, masih di IBM juga ? Mau cari apa lagi kamu di situ ? Ayo bikin sesuatu yang baru dong.”

Dua tahun belakangan ini, ketika saya diangkat menjadi Anggota Wali Amanah ITB, mas Is semakin rajin mengajak saya diskusi. Mas Is ingin hal-hal yang belum berhasil direalisasikan ketika beliau menjabat Ketua Majelis Wali Amanah ITB bisa diteruskan. Misalnya saja, Mas Is ingin ITB tidak menjadi menara gading, melainkan tempat di mana technopreneurship tumbuh dan berkembang dan menjadi pendorong tumbuhnya industri berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Ketika masih aktif di ITB dulu, Mas Is memang merintis technopreneurship di kampus. Beliau berpendapat bahwa masyarakat Perguruan Tinggi tidak boleh hanya mengejar Academics-Excellence berikut Titel Dr, Ir saja. Tetapi Academic-science harus didampingi Corporate-Science, supaya lapangan-pekerjaan (yang berbasis Science & Technology) dapat terbentuk dan terbina. Dengan semangat technopreneurship yang dimilikinya, Mas Is mendirikan dua perusahaan, PT RFC pada tahun 1970 serta PT Pasifik Satelit Nusantara tahun 1992.

Hal lain yang sering menjadi topik diskusi kami adalah tentang IPR dan Open source. Dibawah ini adalah petikan dari artikel yang pernah ditulisnya untuk Qbheadlines.com :

Lawrence Lessig, seorang guru besar ilmu Hukum di Universitas Stanford USA, mempunyai pemikiran yang agak bertolak belakang dengan pemikir ilmu ekonomi pada umumnya. Beliau membedakan dua macam komoditas ekonomi. Yang pertama adalah komoditas ekonomi berbentuk benda fisik, seperti mobil, rumah atau kebun. Macam komoditi yang kedua adalah komiditas intelektual.

Jika kawan Anda meminjam mobil Anda, maka Anda tidak dapat lagi menggunakan atau men- dayagukan mobil tersebut. Tetapi jika komoditas intelektual berupa penemuan, pemikiran dan inovasi Anda dipinjam, ditiru, diubah, diperbaiki atau didayagunakan oleh orang atau masyarakat lain, maka Anda tetap tiap saat masih dapat mengembangkan dan mendayagunakan penemuan dan pemikiran Anda semula, yang ditiru tadi, yang kemungkinan besar berbentuk lain sekali dari yang ditiru kawan Anda tadi. Menurut Lawrence Lessig ini adalah fenomena dasar pemekaran, pengembangan dan pembaharuan budidaya masyarakat pada umumnya. Ini adalah cara pengembangan budidaya masyarakat yang paling alamiah dan yang terpenting terjadi setiap masa beratus tahun lampau, di seluruh masyarakat dunia.
“Re-mixing is how Culture gets made” adalah perumusan asli dari Prof. Lawrence Lessig.

“Development as Freedom” atau “Pemberdayaan Budidaya adalah hak azasi Manusia” , adalah kata mutiara pemenang hadiah Nobel Amarthia Sen yang mendukung sangat teori atau pemikiran Lawrence Lessig. Menurut pemikir-pemikir kelompok ini, pelaksanaan dan perpanjangan waktu aturanmain Intelectual Property Right yang berlaku sekarang ini, adalah sebagian besar hasil karya atau manipulasi para ilmuwan yang dibiayai oleh para industriawan raksasa.

Di sinilah muncul - pada waktu yang tepat sekali - kecendekiawanan dan kreavitas para dosen, mahasiswa dan ilmuwan MIT dengan penemuan Open Source Software Movement, yang penulis namakan Open Source Capitalism, yang mungkin sekali kelak merambat ke bidang ilmu lainya. Indah dan tepat sekali kecendekiawanan MIT yang mampu menemukan dan memperbaharui aturan main kompetisi dan kooperasi Level and Even Playing Field ahli filsafat Adam Smith. Semua software dan courseware boleh ditiru, dipergunakan dan diperbaiki oleh siapa saja, demi kebaikan dan percepatan perkembangan budidaya masyarakat dunia.

Sebagai kesimpulan akhir hanya dapat dikatakan bahwa perjalanan sejarah atau Conscious Evolution, budidaya manusia selanjutnyalah yang akan menentukan aturan main . Level and Even Playing Field Capitalism yang mana, yang pasar ekonomi global akan kembangkan dan gunakan di kemudian hari.

Selamat jalan Mas Is. Semoga Mas Is mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT dan cita-cita Mas Is bisa kami teruskan.

Terbuka, Partisipatif dan Maju, Benang Merah antara Open Source dan Obama



Tanggal 18-19 November 2008, sebagai Duta Open Source Indonesia dan Ketua Umum AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) saya berpartisipasi aktif dalam Asia Africa Conference on Open Source. Konferensi ini di hadiri oleh 160 orang dari 13 negara. Acara yang ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jakarta tentang Open Source ini semakin meyakinkan saya bahwa kita akan maju jauh lebih cepat dengan membangun sistem yang terbuka yang memungkinkan partisipasi dan kontribusi aktif masyarakat luas.

Open Source Software adalah salah satu contoh keterbukaan dan partisipasi aktif masyarakat yang saya maksud. Paragraf singkat ini menjelaskannya : “The basic idea behind open source is very simple : when programmers can read, redistribute, and modify the source code for a piece of software, the software evolves. People improve it, people adapt it, people fix bugs. And this can happen at the speed that, if one is used to the slow pace of conventional software development, seems astonishing.” www.opensource.org.


Open Source Software untuk Membangun Sistem Berkualitas, Cepat dan Murah.

Sebagai pengusaha yang baru membangun Bisnis dan Sistem dari awal, dan ingin melakukan segala sesuatunya dengan kualitas baik, serba cepat dan dengan biaya rendah, open source sungguh merupakan jawaban atas keinginan saya tersebut. Tiga situs yang telah kami bangun untuk menunjang bisnis kami, semuanya di bangun dengan sangat cepat menggunakan open source software. Mengapa bisa begitu cepat ? Open Source memungkinkan terjadinya inovasi dan menghasilkan produk baru lebih cepat dengan mengintegrasikan komponen software yang sudah di buat oleh komunitas open source, sehingga tidak perlu membuat semuanya dari awal.

