Rabu, 22 Oktober 2008

Membuat Rencana Bisnis

Oleh: Betti Alisjahbana

Ketika memulai bisnis secara informal, umumnya pengusaha pemula tidak secara lengkap menuliskan rencana bisnisnya. Umumnya mereka hanya punya rencana operasi, rencana pemasaran dan prediksi penjualan. Anda memang sebetulnya hanya perlu menuliskan rencana bisnis secara lengkap bila membutuhkan modal dari pihak lain. Tetapi membuat rencana bisnis dengan baik akan membantu merencanakan bisnis Anda secara sitematik, termasuk memikirkan bisnis Anda masak-masak, mempelajari dan mencari data-data yang dibutuhkan dan menguji ide Anda secara kritis. Hal ini akan makan waktu, tetapi akan membantu menghindari kesalahan di kemudian hari.

Rencana bisnis Anda bukan merupakan dokumen yang statis, melainkan dokumen yang hidup, dinamis yang bisa berubah sejalan dengan tumbuhnya bisnis Anda. Di dalam rencana bisnis, elemen-elemen dasar berikut ini harus ada di dalamnya :

*Executive Summary
Merupakan gambaran umum y
ang mencakup semua elemen dalam rencana bisnis. Menyoroti apa sebenarnya yang akan Anda jual, apa yang membedakan Anda dari para pesaing. mengapa Anda dan tim akan sukses, berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai bisnis, berapa besar pengembalian (Return on Investment) yang bisa diharapkan berdasarkan proyeksi yang Anda buat.

*Pelaku Bisnis
Di bagian ini jelaskan siapa Anda dan siapa
yang akan membantu Anda membangun bisnis ini. Apa latar belakang dan pengalaman mereka? Siapa lagi yang akan diterjunkan ketika Anda mendapatkan dana yang dibutuhkan. Alasan kenapa tim anda tepat untuk bisnis ini. Sertakan struktur organisasi yang Anda rencanakan.

*Produk dan Jasa
Apa yang Anda Jual? Apa yang membedakannya dengan para pesaingnya? Teknologi atau IP apa bila ada yang Anda miliki? Bagaimana bekerjanya produk/jasa yang Anda akan tawarkan?

*Pasar
Berapa besar pasar produk/jasa Anda? Apakah pasar ini tumbuh? Berapa besar pangsa pasar yang akan Anda ambil? Siapa pesaing Anda? Apa kekuatan dan kelemahan mereka?

*Rencana Pemasaran dan Penjualan
Bagaimana Anda akan memposisikan produk Anda di pasar. Bagaimana strategi distribusinya? Siapa target pelanggan Anda? Bagaimana strategi anda untuk menjual dan membuat perusahaan Anda di kenal?

*Tantangan dan Risiko
Masalah-masalah apa yang akan menghadang Anda? Tantangan apa yang akan Anda hadapi dan bagaimana Anda akan mengatasinya? Apakah ada peraturan pemerintah yang akan mempengaruhi bisnis Anda?

*Penggunaan Modal
Berapa banyak modal yang Anda cari? Bagaimana modal itu akan digunakan? Untuk pengembangan produk? Untuk m
embeli perangkat keras? Untuk mendapatkan pelanggan? Membangun tim pemasaran? Di bagian ini Anda perlu menjelaskan bagaimana uang investor akan digunakan.

Pro Forma Proyeksi Keuangan

Buat proyeksi laba rugi bulanan pada tahun pertama dan kedua. Untuk tahun ke tiga sampai ke lima. proyeksi laba rugi ini cukup dibuat kuartalan. Berikut ini adalah cara membuatnya :

* Buat daftar kategori pengeluaran.
* Lalu isi semua pengeluaran aktual sampai saat ini dan proyeksi pengeluaran setiap bulan sampai tahun kedua, pada tahun ketiga sampai kelima cukup kuartalan saja.
* Proyeksikan pendapatan untuk masing-masing kategori pendapatan.
* Lakukan pengurangan : Pendapatan – Pengeluaran. Pengurangan ini akan menghasilkan kerugian atau keuntungan bulanan.
* Carilah titik dimana hasil pengurangan ini berubah dari negatif ke positif. Pada titik ini Anda mulai mendapatkan alur tunai (cash flow) yang positif. Pada ilustrasi di tabel 2, arus tunai positif mulai terjadi di bulan ke sepuluh (Bulan April).
* Di bawah baris keuntungan, buatlah baris keuntungan kumulatif, yang merupakan akumulasi keuntungan/kerugian dari waktu-waktu sebelumnya. Cari angka kumulatif kerugian terbesar. Angka ini adalah modal minimum yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda berdasarkan proyeksi keuangan Anda. Pada ilustrasi di Tabel 2, bisa dilihat bahwa modal minimum yang di butuhkan adalah Rp. 448.150.000. Untuk amannya, kalikan dua angka ini sebagai target modal Anda.
* Cari titik dimana kumulatif keuntungan ini beralih dari negatif ke positif. Titik ini adalah titik break even Anda.