Sebagai ilustrasi, toko mebel online QBFurniture.com kami bangun dalam waktu kurang dari tiga minggu dan sudah mencakup katalog, keranjang belanja, proses order online, konfirmasi order pada pembeli, PO pada supplier serta back end proses lainnya. Semuanya open source sehingga kami tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk lisensi software. Dengan pendekatan open source, inovasi terjadi dengan jauh lebih cepat, karena kita bisa memanfaatkan semua yang telah di temukan dan dibuat sebelumnya.


Wikipedia, Bentuk Lain dari Open Source

Wikipedia adalah contoh sukses lain penerapan konsep terbuka dan partisipatif. Sebagai proyek ensiklopedi yang di dukung oleh yayasan Wikipedia, namanya berasal dari kata wiki, sebuah teknologi untuk membuat situs web secara kolaboratif dan encyclopedia. Saat ini ada 10 juta artikel yang telah ditulis secara kolaboratif oleh para sukarelawan diseluruh dunia dan semua artikel tersebut bisa di edit oleh mereka yang bisa mengakses situs wikipedia.

Diluncurkan di tahun 2001 oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger, Wikipedia saat ini adalah referensi umum terbesar dan terpopuler di Internet. Pengunjungnya diproyeksikan akan mencapai 650 juta di tahun 2008. Tidak mengherankan karena di dalamnya sudah ada 10 juta artikel dalam 236 bahasa. 2.6 juta di antaranya ditulis dalam bahasa Inggris, sementara sisanya ditulis dalam berbagai bahasa. Kelengkapan, kecepatan dan relevansi wikipedia ini tidak mungkin bisa dicapai bila tidak karena konsep terbuka dan partisipatif yang diterapkannya.


Terbuka dan Partisipatif ala Obama

Dalam dunia politik kita baru saja menyaksikan kemenangan gemilang presiden terpilih Barack Obama di Amerika. Prinsip terbuka dan partisipatif telah diterapkan Obama sejak awal kampanyenya. Obama sering mengatakan bahwa ia membutuhkan bantuan para pemilih untuk melakukan perubahan di Amerika. Perubahan yang sifatnya bottom-up, melibatkan sebanyak mungkin warga Amerika.

Pendekatan terbuka dan partisipatif telah membuat Obama berhasil melibatkan 3.1 juta kontributor dalam kampanyenya. Di bulan Agustus 2008, ia berhasil mengumpulkan dana kampanye dari masyarakat sejumlah $ 65 Juta, dan lebih dari $ 150 juta di bulan September. Sampai dengan awal bulan Oktober 2008, dana kampanye yang berhasil diraupnya adalah $ 605 Juta. Pendekatan bottom-up berlandaskan keterbukaan dan partisipasi masyarakat telah membuat Obama berhasil mencetak sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menjadi Presiden Amerika. Oya, sedikit catatan, situs barackobama.com dibuat dengan teknologi LAMP dengan PHP (open source software) sementara situs johnmccain.com menggunakan MS Windows dan .Net (software proprietary).

Setelah terpilih Barack Obama tetap menunjukkan konsistensinya pada prinsip terbuka dan partisifpatif dengan menyatakan komitmennya untuk menjaga netralitas internet, mendorong kebinekaan kepemilikan media dengan mendorong tumbuhnya outlet media baru yang bisa mewakili kebinekaan ekpresi dan sudut pandang. Obama juga percaya bahwa Amerika harus memimpin dunia dalam penetrasi broadband dan akses internet.

“Sebagai negara, kita harus membuat semua warga punya akses telpon, listrik, broadband dan akses internet terlepas pada status ekonominya. “ kata Obama. Ia percaya kombinasi reformasi Universal Service Fund, penggunaan spektrum wireless yang lebih baik, penggunaan fasilitas, teknologi dan aplikasi next-generation, ditunjang dengan sistem perpajakan baru dan insentif pinjaman akan bisa merealisasikannya.


Kepemimpinan dalam Melepaskan Diri dari Cengkeraman Monopoli

Obama berhasil naik menjadi Presiden atas biaya 3.1 juta kontributor, bukan segelintir konglomerat. Sebuah pondasi yang bagus baginya untuk membuat kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat banyak.

Presiden Brazil Lula da Silva, dalam upaya untuk menghemat jutaan dolar biaya lisensi, menginstruksikan semua kementrian dan BUMN di negaranya untuk secara bertahap beralih dari sistem operasi Microsoft dan lainnya yang mahal ke sistem operasi yang gratis seperti Linux. Dibawah kepemimpinannya, Brazil juga telah menjadi negara pertama yang mengharuskan semua perusahaan atau institusi riset yang menerima pembiayaan dari pemerintah untuk membangun perangkat lunak dan melisensikannya sebagai open source, artinya software code nya harus bebas bagi semua.

“Kami tidak akan membelanjakan uang para pembayar pajak untuk lisensi software yang akan membuat Microsoft bisa memperkuat monopolinya. Adalah tanggung jawab pemerintah untuk mendorong kompetisi, dan itu artinya memberikan kesempatan pada alternatif software untuk tumbuh dan berkembang.” kata Sergio Amadeu, Presiden National Institute of Information Technology, badan yang bertanggung jawab atas inisiatif-inisiatif teknologi di Brazil.


Deklarasi Jakarta tentang Open Source

Konferensi Asia Afrika tentang Open Source ditutup dengan pembacaan Deklarasi Jakarta dimana para delegasi berkomitmen untuk mendorong digital inclusions, memperluas penggunaan open source sofware dan membangun program-program dan solusi e-government yang ditujukan untuk memberdayakan masyarakat.

Para delegasi menyadari bahwa open source software adalah alternatif yang baik untuk mengatasi kesenjangan digital dan merupakan alat untuk mendorong kemandirian suatu bangsa didalam membangun teknologi. Karenanya para delegasi sepakat untuk meningkatkan kolaborasi antar negara-negara di Asia Afrika melalui dialog, kerjasama dan interaksi ditingkat pemerintah, institusi riset/pendidikan, kalangan bisnis dan civil society.

Semoga kita berhasil membangun dan menerapkan sistem yang terbuka, partisipatif dan membawa kemajuan di berbagai bidang.

Salam hangat penuh semangat

Dengan Open Source Software Murid Sekolah di Kepulauan Seribu Kini Bisa Berselancar di Internet



Generasi yang dilahirkan sesudah tahun 1979 di kenal sebagai generasi millenials. Mereka tidak gaptek, karena teknologi adalah bagian dari hidupnya. Sebagian besar dari waktu meleknya bersentuhan dengan teknologi, mulai dari belajar, berkomunikasi, ber-jejaring sampai ke bermain. Komputer dan internet adalah teman akrabnya. Sebagian bisa mengaksesnya di rumah, sebagian lagi bisa mengaksesnya di warnet-warnet.

Lain ceritanya bagi anak-anak di Kepulauan Seribu. Meskipun kepulauan tersebut merupakan bagian dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, tapi rupanya akses internet belum masuk kesana. Bapak Mas'ud Kamid, GM Divre II, PT Telkom pun kaget ketika mengetahui hal itu. Tapi upaya Bupati Kepulauan Seribu untuk mendapatkan dukungan tidak sia-sia. Bertepatan dengan hari Pahlawan, 10 November 2008, semuanya berubah.

Empat Insitusi yang peduli akan pemanfaatan TIK dalam pendidikan, berkolaborasi untuk meningkatkan kemampuan teknologi Informasi di daerah tertinggal. Kempat Institusi ini adalah : Kementerian Riset dan Teknologi, Yayasan Danamon Peduli, Asosiasi Open Source Indonesia dan PT Telkom Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang peningkatan kemampuan teknologi di sekolah-sekolah tertinggal.

Sebagai langkah awal kolaborasi, lima sekolah di kepulauan Seribu masing-masing menerima 40 set komputer IBM Pentium 3 dan satu server eks Bank Danamon, dilengkapi dengan sistem operasi Linux , Aplikasi Open Source dan akses internet Speedy. Sekolah-sekolah penerima bantuan ini adalah : SMP Negeri 241 dan SMK Kelautan di Pulau Tidung, SMK Negeri 241 KJ di Pulau Lancang, SMP Negeri 285 di Pulau Untung Jawa dan SMP Negeri Satu Atap 01 di Pulau Pari.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Risa Bhinekawati kepada Wakil Sekolah SMP Negeri 285 dengan disaksikan oleh Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Betti Alisjahbana, Ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Mas’ud Kamid, GM Divre II PT Telkom.

Dalam peninjauan segera setelah penyerahan, kami sempat berdialog dengan beberapa murid SMP Negeri 285 yang sedang berselancar di internet di kelasnya. Mereka meng-google berbagai hal yang menarik hati mereka. Mereka terlihat sangat antusias mencoba-coba. Anak seumur mereka memang biasanya haus akan hal-hal baru, rasa keingintahuan nya besar dan TIK memberikan jalan bagi mereka untuk belajar banyak hal.

Sambutan penuh antusias dari wakil bupati, guru-guru dan murid-murid sekolah atas bantuan yang diberikan membuat keempat institusi yang berkolaborasi semakin bersemangat untuk melanjutkan program bantuan peningkatan teknologi ini ke sekolah-sekolah lain di berbagai provinsi di Indonesia. Semoga langkah ini membawa kebaikan dalam proses pendidikan di sekolah dan dalam mempersiapkan para murid untuk bisa bersaing secara global.

Sebagai Duta Open Source dan Ketua Asosiasi Open Source Indonesia, ini adalah kebahagiaan tersendiri. Salah satu misi kami adalah mengatasi kesenjangan digital dengan memanfaatkan Open Source Software. Sumbangan dan pelatihan Komputer , open source software, dan akses Internet ke 5 sekolah di Kepulauann Seribu ini adalah satu langkah dari seribu langkah maju yang kami cita-citakan.

Salam hangat penuh semangat

Selasa, 04 November 2008

Perlu Upaya Bersama Melawan Korupsi


Pada tanggal 28 Oktober 2008, bertepatan dengan peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda, Perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) memberikan penghargaan BHACA 2008 kepada Amien Sunaryadi, mantan Wakil Ketua KPK, Dr. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan dan Pejabat Menko Perekonomian, Kabinet Indonesia Bersatu, dan Muh. Busyro Muqoddas, Ketua Komisi Yudisial.

Ketiga pemenang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh dewan juri yaitu : Pribadi yang dikenal oleh lingkungan terdekatnya sebagai pribadi yang bersih dari praktek korupsi, melakukan tindakan nyata untuk memerangi korupsi dan tindakannya tersebut cukup efektif.

Di dalam sambutannya Busyro mengangkat tulisan Bung Hatta bahwa pelita ilmu terletak di otak, pelita agama terletak di hati. Karena itu ilmu dan agama dapat berjalan seiring. Keduanya dapat menjadi suluh bagi manusia dalam menempuh jalan hidup sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat untuk berbuat yang benar, yang baik, yang adil, yang jujur, dan yang suci supaya ada kesejahteraan dalam hidup manusia dan bangsa. Ia pun menyampaikan komitmen Komisi Yudisial untuk meningkatkan dosis perlawanan terhadap para Mafioso peradilan dan secara simultan menggandeng sejumlah hakim yang masih banyak yang bersih, jujur dan professional. Bersama Jejaring KY di 30 Propinsi sebagai basis dari Masyarakat Madani, KY tengah dan terus melakukan upaya penyehatan dan penyelamatan peradilan kita.

Sementara itu, Amin berpendapat Indonesia harus memenuhi lima hal agar bisa memberantas korupsi. Kelima hal tersebut adalah : 1. Perlu adanya strategi pemberantasan korupsi nasional, 2. harus punya DPR yang kuat untuk mampu melakukan proses legislasi, budget, pengawasan dan berperan sebagai wakil rakyat yang baik, 3. badan peradilan yang kuat, 4. badan anti korupsi yang kuat yang ditunjukkan dengan ditangkapnya koruptor besar serta 5. peran serta semua elemen bangsa.

Dari kelima komponen di atas, kita sudah melihat badan anti korupsi yang baik, yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di antaranya KPK telah berhasil menangkap basah kasus suap untuk mengubah hutan lindung, kasus korupsi pengadaan kapal patroli , kasus suap menyangkut persaingan usaha dan yang terkini adalah dijadikan tersangkanya Aulia Pohan yang adalah kerabat dekat Presiden.