Bila rencana bisnis Anda telah siap, saya anjurkan Anda mendiskusikannya dengan entrepreneur yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan masukan-masukan. Gunakan masukan-masukan untuk memperbaiki rencana bisnis Anda. Dengan ini Anda sudah siap untuk mulai menggalang dana.

Salam hangat penuh semangat.












10 komentar:

DEDI DWITAGAMA mengatakan...

Ibu Betty, Ysh
Terima kasih atas kesempatan bincang-bincang mengesankan di Penjurian Finalis e-Learning Award 2008 Pustekkom Depdiknas RI pagi ini, Saya sangat menikmati.
Smg Ibu sukses selalu

See more at:
http://dedidwitagama.wordpress.com
http://fotodedi.wordpress.com

Betti Alisjahbana mengatakan...

Sama-sama pak Dedi. Saya senang bertemu dengan Bapak dan melihat bagaimana blog dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana
http://QBheadlines.com/

DEDI DWITAGAMA mengatakan...

Wow, respon Ibu begitu cepat, hebat.
Terima kasih

Aryanto mengatakan...

Bu Betti, kalau saya mau terjun di bidang yang dipengaruhi oleh 'rapid changing of technology', apa yang harus disiasati ? Saya pernah diajar menerapkan 'Strategic Planning' di perusahaan lama. Tapi dengan situasi seperti sekarang, kayaknya harus sering kali melakukan revisi, benarkah ?

fisikarudy mengatakan...

Halo Bu Betti, semoga sukses dan tetap on the top ...
saya senang bisa ngobrol dengan ibu saat penjurian e-learning award 2008 kemarin walaupun sebentar dan tidak formil.

Rudy Hilkya
http://fisikarudy.wordpress.com

ilma mengatakan...

mbak betti, thanks sharingnya disini. sangat diperlukan sebagai tuntunan bagi pebisnis pemula.

btw, saya temennya mbak merry magdalena, kapan ya bisa ketemu mbak betti?

salam hangat penuh semangat juga mbak :) sukses selalu.

Betti Alisjahbana mengatakan...

Pak Aryanto,
Ketika bisnis kita dipengaruhi teknologi yang berubah sangat cepat, kita harus membuat organisasi kita lincah, gesit dan sebisa mungkin mendahului pasar. Ini beberapa saran saya :
- perkecil fix cost, apa yang bisa di buat variable, dibuat variable.
- rajin-rajin mengamati pasar, pesaing dan teknologi baru. Buat lah brain storming session seminggu sekali dengan tim Anda, seminggu sekali masing-masing 1-2 jam untuk membicaakannya dan untuk menentukan initiatif baru apa yang perlu Anda lakukan.
- Strategic planning session dibuat lebih untuk menunjukan arah perusahaan, tapi langkah taktisnya dilakukan melalui pertemuan mingguan itu.
Selamat membangun organisasi yang gesit, lincah dan antisipatif.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana
http://QBheadlines.com/

Betti Alisjahbana mengatakan...

Pak Rudy,
Selamat ya telah menjuarai e-learning award. Saya sangat kagum pada dedikasi Bapak dan perjuangan didalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kecintaan anak didik terhadap ilmu fisika dengan memanfaatkan blog.

Semoga Anda bisa menginspirasi guru-guru lain.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana
Http://QBheadlines.com/

Betti Alisjahbana mengatakan...

Rekan Ilma,
Terima kasih telah mengunjungi blog saya dan telah memberikan komentar. Kalau mau ketemu saya tinggal datang saja ke kantor.

Salam hangat penuh semangat
Betti Alisjahbana
http://QBheadlines.com/

Anonim mengatakan...

Wow Rencana bisnis yang lengkap.
sy adalah sarjana arsitektur UH 2006.
artikel ibu betty betul2 bikin semangat.thanx a lot.