Kita memang belum mempunyai strategi pemberantasan korupsi nasional dan DPR kita masih carut marut. Badan peradilan ? Mafia peradilan masih berlangsung. Seperti disampaikan oleh Busyro, mengkorupsi atas kasus korupsi bukan hal yang aneh di negeri ini, yang dilakukan secara sistemik oleh hakim yang tidak bermoral bersama aparat polisi, jaksa, pengacara, makelar dan cukong kasus serta aktor politik. Namun demikian sudah mulai ada langkah ke arah perbaikan seperti sudah adanya publikasi putusan pengadilan oleh MA, sudah ada investigasi terhadap putusan hakim dan ada Komisi Yudisial sebagai pengemban amanat reformasi peradilan.

Melihat kondisi kelima komponen kunci pemberantasan korupsi kita memang bisa saja frustasi, tapi frustasi tidak akan menolong kita. Para pemenang Bung Hatta Anti-Corruption Award sudah membuktikan bahwa berada di lingkungan yang korup tidak berarti tidak memungkinkan bagi kita semua untuk berbuat sesuatu yang berarti yang bisa membawa perubahan.

Belum adanya strategi pemberantasan korupsi nasional dan belum adanya DPR yang kuat, menuntut kita untuk memainkan peranan yang lebih besar. Hal-hal yang bisa mendukung kita diantaranya adalah adanya kebebasan pers, tersedianya teknologi web 2.0 yang memungkinkan tumbuh suburnya jurnalisme masyarakat. DPR dan Presiden yang dipilih oleh rakyat yang pemilihannya akan berlangsung tahun depan adalah kesempatan emas untuk memilih pemimpin yang anti korupsi. Semua elemen masyarakat harus membantu terciptanya DPR yang kuat yang nantinya harus mendukung pembentukan strategi nasional pemberantasan korupsi.

Semoga semangat kejujuran, intelektualisme, watak kepemimpinannya yang pro rakyat, dan kesahajaan yang dicotohkan Bung Hatta hidup dalam diri kita dan pemimpin-pemimpin yang akan kita pilih dalam waktu dekat. Dan cita-cita terbentuknya Indonesia yang bersih dari korupsi dan sejahtera dapat direalisasikan.


Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana

http://QBheadlines.com/
http://QBarchitects.com/
http://QBfurniture.com/

Senin, 03 November 2008

80 Tahun Sumpah Pemuda, Merebut Masa Depan


Catatan Dari Kuliah Umum Arifin Panigoro

80 tahun yang lalu, pada tanggal 28 Oktober 1928, dengan optimisme yang tinggi akan potensi-potensi yang dimiliki oleh Indonesia, para pemuda Indonesia berikrar untuk menyatukan semua potensi-potensi yang ada dalam Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia.

Kuliah Umum di ITB berjudul Merebut Masa Depan : Menyemai Energi, Pangan dan Pendidikan, yang dibawakan oleh Arifin Panigoro, founder of Medco Group sungguh merupakan acara peringatan 80 tahun Sumpah Pemuda yang membangkitkan optimisme bahwa Indonesia kaya potensi dan Indonesia bisa Merebut Masa Depan.

Arifin memulai kuliahnya dengan membahas masalah Kemiskinan, Globalisasi dan Krisis yang sedang kita hadapi yang dilanjutkan dengan tantangan dan peluang di bidang energi. Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya energi yang melimpah dan beragam baik yang bersumber dari fosil seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam, maupun sumber energi yang terbarukan seperti tenaga surya, tenaga angin, tenaga air, biomasa, tenaga gelombang/ombak. Meskipun potensi energi melimpah, Indonesia sampai saat ini tetap belum bisa memenuhi kebutuhan energi dalam negerinya sendiri. Pada tahun 2006, sumber utama pasokan energi Indonesia adalah minyak bumi ( 40.5 %), biomasa (23%), batubara (17,1%), gas alam (16.5%), dan geothermal (0,9%). Pada saat yang sama, kemampuan pasokan yang bersumber dari minyak bumi terus menurun. Jika tidak ditemukan cadangan minyak baru, dengan tingkat produksi sekarang, cadangan minyak Indonesia diperkirakan akan habis dalam 18 tahun. Saat ini Indonesia mengimpor BBM 350 ribu barel per hari. Impor ini sangat mempengaruhi nilai tukar dollar.

Disisi lain, Situasi pangan di Indonesia sekarang ini menempatkan Indonesia dalam posisi yang sangat rentan terhadap krisis pangan. Tidak kurang dari Menteri Pertanian RI yang menyatakan bahwa Indonesia di prediksi akan mengalami krisis pangan pada tahun 2017. Peningkatan kebutuhan karena pertumbuhan penduduk (sekitar 1.5 % pertahun) tidak diimbangi dengan kemampuan produksi dalam negeri. Bahkan kemampuan produksi cenderung turun karena makin banyaknya lahan pertanian yang dikonversikan menjadi pemukiman dan daerah industri. USDA (US Departement of Agriculture) mengidentifikasi makin besarnya ketergantungan Indonesia terhadap dunia luar dalam bidang pangan. Dalam hal beras misalnya, kalau tidak ada perubahan yang signifikan, tahun 2014 Indonesia diperkirakan akan mengimpor beras 2.4 juta metrik ton, ini hampir 2.5 kali dari impornya tahun 2004.

Kolaborasi Untuk Kemandirian Energi dan Pangan

Mengembangkan energi terbarukan dan pengadaan pangan yang mampu menjamin kemandirian Indonesia dalam bidang energi dan pangan adalah upaya besar yang hasilnya baru akan dirasakan dalam jangka panjang. Proyek besar ini mensyaratkan adanya kerja sama yang sangat erat antara pemerintah (pusat dan daerah), swasta, dan lembaga-lembaga penelitian. Dalam konteks ini, pemerintah perlu menjalankan beberapa peran sekaligus : sebagai promotor, fasilitator, enabler dan investor. Lembaga-lembaga penelitian di perguruan tinggi maupun swasta perlu mengerahkan potensi terbaiknya untuk berkontribusi digaris terdepan dalam penelitian dan pengembangan energi terbarukan dan pangan. Penelitian dan pengembangan tersebut hendaknya didukung oleh pendanaan bersama dari pemerintah dan swasta.

Sebagai contoh, untuk mengembangkan produksi etanolnya, Brazil misalnya tidak hanya menyediakan dana untuk riset secara besar-besaran, namun juga memberi insentif dalam bentuk suku bunga rendah dan insentif pajak kepada perusahaan yang melakukan investasi dalam produksi etanol dan para pemakai etanol. Disamping itu, pemerintah Brazil juga menetapkan peraturan yang mewajibkan pemakai kendaraan bermotor untuk memakai bahan bakar yang dicampur dengan etanol. Kebijakan yang jelas dan dijalankan secara konsisten oleh Brazil itu baru dirasakan hasilnya sesudah kerja keras selama 30 tahun.

Mengembangkan Papua Selatan

Arifin melihat Papua Selatan sebagai lahan yang potensial untuk dikembangkan, baik untuk energi baru maupun pangan. Wilayah yang akan dikembangkan meliputi empat kabupaten yaitu Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digul, seluas 12 juta hektare. Pulau Jawa yang memiliki luas sama (sekitar 12 juta hektare) berpenduduk 120 juta jiwa. Papua selatan penduduknya hanya 350 ribu jiwa. Tanah di Papua Selatan ini datar dan dekat pantai. Tim Peneliti dari Institut Pertanian Bogor menyatakan tidak ada masalah dengan kondisi tanahnya. Sistem pengairan bisa dikembangkan dengan memanfaatkan sungai sepanjang 200 Km yang ada disana.

Sebagai proyek percontohan Medco Foundation mencoba mengkombinasikan inovasi sosial dan inovasi teknologi dalam pengembangan MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate). Proyek ini menerapkan prinsip ownership sharing yang menghargai kepemilikan lahan oleh warga setempat. Disamping itu tim ahli Medco Faundation terus menerus melakukan eksperimen teknis agar tanaman pangan yang ditanam di daerah yang kondisinya khas dapat memberikan hasil terbaik.

Meskipun potensial, belum ada infrastruktur yang memadai disana. Di akhir kuliah umum, MOU ditanda tangani antara Medco Foundation dan ITB, dimana ITB diminta membantu menangani tata ruang, infrastruktur, irigasi, teknologi pengolahan hasil panen dan energi terbarukan.

Menyalakan Lilin dan Menjadikan Gerakan

Pengembangan energi terbarukan dan peningkatan produksi pangan adalah dua isu yang penanganannya tidak bisa ditunda. Setiap penundaan akan menimbulkan resiko yang lebih besar di masa yang akan datang, yang akan memperbesar peluang Indonesia untuk menjadi bangsa yang hidup dari belas kasihan negara lain karena tidak mampu menyediakan pangan buat rakyat sendiri. Untuk itu, Arifin berprinsip lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan.

Ia pun mengajak pengembangan energi terbarukan dan peningkatan produktivitas pangan dijadikan “gerakan” dalam arti dikampanyekan secara luas dan terus menerus, melibatkan semua unsur bangsa (pemerintah, swasta, LSM, lembaga pendidikan dan masyarakat luas), jelas terukur sasarannya, jelas sumber dayanya, dikoordinasikan pelaksanaannya, dimonitor dan dievaluasi hasilnya dari waktu kewaktu.

Acara kuliah umum ini dikemas sangat apik dan interaktif, memanfaatkan teknologi multi media dan dihadiri oleh rektor dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, kalangan media, tokoh masyarakat, sekelompok petani dari Papua dan Kalimantan Tengah. Aula Barat yang berkapasitas 1000 orang itu penuh sesak. Paduan Suara Mahasiswa ITB yang membuka dan menutup kuliah umum dengan lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan dengan sangat indah, memperkuat bangkitnya perasaan nasionalisme. Acara selama hampir 3 jam ini membangkitkan semangat bahu-membahu merealisasikan cita-cita dan optimisme para pemuda yang mengikrarkan sumpah pemuda : satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, Indonesia yang sejahtera.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana

http://QBheadlines.com/ (portal berita ringkas online)
http://QBarchitects.com/ (property design & develop)
http://QBfurniture.com/ (toko furniture online)

Sumber Pembiayaan dalam Memulai Bisnis

Setelah Anda selesai membuat rencana bisnis dan telah mendapat masukan dari entrepreneur yang lebih berpengalaman, kini Anda siap meneruskan langkah Anda memulai bisnis. Dari pro forma laporan keuangan seperti saya ilustrasikan pada artikel sebelumnya, Anda bisa melihat jumlah modal yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis Anda. Bergantung pada cakupan bisnis dan situasi tabungan, Anda mungkin mampu membiayai bisnis Anda dari uang sendiri. Bila tidak, tentunya Anda perlu mencarinya dari pihak lain.

Secara umum ada dua categori modal untuk memulai bisnis :
Melalui pinjaman yang harus dikembalikan berikut bunganya pada waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Melalui penyertaan saham dimana uang nya tidak perlu dikembalikan, tapi penanam modal mendapatkan porsi saham perusahaan Anda dan berhak mendapatkan porsi keuntungan (dividen).

Berikut ini adalah beberapa alternatif sumber pendanaan melalui pinjaman :

Teman dan Kerabat
Bila Anda mencari modal dalam jumlah tidak terlalu besar, kemungkinan Anda bisa pinjam teman atau kerabat.

Leasing
Membeli perlengkapan kantor dengan cara leasing mengurangi beban pembiayaan Anda diawal memulai usaha, sehingga secara tidak langsung merupakan jenis sumber pembiayaan juga. Perlengkapan kantor yang bisa dibeli secara leasing biasanya : Komputer, Mesin Fax, Mesin Foto Copy, Mobil dll.

Pinjaman Bank
Untuk kebutuhan dana yang lebih besar Anda bisa meminjam ke Bank. Bila Anda mempunyai aset yang bagus sebagai jaminannya, serta proposal penggunaan yang yang baik, biasanya Anda bisa mendapatkan pinjaman tersebut.

Pinjaman Dengan Jaminan Pemerintah
Belum lama ini, sebagai upaya mendukung tumbuh kembangnya UMKM di Indonesia, Pemerintah meluncurkan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). Pinjaman ini dijamin oleh pemerintah melalui asuransi Askrindo dan Jamkrundo, oleh karenanya debitor UMKM tidak perlu lagi memberikan jaminan untuk memperoleh KUR. Namun demikian ada sebagian Bank yang masih meminta jaminan. Saat ini KUR disalurkan melalui bank yang ditunjuk yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT BRI Tbk, PT BNI Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), dan Bank Syariah Mandiri. Jumlah masing-masing pinjaman KUR bisa sampai Rp. 500 Juta. Sementara untuk Usaha Mikro, maksimum pinjamannya adalah Rp. 5 juta.

Pola Bagi Hasil
Adalah jenis pembiayaan dimana terlebih dahulu disepakati suatu prosentasi keuntungan setiap bulan, atau setiap periode tertentu, akan diberikan oleh Perusahaan kepada penyedia modal. Salah satu institusi keuangan yang menyediakan fasilitas ini adalah Bahana Artha Ventura.

Obligasi Konversi
Dengan Obligasi Konversi, Perusahaan Anda menerbitkan surat Obligasi kepada Modal Ventura dengan perjanjian akan dapat dikonversikan/ditukar menjadi saham pada waktu yang akan ditetapkan. Salah satu institusi keuangan yang menyediakan fasilitas ini adalah Bahana Artha Ventura.


Sumber Pembiayaan Modal Melalui Penyertaan Saham diantaranya adalah :

Mitra Usaha
Mempunyai mitra usaha yang tepat adalah salah satu kunci keberhasilan suatu bisnis baru. Mitra ini bisa melengkapi ide, ketrampilan dan pengalaman Anda, sekaligus juga bisa menjadi sumber pendanaan awal. Pembagian kepemilikan saham penting dibicarakan di depan, untuk menghindari masalah di kemudian hari. Pada umumnya pembagian kepemilikan saham ini ditentukan oleh besarnya kontribusi masing-masing pihak didalam menentukan keberhasilan usaha tersebut. Kontribusi ini bisa dalam bentuk modal, ide, keahlian dll.

Angel Investor
Angel investor adalah sumber pendanaan yang sangat baik pada awal berdirinya perusahaan. Ketika Bank melihat bisnis Anda terlalu beresiko sementara Modal Ventura merasa potensi keuntungan Perusahaan Anda tidak cukup besar, maka Angel investor menjadi jawabannya. Angel Investor biasanya bersedia berinvestasi dalam bentuk penyertaan saham untuk jangka yang lebih panjang misalnya lima tahun atau lebih. Selain menanamkan modal, Angel Investor ini juga memberikan bimbingan intensif bagi pengusaha pemula didalam menjalankan bisnis. Dari segi jumlah pendanaan Angel Investor biasanya lebih kecil jumlahnya dibanding Moval Ventura. Suntikan Dana Angel Investor ini biasanya berkisar antara Rp. 200 juta sampai Rp. 2 Miliar.

Modal Ventura
Modal Ventura umumnya mempunyai kriteria yang lebih ketat dalam penyertaan modalnya. Umumnya mereka berspesialisasi pada suatu jenis industri tertentu yang pertumbuhannya sangat tinggi karena pada umumnya mereka menginginkan investasinya bisa kembali dalam waktu tiga sampai lima tahun. Umumnya mereka tidak ingin berinvestasi pada bisnis yang masih sangat baru. Jumlah investasinya biasanya masing-masing diatas Rp. 5 Miliar. Modal Ventura seringkali ingin mengawasi penggunaan modal dengan sangat ketat dan mengambil posisi aktif di dalam perusahaan misalnya duduk dalam jajaran direksi atau komisaris.

Pembiayaan bagi perusahaan baru memang bagaikan susu ibu bagi bayi yang baru lahir. Akses kepada pembiayaan menentukan apakah perusahaan bisa berhasil atau mati dalam usia dini. Oleh karenanya masalah pembiayaan ini perlu di rencanakan sejak awal, demikian juga kepandaian untuk mengelolanya agar tidak digunakan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan hal yang prinsip yang dibutuhkan perusahaan pada awal berdirinya. Memperkerjakan terlalu banyak pegawai terlalu awal, mengeluarkan uang terlalu banyak untuk kantor, mebel dan perlengkapannya, promosi biaya tinggi yang tidak memberikan hasil memadai adalah beberapa contoh kesalahan penggunaan modal awal yang menyebabkan perusahaan kehabisan modal sebelum menghasilkan alur tunai (cash flow) positif.

Semoga Anda berhasil menggalang dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha Anda dan mengelolanya dengan baik sehingga perusahaan Anda berhasil tumbuh dengan sehat.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana

http://QBheadlines.com/ (portal berita ringkas online)
http://QBarchitects.com/ (property design & develop)
http://QBfurniture.com/ (toko furniture online)

Rabu, 22 Oktober 2008

Membuat Rencana Bisnis

Oleh: Betti Alisjahbana

Ketika memulai bisnis secara informal, umumnya pengusaha pemula tidak secara lengkap menuliskan rencana bisnisnya. Umumnya mereka hanya punya rencana operasi, rencana pemasaran dan prediksi penjualan. Anda memang sebetulnya hanya perlu menuliskan rencana bisnis secara lengkap bila membutuhkan modal dari pihak lain. Tetapi membuat rencana bisnis dengan baik akan membantu merencanakan bisnis Anda secara sitematik, termasuk memikirkan bisnis Anda masak-masak, mempelajari dan mencari data-data yang dibutuhkan dan menguji ide Anda secara kritis. Hal ini akan makan waktu, tetapi akan membantu menghindari kesalahan di kemudian hari.

Rencana bisnis Anda bukan merupakan dokumen yang statis, melainkan dokumen yang hidup, dinamis yang bisa berubah sejalan dengan tumbuhnya bisnis Anda. Di dalam rencana bisnis, elemen-elemen dasar berikut ini harus ada di dalamnya :

*Executive Summary
Merupakan gambaran umum y
ang mencakup semua elemen dalam rencana bisnis. Menyoroti apa sebenarnya yang akan Anda jual, apa yang membedakan Anda dari para pesaing. mengapa Anda dan tim akan sukses, berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis, berapa besar pengembalian (Return on Investment) yang bisa diharapkan berdasarkan proyeksi yang Anda buat.

*Pelaku Bisnis
Di bagian ini jelaskan siapa Anda dan siapa
yang akan membantu Anda membangun bisnis ini. Apa latar belakang dan pengalaman mereka? Siapa lagi yang akan diterjunkan ketika Anda mendapatkan dana yang dibutuhkan. Alasan kenapa tim anda tepat untuk bisnis ini. Sertakan struktur organisasi yang Anda rencanakan.

*Produk dan Jasa
Apa yang Anda Jual? Apa yang membedakannya dengan para pesaingnya? Teknologi atau IP apa bila ada yang Anda miliki? Bagaimana bekerjanya produk/jasa yang Anda akan tawarkan?

*Pasar
Berapa besar pasar produk/jasa Anda? Apakah pasar ini tumbuh? Berapa besar pangsa pasar yang akan Anda ambil? Siapa pesaing Anda? Apa kekuatan dan kelemahan mereka?

*Rencana Pemasaran dan Penjualan
Bagaimana Anda akan memposisikan produk Anda di pasar. Bagaimana strategi distribusinya? Siapa target pelanggan Anda? Bagaimana strategi anda untuk menjual dan membuat perusahaan Anda di kenal?

*Tantangan dan Risiko
Masalah-masalah apa yang akan menghadang Anda? Tantangan apa yang akan Anda hadapi dan bagaimana Anda akan mengatasinya? Apakah ada peraturan pemerintah yang akan mempengaruhi bisnis Anda?

*Penggunaan Modal
Berapa banyak modal yang Anda cari? Bagaimana modal itu akan digunakan? Untuk pengembangan produk? Untuk m
embeli perangkat keras? Untuk mendapatkan pelanggan? Membangun tim pemasaran? Di bagian ini Anda perlu menjelaskan bagaimana uang investor akan digunakan.

Pro Forma Proyeksi Keuangan

Buat proyeksi laba rugi bulanan pada tahun pertama dan kedua. Untuk tahun ke tiga sampai ke lima. proyeksi laba rugi ini cukup dibuat kuartalan. Berikut ini adalah cara membuatnya :

* Buat daftar kategori pengeluaran.
* Lalu isi semua pengeluaran aktual sampai saat ini dan proyeksi pengeluaran setiap bulan sampai tahun kedua, pada tahun ketiga sampai kelima cukup kuartalan saja.
* Proyeksikan pendapatan untuk masing-masing kategori pendapatan.
* Lakukan pengurangan : Pendapatan – Pengeluaran. Pengurangan ini akan menghasilkan kerugian atau keuntungan bulanan.
* Carilah titik dimana hasil pengurangan ini berubah dari negatif ke positif. Pada titik ini Anda mulai mendapatkan alur tunai (cash flow) yang positif. Pada ilustrasi di tabel 2, arus tunai positif mulai terjadi di bulan ke sepuluh (Bulan April).
* Di bawah baris keuntungan, buatlah baris keuntungan kumulatif, yang merupakan akumulasi keuntungan/kerugian dari waktu-waktu sebelumnya. Cari angka kumulatif kerugian terbesar. Angka ini adalah modal minimum yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda berdasarkan proyeksi keuangan Anda. Pada ilustrasi di Tabel 2, bisa dilihat bahwa modal minimum yang di butuhkan adalah Rp. 448.150.000. Untuk amannya, kalikan dua angka ini sebagai target modal Anda.
* Cari titik dimana kumulatif keuntungan ini beralih dari negatif ke positif. Titik ini adalah titik break even Anda.

Bila rencana bisnis Anda telah siap, saya anjurkan Anda mendiskusikannya dengan entrepreneur yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan masukan-masukan. Gunakan masukan-masukan untuk memperbaiki rencana bisnis Anda. Dengan ini Anda sudah siap untuk mulai menggalang dana.

Salam hangat penuh semangat.












Rabu, 15 Oktober 2008

Langkah Pertama dalam Membangun Bisnis

Oleh: Betti Alisjahbana

Artikel yang saya tulis berjudul “Entrepreneurship, Sangat Penting Bagi Indonesia” mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Berbagai komentar yang masuk menunjukkan semua pihak menyadari pentingnya entrepreneurship di Indonesia, tetapi ternyata membangun bisnis tidak mudah. Banyak pihak mengalami beberapa kegagalan dahulu sebelum berhasil, beberapa malah memutuskan kembali menjadi pegawai karena ditengah kegagalan merintis bisnis desakan kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda.

Tiba-tiba saya teringat pada Ryan P. Allis, pemuda yang mendirikan perusahaan pertamanya, Virante, pada usia 16 tahun. Virante bergerak di bidang Web Marketing Consulting. Kini di usia 24 tahun, Ryan adalah CEO dan Co-Founder iContact, e-mail Marketing dan Blogging Software, Chairman Virante dan penulis buku Zero to One Million, How I built a Company to $ 1 Millon in Sales and How You Can, Too. Ia adalah salah satu pembicara di Konferensi Internet Marketing yang saya hadiri di awal tahun ini. Selain berhasil membangun dan mengembangkan bisnis dalam usia yang sangat muda, Ryan juga mempunyai tujuan hidup yang sangat mulia :

“ I wish to spend my life working through entrepreneurship, social entrepreneurship, investing, philanthropy, public policy, and politics to end poverty in developing nations and at home, ensure environmental sustainability, help people understand that we are one humanity and that our commonalities are much greater than our differences, and help expand access to opportunity, healthcare, and education across the world for every human of every nation.”

Buku Zero to One Million memberikan petunjuk lengkap, langkah demi langkah memulai dan membangun bisnis. Sepuluh langkah yang di bahas di buku itu adalah : 1. Memahami Sistem Bisnis, 2. Menemukan Motivasi Anda dalam Berbisnis, 3. Mengevaluasi Ide Anda, 4. Menuliskan Rencana Bisnis, 5. Menggalang Dana, 6. Membuat Produk, 7. Membangun Strategi Pemasaran dan Penjualan, 8. Membangun Strategi Marketing Online, 9. Membangun Tim, 10. Membangun Sistem yang Kokoh dan Bisa Berkembang.

Dalam pandangan saya buku ini sangat praktis dan bermaanfaat sebagai panduan dalam membangun bisnis.

Bagaimana Mengevaluasi Ide Bisnis Anda ?

Sebelum memulai suatu bisnis, Anda harus memutuskan apa yang akan Anda jual dan bagaimana Anda akan menghasilkan keuntungan. Ide bisnis biasanya telah berkembang di kepala entrepreneur selama beberapa waktu. Pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat, pendidikan dan bakat-bakat terbaik Anda. Bidang usaha yang menumbuhkan mimpi-mimpi yang memasok energi dan membuat Anda tetap bersemangat untuk berusaha, terutama jika sejumlah tantangan menghambat langkah ke depan.

Setelah Anda punya ide bisnis, pertanyaan berikutnya adalah apakah ide bisnis Anda ini bisa direalisasikan, dalam arti : ada pasar yang membutuhkannya dan siap membeli dan bisnis ini bisa memberikan keuntungan atas investasi (ROI) yang cukup besar. Untuk mengevaluasi ide bisnis, Anda bisa mencoba menggunakan model MAR (Market, Advantages, Return) yang dikembangkan oleh Ryan sebagai berikut :

Market

  • Apakah ada kebutuhan yang cukup besar atas barang/jasa yang akan Anda sediakan ini ? Yakinkah Anda bahwa kebutuhan ini ada di tempat dimana Anda akan menjualnya?

  • Bagaimana struktur pasarnya ? Apakah pasarnya sangat kompetitif atau pasarnya di monopoli oleh perusahaan tertentu atau beberapa perusahaan tertentu ? Pengetahuan tentang struktur pasar ini sangat diperlukan untuk membangun strategi Anda untuk masuk ke pasar ini.

  • Bagaimana Anda akan memberi harga pada produk/jasa Anda? Apakah anda bisa punya margin keuntungan yang cukup tinggi? Apakah kebutuhan akan produk/jasa Anda ini cukup tinggi sehingga bisa menerima harga yang Anda rencanakan?

  • Berapa besar pasarnya? Apakah cukup besar untuk Anda masuk? Apakah pasarnya sedang tumbuh atau menyusut? Carilah pasar yang akan tumbuh.

  • Apakah pasar siap untuk produk Anda? Anda bisa saja punya produk yang bagus, akan tetapi bila konsumernya tidak siap atau infrastrukturnya belum tersedia, Anda tidak bisa merealisasikan ide cemerlang Anda menjadi bisnis yang sukses saat ini.

Advantages

  • Berapa biaya untuk memproduksi barang/jasa Anda? Bila Anda bisa menemukan cara untuk memproduksi lebih murah dari pesaing, Anda bisa diuntungkan.

  • Berapa biaya untuk memulai bisnis ini? Apakah ada pesaing besar di segmen ini ? Apakah ada regulasi, paten atau modal yang sangat besar yang dibutuhkan sehingga bisa menjadi ganjalan?

  • Apakah Anda mempunyai HKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) yang bisa menguntungkan Anda?

  • Siapa yang akan ada dalam tim Anda ? Berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini, apa peran mereka? Bila Anda bisa meyakinkan orang yang sangat berpengalaman duduk sebagai komisaris, atau dalam manajemen puncak, maka Anda akan mempunyai kelebihan. Ingat, ide bisnis Anda nyata hanya bila tim Anda bisa merealisasikannya.

  • Bagaimana Anda akan menjual barang/jasa ini? Apakah Anda akan menjual langsung ke konsumer lewat internet? Atau ke distributor? Atau ke retailer Apabila Anda bisa membangun cara menjual yang unik, ini bisa menjadi kelebihan Anda.

Return

  • Berapa proyeksi keuntungan kotor dan bersih?

  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai alur tunai Anda positif ? Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai Anda bisa mencapai breakeven ? Angka-angka ini sangat penting untuk diketahui dan merupaka bagian yang penting dalam rencana bisnis Anda.

  • Berapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini ? Besarnya jumlah dana yang dibutuhkan akan menentukan dari mana Anda perlu menggalang dana. Usahakan agar Anda bisa memulai bisnis Anda dengan biaya sekecil mungkin. Bila memungkinkan mulai lah dengan dana pribadi Anda. Bila Anda suda bisa menghasilkan pendapatan, Anda akan lebih mudah menggalang dana tanpa perlu melepaskan terlalu banyak kepemilikan.

  • Bagaimana Strategi Exit Anda? Apakah nantinya Anda merencanakan untuk menjual perusahaan Anda atau akan masuk ke bursa saham? Bagaimana investor Anda akan mendapatkan uangnya kembali? Apakah dari penjualan saham? Atau dari dividen yang dibayarkan setiap kuartal?

  • Bagaimana ROI (Return On Investment) yang Anda proyeksikan? Apakah angka ini akan cukup menarik bagi Investor Anda? Berapa lama perioda pengembaliannya?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda akan punya gambaran apakah ide bisnis Anda bisa dilaksanakan, artinya ada kebutuhan di pasar, pasarnya siap dan bisnis ini bisa memberikan pengembalian investasi yang bagus. Bila ya, saya ucapkan selamat. Silahkan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Bila tidak, saya sarankan Anda untuk mencari ide bisnis lagi. Berikut ini adalah beberapa tips yang Anda bisa pakai untuk mendapatkan ide bisnis :

  • Perhatikan produk-produk yang Anda pakai setiap hari. Coba pikirkan bagaimana produk itu bisa diperbaiki? Kebutuhan apa, atau masalah apa yang Anda hadapi yang bisa di jawab dengan produk atau jasa yang saat ini belum ada ?

  • Hadirilah acara-acara networking, seminar, konferensi. Di sana mungkin Anda akan bertemu dengan orang yang mempunyai produk yang bagus atau ide yang bagus yang sedang mencari mitra. Bacalah majalah atau publikasi lain yang membahas industri yang Anda minati.

  • Dapatkan pekerjaan di Industri yang Anda minati. Bekerjalah di sana untuk mendapatkan pengalaman dan membangun jejaring. Sering kali orang mendapatkan ide bisnis dari bisnis-bisnis yang tidak ditindaklanjuti oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

  • Carilah mitra kerja yang mempunyai ide bisnis yang bisa Anda perkuat.

Dunia ini penuh dengan kesempatan. Dibutuhkan orang-orang penuh energi dan cerdik untuk menemukannya. Dengan sikap mental yang positif, keinginan untuk sukses, pola pikir yang kukuh, antusiasme yang tinggi dan tidak cepat menyerah Anda akan menemukan, menciptakan dan mendapatkan manfaat dari kemungkinan-kemungkinan dan kesempatan-kesempatan yang Anda impikan.

Selamat mencari ide bisnis. Pada artikel mendatang saya akan membahas sumber-sumber pendanaan dan tips dalam membuat rencana bisnis.

Salam hangat penuh semangat.